
“Anak ini.. umurnya masih muda tetapi menyimpan Tenaga Dalam yang besar” Batin Hu Tao, dari kejauhan ia mengamati keduanya yang saling bertukar jurus, namun dia bisa melihat bahwa Shou Yan memiliki tenaga dalam yang tinggi tapi ada sesuatu yang mengganjal di pikirannya “Biar kulihat dulu..”
Hu Tao mengeluarkan sebuah kertas yang di dalamnya sudah terdapat data diri pada peserta “Shou.. Shou.. ini dia.. Shou Yan.. ranah Bumi..!?” Ia hendak tersedak ludahnya sendiri ketika menyadari ranah yang Shou Yan miliki berada jauh dari apa yang dia pikirkan
“Dia mengikuti Turnamen di ranah bumi tahap akhir..?” Hu Tao berdecak kagum karena keteguhannya mengikuti Turnamen tanpa mempunyai ilmu bela diri yang tinggi
“Mungkin sebaiknya aku harus mencatat Sekte Pedang Bulan” Gumam Hu Tao. Baginya, mengingat Sekte yang berpotensi untuk berkembang adalah hal yang penting, terutama untuk menambah kekuatan di Kerajaan, Hu Tao tersadar dari lamunannya ketika dua peserta saling mengeluarkan teknik andalan mereka masing-masing
“Tapak Besi”
“Tapak Surgawi”
Kedua tapak bertemu, Shou Yan Perlahan terdorong mundur, ia tidak menyangka kalau lawannya mampu membuatnya kesulitan
Shou Yan mengalirkan tenaga dalam lebih pada tapaknya, sebelum keduanya terpental secara bersamaan
Sejak awal pertandingan, Shou Yan belum mengeluarkan seluruh kemampuannya. Karena baginya, itu hanya akan memberikan informasi mengenai kemampuannya, sekaligus mengantisipasi jika peserta lain akan mencari titik kelemahannya
“Untuk anak desa.. kau memiliki kemampuan yang sedikit bagus” Ujar Wang Sang sambil menutupi setengah wajahnya dengan kipas besi “Yahh.. kau tahu... Sedikit.. Cuma sedikit” imbuhnya sambil tersenyum ejek
“Itu lebih baik daripada seorang pria yang selalu menggunakan kipas, untuk menyembunyikan wajah jeleknya” Shou Yan menanggapinya dengan mengatakan kalimat pedas
“Apa kau bilang..!? cari mati..!?” Karena ucapan tersebut Wang Sang menjadi naik darah, baru kali ada orang yang berani menghinanya tepat di hadapannya
***
“Kenapa tiba-tiba tubuhku terasa dingin” Batin Ma Liang sambil memeluk tubuhnya sendiri “Kalian cepat lah pasang taruhan.. pertandingan sudah di mulai”
“Aku pasang 100 perak untuk Wang Sang”
“Aku juga”
“Baik.. aku pasang 10 keping emas untuk pemuda itu”
Sebelumnya, Ma Liang telah mendapatkan laporan dari pelayannya kalau pertandingan kali ini akan menjadi akhir dari babak Kedua
“Kalian jangan serakah.. semuanya bertaruh untuk satu orang saja..?” Ma Liang melihat setumpuk uang di atas meja bertaruh untuk Wang Sang, sedangkan untuk nama dari lawannya kosong sampai akhirnya ia mulai memberikan rayuan
“Kalian lihat kembali pertarungan saudara Shou ini.. ia selalu memenangkan pertandingan, aku yakin dia akan keluar sebagai pemenangnya” Ujarnya sambil menggosokkan kedua tangannya seperti sedang bersiap untuk mendapatkan keuntungan besar
“Anak muda, kantong kami menjadi kering karena menuruti ucapanmu”
“Benar, kau selalu mengatakan hal sama agar kami mau bertaruh dengan nama yang kau sebutkan”
__ADS_1
“Kali ini.. kami semua sepakat untuk mempertaruhkan semua uang kami pada Wang Sang”
Belasan pria tersebut berfikir bahwa setiap kali Ma Liang memberikan nama sebagai pemenang, mereka selalu mendapatkan kekalahan dan untuk mengatasinya adalah dengan membalik ucapan pemuda tersebut
Ma Liang batuk pelan sambil tertawa di dalam hati, ia tidak menduga bahwa rencananya akan berjalan dengan lancar, sampai akhirnya terdapat seorang gadis yang mempertaruhkan dua kantong kulit berisikan 100 keping emas
Ma Liang terkejut akan tindakan gadis tersebut “Nona, kau sudah menang beberapa kali... bukankah mempertaruhkan seluruh uangmu adalah sebuah resiko..?”
“Apa ada aturan yang melarangku untuk mempertaruhkan semua uang ini...?”
“Itu.. tentu tidak Nona”
“Kalai begitu.. aku pasang untuk peserta bernama Shou”
“Di-dia tentu mempunyai kemampuan yang cukup bagus, apa Nona tidak ingin bergabung dengan mereka” Ma Liang terus membujuk gadis tersebut untuk tidak bertaruh sendirian dan ikut bergabung dengan pilihan penjudi lainnya
“Kau bilang tadi dia adalah calon pemenang.. dan sekarang kau mengatakan untuk ikut bertaruh bersama mereka..?” Tunjuk gadis tersebut pada pria lain di sekitarnya “Apa jangan-jangan..? Kau ingin mengatakan bahwa pemuda Wang itu akan kalah dan ingin aku bertaruh padanya..?”
Ma Liang menelan ludahnya sendiri, ia seperti pernah bertemu dengan seseorang yang keras kepala “Te-tentu tidak Nona.. Silahkan lakukan apa yang kau mau” Ma Liang mengunci semua taruhan sambil berkeringat dingin
Perang batin mulai menggema di dada Ma Liang dan jika di hitung seluruhnya, ia akan mendapatkan keuntungan 200 keping emas jika Gadis tersebut kalah tetapi hati kecilnya mengatakan Shou Yan lah yang akan keluar sebagai pemenang
Sehingga keuntungan yang akan ia dapatkan kalau Shou Yan menang hanyalah sepuluh keping emas “Ini bahkan lebih sedikit dibandingkan dengan penjualan tiket” Gumamnya sambil teringat akan kejadian dua tahun lalu dimana ia menjadikan rekannya sebagai taruhan dan kini terulang kembali
***
“Ho... Kau ingin serius rupanya..?” Wang Sang memainkan kipasnya sambil tersenyum lebar, ia melihat lawannya mulai mengeluarkan pedang dari sarungnya dan Wang Sang menjadi yakin kalau dia memang berasal dari desa, karena senjata yang dia gunakan sudah tidak layak pakai “Apa yang akan kau lakukan dengan pedang rusak itu..?”
“Ini..? Tentu saja untuk membersihkan kipas berlumut itu” Shou Yan melihat bilah pedangnya sambil mengalirkan tenaga dalam melalui dua jari kirinya
Setelah beberapa tarikan nafas, Shou Yan hendak mengakhiri pertandingan dengan sekali gerakan, mengingat pedangnya kini tidak lagi mampu untuk menahan tenaga dalamnya
Shou Yan mengangkat tangannya lalu seketika terbentuk pedang energi besar dengan tinggi hampir sepuluh meter
Dengan tenaga sebesar itu, Hu Tao bergerak cepat di belakang Wang Sang untuk berjaga-jaga jika pemuda tersebut menghancurkan arena “Anak muda.. kau memang suka membuatku berkeringat”
Wang Sang tidak lagi menganggap remeh lawannya, meski terlihat seperti seorang pria murahan namun ia bisa menebak kalau Shou Yan memang bersungguh-sungguh untuk mengalahkannya
“Jangan remehkan aku anak miskin..!” Setelah berkata demikian, Wang Sang mengambil obat dari balik jubahnya lalu meminumnya,
Dengan sekejap kekuatannya menjadi berlipat ganda “Dengan ini.. Aku tidak akan kalah..!” Wang Sang mengeluarkan seluruh kekuatannya pada kipas besi miliknya
Wang Sang kemudian merentangkan tangannya, setelah mengumpulkan tenaga dalam terbentuklah sebuah kipas energi besar yang lebarnya mencapai lima meter dengan aura hijau memancar di sekitarnya
__ADS_1
Dengan sekali lihat Shou Yan bisa tahu kalau kipas tersebut mengandung racun, tapi itu tidak akan membuatnya gentar karena ini bukan pertama kalinya ia berhadapan dengan racun
“Amukan Kipas Beracun..!”
“Pembelah Langit..!”
Shou Yan mengarahkan pedangnya tepat ke arah lawan sedangkan Wang Sang mengibaskan kipasnya menggunakan kedua tangannya, perbedaan tenaga dalam mempengaruhi pertarungan
Dua jurus tersebut saling berbenturan hingga Wang Sang tertunduk dalam posisi berlutut “Tidak mungkin...!” Ucapnya sambil menahan serangan yang begitu kuat, jantungnya berdetak kencang hingga ia terbatuk, bersamaan dengan itu keluar darah segar dari mulutnya
“Kau hanya bocah lusuh...! Tidak akan bisa mengalahkanku..!” Meski Wang Sang berkata seperti itu, ia tetap menahan serangan tersebut sambil berusaha untuk berdiri
Melihat lawannya hampir bangkit, Shou Yan mengalirkan energi Chi kedalam pedangnya hingga terpancar Aura ke-emasan “Pembelah Langit versi kedua..!”
Wang Sang kembali dalam posisi berlutut dan hanya bisa melihat retakan pada kipasnya hingga akhirnya hancur “Ini..? Musatahil.. Tidaaaakkk...!”
Teriakan Wang Sang di iringi sebuah Ledakan yang membuat Hu Tao menjadi lebih waspada “Celaka..!”
Seperti yang ia duga, Jurus yang Shou Yan keluarkan belum berhenti sampai disitu, Hu Tao menyiapkan kuda-kudanya lalu dalam tarikan nafas, ia menciptakan sebuah Palu melalui tenaga dalamnya yang ukurannya cukup besar hingga mampu menghancurkan pintu besi
“Palu Langit...!”
Kini Pembelah Langit milik Shou Yan berhadapan dengan Palu Langit, teknik andalan Hu Tao. Dengan kemampuannya sebagai Pendekar suci ia mampu menghancurkan Teknik yang Shou Yan keluarkan, meski harus menggunakan 30% kekuatannya
Setelah berhasil, Hu Tao menarik tenaga dalamnya lalu dengan cepat menghampiri Shou Yan dan memegang tangannya “Cukup..!” Ucapnya sebelum melirik ke belakang “Dia sudah tidak sanggup bertarung”
Hu Tao kembali melihat ke arah Shou Yan “Kau pemenangnya” Setelah berkata demikian, Pandangannya teralihkan pada sosok bayangan Naga emas di hadapannya, dengan sigap ia melangkah mundur
Meski hanya berlangsung beberapa detik tetapi mampu membuatnya bersikap waspada “Naga..!? Atau memang aku sedang berhalusinasi..?” Gumamnya
Hu Tao tersadar dari lamunannya saat Shou Yan memperhatikannya dengan heran
“Tuan..? Apa aku boleh kembali..? Di sini mulai dingin” Ucap Shou Yan sambil menahan tubuhnya yang mulai menggigil
**//**
Jangan lupa berikan like, vote, koin, hadiah atau dukungan lainnya jika kalian suka..
Kami akan menampung saran kalian jika memang bisa membuat Karya kami menjadi lebih baik lagi..
Terima kasih sudah setia menunggu dan selamat membaca..
Xiexie.. :)
__ADS_1