Return: Of The Dragon Legend

Return: Of The Dragon Legend
Ch. 79. Pendaftaran


__ADS_3

“Bagi para Penonton, silahkan beli tiket di loket yang sudah di tentukan”


“Sedangkan peserta, silahkan isi daftar diri di sebelah kanan”


Prajurit kerajaan di perintahkan oleh Guan Ju untuk mendata setiap peserta dan tidak lupa untuk memberikan penawaran kepada penduduk lokal maupun pendatang untuk menyaksikan pertandingan secara langsung


Dengan jumlah bangku penonton yang mencapai lima ratus ribu kursi, akan sangat membantu mengangkat perekonomian Kerajaan


Terutama untuk melaksanakan pembangunan di wilayahnya termasuk kota dan desa kecil yang berada di bawah kekuasaan Sun


“Tuan bisa mengumpulkannya di sebelah sini” Ucap seorang prajurit yang bertugas untuk mengumpulkan formulir pendaftaran dari seluruh Sekte yang hendak mengikuti Turnamen


“Yang Mulia ternyata mempunyai pemikiran yang cerdas” Imbuhnya pada rekan di sebelahnya


“Tentu saja.. tapi apa kau mendengar isu yang berkembang di istana..?”


“Isu..?”


Rekan di sebelahnya mengangguk pelan sambil menjelaskan bahwa ide untuk menambah jumlah bangku penonton adalah rencana dari Tuan Putri, serta menaikkan jumlah harga tiket dengan alasan pertandingan terbesar dalam sejarah


“Tuan Putri..?” Seseorang di sebelah kirinya memiringkan kepala, saat mendengar isu yang di bicarakan oleh temannya


Keduanya terdiam sejenak setelah memberikan formulir pada salah satu Guru Sekte “Silahkan Tuan..” Sampai akhirnya mereka melanjutkan perbincangan


Dalam dua tahun terakhir sifat dari Tuan Putri berubah menjadi lebih terbuka dan saat mendengar akan diadakannya acara ini, ia juga mengajukan diri untuk ikut dalam sebuah perencanaan


“Meski Tuan Putri mengurung diri, namun tetap bisa melakukan tugas dengan baik ya..”


“Untuk itulah, Tuan Putri terkenal sebagai Dewi Matahari” Nama tersebut di ambil dari warna rambut Mei Hwa yang merah seperti Matahari yang menyinari dunia di kala senja


Tidak ada yang tau pasti siapa yang memulai lebih dulu namun julukan tersebut sudah tersebar di kalangan bawah seperti prajurit dan para dayang istana


Meski tidak mempunyai ilmu bela diri tetapi Tuan Putri mempunyai kecerdasan yang ia peroleh dari ayahnya serta keteguhan hati yang di dapatkan dari ibunya


Dengan beberapa kebijakan yang Liu Shan keluarkan melalui masukan dari putrinya membuat keuangan istana membaik dalam dua tahun terakhir


Sebab itulah pajak tahunan yang di dapatkan oleh kerajaan, naik hingga angka menembus dua puluh persen dan yang membuat para prajurit serta dayang istana menghormati Mei Hwa ialah gaji bulanan mereka juga ikut naik

__ADS_1


“Haih.. aku harap Tuan Putri bisa segera memimpin Negara”


Mendengar ucapan yang di keluarkan oleh rekannya, membuat bulu kudunya merinding seketika “Dasar Bodoh..! Apa kau sudah gila..!? Itu seperti menyumpahi Yang Mulia untuk Lengser dari tahtanya”


Percakapan keduanya berakhir setelah prajurit yang berbicara sembarangan di pukul oleh rekannya sendiri, sebab kalimat tersebut bisa membuat mereka di hukum mati


Sinar matahari mulai terasa panas di kulit dan acara akan segera di mulai namun tidak membuat keadaan Shou Yan menjadi lebih baik karena ia tak lepas dari hukuman yang di berikan oleh Fan Cou


“Ini akan membuatmu jera karena keluar dari tanpa izin” Gumamnya, Ia memang memaafkan tindakan Shou Yan namun tugasnya sebagai Tetua tidak bisa membiarkannya


Ke-enam murid yang lain memandang Shou Yan dengan rasa penasaran, karena setelah keluar dari pintu penginapan. Tetua Fan memberikan dua kain yang dimana benda tersebut ia pakaikan di kedua kaki Shou Yan


Seketika langkahnya menjadi lebih lambat dari sebelumnya, Bao Yu mengetahui alat tersebut lalu tersenyum lebar sambil membisikkannya pada rekan yang lain


“Besi kau bilang..!?”


Ia memberitahukan bahwa setiap kain terdapat lima kantong yang di isi dengan balok besi, dimana setiap masing-masing beratnya mempunyai beban dua kilo gram


Jika satu kain mempunyai berat sepuluh kilo gram, berarti Shou Yan menahan dua puluh kilo gram di kedua kakinya


Fan Cou pergi ke salah satu pos penjagaan untuk mengirimkan sebuah surat kepada Ketua Sekte, meninggalkan ketujuh muridnya dan meminta Bao Yu agar mengarahkan enam saudara seperguruannya, untuk segera mendaftar di depan gerbang Ibu Kota


“Tetua Fan bisa menyerahkannya padaku” Ucapnya sambil menatap Shou Yan dengan senyum penuh ejek


Setelah melihat Fan Cou pergi meninggalkan mereka, Dia memimpin jalan dengan memerintahkan kepada semua murid agar mempercepat langkahnya


Salah satu diantaranya melihat Shou Yan tertinggal jauh di belakang, ia sempat meminta agar Bao Yu mau menunggu dan berjalan bersama


Tetapi saran tersebut dia tolak dengan dalih mengejar waktu, sebelum keadaan menjadi semakin ramai sehingga telat untuk mendaftar


Beberapa saat kemudian ucapan Bao Yu terbilang benar dan terjadi, setelah puluhan kapal berlabuh di dermaga, ratusan ribu orang dengan kelompok yang berbeda bercampur menjadi satu dengan penduduk lokal, semuanya mempunyai tujuan yang sama yaitu memasuki Ibu Kota.


Sampai akhirnya ke-enam murid tersebut meninggalkan adik seperguruannya di belakang tanpa menghawatirkan keadaannya, sampai akhirnya Shou Yan tidak terlihat lagi karena terhalang oleh kerumunan.


Beberapa kali tubuh Shou Yan terdorong ke kanan dan ke kiri namun tidak membuatnya jatuh “Jika begini.. aku tidak punya pilihan lain”


Shou Yan sengaja berpura-pura agar terlihat menderita karena hukuman yang diberikan oleh Tetua Fan, namun sebenarnya ia tidak merasakan beban di kedua kakinya “Latihan yang di berikan oleh kakek.. ternyata sangat berguna” Batinnya

__ADS_1


Tetapi untuk menghargai serta tidak mendapatkan hukuman yang lebih merepotkan, tindakan tersebut sangat di perlukan


Ia menggunakan langkah angin untuk bisa melewati keramaian, tentu menggunakan tenaga dalam yang cukup agar tidak menimbulkan kegaduhan “Maaf.. permisi Nona.. Jangan makan ketika sedang berjalan”


Beberapa diantaranya, Shou Yan sempat meminta maaf karena berjalan cepat dan ada pula yang ia tegur


“Iya, baik”


“Ha..? Siapa itu..?”


Mereka menoleh ke sumber suara namun tidak menemukan sosoknya, kecuali bayangan hitam kecil yang bergerak cepat. Shou Yan tetap bergerak ke maju dengan tetap menjaga etika “Permisi” Ujarnya


“Ohhh... Ada yang ingin pamer rupanya” Ucap salah seorang pria dengan janggut hitam pendek namun memiliki luka di bagian mata kirinya “ Yodo,, Apa kau ingin melawannya..?”


“Baik Guru” Ucapnya sambil membunyikan tulang dari setiap jari tangannya “Aku tidak sabar untuk mengujinya” Imbuhnya


Murid tersebut menyiapkan kuda-kuda lalu menunjukkan sebuah Teknik yang baru di kuasainya, sebelum akhirnya bergerak cepat menyusul pemuda tersebut


“Langkah Petir”


Kecepatan langkahnya menjadi sebuah keributan karena selain melewati puluhan orang tetapi juga menimbulkan debu tebal di setiap hentakan kakinya


“Aduh.. mataku”


“Uhuk.. darimana debu ini” Setiap orang yang dia lewati merasakan hal yang serupa


Shou Yan merasakan getaran bumi dari arah belakang membuat rasa penasarannya muncul “Ini..? Suara langkah kaki..!?” Imbuhnya sambil tetap melangkah


Ia menoleh dan menemukan seseorang tepat di belakang punggungnya, ia mempunyai tinggi hampir sama tubuhnya dan sedang tersenyum ke arahnya


“Ingin pamer di hadapan ku...!? Coba rasakan ini..!” Yodo memberikan sebuah pukulan pada Shou Yan. Keduanya saling bertarung tanpa mengurangi kecepatannya masing-masing


°°//°°


Ni hao...


Berikan Like, vote serta dukungan jika kalia suka dengan karya kami

__ADS_1


Tinggalkan saran dan kritik serta pendapat kalian di kolom komentar ya..


Xiexie ;-)


__ADS_2