Return: Of The Dragon Legend

Return: Of The Dragon Legend
Ch. 23. Batasan Waktu


__ADS_3

Ling Tong mencoba mengamati Shou Yan dari atas sampai bawah namun ia tidak menemukan jiwa yang sudah hidup lama “Mungkin anak ini memang masih muda seperti kelihatannya” Batinnya


Keduanya saling berbicara sambil bertarung, meski Ling Tong sudah melihat banyak pemuda berbakat namun ia sendiri masih menyayangkan jika bibit unggul di depannya menjadi tandus “Hei Nak, bergabunglah di sekte milikku”


Ling Tong memiliki hobi yang cukup aneh untuk orang yang sudah tua, mendapatkan pemuda maupun pemudi yang berbakat akan mampu membawa Sekte miliknya menjadi tersohor di dunia persilatan


Sudah ada beberapa anak berbakat yang sudah di culik dan membimbingnya, agar ia mampu menggunakan mereka untuk membuat Sekte Tengkorak Merah menjadi tak terkalahkan


Belasan serangan sudah Shou Yan lakukan namun masih belum bisa menyentuh kulit pria sepuh di depannya “Orang Tua ini.. sungguh tidak biasa” Batin Shou Yan saat melihat senyuman kecut di wajah Ling Tong


“Melihat seranganmu, kau hanya mampu menguasai sepuluh.. ah tidak tapi.. sebelas gerakan” Ling Tong menebak gerakan yang di lakukan Shou Yan bukanlah gerakan yang sederhana, setidaknya orang yang megajarkannya adalah pendekar yang ahli dalam menggunkan tangan kosong


Wajah Shou Yan menjadi panik saat teknik miliknya dapat di baca oleh Ling Tong


***


“Aku sudah mengajarkan dua teknik pedang padamu bukan..?”


Shou Yan mulai menggaruk kepalanya yang tidak gatal “Aku sudah menggunakan satu teknik, tetapi jika aku pakai yang satunya lagi maka..” Shou Yan berfikir jika teknik tapak kosong milknya dapat Ling Tong ketahui maka teknik pedangnya pun bisa dengan mudah di baca


“Jangan memikirkan hal yang tidak perlu, amati lalu cari titik kelamahannya dan serang dengan sekuat tenaga, dan berhentilah berputar..!”


“Benar juga, kenapa aku harus terganggu dengan omongannya” Shou Yan seperti mendapat pencerahan


“Jadi, sedang apa kau..? cepat selesaikan..!”


***


Shou Yan melihat situasi kota Changnan sejenak sebelum meghela nafas panjang, saat ini ia ingin segera menyelesaikannya sebelum membantu prajurit Sun dan Sekte Pedang Bulan


Melihat lawannya sungguh di luar perkiraan, Shou Yan memutuskan untuk segera menyelesaikan urusannya sebelum waktu yang di butuhkannya habis “Waktuku tinggal tiga menit lagi” batinnya


Ling Tong kaget saat melihat pemuda di hadapannya masih belum menyerah dan mulai menyerangnya lagi, namun kali ini ada yang berbeda di setiap serangannnya

__ADS_1


Setiap serangan yang Shou Yan arahkan menjadi lebih berat namun membuat bentuk energi pedangnya menjadi lebih menipis


“Oh,, sepertinya tenagamu tinggal sedikit lagi” Ling Tong masih menahan serangan dengan tongkat kesayangannya sampai energi pedang Shou Yan berhasil menggores pipi Ling Tong “Kau..!” Pandangan matanya menjadi lebih tajam


Melihat Bakat Shou Yan, Ling Tong masih menahan kekuatannya sampai ke ranah Langit dengan tujuan membuatnya melemah, lalu membawanya dengan paksa ke sekte Tengkorak Merah


Dengan goresan di pipinya Ling Tong mulai meningkatkan kekuatannya sampai batas akhir Pendekar Suci “Kau akan menyesal bocah..!”


Dengan tongkatnya , Ling Tong mengalirkan tenaga dalamnya dan mengarahkan nafsu membunuh pada Shou Yan sehingga membuatnya lebih unggul


Seketika Shou Yan mengubah posisi menyerang menjadi bertahan “Kenapa tubuhku menjadi lebih berat” ia berfikir bahwa dalam pertarungan sebelumnya, Ling Tong telah mempermainkannya


“Pembelah Langit”


“Penghancur Tengkorak’’


Energi pedang Shou Yan dan tongkat milik Ling Tong saling bertemu, membuat awan hitam di sekeliling mereka menjadi bergerak menjauh karena benturan energi yang mereka ciptakan


“Butuh seribu tahun lagi untuk bisa mengalahkanku bocah” Ling Tong menggabungkan tenaga dalamnya dengan nafsu pembunuh yang membuat badan Shou Yan menjadi sulit bergerak


***


“Naga suci, bolehkah jika aku menggunakannya..?” Shou Yan menatap penuh harap pada sosok Naga di hadapannya


“Apa kamu yakin bocah..?” Naga tersebut tidak menyarankan Shou Yan menggunakan teknik terlarang miliknya mengingat tubuhnya yang masih belum kuat


“Aku tidak pernah takut mati, namun yang kutakutkan hanyalah..” Shou Yan tidak bisa membayangkan jika Guo An, Guan Ju, Mei Hwa dan Xiao Lung lalu seluruh penduduk kota menjadi binasa karena keserakahan manusia


“Baiklah jika itu keputusanmu, maka bersiaplah..”


***


“Tuan Ling Dong, sebaiknya anda segera menyerah” Shou Yan berniat memberi kesempatan mengingat lawannya hampir seumuran dengan kakeknya

__ADS_1


“Dalam kamusku, tidak ada kata menyerah” ia menyadari ada sesuatu yang aneh pada diri Shou Yan “Ini akan menjadi serangan terakhir” batinnya


Shou Yan memejamkan mata dan menarik nafas panjang sebelum Shou Yan mengarahkan kedua tapaknya ke langit


“Naga Suci Surgawi..!?” Ling Dong melihat sosok Naga emas dengan mahkota di kepalanya keluar dari dalam tubuh Shou Yan


Munculnya Naga Surgawi membuat langit menggelegar, Bumi Terguncang, Lautan menjadi pasang beserta ombaknya yang besar


Di Bagian timur sebelah kerajaan Wei “Akhirnya muncul juga” Seorang Pria jenggot putih yang ber-umur ratusan tahun menghadap ke sumber cahaya di langit


Di Bagian Utara di Benua Gunung Es “Rong’er,, itu adalah calon suamimu” Seorang nenek tua dengan pakaian biru laut serta tongkat giok berwana biru


“Nenek..! humff..” Seorang gadis dengan usia empat tahun memanyunkan bibirnya sambil menyilangkan kedua tangannya di dada


“Prajurit,,? apa yang sedang terjadi di luar sana”


“Lapor Yang Mulia Wei, penduduk sedang berdansa untuk merayakan turunnya hujan’’


“Sudah lima tahun negeri ini di landa kekeringan, dan hari ini muncul hujan..? ini sungguh aneh..” Seorang pria memakai pakaian mewah serta mahkota sedang duduk di singgasan kerajaan Wei


Di Daratan tengah bagian barat ada seorang Raja yang sedang latihan bersama prajuritnya namun berhenti saat melihat kilatan cahaya emas di langit sebelah selatan “Aku menemukanmu..!” batinnya


“Naga Mengarungi Lautan”  Shou Yan mengarahkan serangannya ke arah Ling Dong


“Ular Tengkorak Merah” Ling Dong mengeluarkan seluruh kekuatannya dan mengubah bentuk energinya menjadi ular merah dengan tengkorak di kepalanya


“Ssstttt’’


“Aaarrgghh”


Setiap orang yang berada di kota Changnan dapat melihat pertarungan Naga dan Ular


“Yan’gege’’ Mei Hwa melihat pertarungan di langit kota Changnan lalu menggenggam kedua tangan di depan dada berharap akan keselamatan Shou Yan

__ADS_1


Xiao Lung menaikkan alisnya saat mendengar Mei Hwa menyebut nama Shou Yan “ Tuan Shou mungkin kuat, tapi..” melihat ke arah yang sama dengan Mei Hwa, Xiao Lung meyakini jika yang berada di langit adalah pendekar suci dan menurutnya Shou Yan hanya berada di tahap Bumi


“Pertarungan Pendekar Suci sungguh luar biasa” Xiao Lung berdecak kagung karena baru pertama kalinya ia melihat pertarungan yang sesungguhnya


__ADS_2