
***
“Siapa mereka..?”
Sesampainya Shou Yan ke tempat berkumpulnya para peserta, ia memilih untuk bersembunyi dan mengamati situasi dari balik pohon “Itu kan..” Saat hendak menyelamatkan peserta yang sedang di tawan, tangannya tiba-tiba di pegang oleh seseorang yang seakan tidak ingin ia menyelamatkannya
“Kau tidak harus kesana”
Shou Yan menoleh dan menemukan seorang pria yang sedang menggigil “Senior..!? kenapa dengan tubuhmu..?”
“Kau masih tanya kenapa..?” Mata Ma Liang hendak ingin keluar dari tempatnya saat Shou Yan masih bertanya, seakan dia tidak menjadi penyebabnya
“Maaf Senior..” Shou Yan menggaruk hidungnya sebelum menanyakan apa maksud dari tindakan temannya, karena telah melarangnya menolong peserta yang sedang di tawan
“Aku bukannya melarang, tetapi dia adalah Qiao Feng” Ma Liang masih menyimpan dendam terhadapnya karena telah mempermalukan keluarganya sewaktu ia masih kecil
Tatapan penuh amarah terlihat dari sorotan mata pria yang bermaga Ma tersebut, membuat niatnya menolong menjadi terhenti “Jadi.. apa rencanamu..?”
Ma Liang melepaskan tangan Shou Yan dan mencoba untuk menyusun rencana, ia yakin jika para perampok ini tidak memiliki niat jahat
“Bagaimana kau bisa seyakin itu..?” Bisik Shou Yan dari balik pohon
“Karena aku tidak mencium bau darah” Ma Liang mengira ada sesuatu yang aneh, dari gerakan perampok tersebut tidak terlihat ancaman yang serius berbeda dengan apa yang pernah ia lihat sebelumnya
Shou Yan mengangguk pelan sebelum mengikuti rencana dari rekannya “Baiklah, aku ikuti rencanamu”
Ma Liang merencanakan agar ia mengambil jalan memutar dan menyerang dari belakang, sedangkan Shou Yan akan mengalihkan pandangan dengan berpura-pura menyerahkan diri
“Apa,,? Itu sama saja dengan aku yang menjadi umpan..!?”
“Sssttt,, pelankan suaramu” Ma Liang ingin menjitak kepala Shou Yan karena mengeraskan suaranya tanpa berfikir jika keduanya sedang bersembunyi
Shou Yan menutup mulutnya sebelum akhirkan berbicara pelan “Kenpa harus aku,,?”
“Apa kau ingin aku yang melakukannya,,?” Ma Liang mengangkat bahunya sambil menggelengkan kepala, karena ia sendiri menduga jika ilmu bela dirinya masih rendah untuk menghadapi para perampok
Ma Liang menunjuk badan Shou Yan sebelum mengutarakan pendapatnya “Bukankah kau punya sesuatu yang harus kau tunjukkan..?”
“Apa maksudmu,,?”
“Entahlah,, aku melihat seperti ada sesuatu yang berbeda dari dirimu” Ma Liang mulai memutar otaknya namun tidak menemukan keanehan pada Shou Yan kecuali baju lusuhnya yang sudah kotor
Shou Yan menatapnya heran sebelum keduanya di sadarkan oleh suara yang di tujukannya
***
“Keluarlah”
“Baiklah, kita mulai rencana kita” bisik Shou Yan pada temannya sebelum menunjukkan diri
“Oh,, hanya tikus kecil rupanya”
Shou Yan melihat sepuluh pria berbaju hitam namun anehnya para perampok tersebut masih terlihat muda dan terdapat satu di antaranya yang tingginya hampir sama dengannya “Apa perampok ini memperkejakan anak kecil..?” batinnya, sambil mengangkat kedua tangannya
“Aku harap kau mau menyerahkan semua harta dan makananmu”
__ADS_1
“Baiklah Tuan” Shou Yan menyerahkan tas kulit milknya sambil tetap meningkatkan kewaspadaan “Apa masih belum..?” Batinnya sambil melihat di sekitar
“Anak ini, ternyata sama dengan yang lain,, dasar pengecut” batin ketua dari perampok tersebut sebelum mengarahkan Shou Yan “Bergabunglah dengan yang lain”
Shou Yan menuruti pria berbaju hitam tanpa menurunkan kewaspadaan sampai ia mendengar suara dari belakang perampok
“Buggg”
“agh..”
“haha.. rasakan pukulan dari Tuan Muda ini” Ma Liang memukul punggung pria berbaju hitam dengan sebatang kayu di tangannya
Sampai akhirnya suara lantangnya berubah menjadi kekhawatiran ketika melihat semua tatapan mata tertuju padanya
“Kenapa kau malah tertawa” Shou Yan menepuk jidatnya saat melihat temannya berbangga diri sebelum selesai dengan tugasnya
“Tangkap dia..!” seru suara ketua dari kelompok tersebut
“Baik”
Bersamaan dengan teriakan tersebut, Shou Yan menyerang pria yang dia duga adalah ketua perampok
“Tapak Besi”
“Ugghhh”
Serangan yang di timbulkan oleh Shou Yan membuat pria tersebut terpukul mundur “Kau..!?”
Selepas pria berbaju hitam itu terpukul mundur, secara bersamaan empat rekan lainnya telah mengelilingi Shou Yan
“Buktikan kemampuanmu bocah”
Keempat perampok yang mengelilingi Shou Yan mengeluarkan pedangnya sebelum akhirnya menyerang
Serangan berganti dengan serangan, namun semuanya tidak berhasil menyentuh kulitnya bahkan sering kali Shou Yan memberikan pukulan hingga mengenai salah satu di antara mereka
“Agghh”
Ke tiga prampok lainnya menghentikan serangan saat melihat rekannya terpukul mundur sejauh sepuluh meter dan akhirnya tak sadarkan diri “Bocah ini,, mempunyai kemampuan” bisik pria baju hitam terhadap rekan lainnya
“Tubuhku merasa lebih ringan” Batin Shou Yan sambil menyiapkan posisi menyerang
Di sebelahnya terdapat pertarungan Ma Liang yang juga melakukan serang balasan terhadap lima perampok lainnya dan tak seringkali ia memukul tepat di bagian wajah “Butuh waktu seratus tahun bagi kalian untuk bisa menang melawanku”
Shou Yan tak habis pikir jika temannya begitu kuat saat dalam pertarungan meski tak jarang ia harus terkena serangan dari sarung pedang karena sering menurunkan kewaspadaan
Selama penyerangan terdapat dua sosok yang bersembunyi di atas pohon, tak jauh dari lokasi para peserta “Oh,, cucumu memang luar biasa Senior Guo”
“Meski begitu, aku tidak akan pilih kasih jika memang ia tidak memenuhi syarat”
Liu Shan menatap Guo An sebelum melihat kembali pertarungan “Anak itu juga lumayan” ia menatap pertarungan Ma Liang sambil mengelus janggutnya
Meski dia masih berada di tahap bumi, namun ia mampu mengimbangi Pendekar yang satu tingkat lebih tinggi darinya, Guo An memberikan arahan pada Liu Shan untuk mengirimkan murid yang sudah berada di tingkat Menengah
Kembali di pertempuran Shou Yan, kelima pendekar mengatur nafasnya yang terpatah-patah mengingat semua serangan berhasil Shou Yan hindari “Bocah ini.. sangat licin”
__ADS_1
“Ba-bagaimana..? apa masih belum cukup” Bisik pria baju hitam terhadap rekannya
“Entahlah,, Ketua Liu hanya mengarahkan untuk membuat para peserta mengeluarkan potensinya’’ Jawab rekan lainnya
“Senior, mungkin kita harus agak serius..?”
Keduanya saling memandang sebelum melontarkan pertanyaan pada Shou Yan “Siapa namamu bocah..? dan kenapa kau tidak menyerah saja dan meninggalkan mereka..?” Pria baju hitam berbicara sambil menunjuk peserta lain yang berada di belakang Shou Yan
“Namaku Shou Yan, Seseorang yang meninggalkan tugasnya adalah sampah tetapi..” Shou Yan menoleh ke peserta yang lain sebelum akhirnya mengungkapkan isi hatinya “Orang yang meninggalkan temannya lebih dari sampah..!”
Shou Yan mengakhiri kalimatnya dengan kembali menyerang, Para peserta yang sedang duduk di belakang Shou Yan saling berbisik sebelum akhrinya memutuskan untuk membantu Shou Yan
Melihat bocah di hadapannya kembali menyerangnya ia kembali menangkis serangan Shou Yan dengan Pedangnya
“Cakar Naga”
Pria tersebut terpukul mundur beberapa meter dengan pedangnya yang patah menjadi dua “Anak ini.. serangannya lebih berat dari sebelumnya”
“Bersiaplah Tuan” Shou Yan kembali menyerang dengan peserta lain yang ikut membantunya di belakang
“H-hei,, bukankah ini sudah di luar rencana..?” Salah satu perampok dengan tinggi yang sama dengan Shou Yan berbisik pada rekan lainya, ia berfikir jika mereka tidak akan mampu melawan ratusan peserta yang ada di belakang Shou Yan
Meski bagi mereka membunuh adalah cara tercepat untuk mengurangi jumlah musuh namun saat ini yang terpenting adalah layak atau tidaknya para peserta untuk lolos dari ujian kali ini
Meski beberapa ratus peserta mulai memberikan perlawanan dan di antaranya memutuskan untuk duduk diam sambil menunggu bala bantuan tak membuat Shou Yan menghentikan serangannya
Liu Shan yang melihat pertempuran sudah di luar kendali mencoba untuk menghentikannya karena murid yang dia tugaskan hanya untuk menguji bukan membunuh, para perampok sudah kualahan melawan lemparan batu dari ratusan peserta
“Senior Guo,,?” Liu Shan menatap Guo An sebelum melihatnya mengangguk dan pergi menghentikan pertarungan
“Sekarang giliranmu” Shou Yan menghampiri perampok yang memiliki tinggi hampir sama dengannya namun langkahnya berhenti saat mendengar suara yang tak saing baginya
“Tu-tunggu Yan-didi”
“Yan-didi..?”
Bersamaan dengan itu datang seseorang yang jatuh dari atas “Cukup..! hentikan semuanya”
Suara yang di keluarkan Liu Shan menghentikan setiap gerakan kecuali Shou Yan yang masih terbujur kaku ketika ia menyentuh sesuatu yang empuk
“Apa ini,, kenapa terasa lembut..?”
“Ti-tidaaaaakkkkkkkk”
“Uggghhh” Shou Yan mendapatkan tamparan keras dari gadis di hadapannya, mengingat tangannya telah menyentuh Zona Terlarang milik Xiao Lung
**//**
Halo,,
Bantu kami dengan memberikan like di setiap chapternya..
Jika ada saran mengenai tulisan atau jalan cerita yang masih belum sempurna
Silahkan berikan komentar kalian di bawa
__ADS_1
Shangkyu :)