
Seorang lelaki tua dan pemuda yang umurnya hampir lima tahun sedang bertarung di awan, Keduanya bertarung dengan sengit dimana Shou Yan mencoba menyerang namun selalu di tangkis dan seringkali ia menghindar dari serangan Ling Tong
Semakin kuat serangan Shou Yan semakin menipis kekuatannya, terbukti dengan setiap serangan yang ia timbulkan membuat energi pedangnya semakin mengecil “Kau sudah kehabisan tenaga, kusarankan untuk menyerah” Ling Tong masih menyayangkan pemuda di hadapannya
“Tidak semudah itu kakek tua” Shou Yan masih menolak menyerah, jika saja ia lakukan hanya akan membuat situasi lebih tidak terkendali. Meski hanya bertemu beberapa hari dan beberapa menit Shou Yan merasa tidak ingin jika dua gadis itu terluka
Pertarungan yang mereka timbulkan membuat langit yang awalnya cerah menjadi gelap gulita, langit yang biru sekarang terselimuti gumpalan awan hitam seiring dengan ledakan energi yang mereka keluarkan
“Adik Ji,, menyerahlah” Jiang Qe merasa masih ada kesempatan bertobat jika Yie Ji menyerahkan diri
“Adik Qe,, kita harus cepat” Liu Shan membelakangi Jiang Qe sambil melihat keadaan sekitar
Meski murid Sekte Pedang Bulan lebih banyak akan tetapi tidak menutup kemungkinan banyak yang kehilangan nyawa, Jiang Qe menatap para muridnya yang banyak terluka dan sebagian masih bertarung melawan pembunuh topeng besi “Tetua Shan, dia adalah teman kita”
Ketua Sekte Pedang Bulan bukan tidak menegerti maksud Jiang Qe akan tetapi melihat para muridnya yang sudah meregang nyawa di tangan topeng besi membuat darahnya mendidih “Mereka adalah pemuda pemudi yang akan meneruskan perjuangan kita Adik Qe”
Dengan sedikit melirik ke arah Liu Shan, ia menghelas nafas pelan sebelum memutuskan niatnya “Baiklah Tetua Shan demi para murid, kita singkirkan ego kita”
“Sedang berbisik apa kalian,,? Menyerahlah dan serahkan Sekte ini padaku” Yie Ji melihat kedua orang di hadapannya sedang berbisik pelan “Pasti ada yang mereka rencanakan” batinnya
Yie Ji menyipitkan mata setelah melihat pandangan Jiang Qe dengan tatapan membunuh “Sepertinya Senior Qe sudah mulai serius” guman Yie Ji
Hao Zhao kembali menyerang dengan golok besarnya namun kali ini ia menyelimuti senjatanya dengan tenaga dalam sehingga membuat siapapun yang menangkis serangannya akan menjadi lebih berat “Liu Shan,,! tamatlah riwayatmu”
Jiang Qe dan Liu Shan yang sebelumnya saling membelakangi bergerak secara bersamaan, Liu Shan menggunakan Seluruh Tenaga yang tersisa dari tubuhnya untuk menyerang Hao Zhao. Sedangkan Jiang Qe bergerak maju untuk menyerang Yie Ji
“Tarian burung Camar”
“Golok Penghancur Tulang”
Liu Shan mempunyai tubuh yang sudah tua jika di bandingkan Hao Zhao, meski kekuatan fisiknya lebih lemah tetapi tenaga dalam dan keahliannya memainkan pedang telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir
Saat Kedua senjata tersebut saling bertemu, pedang milik Liu Shan mengandung tenaga dalam yang besar hingga membuat golok besar tersebut hancur dan pedangnya mengenai leher Hao Zhao. Seketika itu para pembunuh Topeng Besi yang melihat orang terkuat di kelompoknya tewas di tangan Liu Shan membuat mereka merinding hebat
Yie Ji mulai geram karena kematian Hao Zhao “Orang yang kalian kirim memang tidak berguna..!” Batinnya
__ADS_1
“Bersiaplah Yie Ji” Jiang Qe sudah tidak segan untuk menghabisi pria di hadapannya
Yie Ji mengendus kesal sebelum akhirnya menanggapi serangan Jian Qe
“Pedang Halilintar”
“Sambaran Petir”
Kali ini Yie Ji mengalirkan Seluruh kekuatan ke senjata kesayangannnya, Sebelum pertandingan Xiao Lung melawan Shou Yan ia lebih dulu mengkonsumsi pil penambah tenaga dalam. Meski efeknya memiliki batas waktu tertentu, Yie Ji yakin dapat mengalahkan lawannya
Sesaat kedua pedang tersebut saling bertemu, Jian Qe terdorong mundur oleh Yie Ji “Bagaimana bisa..?” ia sendiri yakin jika kekuatan Yie Ji tidaklah sebesar saat ini, jika tebakannya benar ia sudah mengkonsumi permata iblis atau menggunakan pil penambah tenaga dalam
Jiang Qe mulai tersenyum sinis saat mengetahu kekuatan Yie Ji meningkat dalam waktu dekat. “Apa yang kau tertawakan..?” Yie Ji menjadi terhina ketika melihat senyuman yang menghiasi wajah Jiang Qe
“Kekuatan dapat membawamu kemenangan, tetapi tidak menjamin keselamatanmu”
“Cih,, kau mengoceh lagi”
Jian Qe sendiri terkenal akan kata-kata bijak yang keluar dari mulutnya, terutama saat ia sudah minum arak. Meski sering di bilang pendekar pemabuk namun keahliannya dalam menggunakan pedang tak kalah dengan Liu Shan
Yie Ji melebarkan matanya saat serangannya di manfaatkan oleh Jiang Qe “Ka-kau,,? Menggunakan teknik wanita..?”
“Ini adalah teknik milik istriku..” Jiang Qe teringat saat semasa hidupnya tinggal dengan istrinya di desa kecil dekat kerajaan Ning mempunyai keluarga yang bahagia adalah tujuan hidupnya namun istrinya tewas karena keserakahan Kerajaan Ning, bahkan sebelum di bunuh ia melihat istrinya di perkosa oleh prajurit Ning.
Sejak saat itu Jiang Qe mulai membunuh setiap prajurit kerajaan Ning yang ia temui dan setiap malamnya ia habisnya dengan sebotol arak di tangannya, entah kenapa selama perjalanan ia bertemu Liu Shan dan di tawarkan untuk menjadi bagian dari Sekte Pedang Bulan
“istirahatlah dengan tenang istriku” Jiang Qe menghela nafas panjang bersamaan dengan jatuhnya Yie Ji ke tanah serta darah yang mengalir dari perutnya, setiap kali ia menggunakan teknik ini selalu membuatnya ingat akan kekasih hidupnya
“Oh,, inikah kekuatan dari Sekte Pedang Bulan”
Empat Pembunuh topeng besi yang tadinya berada di belakang Yie Ji dan hanya terdiam melihat pertarungan sekarang mulai berbicara seakan mencari informasi dari Sekte ini
“Baiklah,, siapa di antara kalian yang ingin bermain denganku..?” Jiang Qe mengarahkan ujung pedangnya ke arah Topeng Besi yang tadinya di belakang Yie Ji.
Dengan keringat yang mengalir di keningnya dan nafas yang terpatah-patah Jiang Qe masih memiliki sedikit tenaga untuk membunuh satu topeng besi yang berada di ranah Menengah
__ADS_1
“Jangan bercanda Tuan, Kekuatamu hanya tersisa dua ribu ring” Salah satu Topeng Besi dapat menebaknya dari pancaran energi yang mulai menipis keluar dari tubuhnya
Melihat tebakan dari musuh membuat Jiang Qe menjadi waspada dan mengeluarkan hawa pembunuh
“Aku pernah melihat istrimu,, ia sangat cantik sekali” Pria yang tingginya hampir dua meter berbicara sambil membuka sedikit topeng besi yang ia pakai
Mata Jiang Qe terbuka lebar saat melihat wajah yang pernah ia kenal “Kau,,!? Akan kubunuh kau sekarang juga..!” Jiang Qe mengeluarkan seluruh tenaga yang ia punya sebelum menyerang “Pedang Halilintar..!”
“Haih,, kau tidak akan mampu Tuan Jiang” Topeng Besi tersebut tertawa lantang sebelum mengibaskan kipas besi miliknya
“Adik Qe, Awas,,” Liu Shan melihat ada sesuatu yang aneh terhadap kipas besi milik Topeng Besi tersebut
“Ugh,,” Jiang Qe terkena suatu benda di bagian dada sebelum akhirnya terjatuh lemas
“Kita kembali” Bisik pria tersebut dengan rekannya
“Baik Tuan” Ketiga rekannya memberikan hormatnya sebelum pergi meninggalkan arena
“Tunggu kalian,, Pedang Halilintar” Liu Shan mencoba memberikan serangan terakhir, berharap jika mengenai salah satu Topeng Besi ia dapat mengumpulkan informasi dengan membuatnya tak sadarkan diri
“Ketahui tempatmu pria tua” Topeng Besi dengan serta kipas besinya sekali lagi mengibaskan tangannya dan menghempaskan Liu Shan beberapa meter sebelum akhirnya berhasil meninggalkan tempat ini
“Cih,, berhasil lolos” Liu Shan melihat para Topeng Besi pergi dengan melompati bangunan ke bangunan yang lain, dengan melihat ke sekitarnya ia memutuskan untuk tidak mengejarnya
Liu Shan menoleh dan melihat Jian Qe terbujur kaku dengan wajah yang sudah berubah ungu “ini.. racun kalajengking..?”
Dengan cepat ia menjabut jarum beracun yang tertancap di dadanya dan menutup titik jalur aliran darah. Liu Shan melihat di sekitarnya dan menemukan belasan murid terbunuh dan puluhan terluka sebelum memutuskan untuk membawa Jiang Qe kembali ke ruangan untuk di obati
“Guru Liu,,” kurang dari sepuluh muridnya menghampiri dan memberikan hormat, dengan maksud menunggu arahan selanjutnya.
“Tidak usah khawatir mereka sudah menjauh,, sebaiknya kalian obati rekan kalian yang terluka dan kubur yang sudah meninggal”
“Baik Guru”
“Haih,, apa yang sebenarnya terjadi” Liu Shan menghela nafas panjang dengan menggendong Jiang Qe sebelum ia di kejutkan oleh sambaran cahaya ke emasan di atas kota Changnan “Cahaya apa itu..?”
__ADS_1
Liu Shan menyipitkan mata dan melihat ada sosok Naga yang sedang bertarung di awan yang gelap