
Guo An yang menyadari suara langkah seseorang dan memutuskan untuk mengehentikan latihannya bersama Shou Yan lalu kembali ke penginapan
Shou Yan mencoba untuk tidak bertanya tentang apa yang di lakukan Guo An saat meghentikan pelatihannya secara tiba-tiba, namun sesampainya ke depan penginapan ia mulai bertanya “Kakek, apa yang sebenarnya
terjadi..? “
“Ada seseorang yang menyadari kehadiran kita Yan’er” Guo An lebih memilih untuk tidak terlalu mencolok dan lebih menghindari masalah yang akan mendatang
“Seseorang..? “ Jika kejadian ini masih segaris dengan kasus penyerangan Mei Hwa “..maka..”
“Tidak perlu khawatir Yan’er,, mereka adalah penjaga menara” Guo An menjawab keraguan Shou Yan
Demi janji yang ia buat lima tahun lalu, Guo An tidak akan menjadikan Shou Yan murid sebelum umur 8 tahun sedangkan yang saat ini ia ajarkan hanyalah sebuah persiapan sampai ia benar-benar siap untuk masuk ke dunia
persilatan.
Malam sudah semakin dingin sehingga ia menyuruh Sou Yan untuk masuk dan beristirahat, sebelum Guo An masuk kedalam penginapan ia melirik sosok bayangan di ujung jalan “ Sekali lagi.. dunia ini di guncang keserakahan manusia”
Meski sudah tidur sebentar, Shou Yan tetap bangun lebih awal dan itu sudah menjadi kebiasaannya, saat di lantai pertama ia melihat banyak anak umur 8 tahun-an yang lalu lalang di jalan “hmm.. mereka mau kemana?” Shou Yan yang penasaran mencoba untuk ikut di belakang mereka
Shou Yan mencoba untuk tetap tenang dan berfikir tentang apa yang sebenarnya terjadi, sampai ia menemukan sebuah keramaian
“Ada apa disana?” dengan berdesakan Shou Yan mencoba menerobos kerumunan sampai ia melihat papan besar bertuliskan “ Pendaftaran calon pendekar muda..” ia membaca dari atas sampai bawah “..tertanda Sekte Pedang Bulan..?”
“Kenapa bocah..? kau belum tau sekte ini..?
Shou Yan menoleh dan melihat sosok anak laki-laki dengan tinggi yang hampir sama dengannya dengan memegang sebuah kipas kayu ikut membaca di sebelahnya “kau siapa..?”
“Namaku adalah Ma Liang” ia adalah anak tunggal dari keluarga Ma yang menguasai perdagangan di kota Changnan
Melihat seseorang memperkenalkan diri alangkah sopan bila ia ikut memperkenalkan diri “Nama junior adalah Sho-“
Sebelum Shou Yan mengenalkan dirinya Ma Liang sudah menghentikannya, dengan pakaian lusuh milik Shou Yan ia yakin bahwa dia bukan dari keluarga yang terpandang “Sudahlah,, aku tidak perlu tau namamu,jadi..? apa kau belum tau sekte ini ?’’
Shou Yan menggelengkan kepala dengan sedikit menunduk, di kota ini banyak yang belum pernah ia tahu sebelumnya dari uang koin,sebuah penginapan,hiburan malam bahkan sebuah sekte.
“Haih,, sudahlah tidak mengapa, aku akan menjelaskan padamu dan panggil aku Tuan Muda”
Ma Liang menjelaskan bahwa Sekte ini setiap lima tahun sekali akan membuka pendaftaran untuk calon murid, dan untuk mendaftar harus ber-umur 7 tahun sampai 9 tahun, tentu dengan menyiapkan lima keping emas untuk biaya pendaftaran “..dan juga di sekte ini ada seorang guru yang cantik..” Ma Liang merangkul leher Shou Yan dan membawanya ke depan pintu Sekte untuk dapat melihat sosoknya “..itu dia..”
Mata Shou Yan tertuju pada seorang wanita muda dengan sebelah pedang di tangannya sedang melatih muridnya “Kau bilang dia seorang guru?” Shou Yan tak habis pikir bahwa seorang gadis yang hanya 2 tahun lebih tua darinya menjadi seorang guru di sebuah sekte, itu sungguh tidak biasa
“Jangan pernah lihat buku dari sampulnya” Ma Liang menepuk pundak Shou Yan, untuk menjadi guru di sebuah sekte bahkan di umur yang muda membutuhkan persetujuan dari ketua Sekte dan jika lolos dari tahap ujian yang
di berikan maka mendapatkan Lencana Ketua “..dan dia sudah membuktikannya..” Ma Liang berbicara sambil menunjuk gadis tersebut “ Dan panggil aku Tuan Muda”
Saat Ma Liang menjelaskannya mata Shou Yan tertuju pada gerakan yang sedang di lakukan oleh gadis itu “ Seperti,, ada kesedihan” batin Shou Yan.
“Hei,, kau mendengarku..? “ Ma Liang mulai berteriak sekeras mungkin di telinga Shou Yan
__ADS_1
Shou Yan yang tersadar dari lamunannya langsung menutup kedua telinganya “ Bisakah kau kecilkan suaramu..!?”
“Apa menurutmu dia cantik..?” Ma Liang menggoda Shou Yan dengan berbisik di telinga kanannya
“Hah,,? Dia bahkan tak lebih dari Mei Hwa..!” Suara kerasnya membuat semua orang di sekitar melihatnya
“Hei tenang,, aku hanya bertanya,, kenapa kau marah..?“ Ma Liang menutup setengah wajahnya dengan kipas kayunya “..dan panggil aku Tuan Muda” ia merasa kesal dengan tidak sopannya Shou Yan saat memanggilnya
Semua calon pendaftar melihat Shou Yan dengan heran tidak terkecuali para anggota sekte Pedang Bulan. Merasa tidak nyaman dengan tatapan semua orang, Shou Yan berfikir untuk kembali ke penginapan namun langkahnya terhenti saat kepalanya terasa sakit karena lemparan batu krikil
“Aduh,,” Shou Yan memegang kepalanya yang sudah mulai tumbuh benjolan “ Siapa yang melempariku batu..?” dengan memegang batu ia melihat di sekelilingnya untuk memastikan ada orang yang melempar ke arahnya
‘’Itu aku..!” Terdengar suara gadis dengan suara lantang yang menjawab pertanyaan Shou Yan
Semua mata tertuju pada satu arah termasuk Shou Yan “Kau..?” tidak menyangka batu yang membuatnya terasa sakit adalah sosok gadis yang ia bicarakan dengan Ma Liang sebelumnya
“Aku tidak tau siapa kau,,tapi” Sosok gadis dengan pakaian putih dengan mata sipit menghampiri dirinya “Jelaskan apa maksudmu,, dan siapa Mei Hwa..?” gadis tersebut mulai geram dengannya karena telah di bandingkan oleh orang lain yang belum tentu lebih baik dari dirinya
“Maaf Nona Senior,, junior tidak bermaksud untuk..” Shou Yan mencoba menjelaskan bahwa ia tidak berniat buruk padanya, ingin tidak memperkeruh keadaan Shou Yan lebih memilih untuk meminta maaf dan meninggalkan tempat ini secepatnya
“Tunggu..”
Langkah Shou Yan terhenti ketika ujung pedang menempel pada lehernya “Maaf jika Junior menyinggung perasaan Nona Senior”
“Kau berhutang penjelasan padaku,, siapa itu Mei Hwa” Gadis tersebut tidak pernah di rendahkan sebelumnya, bahkan para guru Sekte sangat memuji keahlian beladiri pedangnya sampai akhirnya bisa menjadi seorang guru di
“Mei Hwa adalah adik saya, mohon Nona mamafkan junior” Shou Yan terpaksa tidak memberitahu bahwa Mei Hwa adalah Putri dari kerajaan Sun dengan begitu ia bisa mengurangi masalah
Gadis tersebut kembali menyarungkan pedangnya “Jika kau seorang lelaki sejati buktikan padaku”
Shou Yan lebih memilih untuk tidak menanggapi dan meneruskan langkahnya, sejak awal dialah yang sudah membuat gadis itu marah dan tidak pantas untuk menerima tantangannya
“Mendengar dari namanya dia adalah seorang gadis..?”
“Mungkin dia adalah pembantumu”
Setiap kalimat yang terucap dari gadis tersebut ia terima di telinga kanan dan keluar ke telinga kiri, sampai langkahnya terhenti saat kalimat yang menusuk di hatinya
“Atau..? dia adalah gadis murahan yang menggoda lelaki demi uang?”
“Cukup..!!” Kesabaran dan kerendahan hatinya terluka saat orang yang di kasihi di hina “Tarik ucapan anda,, atau,,” Jika yang di maksud adalah dirinya, ia masih bisa terima namun beda urusannya jika itu menyangkut
seseorang di dekatnya
“Atau apa..? Apa yang bisa di lakukan bocah lusuh sepertimu” Gadis itu sengaja memancing emosinya karena ingin mempermalukannya di depan banyak orang dan membuatnya lebih terkemuka “Alas kakimu saja terbuat dari rotan, bahkan hampir putus karena kaki kasarmu” imbuhnya
Ma Liang yang dari awal memilih diam karena tidak ingin membuat masalah menjadi dilema karena melihat ekspresi Shou Yan, meski ia adalah anak dari seorang dari saudagar kaya tetapi jika mempunyai masalah dengan sebuah sekte, ia bisa terkena masalah yang serius
“Hei,, cepatlah sujud dan meminta maaf” Ma Liang menghampiri Shou Yan, meski baru bertemu ia merasa mempunyai hobi yang sama
__ADS_1
“Tidak hanya menghina Hwa’er,, tapi Anda juga telah menghina pemberian kakek” ia berencana untuk menghindari sebuah masalah tetapi semua sudah terlambat “Aku terima tantanganmu Nona”
Tindakan Shou Yan membuat semua yang berada di tempat itu mulai bergumam, bahkan tak jarang mengatakan ia sangat nekat. Ma Liang sendiri terkejut dan hampir membuat celananya melorot karena melihat tindakan Shou Yan
“Bocah ini mencari mati..?” batin Ma Liang
“Tapi tunggu,,” Ma Liang memegang dagunya dengan ujung kipas di tangannya “Jika ini benar terjadi maka..” pikiran Ma Liang di penuhi dengan hujan emas, sampai ia mulai menyebarkan kabar ke seluruh kota
Mei Hwa dan Guo An di bangunkan oleh suara langkah kaki di jalan depan penginapan sehingga keduanya turun untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi.
“Kakek,, ada apa ini? Apa ada pesta..!?” Mei Hwa paling bersemangat jika ada hiburan kota yang terjadi dalam satu tahun sekali
“Entahlah Tuan Putri, mungkin sesuatu yang lain” Guo An tidak melihat hiasan di setiap pinggir jalan
“Hey.. ayo cepat,, ini kejadian yang mungkin tidak akan pernah terjadi lagi”
“Tunggu aku,,”
“Kira-kira siapa yang menang ya,,?”
“Sudah pasti Gadis Mawar Putih”
“Tidak,, aku yakin bocah yang hampir 5 tahunlah yang akan menang”
Mendengar para penduduk berlarian dan beberapa di antaranya membicarakan tentang siapa yang menang sambil melihat di sekitarnya Guo An tidak menemukan anak kecil yang dia kenal “Mungkinkah,,?” Guo An mengelus janggutnya
“Tuan Putri, mohon kembalilah kedalam” Guo An menyarankan untuk keamanan Mei Hwa dari segala kemungkinan
“Ho,, Kakek Guo ingin melihatnya sendiri dan meninggalkanku?” Mei Hwa dapat menebaknya dengan mudah melalui pembicaraan para penduduk “ Ajak aku kek, bukankah dengan tidak adanya Jendral Guan akan berbahaya bagiku?
”
Guo An baru ingat bahwa Guan Ju sedang melakukan tugas rahasia dan ada benarnya juga jika membawa Mei Hwa, dirinya dapat melindunginya sewaktu-waktu “Gadis yang licik” batin Guo An
“Aku bukan licik tetapi cerdik” Mei Hwa menduga pikiran GuoAn
Guo An batuk pelan sebelum mengijinkan Mei Hwa ikut dan menuju ke arah yang sama dengan penduduk
\==//==
^^..Ni Hao..^^
Jika suka dengan novel ini dukung kami dengan memberikan Like and Share
Jika dunia yang kami buat kurang memuaskan, silahkan berkomentar di bawah ya
Kritik dan Saran sangat bermanfaat untuk perkembangan Novel ini
Xiexie ni ;-)
__ADS_1