
***Istana Ratu Wen***
Kedua dayang istana berlari kecil ke arah Kasim Ma, lalu memapah Putri Tang Yan keluar dari kamar.
Sementara Kasim Ma menatap tangannya yang kosong dengan wajah kecewa. Kasim Ma membungkukkan badan untuk mengambil jarum yang berserakan di lantai dan menyimpannya ke dalam wadah semula sebelum berjalan menghampiri Ratu Wen.
Senyuman lembut menghias di sudut bibir Kasim Ma saat berhadapan dengan Ratu Wen. Emosi di dalam hati Ratu Wen menjadi berkurang.
"Apakah Ratu Wen menginginkan hamba malam ini?" tanya Kasim Ma.
Kasim Ma mengambil saputangan dari tangan Ratu Wen dan membantu mengelap setiap jari tangan Ratu Wen dengan lembut.
Ying Ying menggosok-gosokkan kedua lengannya dengan cepat disebabkan bulu roma nya berdiri semua. Usia Ratu Wen dan Kasim Ma yang terpaut sangat jauh membuat Ying Ying yakin Kasin Ma sama sekali tidak menyukai Ratu Wen.
Wei Bu Yi menarik tangan Ying Ying, dengan maksud mengajak Ying Ying keluar dari kamar Ratu Wen.
Wei Bu Yi tidak ingin mata mereka berdua menjadi kotor karena melihat hubungan mesra antara Ratu Wen dan Ying Ying.
Ying Ying menuruti permintaan Wei Bu Yi. Mereka berdua keluar dari jendela dengan ilmu meringankan tubuh. Akan tetapi, Ying Ying memberi isyarat tangan ke Wei Bu Yi bahwa dirinya masih mau memantau keadaan kamar dengan kekuatan sihir pendengaran jarak jauh.
Mereka berdua berdiri tidak jauh dari kamar Ratu Wen. Ying Ying mengernyitkan alisnya karena masih belum mendengar jawaban Ratu Wen atas pertanyaan Kasim Ma.
"Kekuatan sihir mendengar jarak jauh sudah sempurna. Tidak mungkin tidak bisa mendengar pembicaraan mereka!" batin Ying Ying.
"Bagaimana Ratu Wen?" tanya Kasim Ma sekali lagi.
Ying Ying tersenyum kecil mendengar pertanyaan Kasim Ma yang kedua kali. Pertanyaan itu menandakan saat dirinya dan Wei Bu Yi keluar dari kamar, Ratu Wen belum memberikan jawaban atas pertanyaan Kasim Ma.
"Malam ini kamu tidak perlu menemaniku!" ujar Ratu Wen.
Beberapa saat kemudian, Kasim Ma keluar dari kamar Ratu Wen. Ying Ying berbisik sesuatu di telinga Wei Bu Yi sebelum mereka berdua mengikuti Kasim Ma secara diam-diam.
Kasim Ma masuk ke dalam kamar Putri Tang Yan. Kedua pelayan pribadi Putri Tang Yan masih berada di dalam sel penjara sehingga Putri Tang Yan tinggal sendirian.
Kasim Ma tidak mengetuk pintu kamar, seolah-olah dirinya sudah sering keluar masuk kamar Putri Tang Yan selama ini.
Ying Ying berbisik di telinga Wei Bu Yi. "Kamu tunggu di sini, Bu Yi! Aku akan membuat Ratu Wen menangkap perselingkuhan."
Ying Ying berlari kecil meninggalkan Wei Bu Yi, tanpa menunggu jawaban dari Wei Bu Yi. Wei Bu Yi menggelengkan kepala melihat antusias Ying Ying untuk membuat kekacauan di Istana Ratu Wen.
***
Saat Ying Ying masuk ke dalam kamar, Ratu Wen sudah berbaring di atas tempat tidur. Akan tetapi, Ratu Wen belum tidur melainkan berpikir keras bagaimana caranya menyingkirkan Wei Bu Yi.
Ying Ying menggunakan sihir ilusi untuk memperlihatkan sesuatu di dalam pikiran Ratu Wen.
Ekspresi wajah iba Kasim Ma saat Ratu Wen menyiksa Putri Tang Yan dan juga ekspresi wajah kecewa Kasim Ma ketika dua dayang istana mengambil Putri Tang Yan dari pelukannya. Kedua ekspresi itu berulang-ulang muncul di pikiran Ratu Wen.
Semuanya sangat nyata, seolah-olah baru saja terlintas di pikiran Ratu Wen di saat dirinya sedang tenang menyendiri.
Hal itu membuat Ratu Wen menjadi gelisah. Ratu Wen turun dari tempat tidur dan keluar dari kamar, sedangkan Ying Ying mengikuti Ratu Wen dari belakang. Ying Ying tahu tempat tujuan Ratu Wen.
***
Ketika Ratu Wen tiba di depan kamar Putri Tang Yan, Ratu Wen melihat jendela kamar yang terbuka sedikit sehingga berjalan perlahan menuju jendela kamar.
Ying Ying menggerakkan bibirnya tanpa suara untuk ke Wei Bu Yi. "Kamu yang membuka jendela kamar?"
__ADS_1
Wei Bu Yi mengiyakan dengan anggukkan kepala. Wei Bu Yi mendukung seratus persen rencana Ying Ying untuk membuat Ratu Wen menangkap perselingkuhan.
Mereka berdua tersenyum bersamaan, lalu menunggu pertunjukan yang akan segera dimulai.
Ying Ying menggunakan kekuatan sihirnya untuk memperbesar suara Kasim Ma dan Putri Tang Yan agar terdengar jelas oleh Ratu Wen.
***
"Apakah masih sakit lukamu?" tanya Kasim Ma.
"Sakit sekali!" jawab Putri Tang Yan dengan suara manja.
Ratu Wen mengepalkan erat kedua tangannya. Dugaannya bahwa Putri Tang Yan memiliki hubungan gelap dengan Kasim Ma sangat tepat.
"Kasim Ma! Selama ini aku sangat menyukai dan menyayangimu. Kenapa kamu tega sekali mengkhianatiku?" batin Ratu Wen.
Pengkhianatan yang dilakukan Kasim Ma sangat melukai hati Ratu Wen jika dibandingkan dengan sikap Kaisar Wei terhadap Ratu Wen.
Sejak awal menjadi Ratu Kerajaan Wei, Ratu Wen sudah mempersiapkan hati untuk menerima kenyataan bahwa Kaisar Wei bukan miliknya seorang, melainkan banyak wanita yang akan berebutan kasih sayang Kaisar Wei.
Oleh karena itu, Ratu Wen tidak terlalu sakit hati dan mengubah tujuan hidupnya untuk membantu Wei Wu Xian menjadi penerus takhta.
Ratu Wen mengira Kasim Ma akan tetap berada disisinya pada saat dirinya menjadi Ibu Suri. Tentu saja Ratu Wen akan meminta Wei Wu Xian memberikan jabatan ke Kasim Ma.
Sekarang semua masa depan indah yang diidamkan Ratu Wen hancur berkeping-keping. Ratu Wen tidak akan memaafkan Kasim Ma atas pengkhianatannya.
"Ini obat penyembuh luka terbaik, yang aku dapatkan dari Tabib Huo. Aku akan mengobati lukamu sekarang!" ucap Kasim Ma.
Kasim Ma meminta obat penyembuh luka itu dari Tabib Huo saat punggung tangannya ditu*uk jarum oleh Ying Ying. Obat itu bisa menyembuhkan luka dengan cepat, tetapi bekas jejak jarum baru akan menghilang sempurna dalam waktu satu bulan.
"Sakit! Lukaku sakit sekali!"
"Bertahanlah! Sebentar lagi rasa sakit ini akan hilang. Wanita tua itu sangat kejam! Dia membuat pundak mulusmu terluka."
"Tadi kamu tidak menolongku! Sekarang pura-pura perhatian! Pergi sana! Kembali ke sisi Ratu Wen!"
"Tang Yan! Aku ingin menemanimu malam ini."
Kasim Ma tidak memedulikan kemarahan Putri Tang Yan. Kasim Ma mencium bibir Putri Tang Yan, sedangkan tangannya mulai membelai tubuh Putri Tang Yan dengan agresif.
Putri Tang Yan sengaja menggigit bibir Kasim Ma sehingga Kasim Ma terpaksa menghentikan ciuman.
"Kamu menganggapku wanita pengganti? Kamu menemuiku karena Ratu Wen menolak untuk berhubungan mesra denganmu!"
"Tentu saja tidak! Selama ini aku harus menahan rasa jijik setiap kali saat bersamanya. Aku lebih menyukai gadis muda sepertimu."
Putri Tang Yan tertawa kecil mendengar pernyataan Kasim Ma. Putri Tang Yan memang sengaja membuat Kasim Ma menjelekkan Ratu Wen. Dengan demikian, rasa sakit dan penghinaan yang diterimanya tadi dari Ratu Wen bisa terbalaskan.
Suara tawa Putri Tang Yan bagaikan sinyal lampu hijau ke Kasim Ma. Kasim Ma membuka pakaian mereka berdua dengan tidak sabaran, lalu mulai terdengar suara sepasang sejoli yang sedang berpacu kuda tanpa rasa malu.
Wei Bu Yi menutup telinga Ying Ying secara spontan. Ying Ying pun melakukan hal yang sama terhadap Wei Bu Yi.
Sementara Ratu Wen menarik napas panjang berkali-kali untuk menenangkan emosi yang membara. Sepasang matanya yang berkaca-kaca berubah menjadi tatapan penuh kebencian.
Ratu Wen melangkahkan kaki menuju kamarnya. Hal itu membuat Ying Ying merasa heran.
"Ratu Wen tidak mungkin melepaskan Kasim Ma dan Putri Tang Yan begitu saja. Apa yang sedang direncanakan olehnya?" batin Ying Ying.
__ADS_1
Wei Bu Yi juga memiliki pemikiran yang sama dengan Ying Ying. Mereka berdua mengikuti Ratu Wen dari belakang.
***
Ratu Wen memanggil beberapa prajurit pilihan yang selama ini bekerja untuknya. Ratu Wen memberikan satu tugas penting untuk mereka. Tugas yang harus dilaksanakan satu jam kemudian.
Tugas yang sangat kejam itu membuat Ying Ying hanya bisa menggelengkan kepala, sedangkan Wei Bu Yi tidak memberikan ekspresi apa pun.
Mereka berdua memutuskan berkeliling Istana Ratu Wen untuk mencari racun ekstrak teratai hitam yang disembunyikan oleh Ratu Wen.
Pencarian selama satu jam tidak membuahkan hasil. Ying Ying merasa kecewa, tetapi mereka berdua tidak meninggalkan istana Ratu Wen.
Ying Ying dan Wei Bu Yi menuju kamar Putri Tang Yan lagi untuk melihat tugas penting yang dijalankan para prajurit kepercayaan Ratu Wen.
Pintu dan jendela kamar Putri Tang Yan dipasang gembok besi, sedangkan beberapa potongan kayu bakar tersebar mengelilingi kamar Putri Tang Yan.
Para prajurit kepercayaan Ratu Wen memegang obor di tangan mereka. Semua obor itu dilempar ke pintu kamar ketika Ratu Wen memberi isyarat tangan.
Kobaran api menjadi besar dalam waktu singkat.
"Kebakaran! Kebakaran! Tolong!"
"Tolong aku! Aku Kasim Ma! Kasim pribadi Ratu Wen!"
Teriakan minta tolong dari dalam kamar terdengar jelas oleh Ratu Wen. Ratu Wen hanya berdiri tanpa ekspresi untuk menunggu kobaran api melahap habis sepasang sejoli tidak tahu malu di dalam sana.
Suara teriakan minta tolong yang keras, lambat laun mulai menghilang. Ratu Wen memberikan isyarat tangan ke salah satu prajurit sebelum meninggalkan tempat itu.
Para prajurit yang memegang obor tadi, berbondong-bondong mengambil air untuk menyiram kobaran api.
Sementara Ying Ying dan Wei Bu Yi masih berdiri di dekat sana dalam keadaan transparan karena sihir penghilang wujud.
Ketika kobaran api mulai padam semuanya, Ying Ying menghampiri dua jasad yang terbaring di lantai dan memeriksa keadaan mereka.
"Bu Yi! Kasim Ma masih bernapas! Jika dia bisa bertahan hidup, dia bisa menjadi saksi dan bukti hubungan Ratu Wen dengan Kerajaan Wu Barat," bisik Ying Ying.
Wei Bu Yi menganggukkan kepala pertanda setuju dengan usul Ying Ying.
Ying Ying menggunakan sihir ilusi ke para prajurit agar mereka tidak bisa melihat tubuh asli Kasim Ma, lalu sebuah patung tanah liat disihir menjadi tubuh melepuh terbakar sesuai postur tubuh Kasim Ma dan diletakkan tepat di samping tubuh Putri Tang Yan.
Sementara para prajurit hanya melihat dari kejauhan dua tubuh yang terbaring di sana, lalu pergi. Mereka yakin Kasim Ma dan Putri Tang Yan sudah mati. Bau terbakar dan kulit melepuh membuat para prajurit memutuskan besok pagi mengambil kedua mayat itu.
Oleh karena itu, Ying Ying dan Wei Bu Yi bisa membawa pergi Kasim Ma dengan mudah secara diam-diam.
***
Selamat malam readers tercinta. Bab ini hampir 2000 kata, jadinya total sudah 3 bab nih 😁.
Bab kedua ini up pukul 22.00 wita. Semoga lancar 🙏
Cerita ini hanyalah fiksi semata dan untuk hiburan.
Besok senin waktunya vote nih. Author tunggu ya 🥰🥰🥰. Selain vote, bisa dukung dengan like, tips iklan, hadiah, dan komentar positif 😘
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
__ADS_1
AUTHOR : LYTIE