REVENGE OF FOX CONSORT

REVENGE OF FOX CONSORT
BAB 70. Hukuman untuk Ratu Wen


__ADS_3

***Kerajaan Wei***


Kasim Ma ingin mencegah Ratu Wen bertindak gegabah, tetapi ada Wei Wu Xian mengikuti rombongan Ratu Wen sehingga Kasim Ma tidak memiliki kesempatan untuk membujuk Ratu Wen.


Kasim Ma tidak ingin Wei Wu Xian mencurigai hubungan terlarang nya dengan Ratu Wen, sedangkan Wei Wu Xian ikut karena yakin Ratu Wen ingin meminta Kaisar Wei menghukum Wei Bu Yi.


Wei Wu Xian sepemikiran dengan Ratu Wen bahwa Wei Bu Yi lah yang menjebak Panglima Wen Zuo sehingga membuat dirinya dan Ratu Wen dipermalukan di depan para tamu undangan.


Rombongan Ratu Wen berpapasan dengan rombongan Pangeran Tang Jin, yang keluar dari aula istana.


Raut wajah Pangeran Tang Jin dan rombongannya sangat muram dan lesu dikarenakan Kaisar Wei memutuskan Putri Tang Yan menjadi selir Panglima Wen Zuo. Pernikahan akan dilaksanakan ketika kesehatan tubuh Panglima Wen Zuo membaik.


Selain itu Kaisar Wei menetapkan Putri Tang Yan akan tinggal di istana Ratu Wen dan dalam pengawasan Ratu Wen sepenuhnya.


Pernikahan aliansi antar kedua kerajaan ini merupakan pernikahan yang tidak memberikan keuntungan bagi Kerajaan Tang Selatan.


Pangeran Tang Jin yakin Ratu Tang pasti akan marah besar. Semua itu terjadi disebabkan ulah Putri Tang Yan sendiri.


Putri Tang Yan terlalu percaya diri bahwa dirinya bisa menaklukkan Wei Bu Yi, tetapi pada akhirnya Wei Bu Yi lah yang menang.


Kegagalan Putri Tang Yan bukanlah hal buruk bagi Pangeran Tang Jin karena dirinya akan menjadi satu-satunya harapan Kaisar Tang dan Ratu Tang untuk menguasai Kerajaan Wei.


"Wei Bu Yi adalah lawan yang tangguh. Aku harus menemukan kelemahannya agar bisa mengendalikannya di kemudian hari!" batin Pangeran Tang Jin.


***


"Aku ingin bertemu Kaisar Wei!" ujar Ratu Wen ke pengawal yang berjaga di luar pintu aula istana.


Suara Ratu Wen cukup keras sehingga Kasim Cao keluar dari dalam aula istana dan menghampiri Ratu Wen.


"Xu Feng sedang memberi laporan ke Kaisar Wei. Mohon Ratu Wen menunggu sebentar!"


"Aku ada hal penting yang harus disampaikan ke Kaisar Wei!"


Kemarahan Ratu Wen sudah memuncak dan tidak tertahankan lagi sehingga menerpbos masuk ke dalam aula istana, tanpa memedulikan perkataan Kasim Cao.


"Ratu Wen! Ratu Wen!"

__ADS_1


Kasim Cao berlari kecil mengikuti Ratu Wen, lalu berlutut di hadapan Kaisar Wei.


"Maaf Kaisar Wei! Hamba tidak bisa menahan Ratu Wen!"


"Kasim Cao! Antar Xu Feng keluar!" perintah Kaisar Wei.


"Wu Xian! Kamu juga tunggu di luar!"


"Baik, Kaisar Wei!"


"Baik, ayahanda!"


Kasim Cao, Xu Feng, dan Wei Wu Xian tahu Kaisar Wei ingin berbicara berdua dengan Ratu Wen.


Ratu Wen juga memberi isyarat tangan ke Kasim Ma dan dayang istana yang mengikutinya untuk keluar dari aula istana.


"Ada apa Ratu Wen?" tanya Kaisar Wei dengan suara datar.


Ratu Wen segera menghampiri Kaisar Wei dan duduk di sampingnya. Jarak yang dekat membuat Ratu Wen lebih leluasa mengutarakan keinginan hatinya ke Kaisar Wei.


"Kaisar Wei! Kamu harus membersihkan nama baik Panglima Wen Zuo dan menghukum berat orang yang mencelakainya!" ucap Ratu Wen dengan mata berkaca-kaca.


"Tentu saja Wei Bu Yi! Bukankah dayang istana tadi bilang melihat Wei Bu Yi masuk ke dalam kamar itu? Tetapi Wei Bu Yi tidak ada di sana, melainkan Panglima Wen Zuo!"


"Pengawal! Bawa dayang istana!"


Ratu Wen terkejut mendengar perintah Kaisar Wei, terlebih saat melihat dayang istana itu dibawa ke dalam aula istana dengan menggunakan tandu dan dalam keadaan telungkup.


Bercak darah menyebar di seluruh pakaian dayang istana. Bahkan sepuluh jari tangannya membengkak dan berdarah. Ratu Wen tahu dayang istana itu telah mengalami beberapa macam hukuman siksaan, yang biasa digunakan oleh pengawal untuk menginterogasi tahanan.


"Ampun Kaisar Wei! Hamba berbohong! Hamba tidak melihat Pangeran Wei Bu Yi masuk ke dalam kamar Putri Tang Yan!"


"Bawa dia keluar!"


Dalam waktu singkat, dayang istana di bawa keluar lagi dari aula istana.


Wajah Ratu Wen pucat karena Kaisar Wei memberikan tatapan tajam. Tatapan penuh kemarahan dan kebencian. Akan tetapi, Ratu Wen masih berusaha bersikap tenang.

__ADS_1


"Jika bukan Bu Yi, pasti orang dari Kerajaan Tang Selatan yang melakukannya!" ujar Ratu Wen.


"Sebagai Ratu Kerajaan Wei, kamu berani bersikap pengecut dan tidak mengakui semua kesalahan yang sudah kamu perbuat!"


"Bukan aku! Kaisar Wei harus percaya padaku!"


PLAK!


Satu tamparan keras dari Kaisar Wei membuat Ratu Wen hampir saja terjungkal ke belakang.


Ratu Wen menatap Kaisar Wei sambil memegang pipinya yang terasa panas. Ini pertama kalinya Kaisar Wei memukul Ratu Wen. Bahkan seumur hidupnya, Ratu Wen adalah wanita pertama yang dipukul secara langsung oleh Kaisar Wei.


"Selama ini aku diam bukan berarti aku tidak tahu apa saja yang kamu lakukan di belakangku! Rencana pembunuhan terhadap Li Chang Le di kolam istana! Menjebak Bu Yi dengan Putri Tang Yan! Panglima Wen Zuo adalah korban dari kejahatanmu! Kamu masih berani memintaku menghukum Bu Yi?!"


"Tidak mungkin! Mengapa Kaisar Wei bisa mengetahui semuanya?" batin Ratu Wen.


Ratu Wen tidak bisa menyanggah semua perkataan Kaisar Wei. Hanya air mata yang mengalir terus menerus dijadikan senjata oleh Ratu Wen untuk mendapatkan belas kasihan dari Kaisar Wei.


"Kematian Ratu Xu dan dilengserkan dari posisi putra mahkota karena penyakitnya sudah membuat Bu Yi cukup menderita selama tujuh tahun ini! Tetapi iblis di dalam hatimu selalu menganggap Bu Yi sebagai ancaman!"


"Mulai sekarang Selir Ming Lan yang akan memegang kekuasaan di istana belakang. Tugasmu hanyalah mengurus pernikahan Wu Xian dan mengawasi Putri Tang Yan hingga hari pernikahannya dengan Panglima Wen Zuo!"


Mengenai pernikahan Wei Bu Yi dan Li Chang Le, Kaisar Wei akan meminta selir Ming Lan untuk mengurusnya.


Kaisar Wei meninggalkan aula istana untuk menemui Selir Ming Lan. Kaisar Wei tidak memedulikan Ratu Wen yang masih terduduk di lantai dengan wajah sembab.


Perbuatan Ratu Wen sangat melukai hati Kaisar Wei dan juga membuatnya kecewa. Jika Ratu Wen masih tidak insaf, maka Kaisar Wei akan melengserkannya. Ratu Wen sangat mengetahui hal itu.


***


Selamat malam readers setia. Terima kasih vote dan semua dukungan untuk novel ini. Love sekebon 🥰


Maaf perkiraan author meleset 😅, Bu Yi dan Ying Ying akan muncul di bab besok ya 🙏.


Cerita novel ini dalam perjalanan tamat minggu ini. Pastinya Ratu Wen akan berulah lagi 😂😂😂


TERIMA KASIH

__ADS_1


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE


__ADS_2