REVENGE OF FOX CONSORT

REVENGE OF FOX CONSORT
BAB 106. Akhir dari Chang Ru


__ADS_3

***Istana Timur***


Ratu Wen tersenyum lebar menerima token pasukan Wei Bu Yi dari Ying Ying. Ratu Wen tidak akan menyangka token pasukan di tangannya itu palsu.


Ying Ying menggunakan kekuatan sihirnya mengubah sebuah batu biasa menjadi token pasukan Wei Bu Yi.


"Bawalah obat langka ini untuk menyembuhkan Chang Ru."


"Terima kasih, ibunda!" jawab Ying Ying dengan patuh.


Ratu Wen memanggil Yang Zi untuk menemuinya, setelah kepergian Ying Ying.


Yang Zi merasa gelisah dan ketakutan. Yang Zi mengira Ratu Wen akan menghukumnya karena mengetahui Yang Zi sebagai dalang dari keguguran Chang Ru.


"Yang Zi! Aku memaafkanmu atas keguguran Chang Ru, tetapi jika lain kali kamu berani membunuh keturunan Wu Xian, aku akan menghukummu! Mengerti?"


"Yang Zi mengerti!" jawab Yang Zi sambil menundukkan kepala.


Ratu Wen membutuhkan dukungan dari Perdana menteri Yang Kun untuk melakukan kudeta terhadap Kaisar Wei sehingga Ratu Wen hanya memberikan peringatan ke Yang Zi atas keguguran Chang Ru.


Jika memang benar anak di dalam kandungan Chang Ru adalah anak dari Wei Wu Xian, Ratu Wen pun tetap akan memaafkan kesalahan Yang Zi kali ini.


Ratu Wen yakin Wei Wu Xian akan memberikan keturunan yang banyak setelah penyakit impo*en disembuhkan. Jika rencana kudeta berhasil, maka Ratu Wen bisa memerintahkan Tabib Chen untuk menyembuhkan Wei Wu Xian segera.


Li Chang Ru sudah menjadi bidak catur yang tidak berguna sehingga bisa disingkirkan setiap saat. Apalagi Ratu Wen sudah mendapatkan token pasukan dari Ying Ying sehingga nyawa Chang Ru tidak perlu dipertahankan lagi.


***Kamar Chang Ru***


Ying Ying duduk di samping tempat tidur dan menatap intens Chang Ru yang terbaring di sana.


Chang Ru menatap langit-langit kamar dengan tatapan kosong. Chang Ru tahu harapannya menjadi Ratu Kerajaan Wei tidak akan terwujud lagi. Keguguran dan penyakit yang diderita olehnya saat ini sudah menghancurkan semua mimpi indahnya.

__ADS_1


Ying Ying memegang pergelangan tangan Chang Ru untuk memeriksa nadinya. Chang Ru mengalihkan pandangannya dari langit-langit kamar dengan cepat karena mengira Wei Wu Xian datang untuk menenangkannya.


Chang Ru berusaha menggerakkam tangannya agar terlepas dari pegangan Ying Ying, tetapi sia-sia dikarenakan kondisi tubuh Chang Ru sangat lemah. Bahkan untuk mengucapkan satu kata saja pun tidak bisa.


Chang Ru hanya bisa mengumpat Ying Ying di dalam hatinya, sedangkan matanya menatap Ying Ying dengan penuh kebencian.


Ying Ying melepaskan tangannya dari pergelangan tangan Chang Ru setelah berhasil memeriksa kondisi Chang Ru saat ini.


Pendarahan berat yang dialami Chang Ru menyebabkan Chang Ru tidak mungkin bisa hamil lagi. Selain itu, racun di dalam tubuh Chang Ru sudah mengganas sehingga pil penawar dari Ratu Wen tadi tidak bisa menyembuhkan Chang Ru sama sekali.


Ying Ying bisa memastikan Chang Ru akan menemui ajal nya dalam waktu dekat. Tatapan kebencian dari Chang Ru membuat Ying Ying yakin Chang Ru menganggap semua penderitaan yang dialami olehnya saat ini dikarenakan Ying Ying.


Ying Ying menjentikkan jari tangannya satu kali sehingga A Ling dan A Mei tidak bisa mendengar perkataannya terhadap Chang Ru.


Dalam pandangan A Ling dan A Mei, Ying Ying terdiam duduk di samping tempat tidur sambil menatap Chang Ru dengan tatapan sedih.


Selama menjadi pelayan di Kediaman Jenderal Li Jin, A Ling dan A Mei sangat menyukai sifat lembut dan baik hati dari Chang Le. Chang Le memperlakukan Tan Xiang dengan baik, sedangkan Chang Ru tidak. Kematian Chen Chen sudah menjadi contoh bagi A Ling dan A Mei.


Oleh karena itu, mereka berdua percaya dengan ilusi yang diperlihatkan oleh Ying Ying saat ini.


***


Chang Ru berusaha menggelengkan kepalanya untuk membantah perkataan Ying Ying.


"Pikirkan dengan baik! Kamu mulai merasakan sakit ketika memakai kedua gelang emas phoenix ini!" ucap Ying Ying sambil menunjuk kedua gelang emas phoenix yang masih melingkar di pergelangan tangan Chang Ru.


Perkataan Ying Ying bagaikan gong besar yang memukul kepala Chang Ru, tetapi Chang Ru berusaha membantah kebenaran yang sudah terbesit di pikirannya saat ini.


Walaupun begitu, Chang Ru berusaha melepaskan kedua gelang itu dari tangannya dan tidak berhasil.


"Semua sudah terlambat, Chang Ru! Racun itu sudah merusak semua organ dalammu. Ajalmu akan tiba dalam waktu dekat!"

__ADS_1


"Aku tidak mau mati! Tolong selamatkan aku!" teriak Chang Ru di dalam hatinya.


"Ka…Kak .. Le…."


Chang Ru berhasil mengucapkan beberapa kata dengan susah payah. Keringat dingin sudah membasahi kening dan juga pipinya. Bahkan keringat itu bercampur dengan air mata yang mengalir deras dari kedua sudut mata Chang Ru.


Pada saat ajal hampir menjemputnya, Chang Ru baru sadar satu-satunya keluarga dekat yang berada disisinya dan akan menolongnya tanpa pamrih hanyalah Li Chang Le seorang saja.


Ying Ying tidak memedulikan panggilan Chang Ru. Ying Ying berdiri dari tempat duduk, lalu berjalan menghampiri A Ling dan A Mei.


"Kalian berdua jaga Putri mahkota dengan baik," pesan Ying Ying.


"Baik, Wang Fei!" jawab A Mei dan A Ling bersamaan.


***


Hari itu menjadi hari terakhir Ying Ying bertemu dengan Chang Ru. Chang Ru menghembuskan napasnya pada tengah malam. Kematian Chang Ru baru diketahui oleh A Ling dan A Mei keesokan harinya.


Kematian Chang Ru sangat mengenaskan. Kedua mata Chang Ru dan mulutnya terbuka lebar. Dar*h berwarna hitam mengalir keluar dari hidung, mulut, dan telinga.


Kabar kematian Chang Ru untuk sementara waktu tidak diketahui oleh rakyat Kerajaan Wei dikarenakan berdekatan dengan hari perayaan ulang tahun Kaisar Wei. Kabar kematian Chang Ru akan diumumkan satu minggu kemudian setelah perayaan selesai.


Selain itu tidak ada pemakaman megah untuk Chang Ru. Chang Ru menjadi putri mahkota dalam waktu yang singkat dan juga belum memberikan keturunan bagi Wei Wu Xian. Chang Ru tidak mendapatkan gelar kehormatan dari Kaisar Wei.


Pada akhirnya tidak akan ada yang mengingat nama Chang Ru pernah menjadi Putri mahkota Kerajaan Wei dalam waktu singkat.


***


Selamat malam readers. Jangan lupa besok senin waktunya vote 🥰


TERIMA KASIH

__ADS_1


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE


__ADS_2