REVENGE OF FOX CONSORT

REVENGE OF FOX CONSORT
BAB 76. Feng Xi dan roh Li Chang Le


__ADS_3

***Kediaman Jenderal Li Jin***


Satu jam berlalu dengan cepat. Bai Lu sudah dibawa pergi ke Kota Shan Du, kota yang sangat jauh dari ibukota Louyang. Para pengawal yang mengantar, langsung meninggalkan Bai Lu di sana tanpa mempersiapkan tempat tinggal dan lainnya sesuai perintah Li Ming dan Feng Xi.


Kota Shan Du termasuk salah satu daerah kekuasaan Kerajaan Wei yang sumber mata pencaharian terbesar berasal dari pertambangan.


Oleh karena itu, sebagian besar rakyat Kota Shan Du bekerja keras untuk menggali hasil tambang.


Jenderal Li Jin memang tidak membunuh Bai Lu, tetapi kejahatan Bai Lu tidak bisa diampuni. Bai Lu akan menghabiskan seumur hidupnya di Kota Shan Du dan bekerja di tambang.


Bai Lu tidak akan dilayani oleh banyak pelayan seperti di Kediaman Jenderal Li Jin. Bai Lu harus bekerja keras dengan menggunakan tenaga dan kedua tangannya demi sesuap nasi di Kota Shan Du.


Bai Lu hanya bisa berdoa di dalam hatinya agar Chang Ru menepati janji untuk mencarinya di Kota Shan Du dan membawanya pergi.


Sementara Li Teng sendiri tidak mau mengalami nasib yang sama seperti Bai Lu. Li Teng memohon pengampunan dari Jenderal Li Jin dan berjanji tidak akan berjudi lagi.


Jenderal Li Jin memutuskan memberikan satu kesempatan terakhir untuk Li Teng. Li Teng langsung dikirim ke perbatasan ibukota untuk menjadi prajurit.


Jenderal Li Jin percaya jika sejak awal Li Teng dilatih seperti Li Ming, maka Li Teng tidak akan menjadi anak manja seperti sekarang ini. Dengan menjadi prajurit, Jenderal Li Jin berharap bisa membantu menghilangkan semua sifat anak manja dalam diri Li Teng.


Jika Li Teng berhasil mengubah dirinya sendiri menjadi lebih baik, maka Li Teng bisa seperti Li Ming berada di sisi Jenderal Li Jin. Jika tidak, maka Jenderal Li Jin tidak akan memedulikan Li Teng lagi.


Ketika waktu makan malam tiba, pelayan hanya memanggil Ying Ying untuk ikut makan malam bersama Jenderal Li Jin, Li Ming, dan Feng Xi. Sedangkan makan malam Chang Ru diantar ke kamar. Roh Li Chang Le ikut ke ruang makan.


Semua hidangan di atas meja makan merupakan makanan kesukaan Li Chang Le. Ying Ying tahu sebenarnya ada juga makanan kesukaan Chang Ru karena malam ini merupakan kebersamaan makan malam terakhir karena besok Ying Ying dan Chang Ru akan menikah.


Semua makanan kesukaan Chang Ru tersebut sudah diantar ke kamar Chang Ru atas perintah Jenderal Li Jin.


"Chang Le! Malam ini cepatlah beristirahat karena besok pagi hari pernikahanmu. Mulai besok kamu akan menjadi Wang Fei. Ayah harap kamu bisa menjaga diri sendiri dengan baik. Jika Pangeran Wei Bu Yi bersikap tidak baik terhadapmu, kamu harus beritahu ayah. Ayah akan menjemputmu pulang!"


"Jangan khawatir, ayah! Bu Yi sangat baik terhadapku!"


"Baguslah! Ayah doa kan kalian berdua bahagia selalu!"


"Terima kasih ayah!"


Ying Ying tahu setelah pernikahan, dirinya akan jarang bisa bertemu langsung dengan Jenderal Li Jin, Li Ming, dan Feng Xi.


Sebagai permaisuri Wei Bu Yi, status Ying Ying nantinya lebih tinggi daripada mereka bertiga. Jika bertemu, mereka harus memberi hormat ke Ying Ying.


Hal itu jugalah yang membuat Chang Ru bersikeras untuk menjadi putri mahkota karena semua orang harus memberi hormat kepadanya.

__ADS_1


Walaupun begitu, Ying Ying merupakan permaisuri Wei Bu Yi dan Wei Bu Yi adalah kakak dari Wei Wu Xian sehingga Ying Ying tidak perlu memberi hormat ke Chang Ru. Kecuali jika Wei Wu Xian berhasil naik takhta dan Chang Ru menjadi Ratu, Ying Ying harus memberi hormat kepadanya, tetapi Ying Ying yakin hari itu tidak akan pernah tiba.


Mereka makan malam dengan tenang dan mengobrol ringan. Ketidakberadaan Bai Lu, Chang Ru, dan Li Teng tidak mempengaruhi suasana hati mereka semua.


***Kamar Chang Ru***


A Ling dan beberapa pelayan wanita sedang membersihkan pecahan piring yang berisi makan malam Chang Ru di lantai. Para pelayan itu meninggalkan kamar Chang Ru dengan cepat karena tidak ingin menjadi sasaran kemarahan yang tidak jelas dari Chang Ru.


Kejadian tadi pagi di kamar Jenderal Li Jin tidak diketahui oleh para pelayan.


Mereka hanya menduga Bai Lu dan Li Teng dihukum oleh Jenderal Li Jin.


Tentu saja tidak ada yang berani menyebarkannya keluar karena besok adalah hari besar pernikahan Chang Ru dan Chang Le.


Semua makanan itu dibuang dan dilempar oleh Chang Ru karena kemarahannya yang memuncak.


Chang Ru tidak menyangka perkataan Jenderal Li Jin tadi pagi bukanlah ancaman semata. Dirinya dilarang untuk ke ruang makan.


"Ayah! Kamu akan menyesal karena sudah memutuskan hubungan denganku! Besok aku akan menjadi putri mahkota! Jangan harap aku akan berbaik hati kepada kalian semua!" ujar Chang Ru dengan sombong.


Chang Ru sangatlah naif dan tidak menyadari bahwa dirinya bisa menjadi putri mahkota disebabkan Ratu Wen dan Wei Wu Xian menginginkan dukungan dari Jenderal Li Jin.


Jika Ratu Wen dan Wei Wu Xian mengetahui Jenderal Li Jin sudah memutuskan hubungan dengan Chang Ru, bisa dipastikan pernikahan besok tidak akan terjadi.


***


Feng Xi mengantar Ying Ying ke kamarnya setelah mereka selesai makan malam.


"Kak Feng Xi! Tolong jaga ayah dengan baik!"


"Jangan khawatir Chang Le! Aku pasti akan menjaga ayah angkat dengan baik!"


"Terima kasih Kak Feng Xi!"


Ying Ying membuka pintu kamarnya, tetapi langkah kakinya berhenti karena Feng Xi memanggilnya.


"Chang Le!"


"Ada apa Kak Feng Xi?"


"Sejak kecil, kamu sangat menyukai lagu dari seruling yang aku tiup. Aku akan meniup lagu kesukaanmu!"

__ADS_1


Ying Ying menatap roh Li Chang Le yang berdiri di samping Feng Xi. Roh Li Chang Le menganggukkan kepala pertanda apa yang dikatakan oleh Feng Xi memang benar.


"Baiklah Kak Feng Xi! Aku akan mendengarnya!"


Feng Xi tersenyum, lalu terbang ke atas atap kamar Li Chang Le dan duduk di sana.


Dalam waktu singkat, suara seruling yang merdu menggema di kegelapan malam. Ying Ying pun berjalan masuk ke dalam kamar. Tan Xiang ikut masuk ke dalam kamar dan merapikan tempat tidur Ying Ying.


"Tan Xiang! Kamu bisa istirahat di kamarmu!"


"Baik, Nona Chang Le!" jawab Tan Xiang dengan patuh.


Ying Ying melihat roh Li Chang Le membuka sedikit jendela kamar, lalu berdiri di sana mendengarkan alunan seruling yang ditiup oleh Feng Xi.


Alunan musik dari seruling itu sangatlah merdu, tetapi ekspresi wajah sedih roh Li Chang Le membuat Ying Ying menyadari sesuatu.


"Ternyata Kak Chang Le dan Kak Feng Xi saling mencintai satu sama lain, tetapi mereka berdua tidak mungkin bisa bersatu lagi!" batin Ying Ying.


Ying Ying menunggu roh Li Chang Le selesai mendengar lagu dari seruling yang ditiup oleh Feng Xi. Alunan seruling itu berhenti setelah dua puluh menit ditiup tanpa henti.


Roh Li Chang Le berjalan menghampiri Ying Ying setelah mengelap air mata di pipinya terlebih dahulu.


"Kak Chang Le menyukai Kak Feng Xi?"


"Iya!" jawab roh Li Chang Le sambil menganggukkan kepala.


Ying Ying tahu orang yang paling tidak bisa ditinggalkan oleh roh Li Chang Le sekarang adalah Feng Xi.


"Ying Ying! Aku ingin tinggal di rumah dan tidak ikut ke Kediaman Pangeran Wei Bu Yi! Bolehkah?"


"Tentu saja boleh! Kak Chang Le bisa berada di sisi Kak Feng Xi hingga hari kepergian Kak Chang Le! Kapan pun Kak Chang Le ingin menemuiku, bisa membunyikan bandul lonceng!"


"Terima kasih Ying Ying!"


Mereka berdua saling tersenyum satu sama lain.


***


Selamat malam readers. Jangan lewatkan bab besok ya. Pernikahan Bu Yi dan Ying Ying, serta pernikahan Wei Wu Xian dengan Chang Ru dan Yang Zi.


TERIMA KASIH SEMUA DUKUNGANNYA

__ADS_1


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE


__ADS_2