REVENGE OF FOX CONSORT

REVENGE OF FOX CONSORT
BAB 32. Sembuh


__ADS_3

***Kediaman Pangeran Wei Bu Yi***


Keesokan pagi Ying Ying terbangun oleh cahaya matahari yang menembus melalui celah-celah jendela. Ying Ying merasa tubuhnya lebih segar.


Ying Ying mengernyitkan alis dan menatap langit-langit kamar yang sangat terasa asing baginya.


"Aku di mana sekarang?" gumam Ying Ying.


Hal terakhir yang diingat Ying Ying adalah Wei Bu Yi menyelamatkannya dari dalam kolam istana. "Apakah aku masih di istana?" duga Ying Ying.


"Bagaimana keadaanmu?"


Ying Ying menoleh ke arah sumber suara dan terkejut melihat Wei Bu Yi duduk bersandar di sampingnya. Bahkan tangan mereka berdua saling bergenggaman erat satu sama lain.


Ying Ying melepaskan tangannya dengan cepat dan bangun dari atas tempat tidur sehingga posisi Ying Ying sekarang juga dalam keadaan duduk.


Sebenarnya Ying Ying ingin melompat turun dari atas tempat tidur, tetapi terhalang oleh tubuh Wei Bu Yi.


"Kenapa Pangeran Wei Bu Yi tidur di sampingku?" tanya Ying Ying.


"Ini kamarku," jawab Wei Bu Yi dengan wajah tanpa ekspresi.


"Kamar We Bu Yi? Kenapa aku tidur di kamarnya?" batin Ying Ying.


Ying Ying memeriksa hanfu di tubuhnya secara spontan. Wajah Ying Ying memerah seketika karena hanfu yang melekat di tubuhnya bukanlah hanfu yang dikenakan olehnya saat jatuh ke dalam kolam istana.


"Pangeran yang mengganti pakaianku?" Hampir saja pertanyaan itu keluar dari mulut Ying Ying, tetapi tidak jadi karena Ying Ying takut mendengar jawabannya.


Ying Ying berada di dunia manusia selama dua tahun, tetapi umurnya sudah 100 tahun sehingga Ying Ying tahu hanya suami istri yang boleh tidur di atas tempat tidur yang sama, berpelukan, berciuman ataupun berhubungan mesra.


Rona merah di wajah Ying Ying sangat terlihat jelas oleh Wei Bu Yi. Wei Bu Yi bisa membaca semua isi pikiran Ying Ying secara tepat.


Wei Bu Yi segera turun dari tempat tidur. Ying Ying pun ikut melompat turun dan menundukkan kepala. Rasa malu membuat Ying Ying tidak berani menatap wajah Wei Bu Yi.


"Semalam kamu demam panas, sedangkan pakaianmu diganti oleh Dayang Fu karena basah," ucap Wei Bu Yi.


"Syukurlah tidak terjadi apa-apa!"batin Ying Ying.


Ying Ying mengangkat kepala dan tersenyum lebar ke Wei Bu Yi.


"Terima kasih pertolongannya, Pangeran Wei Bu Yi!" ucap Ying Ying dengan tulus.


Wei Bu Yi menjawab dengan anggukkan kepala, lalu duduk di kursi yang tersedia di dalam kamar. Ying Ying pun ikut duduk di samping Wei Bu Yi.


Wei Bu Yi merasa ada yang aneh dari Ying Ying sehingga mengajukan pertanyaan untuk membuktikan kecurigaannya.


"Bagaimana kamu bisa jatuh ke dalam kolam?" tanya Wei Bu Yi.


"Aku tidak terjatuh ke dalam kolam. Ada seorang pria yang mendorongku dan melukai Tan Xiang. Pria itu bahkan menarik kakiku di dalam kolam untuk membuatku tenggelam," jawab Ying Ying panjang lebar.


"Kamu melihat wajahnya?" tanya Wei Bu Yi.

__ADS_1


"Tidak! Dia berpakaian serba hitam dan menggunakan kain penutup wajah."


"Bagaimana keadaan Tan Xiang sekarang? Pangeran juga menyelamatkan Tan Xiang kan?" tanya Ying Ying.


Wei Bu Yi tidak menjawab pertanyaan Ying Ying, melainkan menatap Ying Ying dari atas kepala hingga ujung kaki.


"Ke…kenapa pangeran menatapku?" tanya Ying Ying terbata-bata.


Ying Ying yakin semua perkataannya benar dan jujur sehingga merasa bingung dengan sikap Wei Bu Yi.


"Kamu sudah sembuh?" tanya Wei Bu Yi.


"Sembuh? Aku sakit apa?" Ying Ying bertanya balik ke Wei Bu Yi.


"Da Duo!"


Kasim Da Duo masuk ke dalam kamar dengan cepat saat mendengar Wei Bu Yi memanggil namanya.


"Iya, Pangeran!"


"Panggil Tabib Chen sekarang juga!"


"Baik, Pangeran!"


"Tabib Chen? Mengapa Wei Bu Yi memanggil Tabib Chen?" batin Ying Ying.


Ying Ying memikirkan saksama apa saja yang telah dikatakannya kepada Wei Bu Yi sejak dirinya siuman.


Suara ketukan pintu dari luar membuat Ying Ying berusaha bersikap tenang, tetapi pikirannya sedang memikirkan rencana untuk menghadapi situasi yang muncul dalam waktu singkat ini.


"Masuk!" perintah Wei Bu Yi.


Kasim Da Duo dan Tabib Chen masuk ke dalam kamar, sedangkan Tan Xiang juga mengikuti mereka dari belakang.


Tan Xiang sudah menunggu di luar kamar sejak Ying Ying belum bangun. Ketika Wei Bu Yi memanggil Kasim Da Duo untuk membawa Tabib Chen, Tan Xiang menjadi khawatir dengan keadaan Ying Ying sehingga ikut masuk ke dalam kamar.


"Pangeran Wei Bu Yi! Nona Li Chang Le!"


"Pangeran Wei Bu Yi! Nona Chang Le!"


Tabib Chen dan Tan Xiang menyapa kedua orang yang berada di dalam kamar.


"Tabib Chen! Tolong periksa Chang Le!" ujar Wei Bu Yi.


"Nona Li Chang Le masih demam?" tanya Tabib Chen dengan raut wajah bingung.


Tabib Chen sangat percaya diri dengan keahlian pengobatan miliknya sehingga bertanya untuk kepastian.


"Demamnya sudah turun. Aku ingin Tabib Chen memeriksa penyakit yang diderita oleh Li Chang Le sejak lima tahun yang lalu," jawab Wei Bu Yi.


"Hamba memerlukan waktu yang lebih lama untuk memeriksa penyakit itu," kata Tabib Chen.

__ADS_1


"Tidak apa-apa! Aku akan menunggu hasilnya!" ujar Wei Bu Yi.


Ada Tan Xiang yang menemani Ying Ying di dalam kamar sehingga Wei Bu Yi bisa membiarkan Tabib Chen memeriksa dengan saksama keadaan Ying Ying.


Selain itu, Wei Bu Yi perlu mandi dan berganti pakaian baru. Wei Bu Yi menggunakan kamar tamu karena kamarnya dipakai oleh Ying Ying.


***


Satu jam kemudian, Tabib Chen menemui Wei Bu Yi di ruang kerja. Wei Bu Yi sedang menerima laporan dari Kasim Da Duo dan Kasim Xiao Duo mengenai penyelidikan orang yang ingin membunuh Li Chang Le di istana dan juga apa saja yang terjadi dengan Li Chang Le di Kediaman Jenderal Li Jin selama dua tahun ini.


"Pangeran Wei Bu Yi! Nona Li Chang Le sudah sembuh dan normal seperti gadis muda lainnya, tetapi Nona Li Chang Le hanya bisa mengingat jelas kejadian dua tahun belakangan ini saja!" lapor Tabib Chen.


"Bagaimana caranya Li Chang Le bisa sembuh secara tiba-tiba?" tanya Wei Bu Yi.


Wei Bu Yi tahu Tabib Huo rutin mengunjungi Kediaman Jenderal Li Jin setiap bulan untuk mengobati Li Chang Le, tetapi tidak berhasil sama sekali dalam dua tahun ini.


Jika saja Li Chang Le berhasil disembuhkan oleh Tabib Huo, Wei Bu Yi yakin Li Chang Le akan menjadi putri mahkota.


"Kata Tan Xiang, beberapa hari yang lalu Nona Li Chang Le jatuh ke dalam kolam untuk menyelamatkan rubah putih miliknya dan demam tinggi sehingga tubuh Nona Li Chang Le masih belum pulih sepenuhnya. Penyakit Nona Li Chang Le juga disebabkan demam panas lima tahun yang lalu. Hamba duga Nona Li Chang Le bisa sembuh secara tiba-tiba karena demam panas semalam," jelas Tabib Huo panjang lebar.


Tabib Huo bisa mengambil kesimpulan seperti itu dikarenakan selama pemeriksaan Ying Ying bersikap normal dan tenang. Setiap pertanyaan Tabib Chen bisa dijawab oleh Ying Ying.


"Ini kabar baik!" kata Kasim Xiao Duo.


"Benar sekali. Sekarang Nona Li Chang Le semakin sepadan dengan Pangeran Wei Bu Yi!" ucap Kasim Da Duo.


"Apakah penyakitnya bisa kambuh lagi?" tanya Wei Bu Yi.


"Hamba akan meracik pil obat penurun panas yang lebih bagus. Selama Nona Li Chang Le memakannya saat demam, maka akan sembuh dengan cepat," jawab Tabib Chen.


Demam panas tinggi lah yang menyebabkan perilaku Li Chang Le berubah seperti anak kecil. Dengan adanya pil obat dari Tabib Chen, maka penyakit Li Chang Le tidak mungkin kambuh lagi.


"Jika memerlukan bahan tanaman langka untuk pil obat itu, Tabib Chen bisa meminta ke Da Duo!" kata Wei Bu Yi.


"Baik, Pangeran Wei Bu Yi!" jawab Tabib Chen.


***


Selamat malam readers. Bab ini up pukul 21.25 wita.


Hore, Ying Ying tidak perlu berakting lagi.


Spoiler bab yang akan datang : Ying Ying pergi ke Qing Qiu dan mendapatkan kekuatan sihir. Setelah itu akan dimulai balas dendam terhadap Chang Ru.


Novel ini sedang menuju tamat. Kemungkinan akhir bulan atau awal bulan depan ya.


TERIMA KASIH SEMUA DUKUNGANNYA


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE

__ADS_1


__ADS_2