REVENGE OF FOX CONSORT

REVENGE OF FOX CONSORT
BAB 54. Rahasia Bai Lu


__ADS_3

***Kamar tidur Li Chang Le***


Tan Xiang berjaga di luar pintu kamar karena Ying Ying beralasan ingin membuat beberapa ramuan obat lagi untuk dibawa ke istana Ratu Wen besok.


Padahal kenyataannya adalah Ying Ying ingin bicara pribadi dengan roh Li Chang Le mengenai sesuatu hal yang sangat penting, sedangkan Bai Lu dan Chang Ru menuju ke kamar Chang Ru untuk menunggu obat pencegah kehamilan yang dimasak oleh A Ling, sebelum mereka pergi membeli hanfu baru.


Roh Li Chang Le menyadari sikap Ying Ying berubah menjadi lebih serius setelah mendapatkan undangan sehingga mengira Ying Ying khawatir akan pertemuan dengan Ratu Wen besok pagi.


"Ying Ying! Apakah besok kamu pura-pura sakit saja agar tidak perlu ke istana?" tanya roh Li Chang Le.


"Tidak apa-apa Kak Chang Le. Aku memang ingin bertemu secara langsung dengan Ratu Wen! Sekarang aku punya kekuatan sihir sehingga bisa melindungi diri sendiri."


"Benar juga, tetapi kelihatannya ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu saat ini."


"Apakah Kak Chang Le masih ingat pria yang berusaha membunuhku di kolam istana?"


"Tentu saja! Pria berpakaian hitam dan menggunakan kain penutup wajah itu sangat kejam. Saat melihat kamu dan Tan Xiang hampir tenggelam, aku berusaha membunyikan bandul lonceng untuk meminta pertolongan. Untung saja suara lonceng itu terdengar oleh Pangeran Wei Bu Yi sehingga kalian berdua bisa selamat." jawab roh Li Chang Le panjang lebar.


Roh Li Chang Le hanyalah hantu biasa yang tidak memiliki kekuatan sehingga sama sekali tidak bisa menyelamatkan Ying Ying dan Tan Xiang di dalam kolam istana.


"Berarti Kak Chang Le juga tidak melihat jelas wajah pria itu?"


"Iya!"


"Aku mencurigai Kasim Ma adalah pembunuh itu;" ucap Ying Ying.


"Kasim Ma, kasim kepercayaan Ratu Wen?"


"Iya, Kak Chang Le! Sepasang mata Kasim Ma sama persis dengan mata pembunuh di istana. Selain itu, di punggung tangannya ada lima titik kecil."


Ying Ying mengingat jelas dirinya menusuk punggung tangan pembunuh itu dengan lima jarum perak hadiah dari Wei Bu Yi. Kelima jarum perak itu berukuran lebih tebal sehingga pastinya masih meninggalkan jejak.


"Mungkin dugaanmu benar, Ying Ying! Postur tubuh Kasim Ma juga sama dengan pembunuh itu."


"Pantas saja kepala pengawal istana tidak berhasil menemukan pembunuh itu karena Kasim Ma sudah kembali ke sisi Ratu Wen!" ujar Ying Ying.


Wei Bu Yi sudah memberitahu Ying Ying mengenai A Mu dan dayang istana yang dijadikan kambing hitam atas upaya pembunuhan terhadapnya sehingga kasus itu pun ditutup oleh kepala pengawal istana atas perintah Kaisar Wei.


Tentu saja roh Li Chang Le juga mengetahui hal itu karena selalu berada di dalam bandul lonceng Ying Ying selama perjalanan pulang dari Qing Qiu.


"Ying Ying! Aku khawatir Bai Lu dan Chang Ru mempunyai rencana jahat lagi. Aku akan mengawasi mereka sekarang!"


"Baiklah Kak Chang Le!"


***

__ADS_1


Roh Li Chang Le tiba di kamar Chang Ru ketika Chang Ru sedang minum obat pencegah kehamilan yang diantar oleh A Ling, tanpa menyadari obat itu hanyalah obat racikan biasa.


"A Ling! Besok pagi kamu temani Chang Ru ke istana menemui Ratu Wen. Kamu harus menjaga Chang Ru dengan baik!" perintah Bai Lu.


"Baik Nyonya muda!"


A Ling meninggalkan ruangan sambil membawa mangkuk obat yang sudah kosong.


"Jangan khawatir Chang Ru! Ibu yakin besok pagi Chang Le tidak akan bicara yang tidak-tidak di depan Ratu Wen!"


"Apa yang sudah ibu janjikan ke jal*ng itu?"


"Dia meminta semua mahar nikah milik ibunya."


"Bagaimana dengan mahar nikah ku? Aku tidak mau mahar nikah ku lebih sedikit dibandingkan Chang Le. Aku ini putri mahkota!"


"Tenang, Chang Ru! Ibu akan membujuk ayahmu untuk menyiapkan mahar nikah yang banyak untukmu!" janji Bai Lu.


Walaupun Bai Lu sendiri tidak yakin Jenderal Li Jin akan menyetujuinya, tetapi perkataan Bai Lu bisa menenangkan hati Chang Ru saat ini.


"Chang Ru! Besok kamu harus berusaha mengambil hati Ratu Wen dan bersikap sebagai calon menantu yang baik. Apapun yang Ratu Wen ucapkan, kamu harus mematuhinya!"


"Iya, Ibu! Chang Ru mengerti!"


Roh Li Chang Le mengikuti mereka dari belakang.


***


Roh Li Chang Le melihat Bai Lu membungkukkan badan dan menekan tombol yang menyatu dengan bagian bawah tempat tidur sehingga terbuka ruang rahasia berukuran kecil.


Chang Ru penasaran sehingga mendekati Bai Lu dengan cepat. Di dalam ruang rahasia kecil itu ada sebuah kotak. Bai Lu membuka kotak itu.


Chang Ru mengamati beberapa botol kecil dengan warna yang berbeda-beda. Selain itu ada beberapa perhiasan berharga milik Bai Lu.


"Ibu! Apa isi botol-botol itu?"


Bai Lu tersenyum dan mengambil salah satu botol berukuran paling kecil, lalu memberikannya ke Chang Ru.


"Beberapa tetes obat ini bisa membuat putra mahkota tergila-gila padamu. Kamu bawa ke istana besok!"


"Baik ibu!"


Chang Ru mengerti maksud Bai Lu. Jika dirinya beruntung bertemu dengan Wei Wu Xian di istana Ratu Wen, maka bisa menggunakan obat itu.


Semakin cepat dirinya berhubungan mesra dengan Wei Wu Xian, posisi putri mahkota tidak akan bisa direbut dari tangannya lagi.

__ADS_1


"Ibu! Ada racun yang mematikan?" tanya Chang Ru sambil tersenyum sinis.


Bai Lu tahu Chang Ru ingin menggunakan racun untuk membunuh Chang Le.


"Tidak ada! Tetapi kedua obat ini bisa kamu simpan untuk berjaga-jaga!"


Bai Lu memberikan botol obat berwarna biru dan merah ke Chang Ru.


Bai Lu menjelaskan kegunaan kedua obat itu. "Obat di botol merah adalah obat bius, sedangkan obat di botol biru untuk membuat tubuh seseorang lemah dan tidak bertenaga."


Sepasang mata Chang Ru berbinar-binar setelah mendengar penjelasan Bai Lu.


"Chang Ru! Ibu curiga ada prajurit rahasia Pangeran Wei Bu Yi yang melindungi Chang Le secara diam-diam di rumah ini. Kamu tidak boleh menggunakan obat ini terhadap Chang Le saat berada di rumah. Jangan sampai terkena jebakan sendiri lagi!"


"Apa yang dikatakan ibu sangat benar. Jebakanku kemarin pasti digagalkan oleh prajurit rahasia Pangeran Wei Bu Yi!" batin Chang Ru.


"Jangan khawatir, ibu! Aku tidak akan bertindak bodoh lagi!"


Chang Ru yakin prajurit rahasia Pangeran Wei Bu Yi tidaklah mungkin bisa masuk ke dalam istana.


Selain itu, jika dirinya berada di dekat Wei Wu Xian, prajurit rahasia Pangeran Wei Bu Yi tidak akan berani bertindak dikarenakan Wei Wu Xian juga memiliki beberapa pengawal hebat yang selalu mengikuti Wei Wu Xian setiap hari.


Oleh karena itu, Chang Ru sangat menantikan hari esok tiba dengan cepat. Chang Ru akan menggunakan obat itu pada saat yang tepat.


Bai Lu mengambil dua buah kalung emas dari kotak sebelum menutup kembali ruang rahasia itu.


"Chang Ru! Ruang rahasia ini hanya ibu dan kamu yang mengetahuinya. Kamu harus menjaga rahasia!" pesan Bai Lu.


"Aku pasti menjaga rahasia ini dengan baik!"


"Ayo kita pergi membeli hanfu baru untukmu. Kamu harus tampil lebih cantik, anggun, dan mewah dibandingkan Chang Le!"


"Baik, ibu!" jawab Chang Ru sambil tersenyum lebar.


***


Selamat malam readers. Jangan lupa baca kelanjutan cerita besok ya.


Ying Ying akan bertemu dengan Ratu Wen dan juga Wei Wu Xian 😁😁😁


TERIMA KASIH DUKUNGANNYA


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE

__ADS_1


__ADS_2