REVENGE OF FOX CONSORT

REVENGE OF FOX CONSORT
BAB 13. Permaisuri ke-7


__ADS_3

***Kamar tidur Li Chang Le***


Ying Ying duduk di hadapan meja sambil menopang dagu dengan kedua tangannya. Pikirannya masih fokus ke dekrit Kaisar Wei yang kedua, sedangkan Tan Xiang berpamitan keluar sebentar setelah mengantar Ying Ying ke kamar.


"Wei Bu Yi! Bagaimana caraku mengajaknya menjadi sekutu?" batin Ying Ying.


Dari pertemuan pertama, Ying Ying sadar Wei Bu Yi memiliki sifat yang dingin sehingga mendapatkan kepercayaan Wei Bu Yi merupakan tugas yang sulit.


"Istri resmi Pangeran Wei Bu Yi. Gelar Wang fei hanyalah status kehormatan saja. Aku tidak perlu menjalankan kewajiban sebagai istri karena penyakit Wei Bu Yi!"


"Aduh! Kenapa pikiranku fokus ke menjalankan kewajiban sebagai istri!" keluh Ying Ying sambil menggelengkan kepalanya dengan kuat.


Ying Ying bisa merasakan pipinya terasa panas dan jantung berdegup kencang saat membayangkan wajah Wei Bu Yi.


Perasaan aneh ini membuat Ying Ying gelisah sehingga menuangkan teh melati ke dalam cangkir dan meneguknya hingga habis. Ying Ying melakukan hal yang sama berulang kali.


Suara ketukan pintu dari luar membuat Ying Ying terkejut. "Masuklah!" ucap Ying Ying.


Tan Xiang membuka pintu kamar dari luar dan berjalan menghampiri Ying Ying.


"Nona Chang Le! Maafkan kelancangan Tan Xiang. Tan Xiang mengirim surat ke Tuan muda Feng Xi untuk mengabarkan dekrit Kaisar hari ini!" lapor Tan Xiang.


"Tidak apa-apa, Tan Xiang. Aku yakin Bai Lu sudah menulis surat ke Tuan besar….. eh…ke ayah!" ucap Ying Ying.


Ying Ying hampir saja lupa bahwa dirinya sekarang adalah Li Chang Le, bukan Ying Ying si rubah putih.


Ying Ying menarik napas lega saat Tan Xiang tidak memberikan reaksi berlebihan terhadap ucapan Ying Ying tadi.


"Untung saja Tan Xiang tidak curiga," batin Ying Ying.


"Tan Xiang! Bantu aku ganti pakaian hanfu yang baru!" ucap Ying Ying.


"Baik, Nona Chang Le!" jawab Tan Xiang patuh.


***


Ying Ying merasa lebih nyaman dengan pakaian hanfu milik Chang Le daripada pakaian hanfu hadiah dari Chang Ru.


"Nona Chang Le! Tan Xiang akan mencuci pakaian hanfu putih ini,' ucap Tan Xiang.


"Pergilah!" jawab Ying Ying.


Suara ketukan pintu dari luar membuat Ying Ying dan Tan Xiang saling berpandangan satu sama lain. Ying Ying terkejut karena kemampuan mendengar jarak jauh tidak bereaksi seperti biasa.


"Kekuatan mendengar jarak jauh masih belum sempurna. Aku harus lebih berhati-hati hingga hari kepergian ke Qing Qiu!" batin Ying Ying.


Tan Xiang meletakkan pakaian hanfu putih di atas kursi sebelum membuka pintu kamar. Terlihat Chen Cheng berdiri di sana sambil tersenyum lebar.

__ADS_1


"Kak Tan Xiang!" sapa Chen Chen.


"Masuklah!" ucap Tan Xiang.


Tan Xiang membalikkan badan dan berjalan menghampiri Ying Ying, sedangkan Chen Chen menutup pintu kamar terlebih dahulu sebelum menyusul Tan Xiang.


"Nona Chang Le! Chen Chen datang!" kata Tan Xiang.


"Chen Chen! Chen Chen!" ujar Ying Ying dengan nada suara anak kecil.


Chen Chen terkejut melihat Ying Ying sudah mengganti pakaian hanfu yang baru.


"Kak Tan Xiang! Mengapa Nona Chang Le mengganti pakaian hanfu?" tanya Chen Chen.


"Pakaian hanfu hadiah dari Nona Chang Ru basah terkena tumpahan teh," jawab Tan Xiang.


Tan Xiang menunjuk ke arah kursi. Chen Chen mengambil pakaian hanfu putih dari atas kursi dan memeriksanya saksama.


"Ternyata memang kotor karena tumpahan teh," batin Chen Chen.


"Ada apa Chen Chen?" tanya Tan Xiang sambil menatap penuh curiga.


Sewaktu Ying Ying mengganti pakaian hanfu baru, Tan Xiang memang sengaja menuangkan teh ke pakaian hanfu hadiah dari Chang Ru untuk dijadikan alasan nantinya.


"Aku…Nona Chang Ru sangat menyukai pakaian hanfu baru ini sehingga membelikannya untuk Nona Chang Le. Aku akan membantu mencuci bersih," jawab Chen Chen dengan wajah gelisah.


Tan Xiang tidak ingin Chen Chen berada di dekat Ying Ying dalam waktu yang lama sehingga menanyakan maksud kedatangan Chen Chen.


"Nyonya muda dan Nona Chang Ru mengajak Nona Chang Le untuk makan malam bersama nanti malam," jawab Chen Chen.


Ying Ying berpura-pura tidak mengerti ucapan Chen Chen dan mengalihkan perhatiannya ke arah lain.


Chen Chen menatap Tan Xiang untuk menunggu jawaban dari Tan Xiang.


"Tadi Nona Chang Le makan terlalu banyak kudapan kecil. Jika Nona Chang Le lapar lagi, aku akan mengantarnya ke ruang makan nanti malam," ucap Tan Xiang.


"Baiklah, Kak Tan Xiang!" jawab Chen Chen.


***


Saat Chen Chen keluar dari kamar Li Chang Le, Ying Ying mencoba memusatkan pendengarannya untuk mendengar suara langkah kaki Chen Chen.


Ying Ying menarik napas lega karena bisa mendengar suara langkah kaki Chen Chen yang menjauh dan juga suara percakapan Chen Chen dengan pelayan yang lain.


"Syukurlah! Kekuatanku bisa muncul lagj!" batin Ying Ying.


"Nona Chang Le!" panggil Tan Xiang.

__ADS_1


"Iya! Ada apa Tan Xiang?" tanya Ying Ying.


Ekspresi wajah gelisah Tan Xiang membuat Ying Ying penasaran mengenai hal apa yang ingin disampaikan oleh Tan Xiang.


"Nona Chang Le tidak boleh menjadi permaisuri Pangeran Wei Bu Yi," ucap Tan Xiang.


"Mengapa?" tanya Ying Ying.


"Tan Xiang yakin Tuan besar akan berusaha meminta Kaisar Wei membatalkan pertunangan ini," jawab Tan Xiang.


"Kenapa tu…ayah ingin membatalkan pertunangan ini? Apa rahasia yang kamu sembunyikan, Tan Xiang?" tanya Ying Ying.


Tan Xiang berlutut di hadapan Ying Ying dan menangis tersedu-sedu. "Tan Xiang tidak ingin Nona Chang Le meninggal!" jawab Tan Xiang dengan suara gemetaran.


Ying Ying berdiri dari kursi dan menarik Tan Xiang agar tidak berlutut di hadapannya.


"Duduklah, Tan Xiang! Ceritakan semua yang kamu ketahui! Aku bisa memutuskan sendiri perjalanan hidupku!" ucap Ying Ying.


Tan Xiang duduk di samping Ying Ying, lalu mengelap air mata di pipinya dengan tangan.


"Sebenarnya Nona Chang Le menjadi permaisuri ke-7 dari Pangeran Wei Bu Yi!" ucap Tan Xiang.


"Permaisuri ke-7? Bukannya Pangeran Wei Bu Yi tidak bisa memberikan keturunan? Mengapa bisa mempunyai banyak permaisuri? Tung…tunggu sebentar! Bukankah setiap pangeran hanya boleh ada satu permaisuri saja?"


Ying Ying mengajukan pertanyaan bertubi-tubi ke Tan Xiang.


"Sejak Pangeran Wei Bu Yi dinyatakan tidak bisa memberikan keturunan oleh Tabib Huo tujuh tahun yang lalu, setiap tahun Kaisar Wei akan mengeluarkan dekrit Kaisar untuk menjadikan putri pejabat sebagai permaisuri Pangeran Wei Bu Yi," jelas Tan Xiang.


Ying Ying mendengar dengan saksama setiap kata yang diucapkan oleh Tan Xiang. Ying Ying masih ingat cerita Tan Xiang mengenai Wei Bu Yi dilengserkan sejak tujuh tahun yang lalu sehingga sudah ada enam orang putri pejabat yang dijodohkan setiap tahun dan tahun ini Li Chang Le yang terpilih.


"Tetapi setiap putri pejabat itu akan meninggal di hari kedua pernikahan. Banyak gosip yang beredar bahwa ke-6 permaisuri Pangeran Wei Bu Yi itu meninggal karena dibunuh," lanjut Tan Xiang.


"Dibunuh oleh Pangeran Wei Bu Yi? Kaisar Wei tidak mengusut kematian para permaisuri itu?" tanya Ying Ying.


"Tidak ada bukti yang menunjukkan Pangeran Wei Bu Yi pelakunya," jawab Tan Xiang jujur.


"Tenang saja Tan Xiang. Aku tidak akan menjadi permaisuri ke-7 yang mati!" ucap Ying Ying dengan yakin.


***


Besok hari senin waktunya vote.


Ditunggu votenya readers tercinta 🥰🥰🥰


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG

__ADS_1


AUTHOR : LYTIE


__ADS_2