
Di atas punggung kuda, Kasim Da Duo dan Kasim Xiao Duo saling menatap dan memberi isyarat mata saat mendengar nada seruling yang diajarkan oleh Wei Bu Yi ke Ying Ying.
Bukan hanya nada untuk memanggil mereka berdua, tetapi juga nada pertanda bahaya, nada untuk berkumpul di suatu tempat, dan yang paling membuat kedua kasim iru terkejut adalah nada untuk memanggil Run Yu, salah satu prajurit rahasia Wei Bu Yi.
Kasim Da Duo dan Kasim Xiao Duo berfirasat Wei Bu Yi akan mengirim Run Yu untuk melindungi Ying Ying secara diam-diam. Mereka berdua pun berbincang dengan serius dan suara kecil sambil memegang erat tali kekang kuda.
Tan Xiang yang duduk di samping kusir melihat jelas gerak gerik kedua kasim kepercayaan Wei Bu Yi di depannya sehingga menjadi penasaran.
"Ada apa Kasim Da Duo, Kasim Xiao Duo?" tanya Tan Xiang.
Kasim Da Duo dan Kasim Xiao Duo menoleh ke belakang bersamaan.
"Tidak apa-apa, Tan Xiang! Kami senang bisa mengantar 'wang fei' ke Qing Qiu!" jawab Kasim Da Duo.
#Wang Fei merupakan panggilan untuk permaisuri pangeran#
"Kedua kasim kepercayaan Pangeran Wei Bu Yi sudah menganggap Nona Chang Le sebagai nyonya muda. Aku harap Nona Chang Le tidak mengalami nasib naas seperti ke-6 permaisuri pangeran yang dulu," batin Tan Xiang.
Upaya pembunuhan terhadap Ying Ying di istana membuat Tan Xiang khawatir nyawa Ying Ying akan terancam bahaya lagi, sedangkan rombongan Jenderal Li Jin masih belum tiba di ibukota.
Saat ini Ying Ying paling aman berada di dekat Wei Bu Yi, tetapi Tan Xiang masih mengkhawatirkan Ying Ying akan mati dibunuh oleh Wei Bu Yi di hari pernikahan mereka.
"Kasim Da Duo. Apakah ke-6 permaisuri terdahulu dibunuh oleh Pangeran Wei Bu Yi?"
Tan Xiang memberanikan diri untuk bertanya. Kasim Da Duo maupun Kasim Xiao Duo hanya diam seribu bahasa dan tidak menjawab pertanyaan Tan Xiang.
"Maaf! Tan Xiang tidak bermaksud menyinggung Pangeran Wei Bu Yi! Tan Xiang hanya khawatir dengan keselamatan Nona Chang Le."
Tentu saja Kasim Da Duo dan Kasim Xiao Duo tahu kabar mengenai kematian ke-6 permaisuri Pangeran Wei Bu Yi terdahulu membuat Tan Xiang khawatir bahwa Wei Bu Yi akan membunuh Ying Ying, tetapi kebenaran di balik kematian ke-6 wanita itu harus ditutupi.
"Jangan khawatir Tan Xiang. Wang Fei akan panjang umur dan menjadi satu-satunya permaisuri Pangeran Wei Bu Yi!" ujar Kasim Da Duo.
Kasim Da Duo dan Kasim Xiao Duo menghadap ke depan lagi dan membiarkan Tan Xiang memikirkan dengan saksama makna terpendam dari perkataannya tadi.
Kasim Da Duo dan Kasim Xiao Duo tidak mengetahui perjanjian dan kerjasama antara Wei Bu Yi dengan Ying Ying, tetapi perlakuan yang berbeda dari Wei Bu Yi terhadap Ying Ying membuat mereka berdua yakin Ying Ying akan menjadi satu-satunya Wang Fei di Kediaman Pangeran Wei Bu Yi.
***
__ADS_1
Sementara itu di dalam kereta kuda, Ying Ying dan Wei Bu Yi sudah berhenti meniup seruling giok.
Ying Ying sedang mengelap seruling giok putih miliknya dengan saputangan. Semua nada seruling yang diajarkan Wei Bu Yi sudah dihafal oleh Ying Ying.
Wei Bu Yi kagum dengan kepintaran Ying Ying menguasai semua nada yang diajarkan olehnya. Wei Bu Yi yakin Ying Ying mengetahui cara memegang seruling yang benar hanya dengan melihat sekilas dirinya memainkan nada seruling untuk memanggil Kasim Da Duo sebelumnya.
Laju kereta kuda semakin lambat, lalu berhenti. Ying Ying tahu kereta berhenti di tempat yang sama dengan kereta kuda yang dipakai Li Chang Le dua tahun yang lalu.
Jalanan menuju gua tempatnya bermeditasi tidak bisa dilalui oleh kereta kuda sehingga Feng Xi lah yang pergi mencarinya waktu itu, sedangkan Li Chang Le dan Tan Xiang menunggu di dalam kereta kuda.
"Kita sudah tiba di Qing Qiu!" seru Ying Ying dengan antusias.
"Iya!"
Wei Bu Yi turun dari kereta kuda terlebih dahulu, lalu mengulurkan tangannya ke Ying Ying. Ying Ying tersenyum kecil dan menyambut uluran tangan Wei Bu Yi.
Setelah turun dari kereta kuda, tangan kanan Ying Ying masih belum melepaskan genggaman tangannya dengan tangan Wei Bu Yi, sedangkan tangan kirinya memegang guci kecil yang berisi abu jasad.
Kasim Da Duo, Kasim Xiao Duo, dan Tan Xiang menatap genggaman tangan sepasang sejoli itu tanpa berkedip sedikitpun hingga mendapat tatapan tajam dari Wei Bu Yi dan membuat mereka bertiga segera mengalihkan perhatian secara bersamaan.
Ying Ying mengedarkan pandangannya ke sekeliling dan merasa aneh. Tidak ada lagi rerumputan hijau, pepohonan rimbun maupun bunga berwarna warni di sekitarnya. Bahkan Ying Ying bisa merasakan adanya aura jahat dan juga energi yin.
"Apa yang telah terjadi di sini?" tanya Ying Ying sambil menatap Wei Bu Yi.
"Tempat ini hancur karena banyak monster buas muncul sejak dua tahun yang lalu," jawab Wei Bu Yi.
"Monster buas? Dua tahun yang lalu?" batin Ying Ying.
"Para monster buas itu berebutan untuk menguasai gua abadi yang terbuka setelah tertutup rapat selama 98 tahun sehingga terjadi pertumpahan darah," kata Kasim Da Duo.
"Ayo kita cepat ke sana! Aku harus masuk ke dalam gua itu!" ucap Ying Ying.
Kasim Da Duo dan Kasim Xiao Duo mengambil perlengkapan sembahyang dari atas punggung kuda.
"Perjalanan sangat berbahaya! Tan Xiang tunggu di sini bersama kusir kuda," usul Kasim Da Duo.
"Aku mau melindungi Nona Chang Le!"
__ADS_1
"Aku pasti baik-baik saja karena ada Pangeran Wei Bu Yi di sisiku. Jangan khawatir Tan Xiang."
"Baiklah, Nona Chang Le."
Rombongan Wei Bu Yi pun melanjutkan perjalanan untuk menemukan gua yang dimaksud oleh Ying Ying.
Perjalanan mereka terganggu dengan kemunculan beberapa hewan buas, tetapi bisa diatasi oleh Kasim Da Duo dan Kasim Xiao Duo.
Dua puluh menit kemudian, rombongan Wei Bu Yi tiba di depan gua setelah mendapatkan petunjuk jalan dari Ying Ying.
"Ayo kita masuk ke dalam!" ajak Ying Ying dengan semangat sambil menarik tangan Wei Bu Yi.
"Tunggu sebentar!"
Ying Ying menghentikan langkah kakinya. "Ada apa Bu Yi?"
Wei Bu Yi membungkukkan badan dan mengambil salah satu batu kecil, lalu melemparkan ke arah gua.
Secara ajaib, batu kecil itu terpental jauh dan bukannya masuk ke dalam gua.
"Ada sihir penghalang di depan gua!" kata Wei Bu Yi.
"Sihir penghalang?"
"Hamba menduga monster jahat berkekuatan besar sudah menguasai gua ini dan membuat sihir penghalang," ucap Kasim Xiao Duo.
"Gua ini rumahku! Tidak ada sihir apapun yang bisa menghalangiku masuk!"
***
Selamat malam readers. Bab ini up pukul 23.00 wita.
Monster apa yang berada di dalam gua? Jawabannya di bab besok ya 🤗
SELAMAT MALAM
TERIMA KASIH
__ADS_1
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE