
Wei Bu Yi menghentikan laju kudanya tepat di depan tenda kemah pasukannya. Wei Bu Yi melompat turun dari atas punggung kuda terlebih dahulu sebelum mengulurkan tangan untuk membantu Ying Ying turun dari kuda yang sama.
Kedatangan Wei Bu Yi dan Ying Ying disambut oleh Jenderal Li Jin, Li Ming, Kasim Da Duo, dan Kasim Xiao Duo.
Ying Ying menghampiri Jenderal Li Jin dan Li Ming. "Ayah! Kak Li Ming!"
"Chang Le!"
Jenderal Li Jin menatap intens Ying Ying dari atas kepala hingga ujung kaki. Perasaan hatinya lega setelah memastikan Ying Ying tidak terluka karena penculikan oleh rombongan Pangeran Tang Jin.
Jenderal Li Jin sangat mendukung keinginan Wei Bu Yi untuk membawa serta Ying Ying ke Kota Chang An dari ibukota. Jenderal Li Jin tidak mau Ying Ying mengalami nasib yang sama seperti Feng Xi.
Kematian Feng Xi membuat Jenderal Li Jin dan Li Ming berduka, tetapi mereka harus tegar karena berada di medan perang.
Jenderal Li Jin dan Li Ming yakin peperangan dengan Kerajaan Wu Barat akan berakhir dengan cepat sehingga mereka semua bisa pulang dan mengunjungi kuburan Feng Xi nantinya.
Di saat Jenderal Li Jin dan Li Ming mengobrol dengan Ying Ying mengenai penculikan yang dilakukan oleh Pangeran Tang Jin, Wei Bu Yi memanggil Kasim Da Duo dan Kasim Xiao Duo, lalu menunjuk ke arah kereta kuda yang ikut bersamanya ke kota Chang An.
Kasim Da Duo dan Kasim Xiao Duo segera menghampiri Tan Xiang yang berdiri di samping kereta kuda. Sejak awal berangkat, Tan Xiang duduk di samping kusir kuda.
"Nona Tan Xiang!" sapa Kasim Da Duo dan Kasim Xiao Duo bersamaan.
"Kasim Da Duo! Kasim Xiao Duo! Semua perlengkapan Wang Fei ada di dalam kereta kuda!" ucap Tan Xiang.
"Kami sudah mempersiapkan tenda baru untuk menyimpan semua perlengkapan Wang Fei. Aku akan tunjukkan jalannya," kata Kasim Da Duo.
Kusir kuda segera menggerakkan kereta kuda mengikuti panduan Kasim Da Duo, sedangkan Kasim Xiao Duo dan Tan Xiang berjalan kaki mengikuti dari belakang.
Beberapa saat kemudian, kereta kuda berhenti di depan sebuah tenda. Di sekeliling tenda sangat sepi. Kusir kuda segera membuka pintu kereta kuda dan masuk ke dalam bersama Kasim Da Duo dan Kasim Xiao Duo, sedangkan Tan Xiang berjaga di luar.
Di satu sisi bagian dalam kereta kuda tersusun beberapa kotak berukuran besar yang berisi perlengkapan Ying Ying berupa pakaian, selimut, dan lainnya. Akan tetapi, perhatian kedua kasim kepercayaan itu fokus ke sisi lain.
Kasim Da Duo dan Kasim Xiao Duo menatap sosok tubuh pria yang berbaring di sana. Pria itu adalah Kasim Ma. Bagian kaki, lengan, leher, hingga kepala Kasim Ma dibalut perban tebal dan hanya menyisakan bagian mata yang terlihat tertutup rapat tanpa ada tanda-tanda kehidupan di sana.
"Run Yu! Bagaimana keadaan Kasim Ma?" tanya Kasim Da Duo.
Ternyata kusir kuda itu adalah Run Yu, salah satu prajurit rahasia yang ditugaskan oleh Wei Bu Yi untuk menjaga dan melindungi Ying Ying.
Kali ini Run Yu ikut ke Kota Chang An. Selain dikarenakan Ying Ying pergi ke Kota Chang An bersama Wei Bu Yi, juga dikarenakan Wei Bu Yi memberikan tugas baru untuk Run Yu yaitu menjaga Kasim Ma.
__ADS_1
Run Yu menjawab pertanyaan Kasim Da Duo. "Wang Fei sudah menggunakan semua obat racikannya untuk mengobati luka bakar Kasim Ma. Untuk sementara waktu nyawa Kasim Ma bisa tertolong, tetapi Kasim Ma belum siuman dan masih dalam keadaan kritis."
Luka bakar di tubuh Kasim Ma sangat parah sehingga membutuhkan pemulihan dalam waktu yang panjang. Ying Ying pun tidak bisa memastikan apakah Kasim Ma masih bisa bertahan dalam beberapa hari ke depan apabila luka bakar nya infeksi secara tiba-tiba.
Wei Bu Yi dan Ying Ying memutuskan membawa Kasim Ma ke Kota Chang An agar mendapatkan perawatan insentif dari Tabib Chen, yang juga berada di sana.
"Aku akan menjemput Tabib Chen ke sini!" ucap Kasim Xiao Duo.
Kasim Da Duo dan Run Yu membawa Kasim Ma ke dalam tenda yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Kemudian mereka berdua dan Tan Xiang memindahkan semua kotak yang berisi perlengkapan Ying Ying ke dalam tenda yang sama.
Beberapa saat kemudian, Tabib Chen masuk ke dalam tenda bersama Kasim Xiao Duo. Tabib Chen memeriksa keadaan Kasim Ma. Luka bakar di tubuh Kasim Ma sangat parah sehingga hasil pemeriksaan Tabib Chen sama dengan hasil pemeriksaan Ying Ying.
"Tabib Chen! Pangeran Wei Bu Yi memberi pesan agar Tabib Chen tidak perlu berkecil hati jika tidak bisa menyembuhkan Kasim Ma nantinya," ucap Run Yu.
"Aku akan berusaha mengobatinya dengan baik. Kesembuhannya juga tergantung pada keinginannya sendiri untuk hidup atau tidak!" kata Tabib Chen.
Kasim Da Duo, Kasim Xiao Dup, dan Run Yu menganggukkan kepala bersamaan pertanda mengerti.
Sejak hari itu, Tabib Chen melakukan pengobatan secara insentif terhadap Kasim Ma. Run Yu ditugaskan untuk menjaga dan mengawasi tenda agar tidak ada orang lain yang mengetahui keberadaan Kasim Ma di sana.
Setiap hari Tan Xiang akan datang ke tenda untuk mengambil perlengkapan Ying Ying. Setelah itu Tan Xiang akan memberitahu Ying Ying hasil laporan dari Run Yu mengenai perkembangan Kasim Ma setiap hari.
Semula Jenderal Li Jin merasa khawatir dengan keselamatan Ying Ying. Kekhawatiran Jenderal Li Jin hilang seketika saat melihat pedang Ying Ying melukai prajurit musuh dengan mudah.
Wei Bu Yi selalu berada di sisi Ying Ying selama bertarung sehingga Jenderal Li Jin pun fokus melawan prajurit musuh yang mendekat.
Tiga hari kemudian, rombongan Wei Bu Yi pulang ke ibukota dengan membawa kemenangan besar.
Kaisar Kerajaan Wu Barat mengakui kekalahan mereka dan berjanji tidak akan mengganggu Kota Chang An lagi. Ditambah lagi komunikasi dengan Ratu Wen terputus sehingga Kaisar Wu tidak mau ambil resiko.
Ribuan prajurit Kerajaan Wu Barat mati di medan perang, melebihi jumlah kematian para prajuritnya tujuh tahun yang lalu.
Pukulan yang besar ini akan membuat Kerajaan Wu Barat tidak berani mencari masalah dengan Kerajaan Wei Utara dalam sepuluh tahun yang akan datang.
***
Kaisar Wei menyambut kepulangan rombongan Wei Bu Yi dan Jenderal Li Jin dengan gembira. Ratu Wen, Selir Ming Lan, dan Wei Wu Xian ikut serta menyambut kepulangan mereka.
Ying Ying tercengang melihat perubahan besar Ratu Wen dan Wei Wu Xian.
__ADS_1
Ratu Wen mengenakan pakaian yang sangat sederhana dan riasan wajah yang alami sehingga memperlihatkan jelas kerutan di sana.
Sikap angkuh yang selama ini sudah melekat di Ratu Wen pun hilang tanpa jejak. Ratu Wen sangat akur dengan Selir Ming Lan, bahkan terkesan Ratu Wen berusaha mengambil hati Selir Ming Lan.
Sementara Wei Wu Xian menjadi pendiam. Tidak ada lagi tatapan membara di matanya seperti setiap kali menatap wajah Ying Ying, melainkan Wei Wu Xian merasa minder untuk menatap Ying Ying.
Kali ini Kaisar Wei tidak mengadakan jamuan makan malam di istana. Kaisar Wei tahu Wei Bu Yi lebih memilih untuk pulang ke kediaman bersama Chang Le alias Ying Ying dibandingkan mengikuti perayaan kemenangan di istana.
Selain itu pengobatan insentif yang dilakukan oleh Tabib Chen terhadap Wei Bu Yi masih berjalan. Kaisar Wei sangat mengharapkan Wei Bu Yi segera sembuh total sebelum perayaan ulang tahunnya dalam waktu dekat.
Kaisar Wei sudah memutuskan untuk mengumumkan posisi putra mahkota Wei Wu Xian diambil alih oleh Wei Bu Yi di perayaan ulang tahunnya.
Selama beberapa hari ini Kaisar Wei sudah berpikir dengan saksama dan yakin penerus takhta yang paling tepat adalah Wei Bu Yi.
Kesembuhan Wei Bu Yi membuat para pejabat lainnya tidak mungkin menolak keputusan Kaisar Wei nantinya.
Kaisar Wei sudah menyampaikan maksud keinginan hatinya ke Ratu Wen. Ratu Wen menanggapinya dengan tenang dan memuji keputusan Kaisar Wei sangatlah tepat.
Ratu Wen mengakui bahwa dirinya tidak mendidik Wei Wu Xian dengan baik sehingga Wei Wu Xian tumbuh menjadi anak yang manja dan selalu mengandalkan bantuan Ratu Wen.
Ratu Wen hanya meminta Kaisar Wei bersedia mengabulkan satu permintaan darinya yaitu memberikan gelar Xian Wang ke Wei Wu Xian.
Setiap pangeran yang diberi gelar oleh kaisar akan mendapatkan satu wilayah dan menjadi penguasa tunggal di sana.
Ratu Wen berjanji akan membimbing Wei Wu Xian memerintah wilayah itu dengan baik dan benar.
Permintaan Ratu Wen dikabulkan oleh Kaisar Wei. Bahkan Kaisar Wei memilih salah satu kota yang subur dan makmur untuk Wei Wu Xian nantinya.
Hubungan Ratu Wen dan Kaisar Wei pun mulai membaik. Hanya saja kekuasaan istana belakang masih berada di tangan Selir Ming Lan.
***
Selamat malam readers tercinta. Apakah benar Ratu Wen sudah insaf? Atau ada udang dibalik kwetiau? (🤣🤣 enak nih kwetiau goreng seafood).
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE
__ADS_1