REVENGE OF FOX CONSORT

REVENGE OF FOX CONSORT
BAB 41. Pembunuh bayaran


__ADS_3

***Di dalam kereta kuda***


Wei Bu Yi menatap bandul lonceng di pergelangan tangan Ying Ying dalam waktu yang lama. Sepengetahuan Wei Bu Yi, roh manusia tidak bisa tinggal di alam manusia dalam waktu yang lama, tetapi mungkin saja bandul lonceng milik Ying Ying memiliki kekuatan sihir.


Wei Bu Yi menanyakan secara langsung ke Ying Ying karena yakin Ying Ying selalu berkata jujur kepada dirinya.


"Apakah Li Chang Le akan tinggal di dalam bandul lonceng selamanya?"


"Aku pun mengharapkan bandul lonceng ini bisa menjadi tempat tinggal Nona Chang Le, tetapi Nona Chang Le bilang roh nya akan menghilang setelah 49 hari kematiannya. Sekarang masih tersisa 42 hari lagi," jawab Ying Ying.


"Li Chang Le bisa mengambil alih tubuhmu ini?" tanya Wei Bu Yi dengan serius.


Dari cerita Ying Ying, Wei Bu Yi menduga roh Ying Ying transmigrasi ke tubuh Li Chang Le karena Li Chang Le mati sehingga raga nya kosong. Akan tetapi, roh Li Chang Le masih ada di dunia manusia sehingga Wei Bu Yi merasa khawatir.


"Nona Chang Le tidak bisa mengambil alih tubuhku karena tubuh ini memang raga manusia yang dijanjikan Dewi Rubah," jawab Ying Ying jujur.


"Syukurlah!" batin Wei Bu Yi.


Rasa lega muncul di dalam lubuk hati Wei Bu Yi, tetapi Wei Bu Yi sangat pintar menyembunyikan perasaan hati agar Ying Ying tidak menyadarinya.


"Aku yakin Li Chang Le hanya ingin melihat dekat orang-orang yang disayanginya, terutama Jenderal Li Jin."


Wei Bu Yi mengerti mengapa satu titik cahaya putih yang merupakan wujud roh Li Chang Le, keluar dari bandul lonceng menuju tempat Tan Xiang berada.


Tan Xiang termasuk satu-satunya pelayan setia Li Chang Le dan juga melayani serta melindungi Li Chang Le dengan tulus. Terbukti Tan Xiang melompat ke dalam kolam istana untuk menyelamatkan Ying Ying saat itu, tanpa memedulikan pundaknya yang terluka.


"Iya! Nona Chang Le pasti senang bisa bertemu dengan Tuan besar Li Jin, Tuan muda Li Ming, dan Kak Feng Xi."


"Feng Xi, anak angkat Jenderal Li Jin?"


"Iya! Kak Feng Xi sangat baik terhadap Nona Chang Le. Kak Feng Xi yang menemukanku dan membawaku menemui Nona Chang Le."


Seketika aura dingin memancar dari tubuh Wei Bu Yi. Ying Ying memang sudah terbiasa melihat wajah tanpa ekspresi Wei Bu Yi, tetapi kali ini Ying Ying bisa merasakan suasana hati Wei Bu Yi memburuk secara tiba-tiba.


"Apakah aku mengatakan hal yang salah?" batin Ying Ying.


Walaupun Ying Ying tidak mengetahui apa penyebab suasana hati Wei Bu Yi menjadi buruk, Ying Ying berusaha menghiburnya.


"Oh iya! Aku memiliki kekuatan sihir transfigurasi. Bu Yi ingin melihat wujud asliku?"


"Rubah putih?" tanya Wei Bu Yi.


"Iya! Nona Chang Le dan Tan Xiang selalu gembira melihat wujud asliku," jawab Ying Ying dengan antusias.


Tanpa menunggu jawaban Wei Bu Yi, tubuh Ying Ying sudah berubah menjadi rubah putih kecil.


Wei Bu Yi menatap intens rubah putih kecil di hadapannya, lalu mengangkat dan meletakkannya di pangkuan.

__ADS_1


"Ying Ying!" panggil Wei Bu Yi.


Rubah putih kecil menganggukkan kepala.


"Coba belai bulu putihku. Suasana hati Bu Yi pasti berubah menjadi lebih baik," ucap Ying Ying, dalam wujud rubah putih.


Wei Bu Yi tersenyum kecil dan membelai punggung rubah putih dengan lembut. Wei Bu Yi tahu Ying Ying menyadari perubahan suasana hatinya sehingga berusaha menghiburnya.


"Pantas saja Li Chang Le menyukaimu," gumam Wei Bu Yi.


Wei Bu Yi menunduk dan memberikan satu kecupan panjang di kening rubah putih.


Ying Ying terkejut dengan perlakuan Wei Bu Yi sehingga kekuatan sihirnya kacau dan berubah wujud menjadi Ying Ying.


Seketika wajah Ying Ying merona merah. Bahkan Ying Ying bisa mendengar suara detak jantung yang kuat dari tubuhnya dan juga tubuh Wei Bu Yi.


Wajah mereka berdua sangat dekat dikarenakan Ying Ying juga berada di atas pangkuan Wei Bu Yi. Pangkuan yang sebelumnya menjadi tempat duduk rubah putih kecil.


Kereta kuda berhenti secara tiba-tiba di sertai ringkikan kuda yang nyaring.


"AH!"


Ying Ying berteriak karena hampir terjatuh dari pangkuan Wei Bu Yi. Tangan Wei Bu Yi memeluk pinggang Ying Ying secara refleks, sedangkan kedua tangan Ying Ying pun merangkul leher Wei Bu Yi agar tidak terjatuh.


"Kamu tidak apa-apa?"


"I...iya. Aku baik-baik saja," jawab Ying Ying terbata-bata.


Kekuatan pendengaran jarak jauh Ying Ying mendengar sesuatu menuju ke kereta kuda dengan kecepatan tinggi. Begitupun juga keahlian Wei Bu Yi bertarung selama ini membuatnya tahu apa yang sedang terjadi.


"Hati-hati!" ucap Ying Ying dan Wei Bu Yi bersamaan.


Ying Ying semakin mempererat rangkulan tangannya di leher Wei Bu Yi. Wei Bu Yi memeluk tubuh Ying Ying dan bergulingan ke bawah.


Suasana menjadi kacau seketika. Puluhan anak panah terbang menembus tirai ke dalam kereta kuda, sedangkan di luar terdengar suara pertarungan.


"Ada pembunuh bayaran!"


"Lindungi Pangeran Wei Bu Yi dan Wang Fei!"


"Tan Xiang akan melindungi Nona Chang Le!"


Sementara di dalam kereta, Wei Bu Yi dan Ying Ying masih berpelukan dan bergulingan menghindari serangan anak panah.


Sama seperti ketika melawan ular hitam raksasa di dalam gua, Wei Bu Yi dan Ying Ying bekerjasama dengan baik, tanpa terluka sedikitpun oleh anak panah.


Saat panah menuju tubuh Ying Ying, Wei Bu Yi menangkisnya dengan tangan maupun kaki. Begitupun juga dengan sebaliknya.

__ADS_1


Pada akhirnya tidak ada lagi anak panah yang terbang ke dalam kereta kuda, tetapi suara pertarungan di luar terdengar semakin gencar. Bahkan Ying Ying mendengar jelas suara langkah kaki dari sepuluh orang menuju kereta kuda.


Ying Ying dan Wei Bu Yi saling menatap satu sama lain, lalu memberi isyarat tangan bersamaan yang menunjukkan jumlah sepuluh.


Mereka berdua pun tersenyum kecil karena bisa saling mengerti isyarat yang diberikan satu sama lain.


"Hitungan ketiga!" bisik Wei Bu Yi agar tidak terdengar oleh kelompok penyerang di luar kereta.


Ying Ying menganggukkan kepala pertanda mengerti. Wei Bu Yi pun mulai mengacungkan jari nya untuk menghitung.


Satu!


Dua!


Tiga!


Tepat saat jari Wei Bu Yi menunjukkan jumlah tiga, mereka berdua mengarahkan telapak tangan ke sisi kereta kuda yang berlawanan.


KRAK!


Puing- puing kereta kuda terbang menghantam tubuh sepuluh pembunuh bayaran yang ingin memeriksa apakah Wei Bu Yi sudah mati terkena anak panah atau belum.


Sementara Wei Bu Yi dan Ying Ying terbang keluar setelah menggunakan tenaga dalam untuk menghancurkan kereta kuda.


Mereka berdua mendarat sempurna di atas tanah. Kasim Da Duo, Kasim Xiao Duo, dan Tan Xiang berlari menghampiri mereka berdua.


"Pangeran Wei Bu Yi! Wang Fei!"


"Pangeran Wei Bu Yi! Nona Chang Le!"


Wei Bu Yi dan Ying Ying menatap tubuh ketiga pelayan setia itu bergantian, untuk memastikan apakah mereka bertiga terluka atau tidak.


Mereka berdua merasa lega karena ketiga pelayan kepercayaan mereka tidak terluka, tetapi kusir kuda tergeletak dengan tubuh berlumuran darah di atas tanah, tidak jauh dari tempat mereka berdiri.


***


Selamat malam readers. Hebat nih readers tahu aja apa rahasia besar Wei Bu Yi.


Author yakin readers juga tahu para pembunuh bayaran utusan dari siapa.


Author senyum-senyum sendiri waktu ketik bab ini. He he he. Spoiler dikit ya: Nanti Bu Yi dan Ying Ying akan berpisah sebentar, tetapi Ying Ying aman-aman aja koq sambil menunggu kepulangan Bu Yi.


Jangan lupa baca kelanjutan cerita besok ya. Author usahakan untuk bisa up setiap hari seperti biasa, tetapi anak2 mulai liburan sekolah sehingga author tambah sibuk di real life 😂.


Semoga bisa lancar ya dan harap dimaklumi kalau misalnya agak malam up nya.


TERIMA KASIH

__ADS_1


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE


__ADS_2