REVENGE OF FOX CONSORT

REVENGE OF FOX CONSORT
BAB 20. Ukiran huruf Yi


__ADS_3

***Kediaman Jenderal Li Jin***


Bai Lu berusaha membela diri di hadapan rombongan bawahan kepercayaan Pangeran Wei Bu Yi. Reputasinya sebagai ibu tiri yang baik dan pengertian harus dipertahankan.


"Beberapa kali Chang Le bersikap sembrono menumpahkan teh ke hanfu dan juga perhiasannya sering hilang sehingga aku mempersiapkan hanfu dengan warna natural yang tidak mudah luntur dan juga perhiasan yang sedikit agar tidak hilang di jamuan makan malam istana," ucap Bai Lu.


"Benar sekali. Hanfu baru yang aku belikan untuk Kak Chang Le kemarin juga kotor karena terkena tumpahan teh," kata Chang Ru.


Benar atau tidaknya alasan yang diberikan Bai Lu dan Chang Ru, rombongan Kasim Da Duo tidak peduli. Mereka lebih percaya dengan bukti nyata yang terpampang di depan mata.


"Nona Li Chang Le bisa memilih dan mempertimbangkan model hanfu yang diinginkan dari ke-4 kain sutra yang belum dijahit ini. Besok pagi hamba akan datang untuk mengambil kain ini dan membawanya ke tukang jahit ibukota," kata Kasim Da Duo.


"Terima kasih Kasim Da Duo. Tan Xiang akan memberikan jawaban Nona Chang Le besok pagi," ucap Tan Xiang.


"Hadiah! Hadiah!" ucap Ying Ying sambil menunjuk dua kotak kecil yang belum dibuka.


Kasim Da Duo memberi isyarat tangan sehingga kedua prajurit yang memegang kotak kecil, membukanya dengan cepat.


"Wah! Cantik!" puji Ying Ying.


Kali ini ekspresi Ying Ying bukanlah akting, melainkan terpukau dengan dua set perhiasan lengkap yang sangat cantik.


Ada perhiasan tusuk rambut, anting-anting, kalung, dan gelang di dalam setiap kotak kecil.


Bai Lu, Chang Ru, dan para pelayan Kediaman Jenderal Li Jin juga terpukau melihat perhiasan indah itu. Mereka yakin pengrajin terkenal dari istana yang bisa membuat ukiran yang cantik dan menawan di semua perhiasaan itu.


Chang Ru melangkahkan kaki mendekati kedua kotak perhiasan untuk melihat lebih dekat, lalu mengambil salah satu gelang dan memakainya di pergelangan tangan.


"Aku adik kesayangan Kak Chang Le. Kak Chang Le pasti akan meminjamkan satu set perhiasan ini untukku. Kita berdua bisa menjadi pusat perhatian di jamuan makan malam istana," ucap Chang Ru.


"Benar-benar muka tembok!" batin Ying Ying.


"Kalian berdua akan menjadi menantu Kaisar Wei. Tentu saja harus menjadi pusat perhatian malam ini!" ujar Bai Lu dengan antusias.


Ying Ying pura-pura tidak mengerti maksud perkataan Bai Lu dan Chang Ru sehingga kedua wanita tidak tahu malu itu menatap Kasim Da Duo.


Mereka berdua yakin Pangeran Wei Bu Yi tidak akan mempermasalahkan perhiasan hadiah darinya dipinjamkan untuk calon putri mahkota.


"Nyonya Bai Lu dan Nona Li Chang Ru tidak boleh memakai perhiasan hadiah dari Pangeran Wei Bu Yi," ucap Kasim Xiao Duo.


"Mengapa?" tanya Chang Ru.

__ADS_1


Chang Ru memegang erat gelang yang masih melingkar di pergelangan tangannya secara spontan karena takut akan direbut oleh Kasim Xiao Duo.


"Semua perhiasan ini mempunyai ukiran huruf Yi, dari nama Pangeran Wei Bu Yi. Perhiasan ini khusus dibuat untuk permaisuri Pangeran Wei Bu Yi. Jika Nona Li Chang Le tidak sengaja menghilangkannya, Pangeran Wei Bu Yi bisa menemukannya dengan mudah," jelas Kasim Xiao Duo.


Sekali lagi Kasim Xiao Duo memuji kehebatan Pangeran Wei Bu Yi di dalam hatinya, seolah-olah Pangeran Wei Bu Yi tahu perhiasan milik Li Chang Le akan diincar oleh Li Chang Ru.


Chang Ru bukan gadis yang bodoh sehingga mengerti maksud perkataan Kasim Xiao Duo. Dengan adanya huruf Yi di setiap perhiasan, maka bisa dipastikan tidak akan ada orang berani mencurinya karena tidak ingin mendapat hukuman berat dari Pangeran Wei Bu Yi.


Chang Ru memeriksa gelang di tangannya dengan teliti dan memang ditemukan huruf Yi, yang diukir dalam ukuran kecil.


Chang Ru melepaskan gelang dari tangannya, lalu meletakkannya ke dalam kotak dengan kasar.


"Pangeran Wei Bu Yi sangat pintar dan memiliki banyak siasat," puji Ying Ying di dalam hatinya.


"Tugas hamba sudah selesai. Pangeran Wei Bu Yi akan menunggu kedatangan Nona Li Chang Le di jamuan makan malam istana," kata Kasim Da Duo.


"Pangeran Wei Bu Yi! Istana!" ucap Ying Ying sambil menganggukkan kepala.


Rombongan Kasim Da Duo meninggalkan Kediaman Jenderal Li Jin tanpa berpamitan dengan Bai Lu.


***


"Chen Chen! A Ling! Bantu Tan Xiang bawa hadiah Pangeran Wei Bu Yi ke kamar Nona Chang Le!" perintah Bai Lu.


"Baik, nyonya muda!" jawab Chen Chen dan A Ling.


Bai Lu tahu jika semua hadiah itu dibiarkan terlalu lama di ruang depan, Chang Ru tidak akan bisa menahan amarah dan mungkin saja merusak hadiah pemberian Pangeran Wei Bu Yi.


Ying Ying mengambil kedua kotak yang berisi perhiasan. "Aku yang bawa ke kamar!" ujar Ying Ying.


"Baik, Nona Chang Le!" jawab Tan Xiang.


Ying Ying sengaja tersandung sehingga kedua kotak perhiasan itu jatuh dan perhiasan didalamnya berserakan di atas meja, tepat di hadapan Chang Ru.


"Hati-hati Nona Chang Le!" ucap Tan Xiang.


Tan Xiang menyusun satu persatu perhiasan itu di dalam kotak. Ying Ying mengambil salah satu tusuk rambut dan menunjukkannya ke Tan Xiang.


"Tan Xiang! Ini apa?" tanya Ying Ying.


"Ukiran huruf Yi, dari nama Pangeran Wei Bu Yi!" jawab Tan Xing.

__ADS_1


"Oh! Huruf Yi!" ucap Ying Ying.


Ying Ying tersenyum lebar dan menatap Chang Ru sehingga firasat buruk menghantui pikiran Chang Ru dalam waktu singkat.


"Yi!"


"Yi!"


"Yi!"


"Yi!"


"Yi!"


" Hentikan!" teriak Chang Ru sambil menutup kedua telinga dengan tangannya dan berlari menuju kamar.


Ying Ying sengaja membuat Chang Ru kesal dengan memperlihatkan satu persatu ukiran huruf Yi di dalam perhiasan.


"Ada apa dengan Chang Ru?" tanya Ying Ying sambil menatap Bai Lu dengan wajah tidak berdosa, ciri khas anak kecil umur lima tahun.


"Semua gara-gara kamu!" batin Bai Lu.


Ying Ying melihat jelas sorotan mata penuh kebencian dari Bai Lu, yang muncul dalam hitungan detik saja.


"Chang Ru pasti lelah belanja dari pagi. Kamu juga beristirahatlah. Nanti malam kita berangkat ke istana," ucap Bai Lu dengan senyuman palsu.


"Iya!" jawab Ying Ying singkat.


Ying Ying bersenandung riang menuju kamar diikuti oleh Tan Xiang, Chen Chen, dan A Ling.


"Dasar idiot! Kamu akan dipermalukan di jamuan makan malam nanti!" batin Bai Lu.


***


Selamat malam readers. Besok hari senin waktunya vote. Ditunggu ya 🥰🥰🥰


Terima kasih semua dukungan positifnya.


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE

__ADS_1


__ADS_2