
***Kediaman Pangeran Wei Bu Yi***
Wei Bu Yi menepati janjinya untuk makan malam bersama Ying Ying. Kali ini mereka berdua makan malam di ruang makan.
Kabar mengenai penyakit Wei Bu Yi akan sembuh setelah pengobatan spesial satu bulan oleh Tabib Chen menyebar semakin luas sehingga para pelayan di kediaman mengetahuinya. Mereka semua sangat gembira dengan kabar baik ini, terutama Dayang Fu.
Mereka semua yakin Wei Bu Yi bersedia diobati karena ingin melewati hidupnya dengan menjadi pria normal bersama Ying Ying. Oleh karena itu, suasana di Kediaman Pangeran Wei Bu Yi diliputi dengan kebahagiaan dan keceriaan.
Ini pertama kalinya Wei Bu Yi menyantap makanan di ruang makan. Biasanya Wei Bu Yi lebih sering makan di ruang kerja karena tidak ada orang yang menemaninya makan.
Ketika Wei Bu Yi masih menjadi putra mahkota, Wei Bu Yi sering makan bersama mendiang Ratu Xu di istana. Sekarang ada Ying Ying di sisinya sehingga Wei Bu Yi ingin bersama Ying Ying melewatkan setiap detik-detik waktu yang berharga.
Kasim Da Duo, Kasim Xiao Duo, Wan Wan, dan Tan Xiang berdiri dalam jarak yang cukup dari meja makan. Jarak yang membuat mereka berempat tidak bisa mendengar percakapan antara Wei Bu Yi dan Ying Ying, tetapi dalam jarak itu mereka bisa segera menghampiri meja makan jika dipanggil oleh Wei Bu Yi ataupun Ying Ying.
Wei Bu Yi memberitahukan Ying Ying mengenai laporan mata-mata di istana bahwa Ratu Wen memanggil Tabib Huo ke istananya setelah Tabib Chen pulang.
Saat ini mereka berdua hanya perlu menunggu Ratu Wen bertindak dalam satu bulan ini. Mulai besok Tabib Chen akan datang ke kediaman setiap hari untuk berpura-pura mengobati Wei Bu Yi.
Wei Bu Yi akan tinggal di kediamannya selama satu bulan hingga pengobatan spesial itu selesai. Tentu saja Ying Ying juga akan berada di kediaman dan tidak pergi keluar sehingga Ying Ying memikirkan hal-hal yang bisa dilakukannya untuk mengisi waktu luang.
"Bu Yi! Aku ingin belajar tata krama istana dan juga memainkan guzheng," ucap Ying Ying.
Ying Ying tahu tata krama istana lebih banyak dan ketat dibandingkan tata krama yang dipelajarinya di Kediaman Jenderal Li Jin sehingga Ying Ying ingin mempelajarinya.
"Dayang Fu bisa mengajarimu tata krama istana dan di ruang musik ada guzheng milik ibunda. Aku bisa mengajarimu memainkan guzheng."
"Bu Yi bisa memainkan guzheng juga?" tanya Ying Ying dengan sepasang mata yang berbinar-binar.
Ying Ying tidak menyangka Wei Bu Yi bisa memainkan guzheng selain seruling. Permainan seruling Wei Bu Yi sangat merdu sehingga Ying Ying yakin guzheng yang dimainkan Wei Bu Yi pasti sangat bagus suaranya.
"Iya! Ibunda mengajariku memainkan guzheng dan seruling saat aku masih kecil."
Mendengar perkataan Wei Bu Yi, Ying Ying bisa membayangkan mendiang Ratu Xu memiliki banyak talenta dan kepribadian yang baik.
"Aku akan belajar giat agar bisa seperti ibunda," ucap Ying Ying.
Ibunda yang dimaksud oleh Ying Ying adalah mendiang Ratu Xu.
Wei Bu Yi tersenyum kecil mendengar perkataan Ying Ying, lalu mendekatkan badannya dan mencium pipi Ying Ying satu kali sebelum menggenggam erat tangan kanan Ying Ying. Mereka berdua saling berpandangan satu sama lain.
"Ying Ying! Aku menyukai kamu apa adanya. Baik hati, cantik, cerdas, lincah, dan juga suka makan kudapan kecil. Semuanya aku suka. Kamu satu-satunya Wang Fei yang akan menemaniku sepanjang hidup ini!"
"Kamu juga satu-satunya pria yang ku cintai di kehidupan ini. Aku sangat beruntung bisa bertemu denganmu saat menjadi manusia."
Perkataan Ying Ying membuat hati Wei Bu Yi terasa hangat sehingga tidak bisa menahan diri untuk mencium lembut bibir Ying Ying.
Ying Ying membalas ciuman itu sehingga ciuman itu berlangsung lebih lama karena mereka berdua tidak mau menghentikan ciuman yang terasa manis dan mendebarkan hati.
Sementara Tan Xiang, Wan Wan, Kasim Da Duo, dan Kasim Xiao Duo secara refleks mengalihkan perhatian mereka. Ada yang mendongak ke atas menatap langit-langit ruang makan dan ada yang menundukkan kepala menatap ujung jari kaki mereka sendiri.
Pada akhirnya Wei Bu Yi yang menghentikan ciuman itu karena tahu batas kemesraannya dengan Ying Ying di muka umum tidak boleh terlalu berlebihan.
Wei Bu Yi berbisik di telinga Ying Ying. "Kita ke kamar sekarang!"
__ADS_1
Tanpa menunggu jawaban Ying Ying, Wei Bu Yi menggenggam tangannya dengan erat dan berjalan cepat menuju kamar tidur. Ying Ying menundukkan kepala sambil menyembunyikan rona pipinya yang sudah berubah warna seperti kepiting rebus.
***Kamar tidur Ying Ying & Wei Bu Yi***
Wei Bu Yi mendudukkan Ying Ying di atas tempat tidur. "Ying Ying, aku mandi dulu!"
"Iya!"
"Kita mandi bersama?" tanya Wei Bu Yi.
"Aku…aku sudah mandi!" jawab Ying Ying terbata-bata.
Wei Bu Yi memang sengaja menggoda Ying Ying sehingga tertawa kecil melihat kegugupan Ying Ying.
Wei Bu Yi memanggil Kasim Da Duo dan Kasim Xiao Duo untuk mempersiapkan air mandi.
***
Setelah Wei Bu Yi pergi mandi, Ying Ying turun dari tempat tidur dan membuka jendela kamar. Angin sepoi-sepoi yang dingin dan segar dari luar membuat perasaan tegang dan malu Ying Ying berkurang.
Suasana yang tenang membuat Ying Ying mulai memikirkan mengenai rencana Wei Bu Yi terhadap Ratu Wen.
Ying Ying akui rencana Wei Bu Yi sangat sempurna dan bisa memancing Ratu Wen menggunakan ekstrak kelopak teratai hitam.
Ekstrak kelopak teratai hitam itu tidak bisa meracuni Wei Bu Yi karena Wei Bu Yi sama sekali tidak mengkonsumsi bubuk mutiara sehingga tidak ada efeknya.
Ying Ying dan Wei Bu Yi sependapat bahwa Ratu Wen akan menggunakan Chang Ru yang keracunan untuk meminta Ying Ying agar bersedia memberikan Wei Bu Yi ekstrak kelopak teratai hitam secara diam-diam, sebagai perjanjian memberi obat penawar bagi Chang Ru.
Selama ini Ratu Wen menganggap Li Chang Le alias Ying Ying hanyalah gadis muda yang lemah sehingga mudah dibohongi. Bagaimanapun juga Chang Ru adalah adik kandung Chang Le sehingga Chang Le pasti bersedia menolong Chang Ru.
Hanya saja Ying Ying memiliki firasat yang lain. Ying Ying merasa Ratu Wen memiliki rencana lain terhadap Wei Bu Yi disebabkan kesembuhan Wei Bu Yi akan menjadi ancaman besar bagi posisi Wei Wu Xian sebagai putra mahkota.
Oleh karena itu, Ratu Wen akan memastikan Wei Bu Yi mati sehingga Ratu Wen memiliki rencana cadangan. Sampai saat ini, Ying Ying masih belum bisa menebak apa rencana cadangan Ratu Wen sehingga di dalam hatinya muncul perasaan khawatir.
Ying Ying termenung dalam waktu lama sehingga tidak menyadari Wei Bu Yi sudah selesai mandi dan berdiri di belakangnya.
"Wang Fei ku sedang memikirkan apa?" tanya Wei Bu Yi sambil memeluk Ying Ying dari belakang.
Ying Ying tersenyum dan menyandarkan punggungnya ke dada Wei Bu Yi, lalu menunjuk bulan purnama di atas langit.
"Bulannya sangat cantik! Bundar dan bersinar!" ucap Ying Ying.
Perkataan Ying Ying membuat Wei Bu Yi mengingat laporan Kasim Da Duo mengenai Li Chang Le melompat ke kolam untuk menyelamatkan rubah putih kecil. Rubah putih kecil yang merupakan wujud Ying Ying sebelum menjadi manusia.
"Ying Ying! Dewi rubah memberimu kesempatan hidup kedua kali pada saat bulan purnama di Festival Kue bulan. Aku akan menemanimu melewati setiap bulan purnama berikutnya. Kamu akan panjang umur dan kita akan menua bersama!" ucap Wei Bu Yi sambil mempererat pelukannya.
Ying Ying menjawab dengan anggukkan kepala yang kuat. Sepasang matanya berkaca-kaca menahan air mata.
"Aku sangat bahagia, tetapi kebahagiaan Kak Chang Le hanya dalam waktu singkat," batin Ying Ying.
Ying Ying mengangkat pergelangan tangan kanan dan menyentuh gelang bandul lonceng. Wei Bu Yi tahu Ying Ying sedang memikirkan roh Li Chang Le.
"Apakah roh Li Chang Le tinggal di Kediaman Jenderal Li Jin?"
__ADS_1
"Iya! Kak Chang Le ingin bersama Kak Feng Xi."
"Kak Feng Xi? Pria yang memainkan lagu seruling untukmu di malam hari?"
Aura dingin yang tiba-tiba terasa dari belakang membuat Ying Ying membalikkan tubuh sehingga berhadapan dengan Wei Bu Yi.
Wajah Ying Ying merona merah karena Wei Bu Yi tidak mengancingkan baju sehingga dada atletis Wei Bu Yi terlihat nyata disertai beberapa goresan kuku hasil karya Ying Ying semalam.
Ying Ying berusaha menenangkan detak jantungnya yang berdegup sangat kencang.
"Bu Yi! Kamu mencium aroma sesuatu?"
"Aroma apa?"
"Aroma dari satu gentong cuka yang tumpah!" jawab Ying Ying sambil tertawa kecil.
Wei Bu Yi mencubit gemas hidung mancung Ying Ying karena mengerti maksud perkataan Ying Ying.
"Aku memang cemburu pada Feng Xi!"
Ying Ying merangkul leher Wei Bu Yi. "Lagu dari seruling Kak Feng Xi untuk Kak Chang Le, bukan untukku. Ying Ying milik Bu Yi seorang saja!"
Rasa cemburu di hati Wei Bu Yi hilang seketika. Wei Bu Yi mengangkat tubuh Ying Ying sehingga kaki Ying Ying menggantung di pinggul Wei Bu Yi secara refleks.
Mereka berdua saling berciuman dengan agresif. Dalam waktu singkat Wei Bu Yi dan Ying Ying sudah berada di atas tempat tidur.
Wei Bu Yi menghentikan ciuman agresif itu dan menatap wajah Ying Ying dengan intens. Tatapan yang membara dan penuh dengan hasr*t membuat detak jantung Ying Ying semakin kencang.
Ying Ying mengalihkan perhatiannya dan tanpa sengaja menatap jejak gigitannya di bahu Wei Bu Yi. Jejak gigitan itu lebih jelas dibandingkan goresan cakaran di dada Wei Bu Yi.
Tangan Ying Ying menyentuh jejak gigitannya. "Kamu belum mengolesi obat?"
"Tidak perlu karena akan ada luka yang baru lagi," jawab Wei Bu Yi.
Ying Ying tidak bisa memikirkan arti perkataan Wei Bu Yi mengenai luka baru yang dimaksud dikarenakan aliran sengatan listrik di tubuhnya membuat Ying Ying tidak bisa berpikir jernih lagi.
Petualangan fantasi bagaikan menaiki roller coaster yang paling unik dan ekstrem di dunia.
Pada akhirnya Ying Ying mengerti arti perkataan Wei Bu Yi sebelum dirinya terkulai lemas dalam pelukan Wei Bu Yi lagi. Satu gigitan baru hasil karya Ying Ying menghias di pundak Wei Bu Yi disertai jejak cakaran baru di dada dan juga punggung Wei Bu Yi.
Walaupun begitu, Wei Bu Yi tidak merasa sakit sama sekali melainkan tersenyum puas sambil memeluk tubuh Ying Ying. Mereka berdua menuju alam mimpi yang indah.
***
Selamat malam readers. Bab ini up pukul 22.30 wita. Semoga lancar.
Jreng jreng jreng! Author sudah penuhi permintaan readers untuk part petualangan fantasi lagi 🥰
Hari ini full sweet dan unyu ala Bu Yi-Ying Ying.
Besok sudah mulai masuk konflik lagi ya dan pastinya semakin seru.
TERIMA KASIH VOTE DAN SEMUA DUKUNGANNYA.
__ADS_1
LOVE SEKEBON
AUTHOR : LYTIE