
***Kamar untuk tamu spesial restoran di Luoyang***
Saat ini Wei Wu Xian bersyukur ketiga kamar untuk tamu spesial di lantai dua sudah dipesan olehnya sehingga tidak ada orang lain yang mengetahui kejadian memalukan antara dirinya dan Chang Ru.
Selain itu kebakaran kecil yang tidak sengaja di kamar sebelah membuatnya sadar akan jebakan Chang Ru.
Wei Wu Xian yakin Chang Ru sudah merencanakan sejak awal untuk menjebaknya sehingga berusaha mengajaknya keluar dari istana.
Wei Wu Xian menatap ketiga pengawal pribadi yang masih berlutut di hadapannya. Ketiga pengawal ini dan dua pengawal lainnya yang mencari Tabib Huo, merupakan pengawal kepercayaan Wei Wu Xian.
Sejak Wei Wu Xian dinobatkan sebagai putra mahkota tujuh tahun yang lalu, kelima pengawal ini selalu setia dan melindunginya dengan baik.
Wei Wu Xian memaklumi tindakan mereka menerobos masuk karena khawatir dengan keselamatannya.
"Kalian berdirilah! Kesalahan seperti ini tidak boleh terulang lagi!" ujar Wei Wu Xian.
"Terima kasih Putra mahkota!"
Wei Wu Xian duduk di samping Ying Ying dan menunggu kedatangan Tabib Huo. Wei Wu Xian tidak memberikan satu tatapan pun ke Chang Ru, yang duduk tepat di hadapannya.
Suasana kamar menjadi sepi dan sunyi. Semua orang yang berada di dalam kamar itu terhanyut dengan pemikiran masing-masing.
Tan Xiang dan A Ling tidak berani bersuara untuk membangunkan Chang Le alias Ying Ying, yang masih pura-pura tidur.
Sementara Chang Ru pun menundukkan kepala sambil berpikir keras mengapa sikap Wei Wu Xian tiba-tiba menjadi dingin dan mencurigainya.
Beberapa waktu kemudian, kedua pengawal membawa Tabib Huo datang.
"Hamba memberi hormat ke Putra mahkota!"
"Tabib Huo! Cepat periksa keadaan Chang Le dan semua benda yang berada di ruangan ini apakah beracun atau tidak!" perintah Wei Wu Xian.
Sebenarnya Tabib Huo sudah mengetahui apa yang telah terjadi di dalam ruangan inu dari mulut kedua pengawal yang menjemputnya.
Tabib Huo pun memeriksa keadaan Ying Ying, makanan dan minuman serta saputangan Chang Ru yang tertinggal di atas meja dengan teliti.
Chang Ru memang sengaja tidak menyimpan saputangan itu karena sangat yakin Tabib Huo tidak akan menemukan apapun di sana.
***
"Bagaimana hasilnya?" tanya Wei Wu Xian dengan tidak sabar.
Jika Tabib Huo berhasil menemukan bukti Chang Ru menggunakan obat khusus untuk menjebaknya melakukan hubungan suami istri, maka Wei Wu Xian bisa menggunakan bukti itu untuk membatalkan pertunangan.
Wei Wu Xian sangat yakin Chang Ru sudah tidak suci lagi sehingga berusaha menjebaknya agar tidak perlu melalui tahap pemeriksaan alas tempat tidur saat mereka menikah.
"Hamba tidak menemukan racun apa pun di kamar ini, sedangkan Nona Chang Le mabuk sehingga tertidur!"
Jawaban Tabib Huo membuat senyum kecil mengembang di sudut bibir Chang Ru. Sementara wajah Wei Wu Xian semakin merah menahan amarah.
__ADS_1
"Tabib Huo bisa membangunkan Chang Le?"
Wei Wu Xian ingin mencari tahu apakah jebakan hari ini diketahui oleh Chang Le, atau memang Chang Ru sendiri saja sebagai dalang.
"Hamba memiliki 'Xiang Nang' yang bisa menyadarkan Nona Chang Le!"
#Xiang Nang atau sachet beraroma adalah parfum solid yang telah digunakan orang cina selama ribuan tahun. Pada awalnya mereka digunakan untuk mengusir serangga dan menangkal kejahatan.
Tabib Huo segera membuka kotak obat miliknya setelah Wei Wu Xian menganggukkan kepala. Sebuah 'xiang nang' berwarna putih dan berisi tumbuhan herbal racikan Tabib Huo didekatkan ke indra penciuman Ying Ying.
Ying Ying pura-pura terbangun sambil memegang kepala dengan tangan kanan.
"Kepalaku pusing sekali!"
Ying Ying mengedarkan pandangan ke sekeliling, lalu menunjuk Tabib Huo serta kelima pengawal.
"Kapan Tabib Huo dan kalian masuk ke ruangan ini? Kenapa aku tidak ingat!"
"Nona Chang Le mabuk dan tertidur! Hamba menggunakan 'xiang nang' untuk membangunkan nona!" jawab Tabib Huo dengan ramah.
Ying Ying berdiri dari kursi,.tetapi tubuhnya sempoyongan sehingga Tan Xiang memapahnya dengan sigap.
"Terima kasih Tabib Huo! Ayo kita pulang, Tan Xiang! Kepalaku masih pusing!"
Sejak Ying Ying siuman, Wei Wu Xian mengamati semua gerak geriknya dengan saksama. Saat ini Wei Wu Xian yakin Chang Le tidak tahu apa-apa dan bukanlah komplotan Chang Ru.
"Wajah putra mahkota sangat mengerikan! Adik Chang Ru bertengkar dengan putra mahkota?"
"Tentu saja tidak! Hubungan kami berdua sangat dekat dan erat!" jawab Chang Ru dengan sombong.
Walaupun Chang Ru tahu Wei Wu Xian marah dan masih mencurigainya, tetapi tidak ada bukti sehingga posisi putri mahkota tetap menjadi miliknya.
Chang Ru yakin dirinya bisa menggoda Wei Wu Xian untuk berhubungan mesra lagi setelah menikah. Chang Ru tidak tahu rahasia kotor yang disimpannya sudah ketahuan oleh Wei Wu Xian.
Ying Ying menggelengkan kepala melihat kebodohan Chang Ru. Ying Ying yakin Chang Ru akan menderita setelah menikah dengan Wei Wu Xian. Selain itu, Ratu Wen pasti akan membantu Wei Wu Xian membalas Chang Ru.
Ying Ying penasaran apa yang akan dilakukan oleh Ratu Wen setelah mendengarkan laporan dari Wei Wu Xian dan Tabib Huo.
***Istana Ratu Wen***
Dugaan Ying Ying sangat tepat. Rombongan Wei Wu Xian menemui Ratu Wen setelah meninggalkan restoran.
Tabib Huo melaporkan semua hasil pemeriksaan sebelum berpamitan pulang. Sekarang di dalam kamar hanya ada Ratu Wen, Wei Wu Xian, dan Kasim Ma.
Wei Wu Xian tidak merasa malu untuk menceritakan semua yang dilakukannya bersama Chang Ru dan juga jejak gigitan cinta di tubuh Chang Ru.
Hanya Ratu Wen satu-satunya orang yang bisa membantu Wei Wu Xian menyingkirkan semua masalah maupun musuh yang menghadang.
__ADS_1
Wei Wu Xian tidak mungkin menceritakan hal memalukan itu ke Kaisar Wei, yang malahan akan mendapatkan hukuman berat karena merusak reputasinya sebagai putra mahkota Kerajaan Wei.
"Chang Ru ja*ang! Berani sekali menjebakmu!" ujar Ratu Wen dengan gusar.
Selama puluhan tahun tinggal di istana, Ratu Wen mengetahui semua siasat yang bisa dilakukan oleh wanita untuk mendapatkan tujuannya.
Ratu Wen yakin Wei Wu Xian tidak mungkin kehilangan kendali atas gejolak darah muda dan melakukan hubungan mesra dengan Chang Ru. Apalagi Chang Le juga berada di dalam ruangan yang sama.
Kasim Ma yang mendengar dengan saksama pembicaraan antara Wei Wu Xian dan Ratu Wen mengernyitkan kening karena teringat akan sesuatu.
"Ratu Wen! Ketika hamba mengantarkan undangan ke Kediaman Jenderal Li Jin, Nona Chang Ru bersikap aneh dan memakai hanfu jenis kerah berdiri. Padahal masih belum musim dingin."
"Tadi Chang Ru juga memakai hanfu jenis kerah berdiri, sedangkan hanfu Chang Le jenis kerah silang." ujar Ratu Wen.
Ratu Wen menduga Chang Ru berselingkuh dengan pria lain di beberapa hari belakangan ini dan pastinya perselingkuhan itu terjadi di dalam Kediaman Jenderal Li Jin.
"Kasim Ma! Selidiki apakah ada orang asing atau kejadian aneh di Kediaman Jenderal Li Jin belakangan ini!"
"Baik, Ratu Wen!" jawab Kasim Ma, lalu berjalan keluar dari ruangan.
Mata-mata Ratu Wen masih mengawasi secara diam-diam Kediaman Jenderal Li Jin sehingga tidak sulit bagi Kasim Ma untuk mendapatkan informasi yang diinginkan.
***
"Ibunda! Aku mau membatalkan pertunangan dengan Chang Ru! Chang Le bisa menggantikan Chang Ru!"
Wei Wu Xian merasa Chang Ru sangat menjijikan dan dirinya tidak akan sudi menyentuh Chang Ru lagi, sedangkan Chang Le sudah sembuh dan terbukti kesuciannya oleh pemeriksaan dari Dayang Fu.
Oleh karena itu, Wei Wu Xian mengemukakan keinginannya untuk memperistri Chang Le.
"Wu Xian! Besok rombongan Jenderal Li Jin akan tiba. Kaisar Wei tidak mungkin menyetujui pembatalan pertunangan ini!
Lagipula Chang Le sudah menjadi tunangan Wei Bu Yi!"
"Tetapi Wei Bu Yi impot*n! Kasihan Chang Le menjadi permaisurinya!"
Sebagai ibu kandung Wei Wu Xian, Ratu Wen sangat mengenal sikap putra semata wayangnya ini. Ratu Wen tahu Wei Wu Xian mendambakan Li Chang Le sebagai wanita miliknya.
"Mengenai Chang Le, ibu akan membantumu jika memang kamu menginginkannya. Tetapi hal utama yang harus aku lakukan adalah memberi pelajaran ke Chang Ru!" ujar Ratu Wen dengan yakin.
Ratu Wen sudah mendapatkan rencana bagus untuk membuat Chang Ru sengsara. Sementara Chang Le pasti membutuhkan obat penawar racun dari racun gelang phoenix sehingga Ratu Wen bisa mengendalikan Chang Le untuk menghadapi Wei Bu Yi dan juga menjadikannya wanita milik Wei Wu Xian.
"Terima kasih ibunda!" jawab Wei Wu Xian sambil tersenyum semringah.
***
Selamat malam readers. Bab ini sudah panjang seperti biasa 😁.Maaf perkiraan author meleset karena kehaluan bertambah. Kemunculan babang Bu Yi dipending sampai besok ya 🥰
TERIMA KASIH
__ADS_1
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE