REVENGE OF FOX CONSORT

REVENGE OF FOX CONSORT
BAB 37. Siluman ular


__ADS_3

Kasim Da Duo dan Kasim Xiao Duo melihat ke arah Ying Ying secara spontan saat mendengar perkataan gadis muda itu.


Kasim Da Duo segera mengeluarkan satu botol pil dan memberikannya ke Wei Bu Yi.


Wei Bu Yi melepaskan pegangan tangan Ying Ying untuk menerima botol pil tersebut.


"Pangeran Wei Bu Yi, ini pil penurun panas yang terbaik dari Tabib Chen!" ucap Kasim Da Duo.


Kemarin sewaktu pulang dari tempat Tabib Chen, Kasim Da Duo ditugaskan mengantar Tan Xiang ke Kediaman Jenderal Li Jin untuk mengambil guci abu dan juga perlengkapan sembahyang sehingga pil obat hasil racikan Tabib Chen belum sempat diberikan ke Wei Bu Yi.


Tentu saja kepulangan Tan Xiang mendapatkan pertanyaan yang bertubi-tubi dari Bai Lu. Bai Lu berusaha menahan kekesalannya saat mengetahui penyakit Li Chang Le sudah sembuh.


Walaupun kesembuhan Li Chang Le merupakan kabar buruk bagi Bai Lu, tetapi Bai Lu bersyukur bahwa Li Chang Le sembuh setelah Chang Ru berhasil menjadi tunangan Wei Wu Xian.


Bai Lu hanya memberi pesan ke Tan Xiang untuk menyampaikan ke Li Chang Le bahwa rombongan Jenderal Li Jin mempercepat kepulangan mereka dan akan tiba di ibukota dalam tiga hari yang akan datang.


***


"Bu Yi demam?" tanya Ying Ying sambil meletakkan telapak tangan di atas kening Wei Bu Yi.


Ying Ying mengira Kasim Da Duo memberikan pil obat penurun panas karena Wei Bu Yi sakit.


"Aku tidak sakit. Pil obat ini untukmu!"


Wei Bu Yi menurunkan tangan Ying Ying dari keningnya dan meletakkan botol pil obat ke dalam genggaman tangan Ying Ying.


"Untukku?"


"Iya! Makanlah saat kamu demam tinggi," jawab Wei Bu Yi.


"Baiklah."


Dari percakapan antara Wei Bu Yi dan Ying Ying, kedua kasim itu tahu dugaan mereka salah. Semula mereka berdua mengira Ying Ying berbicara tidak masuk akal karena penyakit lama nya kambuh lagi.


"Gua ini rumah Wang Fei?" tanya Kasim Xiao Duo dengan hati-hati.


Wajah Ying Ying bersemu merah saat mendengar dirinya dipanggil Wang Fei, tetapi pertanyaan Kasim Xiao Duo membuat Ying Ying sadar bahwa dirinya salah bicara tadi.


"Maksuku gua ini rumah Ying Ying. Rumah Ying Ying adalah rumahku juga!"


Kasim Da Duo dan Kasim Xiao Duo menarik napas lega bersamaan setelah mendengar penjelasan Ying Ying.


"Aku akan mencoba membuka sihir penghalang!" ujar Wei Bu Yi.


Wei Bu Yi memusatkan semua tenaga dalam ke telapak tangan kanan, lalu mengarahkannya ke gua.


Bunyi suara ledakan kecil terdengar dengan jelas. Tenaga dalam Wei Bu Yi sangat kuat sehingga berhasil membuat lubang kecil. Lubang kecil itu secara perlahan membesar.


"Berhasil! Kita bisa masuk ke dalam gua setelah sihir penghalang hancur!" seru Kasim Da Duo.


Bersamaan dengan itu, gelang bandul lonceng di pergelangan tangan Ying Ying mengeluarkan cahaya putih secara tiba-tiba. Akan tetapi, cahaya putih itu hanya terlihat oleh Ying Ying dan Wei Bu Yi saja. Sedangkan Kasim Da Duo dan Kasim Xiao Duo fokus menatap gua untuk menunggu sihir penghalang hancur.


Bersinarnya gelang bandul lonceng secara tiba-tiba membuat Ying Ying berfirasat baik. Ying Ying yakin kelereng miliknya sedang mengisyaratkan sesuatu.


"Bu Yi! Ayo kita masuk ke dalam gua!" Ying Ying menarik tangan Wei Bu Yi dan menerobos ke dalam gua.

__ADS_1


"Pangeran Wei Bu Yi! Wang Fei!"


Kasim Da Duo dan Kasim Xiao Duo berteriak bersamaan untuk mencegah sepasang sejoli itu, tetapi mereka berdua terkejut dengan keajaiban yang terjadi saat ini.


Ternyata Ying Ying dan Wei Bu Yi berhasil menerobos sihir penghalang yang belum rusak sepenuhnya.


Wei Bu Yi menatap gelang bandul lonceng dan cahaya putih itu sudah menghilang.


"Kalian menyusul saat sihir penghalangnya hancur!"


"Baik Pangeran Wei Bu Yi!"


***


Wei Bu Yi memutuskan menjelajahi gua bersama Ying Ying terlebih dahulu, tetapi keadaan di dalam gua sangat gelap dan pengap.


Wei Bu Yi mengeluarkan sebutir mutiara malam sehingga mereka berdua bisa melihat jalan yang dilalui di dalam gua.


"Ini mutiara apa?" tanya Ying Ying penasaran.


Ying Ying tahu mutiara adalah salah satu jenis bahkan yang digunakan untuk membuat perhiasan. Kelereng transparan miliknya yang berada di dalam gelang bandul lonceng pun sudah berubah warna seperti warna mutiara asli.


"Ini namanya mutiara malam, bisa memancarkan cahaya di dalam kegelapan," jawab Wei Bu Yi.


Cahaya terang dari mutiara malam membuat Ying Ying bisa menunjukkan arah jalan yang tepat menuju tempat meditasi ke Wei Bu Yi.


Dalam waktu singkat, mereka berdua pun tiba di ruangan yang lebih luas.


"Bu Yi! Aku harus duduk meditasi di sana!" ucap Ying Ying sambil menunjuk batu berukuran besar dan pipih, yang digunakan olehnya selama 98 tahun bermeditasi.


Wei Bu Yi menganggukkan kepala, tetapi sepasang mata tajamnya mengawasi sekeliling dengan penuh waspada.


"Hati-hati!" teriak Wei Bu Yi.


Tangan kiri Wei Bu Yi memeluk pinggang Ying Ying dengan erat dan melompat jauh menghindari serangan yang muncul secara tiba-tiba.


Brak!


Suara hantaman yang keras menerpa batu besar tempat meditasi, tetapi anehnya batu besar itu tidak pecah.


Saat Wei Bu Yi dan Ying Ying mendarat, mereka bisa melihat jelas monster apa yang baru saja menyerang mereka.


Seekor ular hitam raksasa menatap mereka dengan sepasang mata merah yang menyala. Bahkan aura disekeliling tubuh ular raksasa itu berwarna hitam.


"Siluman ular!" seru Ying Ying dan Wei Bu Yi bersamaan.


"Ini bukan siluman ular biasa, tetapi siluman ular yang sudah memakan banyak korban dan berlatih ilmu sesat," jelas Wei Bu Yi ke Ying Ying


Wei Bu Yi melindungi Ying Ying di belakang punggung, lalu menghunuskan pedang dan mengarahkannya ke depan.


"HA HA HA HA! Aku sudah menunggu kedatanganmu!" ujar ular hitam raksasa.


"Kamu menungguku?" tanya Ying Ying.


Ying Ying melangkah keluar dari balik punggung Wei Bu Yi dan menatap tajam ular hitam raksasa.

__ADS_1


"HA HA HA HA! Rubah putih cantik sudah menjelma menjadi gadis muda yang cantik. Aku yakin kelereng milikmu pasti sudah sempurna!"


Wei Bu Yi tetap bersikap tenang saat mendengarkan perkataan ular hitam raksasa yang ditujukan terhadap Ying Ying, seolah-olah Wei Bu Yi sudah mengetahuinya sejak awal.


Wei Bu Yi mengingat jelas pertemuan pertama mereka berdua, Li Chang Le mengaku bernama Ying Ying sebelum mengubahnya menjadi Li Chang Le. Kemudian di kereta kuda tadi, Li Chang Le ingin dipanggil dengan nama Ying Ying.


Sepasang mata merah dan licik ular hitam raksasa menatap gelang bandul lonceng di pergelangan tangan Ying Ying.


"BAGUS! Kelereng ajaibmu akan menambah kekuatanku berlipat ganda!"


Ular hitam menyerang Ying Ying dengan agresif. Wei Bu Yi menangkis dengan pedang miliknya dan berhasil melukai tubuh ular hitam raksasa.


"ARGH! SIALAN! Kamu berani melukai tubuhku!" geram ular hitam raksasa.


Wei Bu Yi membawa Ying Ying terbang dengan ilmu meringankan tubuh dan mendarat di atas batu besar dan pipih.


Ular hitam raksasa mengejar mereka dan menggerakkan ekornya untuk menghantam tubuh Wei Bu Yi dan Ying Ying.


BRAK!


"ARGH! SAKIT!"


Ular hitam raksasa berteriak kesakitan dan menggeliat di atas tanah. Beberapa tulang belakangnya retak.


"Ular hitam bodoh!" ejek Ying Ying sambil tertawa kecil.


"Nakal!" ucap Wei Bu Yi sambil mencubit gemas hidung mancung Ying Ying.


Ular hitam raksasa terluka dikarenakan ekornya menabrak dinding pembatas transparan yang muncul secara tiba-tiba, tepatnya dinding pembatas itu menyelamatkan Wei Bu Yi dan Ying Ying.


Ketika batu besar tempat meditasi tidak hancur oleh serangan ular hitam raksasa pertama kali, Wei Bu Yi berfirasat batu besar itu bukanlah batu biasa.


Untuk membuktikan pemikirannya, Wei Bu Yi membawa Ying Ying terbang ke sana dan mereka berdua berdiri tepat di atas batu besar pipih tersebut.


"Ying Ying! Kamu konsentrasi bermeditasi di sini! Aku akan menahannya!"


Wei Bu Yi meninggalkan Ying Ying dan bertarung dengan ular hitam raksasa.


"Bu Yi!"


Ying Ying ingin menyusul Wei Bu Yi, tetapi pikirannya teringat akan tujuan utamanya ke gua.


"Benar kata Bu Yi! Aku harus meditasi untuk mendapatkan kekuatan sihirku. Jika tidak ada kekuatan sihir, aku tidak bisa membantu Bu Yi melawan ular busuk itu!" batin Ying Ying.


Ying Ying duduk bersila di atas batu besar. Sepasang matanua terpejam rapat. Dalam waktu singkat, pikiran Ying Ying tenang dan tidak terdengar suara pertarungan antara Wei Bu Yi dengan ular hitam raksasa.


***


Selamat malam readers. Hore, dari judul bab aja semua readers pasti sudah tahu monster busuk apa yang ada di dalam gua😁.


Jangan lupa baca kelanjutan cerita besok ya. Ada kejutan lagi 🥰


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG

__ADS_1


AUTHOR : LYTIE



__ADS_2