REVENGE OF FOX CONSORT

REVENGE OF FOX CONSORT
BAB 103. Pil penawar


__ADS_3

Hari berganti hari dengan cepat. Ketenangan dan kenyamanan dialami semua rakyat Kerajaan Wei Utara sejak Wei Bu Yi dan Jenderal Li Jin menang dari peperangan melawan Kerajaan Wu Barat.


Tabib Chen rutin datang mengobati penyakit impo*en Wei Bu Yi. Padahal tujuan utama Tabib Chen adalah mengobati Kasim Ma.


Setiap hari Wei Bu Yi menemani Ying Ying jalan-jalan di ibukota dan mengunjungi tempat-tempat yang menjual kudapan kecil lezat. Terkadang Wei Bu Yi membawa Ying Ying mengunjungi Kediaman Jenderal Li Jin.


Rencana untuk bepergian ke kota lain akan dilaksanakan oleh Ying Ying dan Wei Bu Yi setelah semua kejahatan Ratu Wen terbongkar.


Sementara laporan dari mata-mata Wei Bu Yi di Istana Timur menyatakan penyakit Chang Ru semakin parah. Bahkan pil pereda nyeri dari Tabib Huo tidak mampu menekan rasa sakit di tubuh Chang Ru lagi.


Tabib Chen sudah dikirim oleh Kaisar Wei untuk mengobati penyakit Chang Ru. Tabib Chen tahu rencana Wei Bu Yi sehingga berpura-pura tidak bisa menyembuhkan Chang Ru.


Jika Ratu Wen memberikan obat penawar ke Chang Ru segera, kemungkinan besar nyawa Chang Ru masih bisa diselamatkan.


Chang Ru hanya bisa terbaring lemah diatas tempat tidur. Setiap hari A Ling dan A Mei bergantian menyuapi Chang Ru dengan bubur putih polos. Bahkan setiap kali Chang Ru minum air putih harus disuapi dengan sendok oleh pelayan pribadinya.


Selain itu sepanjang hari Chang Ru merintih kesakitan dan tangisan pilu yang menyayat hati.


Suasana hati Wei Wu Xian yang buruk setiap hari bertambah parah karena mendengar rintihan kesakitan Chang Ru. Keadaan Chang Ru membuat suasana Istana Timur yang tenang berubah menjadi seperti berada di tempat kuburan.


Wei Wu Xian memutuskan memindahkan Chang Ru ke kamar yang berada di halaman paling belakang agar suara tangisan Chang Ru tidak mengganggu ketenangan semua orang yang tinggal di Istana Timur.


Chang Ru sangat ketakutan bahwa dirinya akan mati dalam waktu dekat. Pikirannya teringat akan obat langka dari Ratu Wen yang bisa menyembuhkan penyakitnya, tetapi membutuhkan Chang Le alias Ying Ying melakukan semua permintaan Ratu Wen.


Chang Ru memerintahkan A Ling untuk menemui Ying Ying dan memberitahukan tentang penyakitnya yang semakin parah. Chang Ru ingin Ying Ying menemui Ratu Wen untuk meminta obat langka tersebut.


***Istana Ratu Wen***


Ratu Wen menyambut kedatangan Ying Ying dengan wajah semringah. Ying Ying berfirasat Ratu Wen akan memberikan ekstrak kelopak teratai hitam untuknya hari ini.


Pengobatan Tabib Chen terhadap penyakit impo*en Wei Bu Yi tersisa beberapa hari lagi. Jika lewat dari masa pengobatan satu bulan itu, maka ekstrak kelopak teratai hitam tidak bisa menjadi racun yang mematikan karena tidak tercampur dengan bubuk mutiara.


Ying Ying mengutarakan maksud kedatangannya tanpa basa basi ke Ratu Wen.


"Ibunda! Penyakit Chang Ru semakin parah. Tabib Chen juga tidak bisa mengobatinya. Kata Chang Ru, ibunda memiliki obat langka untuk menyembuhkannya."


"Tunggu sebentar!" jawab Ratu Wen.


Ratu Wen berdiri dari tempat duduknya untuk mengambil obat langka yang dimaksud. Padahal itu adalah obat penawar untuk racun di dalam tubuh Chang Ru.


Beberapa saat kemudian, Ratu Wen memberikan satu kotak kecil ke Ying Ying.

__ADS_1


Ying Ying membuka kotak tersebut. Di dalam kotak ada satu butir pil kecil berwarna coklat.


"Kenapa Ratu Wen memberikan pil penawar asli dan bukannya ekstrak kelopak teratai hitam?" batin Ying Ying.


Kekuatan sihir ramuan yang dimiliki Ying Ying membuatnya mengetahui pil kecil berwarna coklat itu merupakan obat penawar asli.


Jika Chang Ru hanya memakai satu gelang emas phoenix, maka pil ini bisa menyembuhkan racunnya dengan cepat. Akan tetapi, ketamakan Chang Ru membuatnya memakai kedua gelang emas phoenix pemberian Ratu Wen.


"Apakah Ratu Wen sengaja tidak memberikan pil penawar yang satunya lagi agar aku bisa dikendalikan untuk meracuni Bu Yi dengan ekstrak kelopak teratai hitam?" duga Ying Ying di dalam hatinya.


Pengkhianatan yang dilakukan oleh Kasim Ma serta pembalasan dendam dari Ratu Wen terhadap Kasim Ma dan Putri Tang Yan membuat Ying Ying yakin sikap Ratu Wen sudah berubah menjadi lebih kejam dan penuh perhitungan. Ratu Wen tidak mau mengulangi kesalahannya lagi dengan bertindak gegabah.


"Terima kasih ibunda! Aku akan mengantarnya ke Chang Ru sekarang!"


"Pergilah! Aku senang kamu dan Chang Ru sangat akur. Kalian berdua menantuku yang baik," ucap Ratu Wen dengan senyuman lebar.


Ying Ying pun membalas dengan senyuman polos yang selama ini menjadi topeng di wajahnya saat menghadapi Ratu Wen.


***


Keesokan harinya, mata-mata Wei Bu Yi di Istana Timur mengabarkan kesehatan Chang Ru semakin membaik. Chang Ru sudah bisa makan dan minum sendiri tanpa bantuan A Ling dan A Mei.


Walaupun begitu, Ying Ying tahu kesehatan Chang Ru akan memburuk lagi dalam waktu dekat. Dugaan Ying Ying sangat tepat. Dua hari kemudian, penyakit Chang Ru mulai kambuh dengan gejala awal yang pernah dirasakan oleh Chang Ru.


Ying Ying tetap bersikap tenang menanggapi semua ucapan kotor dari Chang Ru, sedangkan Tan Xiang yang menemani Ying Ying ke Istana Timur tidak bisa menahan diri untuk membantah perkataan Chang Ru.


"Putri mahkota bisa menanyakannya secara langsung ke Ratu Wen apakah benar obat langka itu ditukar oleh Wang Fei!" sela Tan Xiang.


"Tan Xiang! Kamu hanya pelayan hina! Berani sekali menyela perkataanku! Aku bisa mengambil nyawamu dengan mudah!" ancam Chang Ru.


"Tan Xiang adalah pelayan pribadiku. Aku yang berhak menghukumnya, bukan putri mahkota! Lagipula usul Tan Xiang sangat bagus. Aku bersedia pergi menemui Ratu Wen bersama putri mahkota."


"Ibunda pasti akan menghukummu karena berniat jahat terhadapku!"


Kondisi Chang Ru saat ini hanya mengalami gejala awal dari penyakitnya yaitu rasa sakit di ulu hati. Oleh karena itu, Chang Ru bisa berangkat ke Istana Ratu Wen.


Chang Ru berangkat dengan kereta kuda Istana Timur, sedangkan Ying Ying menggunakan kereta kuda dari Kediaman Pangeran Wei Bu Yi.


Ratu Wen menolak bertemu Chang Ru dan Ying Ying, dengan alasan sibuk bersama Selir Ming Lan mengurus persiapan ulang tahun Kaisar Wei. Ying Ying pun mengabaikan Chang Ru dan pulang ke Kediaman.


Sementara Chang Ru pulang ke Istana Timur dengan perasaan kesal dan kecewa yang bercampur aduk dikarenakan tidak berhasil melihat Ying Ying dihukum oleh Ratu Wen.

__ADS_1


Chang Ru memerintahkan A Ling memanggil Tabib Huo datang ke Istana Timur untuk mengobati penyakitnya. Niat semula Chang Ru untuk pindah kembali ke kamar semula tidak terwujud.


***


Hari hari selanjutnya kesehatan Chang Ru mulai menurun dan rasa sakit di tubuhnya lebih parah dibandingkan sebelumnya, sedangkan Ying Ying sabar menunggu panggilan dari Ratu Wen.


Pada saat tepat satu bulan pengobatan spesial dari Tabib Chen selesai dan menyatakan penyakit impo*en Wei Bu Yi sembuh, selama masa itu Ratu Wen tidak pernah memanggil Ying Ying untuk menemuinya lagi.


Ratu Wen tidak melakukan apa pun menandakan jebakan Wei Bu Yi gagal. Wei Bu Yi dan Ying Ying yakin Ratu Wen tidak mungkin tahu mengenai rencana sempurna Wei Bu Yi untuk memancing Ratu Wen mengeluarkan ekstrak kelopak teratai hitam.


Mereka berdua berpikir keras mengenai semua kemungkinan yang akan terjadi di masa yang akan datang.


"Bu Yi! Apakah Ratu Wen semakin dekat dengan Selir Ming Lan belakangan ini?" tanya Ying Ying secara tiba-tiba.


"Iya! Selir Ming Lan dan Ratu Wen sibuk mempersiapkan perayaan ulang tahun ayahanda dengan meriah. Banyak penari dan pemain musik terkenal dari tiap kota berkumpul mempertunjukkan keahlian mereka agar terpilih untuk mengikuti perayaan itu."


"Ratu Wen membatalkan rencananya untuk meracunimu dengan ekstrak kelopak teratai hitam. Aku berfirasat Ratu Wen sedang menyusun rencana besar di hari perayaan ulang tahun ayahanda," kata Ying Ying.


"Aku sepemikiran denganmu. Beberapa mata-mata sudah ku kirim ke sisi perdana menteri Yang Kun dan pejabat istana yang dekat dengan Ratu Wen."


"Selain itu mata-mata di istana ditugaskan untuk mengawasi ayahanda dan Selir Ming Lan," usul Ying Ying.


"Baiklah!"


"Aku harap Kerajaan Wei tidak akan berakhir seperti Kerajaan Tang Selatan!" ucap Ying Ying sambil menyandarkan kepalanya di dada Wei Bu Yi dan kedua tangannya melingkar di pinggang Wei Bu Yi.


Wei Bu Yi menundukkan kepala dan mencium puncak kepala Ying Ying satu kali.


"Aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi!" janji Wei Bu Yi.


Ying Ying menganggukkan kepalanya. Ying Ying yakin Wei Bu Yi bisa mencegah kejahatan besar yang direncanakan oleh Ratu Wen.


***


Selamat malam readers. Bab ini up pukul 22.35 wita. Semoga lancar.


Apakah rencana Ratu Wen akan berhasil?


Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya besok.


TERIMA KASIH

__ADS_1


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE


__ADS_2