REVENGE OF FOX CONSORT

REVENGE OF FOX CONSORT
BAB 67. Rencana sempurna dari Ratu Wen


__ADS_3

***Jamuan makan malam istana***


Dayang istana mengantar Chang Ru, Yang Zi, Ying Ying, dan Putri Tang Yan ke aula jamuan makan malam istana. Kemunculan mereka berempat menjadi pusat perhatian semua orang yang mereka jumpai sepanjang perjalanan.


Mereka berempat mengenakan hanfu hadiah dari Ratu Wen. Hanfu yang sangat cantik, indah, dan menarik.


Apabila diperhatikan dengan saksama, warna hanfu yang dikenakan oleh Ying Ying dan Putri Tang Yan sama, hanya corak sulaman bunga yang berbeda.


Sulaman bunga di hanfu tersebut hanyalah sedikit sehingga sangat mudah bagi seseorang untuk salah mengenali mereka berdua di malam hari dengan cahaya penerangan yang tidak sempurna.


Semuanya sesuai dengan perkiraan Ying Ying sejak awal. Bahkan tatanan rambut Putri Tang Yan meniru tatanan rambut Ying Ying.


"Putri Tang Yan sangat tidak tahu malu meniru Nona Chang Le!" batin Tan Xiang.


Sepanjang perjalanan, Putri Tang Yan merasa heran mengapa Ying Ying masih bersikap tenang setelah melihat penampilannya.


"Nona Chang Le! Aku menyukai tatanan rambut Nona Chang Le yang sangat cantik sehingga menggunakan tatanan rambut yang sama. Nona Chang Le tidak akan marah, bukan?" tanya Putri Tang Yan dengan suara lembut.


"Tatanan rambut itu bebas digunakan oleh siapa pun. Aku senang Putri Tang Yan menyukainya!"


"Benar-benar gadis yang bodoh dan mudah ditipu!" batin Putri Tang Yan.


Ketika mereka berempat masuk ke dalam aula istana, Chang Ru dan Ying Ying diarahkan oleh dayang istana menuju aula istana bagian kiri sedangkan Yang Zi dan Putri Tang Yan menuju aula bagian kanan.


Tempat duduk Chang Ru dan Ying Ying bersebelahan dengan satu meja bersama. Di sekitar mereka ada Jenderal Li Jin, Bai Lu, Li Ming, Li Teng, dan Feng Xi.


"Chang Le, Chang Ru! Kalian berdua sangat cantik!"


Jenderal Li Jin memuji kedua putrinya yang sudah dua tahun lamanya tidak berjumpa dengannya karena rombongan Jenderal Li Jin pergi untuk berperang dengan Kerajaan Tang Selatan.


"Terima kasih ayah!" jawab Chang Ru dan Ying Ying bersamaan.


Kaisar Wei belum tiba sehingga Jenderal Li Jin bercerita tentang kejadian-kejadian yang dialami olehnya selama menjaga Kota Chang An ke Bai Lu, Li Teng, Chang Ru, dan Ying Ying.

__ADS_1


Mereka berempat mendengarkan dengan saksama termasuk roh Li Chang Le. Sesekali terdengar gelak tawa riang menandakan suasana hati yang senang karena bisa berkumpul kembali.


Walaupun begitu, Ying Ying bisa merasakan perilaku Bai Lu yang berbeda dari biasanya. Bai Lu terlihat gelisah dan tidak tenang.


Ying Ying memegang bandul lonceng dan berbicara didalam hati agar terdengar oleh roh Li Chang Le.


"Kak Chang Le! Kenapa Bai Lu terlihat gelisah?"


Roh Li Chang Le segera menghampiri Ying Ying dan menjawab pertanyaan Ying Ying. "Karena Li Teng!"


Roh Li Chang Le pun menceritakan panjang lebar mengenai semua yang diketahui olehnya.


Ternyata Bai Lu dan Li Teng terlambat datang ke istana dikarenakan Li Teng melarikan diri dari rumah untuk pergi ke tempat judi.


Kali ini rentenir tempat judi bebas meminjamkan uang sejumlah berapa pun ke Li Teng. Li Teng hanya perlu menandatangani surat hutang karena nantinya rentenir akan menagih ke Bai Lu.


Sekarang Bai Lu menanggung hutang Li Teng dalam jumlah yang sangat banyak. Bai Lu hanya bisa memarahi Li Teng, tetapi Li Teng beralasan Yang Jian lah yang mengajaknya untuk berjudi lagi.


Ying Ying tersenyum kecil setelah mendengarkan semuanya dari roh Li Chang Le. Ying Ying yakin Yang Jian sengaja ingin membuat Li Teng menjadi anak muda yang tidak berguna dan memalukan keluarga.


"Politik kerajaan sangat kejam. Chang Ru dan Yang Zi semula berteman baik, sekarang berubah menjadi musuh bebuyutan," batin Ying Ying.


Ying Ying menoleh ke aula bagian kanan. Dari kejauhan, tepatnya di barisan yang berada di seberang terlihat Putri Tang Yan duduk disamping Pangeran Tang Jin.


Sepasang mata genit Putri Tang Yan menatap tidak berkedip orang di hadapannya. Ying Ying yakin Putri Tang Yan sedang menatap Wei Bu Yi.


Ying Ying tersenyum samar, lalu sengaja memajukan badan agar bisa melihat wajah Wei Bu Yi. Tiba-tiba Chang Ru yang duduk di samping Ying Ying juga ikut memajukan badan sehingga menghalangi pandangan Ying Ying.


"Kak Chang Le! Ini kudapan kecil kesukaanmu!"


"Terima kasih adik Chang Ru!" jawab Ying Ying sambil mengambil satu potong kue kecil dan menikmatinya.


Jenderal Li Jin tersenyum lebar melihat keakraban Chang Le alias Ying Ying dan Chang Ru. Semula Jenderal Li Jin takut hubungan persaudaraan antara kedua putrinya akan renggang karena Chang Ru menggantikan Chang Le menjadi tunangan Wei Wu Xian.

__ADS_1


Siapapun tidak akan mengira susunan tempat duduk para tamu undangan diatur oleh Ratu Wen demi mencapai tujuan pribadinya sendiri.


Terutama tempat duduk Ying Ying.Ying Ying ditempatkan di aula istana bagian kiri dan jauh dari tempat duduk Wei Bu Yi. Bahkan Ying Ying maupun Wei Bu Yi tidak bisa memandang satu sama lain karena mereka duduk di barisan yang sama serta di sisi paling ujung.


Chang Ru hanyalah tambahan agar orang lain tidak curiga. Para tamu undangan lain akan menganggap tempat duduk Chang Ru dan Ying Ying diatur dekat dengan Jenderal Li Jin yang baru pulang dari medan perang.


Sampai saat ini rencana Ratu Wen berjalan sempurna dan tidak ada halangan apa pun.


Sementara Wei Bu Yi duduk bersebelahan dengan Wei Wu Xian. Pangeran Tang Jin dan Putri Tang Yan duduk tepat di hadapan mereka berdua.


Wei Wu Xian tidak tertarik dengan Putri Tang Yan. Harga diri dan ego yang tinggi dari Wei Wu Xian membuatnya menganggap putri dari kerajaan yang dikalahkan oleh Kerajaan Wei tidaklah pantas menjadi selirnya.


Wei Wu Xian merasa kecewa karena tidak bisa menatap wajah cantik Li Chang Le, tetapi rasa kekecewaannya sedikit terobati disebabkan adanya Yang Zi.


Yang Zi duduk tepat di samping tempat duduk Pangeran Tang Jin dan Putri Tang Yan. Wei Wu Xian sudah mengetahui Ratu Wen ingin menjadikan Yang Zi sebagai selir utama.


Walaupun niat utamanya untuk memiliki Li Chang Le belum tercapai, tetapi untuk sementara waktu Wei Wu Xian tidak menolak menerima Yang Zi sebagai pengganti.


Selain Yang Zi masih gadis, juga dikarenakan dukungan dari Perdana Menteri Yang Kun membuat Wei Wu Xian merasa senang dan menang dari Wei Bu Yi.


***


Selamat malam readers tercinta. Ta da... semua jebakan sudah diatur sempurna oleh Ratu Wen.


Para readers pasti bisa menebak rencana Ratu Wen untuk mengelabui Wei Bu Yi dengan menjadikan Putri Tang Yan sebagai duplikat Ying Ying. Apakah berhasil?


Good news 🥳 Hari ini author up dua bab. Bab satunya lagi masih dalam proses pengetikan. Ditunggu ya.


Semoga semuanya lancar. Jangan lupa klik like dan komentar positif di bab ini juga.


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG

__ADS_1


AUTHOR : LYTIE


__ADS_2