REVENGE OF FOX CONSORT

REVENGE OF FOX CONSORT
BAB 8. Kalung bandul lonceng


__ADS_3

***Kamar tidur Li Chang Le***


Tan Xiang memberikan mangkuk obat racikan ke Ying Ying. Ying Ying menghabiskan obat itu dalam waktu singkat.


Tan Xiang mengambil mangkuk kosong dari tangan Ying Ying. "Nona Chang Le pasti sudah lapar. Tan Xiang akan mengambil beberapa kudapan kecil di dapur," ucap Tan Xiang.


"Pergilah! Aku baik-baik saja di sini," ucap Ying Ying.


"Tan Xiang akan kembali secepatnya," kata Tan Xiang.


Ying Ying tersenyum kecil melihat Tan Xiang berlari cepat meninggalkan kamar. Ying Ying tahu Tan Xiang khawatir Chang Ru maupun yang lainnya akan mengambil kesempatan mencelakainya saat Tan Xiang tidak ada.


"Kak Feng Xi pasti sangat menyayangi Nona Chang Le sehingga berusaha mencarikan pelayan pribadi terbaik untuk menjaga dan melihdungi Nona Chang Le. Kak Feng Xi pasti akan sangat sedih jika tahu Nona Chang Le sudah meninggal," kata Ying Ying dengan suara kecil dan menghela napas panjang.


Keahlian dan kesetiaan Tan Xiang terhadap Chang Le tidak diragukan lagi, tetapi Ying Ying tidak ingin dirinya menjadi beban. Ying Ying ingin menjadi kuat dalam waktu singkat agar bisa melindungi dirinya sendiri.


"Aku harus ke Qing Qiu! Bagaimana caranya agar Bai Lu mengizinkanku pergi ke Qing Qiu?" batin Ying Ying.


Sepuluh menit kemudian, Tan Xiang berjalan masuk ke dalam kamar sambil membawa nampan yang berisi beberapa piring kecil.


Tan Xiang menata semua piring itu di atas meja. Ying Ying pun duduk dan menatap kue-kue kecil dengan bentuk-bentuk yang indah.


"Silakan makan, Nona Chang Le!" kata Tan Xiang sambil menuangkan teh melati di cangkir Ying Ying.


Ying Ying melihat butiran keringat di wajah Tan Xiang. "Tan Xiang! Duduklah! Temani aku makan!" ajak Ying Ying.


"Terima kasih Nona Chang Le," jawab Tan Xiang.


Sejak transmigrasi ke tubuh Chang Le, makanan sehari-hari Ying Ying adalah obat racikan herbal dan makanan bergizi untuk memulihkan kesehatan Chang Le.


Ini pertama kali nya Ying Ying mencicipi kue kecil kesukaannya dengan raga Chang Le sehingga Ying Ying menikmati kue teratai dengan lahap.


"Pelan-pelan makannya. Nona Chang Le makan lahap seperti Ying Ying," ucap Tan Xiang spontan.


Kue teratai di tangan Ying Ying jatuh ke lantai karena perkataan Tan Xiang, sedangkan Tan Xiang menutup mulutnya dengan kedua tangan dan ekspresi wajah bersalah.


"Maaf Nona Chang Le! Aku membuat Nona sedih mengingat kematian tragis Ying Ying," ucap Tan Xiang.


"Tidak apa-apa Tan Xiang! Aku ingat kamu pernah mengatakan tubuh Ying Ying sudah dikuburkan," ucap Ying Ying.


"Iya, Nona Chang Le. Tan Xiang sendiri yang menguburkan tubuh Ying Ying," jawab Tan Xiang.


"Biasanya di hari keberapa diadakan upacara sembahyang kematian?" tanya Ying Ying.


"Di hari ke-7," jawab Tan Xiang.

__ADS_1


Ying Ying menggerakkan jari tangannya untuk menghitung. "Tinggal beberapa hari lagi," batin Ying Ying.


"Nona Chang Le ingin mengadakan upacara sembahyang kematian untuk Ying Ying?" tanya Tan Xiang.


"Iya!" jawab Ying Ying.


"Tan Xiang akan mempersiapkan semua benda yang diperlukan untuk upacara," ucap Tan Xiang.


"Iya. Kamu bisa mempersiapkan semuanya untuk dibawa ke Qing Qiu," kata Ying Ying.


"Nona Chang Le ingin sembahyang Ying Ying di tempat kelahiran Ying Ying," batin Tan Xiang.


Dugaan Tan Xiang tidak sepenuhnya salah. Ying Ying memang akan menggunakan alasan itu agar bisa diizinkan ke Qing Qiu.


"Tan Xiang. Bawa lah salah satu pelayan lain untuk membantumu membakar jasad tubuh Ying Ying. Aku akan membawa abu Ying Ying ke Qing Qiu!" perintah Ying Ying.


"Baik, Nona Chang Le! Tan Xiang akan melakukannya sekarang!" jawab Tan Xiang.


Sebenarnya Ying Ying sendiri tidak tega melihat jasadnya yang sudah dikuburkan. Lagipula abu dalam guci kecil lebih mudah dibawa ke Qing Qiu nantinya.


Selain itu, Ying Ying sengaja meminta Tan Xiang mengajak pelayan lain agar pelayan itu melaporkannya ke Bai Lu sehingga Bai Lu tidak curiga dan mengizinkannya ke Qing Qiu.


***


Tan Xiang menggunakan sekop untuk menggali kuburan rubah kecil. Chen Chen yang mengikutinya secara diam-diam sejak Tan Xiang keluar dari kamar Chang Le, segera menghampiri Tan Xiang.


"Kuburan Ying Ying!" jawab Tan Xiang dan mengangkat kepalanya untuk menatap Chen Chen.


Wajah terkejut dan pucat Chen Chen terlihat jelas oleh Tan Xiang. "Kamu pasti takut melihat jasad Ying Ying karena kamu termasuk salah satu pembunuh Ying Ying!" batin Tan Xiang.


Tan Xiang berusaha menahan emosinya untuk tidak menampar dan mencakar Chen Chen. Tan Xiang tidak mau nona muda nya berada dalam bahaya jika dirinya bertindak gegabah.


"Apakah Tan Xiang mencurigai kematian Ying Ying?" batin Chen Chen.


"Ke…kenapa Kak Tan Xiang menggali kuburan Ying Ying?" tanya Chen Chen terbata-bata.


"Nona Chang Le ingin membawa Ying Ying pulang ke tempat asalnya, Qing Qiu. Aku menyarankan untuk membawa abu jenazah Ying Ying ke sana," jawab Tan Xiang.


"Ternyata begitu!" ucap Chen Chen sambil menarik napas lega.


"Baguslah jasad Ying Ying dibakar. Semua bukti Nona Chang Ru meracuni Ying Ying akan ikut menghilang," batin Chen Chen.


"Aku akan membantu Kak Tan Xiang," ujar Chen Chen.


Chen Chen mengambil sekop yang lain dan mulai menggali. Tan Xiang membiarkannya.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, Tan Xiang membuka bungkusan kain yang membungkus tubuh rubah putih. Tan Xiang dan Chen Chen terkejut bersamaan melihat jasad rubah putih masih utuh dan bersih. Bahkan tidak ada aroma bau mayat yang menguap di sekeliling.


Tan Xiang membelai bulu putih rubah kecil dengan lembut. "Ying Ying! Nona Chang Le akan membawamu pulang ke Qing Qiu," ucap Tan Xiang.


"Kak Tan Xiang! Aku akan mempersiapkan bara api untuk membakar tubuhnya," ucap Chen Chen.


Chen Chen tidak berani berada dekat dengan jasad rubah putih dalam waktu lama. Perasaan bersalah menghantui pikirannya saat ini.


Tan Xiang mengangkat tubuh rubah putih dan tertegun sebentar saat melihat satu titik berwarna merah darah di bulu halus rubah kecil.


"Kasihan Ying Ying dibunuh dengan jarum beracun," batin Tan Xiang.


***Kamar tidur Li Chang Le***


Tiga puluh menit kemudian, Tan Xiang menyerahkan sebuah guci kecil berisi abu jenazah rubah kecil ke Ying Ying.


Ying Ying memeluk erat guci keramik berwarna putih itu. "Selamat tinggal Ying Ying. Mulai sekarang aku akan menjalani kehidupan sebagai Li Chang Le, putri pertama Jenderal Li Jin," batin Ying Ying.


Mata Tan Xiang berkaca-kaca menatap Ying Ying yang termenung dalam waktu lama.


"Nona Chang Le bisa menyimpan kalung ini untuk mengenang Ying Ying. Kalungnya masih bagus, tetapi loncengnya rusak," ucap Tan Xiang sambil memberikan kalung bandul lonceng berwarna emas yang selama ini menggantung di leher rubah kecil.


Tan Xiang sengaja melepaskan kalung itu sebelum membakar jasad rubah putih.


Ying Ying menerima kalung bandul dengan tangan kanan, sedangkan tangan kirinya masih memegang guci keramik putih.


Secara ajaib, kelereng menyerupai mutiara asli keluar dari tubuh Ying Ying dan masuk ke dalam kalung bandul lonceng. Hanya Ying Ying seorang saja yang melihatnya dengan jelas.


"Sepertinya ada ikatan kuat antara kelereng ku dan kalung pemberian Nona Chang Le," batin Ying Ying.


Ying Ying menjadikan kalung bandul lonceng sebagai gelang di tangannya, lalu menatap ke arah Tan Xiang.


"Tan Xiang! Minta izin ke Bai Lu mengenai keberangkatan kita ke Qing Qiu untuk sembahyang Ying Ying di hari ke-7," ucap Ying Ying.


"Baik, Nona Chang Le!" jawab Tan Xiang dengan patuh.


***


Selamat malam readers. Jangan lupa dukung terus novel ini ya.


Sampai ketemu di bab berikutnya 😊


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG

__ADS_1


AUTHOR : LYTIE


__ADS_2