
***Kamar tidur Li Chang Le***
Dua jam sebelum berangkat ke jamuan makan malam istana, Tan Xiang membantu Ying Ying mempersiapkan diri agar tampil sempurna.
Ying Ying mandi berendam air hangat yang dipenuhi dengan rempah-rempah bunga yang wangi.
Semula rempah-rempah bunga itu hanya dipersiapkan oleh Bai Lu untuk Chang Ru saja. Akan tetapi, kedatangan rombongan Kasim Da Duo tadi siang membuat Bai Lu tidak berani bersikap pilih kasih dan ketahuan oleh Pangeran Wei Bu Yi.
Saat ini Ying Ying sedang dirias oleh Tan Xiang. Ying Ying memilih hanfu berwarna merah muda untuk dikenakan ke jamuan makan malam istana, sedangkan Tan Xiang membantu memilih perhiasan yang cocok dan sesuai dengan hanfu Ying Ying.
Satu set perhiasan hadiah dari Pangeran Wei Bu Yi sangat lengkap. Ada tusuk rambut, kalung, anting-anting, dan gelang.
Ketika Tan Xiang memakaikan gelang di tangan Ying Ying, terlihat kalung bandul lonceng yang melingkar di pergelangan tangan Ying Ying sangatlah tidak serasi dengan perhiasan cantik hadiah Pangeran Wei Bu Yi.
"Nona Chang Le! Bagaimana kalau kalung Ying Ying disimpan dulu dan dipakai kembali saat nona pulang dari jamuan makan malam istana," usul Tan Xiang.
Ying Ying berpikir sejenak sambil menyentuh bandul lonceng yang sudah rusak dan tidak bisa mengeluarkan suara. Kelereng dari tubuhnya sudah menyatu ke dalam bandul lonceng sehingga Ying Ying tidak mungkin melepaskannya.
"Tidak apa-apa Tan Xiang. Tidak akan ada orang yang melihatnya," ucap Ying Ying.
Ying Ying menutupi gelang bandul lonceng dengan lengan hanfu yang panjang sehingga hanya terlihat gelang hadiah dari Pangeran Wei Bu Yi.
"Nona sangat cerdik," puji Tan Xiang.
"Aku hanya perlu melewati jamuan makan malam istana dengan baik dan berhati-hati terhadap Ratu Wen," batin Ying Ying.
Ying Ying masih mengingat jelas perkataan Bai Lu bahwa Ratu Wen ingin membunuhnya. Ying Ying menduga Ratu Wen ingin melenyapkannya karena dirinya akan menjadi permaisuri Pangeran Wei Bu Yi.
***
Sebuah kereta kuda yang besar berhenti tepat didepan Kediaman Jenderal Li Jin. Kereta kuda itu ditarik oleh dua ekor kuda.
Ying Ying melihat Li Teng duduk di atas salah satu kuda, tepatnya di samping kusir. Li Teng sama sekali tidak menyapa Ying Ying.
Sikap dan perilaku Li Teng terhadap Chang Le sangat berbeda jauh dibandingkan saat Jenderal Li Jin ada.
Ying Ying naik ke atas kereta kuda bersama Tan Xiang. Bai Lu, Chang Ru, dan Chen Chen sudah duduk di dalam kereta kuda. Jamuan makan malam di istana memperbolehkan setiap tamu undangan untuk membawa satu pelayan saja sehingga Chang Ru membawa Chen Chen dan Ying Ying membawa Tan Xiang.
"Kak Tan Xiang!" sapa Chen Chen.
Tan Xiang menganggukkan kepala sebagai tanda membalas sapaan Chen Chen.
"Aku harus lebih hati-hati dan melindungi Nona Chang Le dengan baik," batin Tan Xiang.
__ADS_1
Ying Ying sengaja duduk tepat di seberang Chang Ru. Chang Ru menatap penampilan Ying Ying dari atas kepala hingga ujung kaki. Penampilan Ying Ying sangat cantik dan sempurna sehingga membuat Chang Ru kesal.
"Tenang Chang Ru! Si idiot ini akan dipermalukan di jamuan makan malam istana. Aku adalah calon putri mahkota. Statusku lebih tinggi darinya," batin Chang Ru.
Chang Ru mengalihkan perhatiannya ke arah lain untuk menekan rasa iri yang membakar lubuk hatinya.
Kereta kuda meninggalkan Kediaman Jenderal Li Jin dalam waktu singkat menuju istana. Sesekali Ying Ying membuka tirai jendela kereta kuda untuk melihat pemandangan di luar.
"Sangat indah! Aku akan berpetualangan di alam bebas setelah berhasil membalaskan dendam untuk Nona Chang Le," batin Ying Ying.
Ying Ying masih mengingat jelas perjalanan hidup yang diinginkannya setelah menjadi manusia. Ying Ying ingin menggunakan kekuatan sihir yang dimilikinya untuk berpetualangan di daratan Zhong Yuan dan menolong orang yang membutuhkan pertolongannya.
***
"Tan Xiang! Banyak kereta kuda!" ucap Ying Ying.
Chang Ru ikut menoleh ke arah jendela kereta kuda. "Semua kereta kuda ini milik pejabat istana," kata Chang Ru.
Chang Ru merasa bangga karena mengetahui lebih banyak hal dibandingkan Chang Le. Penampilan Chang Le memang lebih memukau, tetapi kecerdasan Chang Le yang setara dengan anak kecil umur lima tahun membuat Chang Ru lega.
"Chang Ru!"
Seorang gadis muda yang juga membuka tirai jendela memanggil Chang Ru.
Beberapa saat kemudian, kereta kuda berhenti di gerbang utama istana. Li Teng melompat turun dari kuda dan berlari membuka pintu kereta kuda.
"Ibu! Aku bergabung dengan teman-temanku!" ucap Li Teng.
"Iya! Pergilah!" jawab Bai Lu.
Bai Lu tidak melarang Li Teng bergabung dengan para putra pejabat yang merupakan teman dekat Li Teng.
Chang Ru dan Bai Lu turun duluan dari kereta kuda dengan cepat. Yang Zi sudah menunggu di samping kereta kuda.
"Chang Ru! Kamu cantik sekali! Ayo kita masuk bersama!" ajak Yang Zi.
Yang Zi merupakan putri dari perdana menteri dan juga teman dekat Chang Ru. Saat Ying Ying masih dalam wujud rubah putih, Yang Zi sering datang ke Kediaman Jenderal Li Jin untuk mencari Chang Ru dan mengacuhkan Chang Le.
Ying Ying turun dari kereta kuda bersama Tan Xiang. Dalam waktu singkat, Ying Ying menjadi pusat perhatian.
Hanfu dari kain sutra Kerajaan Han Utara membuat kecantikan Ying Ying semakin menonjol. Ying Ying sangat anggun dan menawan.
Hal itu jugalah yang menyebabkan Bai Lu dan Chang Ru tidak mau berjalan berdampingan dengan Ying Ying karena pastinya keberadaan mereka berdua akan diacuhkan disebabkan pusat perhatian semua tertuju ke Ying Ying.
__ADS_1
Suasana di dalam istana sangat ramai. Para tamu undangan sudah duduk di tempat masing-masing.
Tan Xiang kebingungan mencari tempat duduk untuk Ying Ying.
Ini pertama kalinya Tan Xiang ke istana sehingga Tan Xiang tidak berani berkeliling untuk mencari Bai Lu.
Bai Lu memang sengaja meninggalkan Ying Ying dan Tan Xiang, untuk mempermalukan Ying Ying di jamuan makan malam istana.
Aula istana tempat jamuan makan malam sangatlah besar dan luas. Jika Tan Xiang membawa Ying Ying menuju bagian tempat duduk yang salah, bisa dipastikan Ying Ying akan ditertawakan oleh tamu undangan yang lain.
Tan Xiang mendekatkan diri ke Ying Ying dan berbicara dengan suara kecil. "Nona Chang Le! Kita ke tempat duduk bagian kiri atau kanan?" tanya Tan Xiang.
"Tunggu sebentar!" jawab Ying Ying dengan ekspresi wajah tenang.
Ying Ying berkonsentrasi penuh menggunakan kekuatan pendengaran jarak jauh untuk menemukan suara Bai Lu.
"Bai Lu duduk di aula istana bagian kiri," kata Ying Ying.
"Ayo kita ke sana Nona Chang Le!" ajak Tan Xiang.
Rasa khawatir hilang seketika dari pikiran Tan Xiang. Tan Xiang berfirasat tebakan Ying Ying pasti benar dan mereka bisa menemukan Bai Lu di sana.
Sementara Ying Ying sudah mendapatkan rencana untuk membalas mempermalukan Bai Lu.
"Nona Li Chang Le!"
Suara panggilan dari arah belakang membuat Ying Ying dan Tan Xiang menoleh ke belakang.
Kasim Da Duo tersenyum lebar menghampiri Ying Ying dan Tan Xiang. "Tempat duduk Nona Li Chang Le disamping Pangeran Wei Bu Yi! Hamba akan mengantar nona ke sana!" ucap Kasim Da Duo.
"Terima kasih Kasim Da Duo!" ucap Tan Xiang.
Mereka berdua mengikuti Kasim Da Duo menuju aula istana bagian kanan.
"Aula istana bagian kanan ini dekat dengan singgasana Kaisar Wei," batin Ying Ying.
***
Selamat malam readers. Terima kasih dukungan vote, like, hadiah, dan komentar positifnya 🥰
Sampai jumpa di bab besok.
SALAM SAYANG
__ADS_1
AUTHOR : LYTIE