REVENGE OF FOX CONSORT

REVENGE OF FOX CONSORT
BAB 24. Selir Kaisar Wei


__ADS_3

***Aula istana Kaisar Wei***


Kedatangan Kaisar Wei, Ratu Wen, dan Selir Ming Lan menandakan acara jamuan makan malam istana resmi dimulai.


Dari singgasana emas yang didudukinya, Kaisar Wei bisa melihat seisi aula istana dengan jelas, terutama aula istana bagian kanan yang terisi penuh oleh selir-selir, para pangeran dan putri Kerajaan Wei.


Sementara aula istana bagian kiri, semua tempat duduk terisi penuh oleh pejabat istana beserta keluarga inti. Mereka duduk dengan tertib dan tenang. Mereka semua menatap ke arah Kaisar Wei untuk mendengarkan dengan saksama setiap perkataan yang keluar dari mulut pemimpin tertinggi Kerajaan Wei tersebut.


"Penampilan Kaisar Wei sangat berwibawa dan juga sehat. Aku yakin Wei Wu Xian masih membutuhkan waktu yang lama untuk naik tahta," batin Ying Ying.


Ying Ying mengalihkan perhatiannya dari Kaisar Wei untuk mengamati Ratu Wen dan Selir Ming Lan. 


Walaupun Ratu Wen dan Selir Ming Lan berpenampilan sangat sempurna, cantik, dan menawan, tetapi tidak bisa menutupi usia sebenarnya.


Selir Ming Lan lebih muda lima tahun dibandingkan dengan Ratu Wen sehingga bisa dipastikan kasih sayang yang didapatkan Selir Ming Lan dari Kaisar Wei lebih banyak.


Ying Ying tahu bahwa semua wanita di istana berusaha menjaga penampilan mereka agar tetap bisa menarik perhatian Kaisar Wei.


"Untung saja aku transmigrasi ke tubuh Nona Chang Le, bukan wanita tua," batin Ying Ying.


Ying Ying sudah mendapatkan informasi yang banyak dari Tan Xiang mengenai kehidupan di istana dalam Kerajaan Wei.


Para wanita yang menjadi pasangan Kaisar Wei dibagi menjadi beberapa tingkatan. Tingkatan tertinggi adalah Ratu.


Saat Ratu Xu masih hidup, beliau merupakan istri utama dari Kaisar dan pemegang kedudukan tertinggi di antara istri Kaisar. Hanya ada satu orang yang menduduki posisi ini.


Ratu Xu adalah wanita yang pertama dinikahi Kaisar secara resmi berdasarkan pilihan perjodohan dan berasal dari keluarga bangsawan berstatus tinggi sehingga bisa mengurus masalah rumah tangga istana dengan baik.


Sementara tingkatan Ratu Wen sebelumnya adalah Selir Resmi Kekaisaran, yang merupakan selir tertinggi satu tingkat di bawah Permaisuri. Hanya ada satu orang yang menduduki posisi Selir Resmi Kekaisaran.


Tingkatan ketiga adalah Selir Resmi Tinggi dan hanya ada dua di dalam istana. 


Tingkatan keempat adalah Selir Resmi. Ada empat Selir Resmi di dalam istana. Posisi ini didapat jika mereka berhasil memperoleh rasa suka dari Kaisar atas diri mereka. Biasanya termasuk yang sering didatangi.


Tingkatan kelima adalah Gundik, yang merupakan strata paling rendah yaitu wanita yang diakui Kaisar bila sudah ditiduri. Pada posisi ini para selir berupaya supaya Kaisar lebih sering bermalam di kamar mereka dan berkesempatan naik ke jenjang lebih tinggi serta menambah peluang melahirkan anak Kaisar.


Sejak kematian Ratu Xu dan digantikan oleh Ratu Wen, posisi Selir Ming Lan yang semula di tingkatan Selir Resmi tinggi berubah menjadi Selir Resmi Kekaisaran, menempati posisi Ratu Wen sebelumnya.


Para wanita yang dimiliki oleh Kaisar Wei sangatlah banyak, tetapi tidak semuanya beruntung memiliki kesempatan untuk mendapatkan perhatian dari Kaisar Wei sehingga para selir yang hadir di jamuan makan malam ini hanyalah dari tingkatan tinggi hingga tingkatan keempat saja.


***


"Kaisar Wei! Jamuan makan malam ini akan lebih menyenangkan jika diiringi pertunjukkan alunan musik ataupun tarian dari para gadis muda yang datang," ucap Ratu Wen.


"Usul Ratu Wen sangat menarik," kata Kaisar Wei.


"Li Chang Ru terkenal pintar memainkan alat musik guzheng,"  kata Ratu Wen.


#Guzheng atau kecapi cina, mempunyai bentuk seperti kotak yang cembung dan terbuat dari kayu sebagai kotak suara, diatasnya terbentang 21 senar#



Saat mendengar namanya disebut oleh Ratu Wen, Li Chang Ru berdiri dari kursinya dan memberi sikap hormat. 


"Terima kasih pujiannya, Ratu Wen. Chang Ru akan memainkan musik guzheng sebagai pembuka acara jamuan makan malam istana," kata Li Chang Ru penuh percaya diri.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, Chang Ru duduk didepan guzheng dan mulai memainkannya dengan lancar dan anggun.


Ying Ying akui Chang Ru memang pintar memainkan guzheng karena selama tinggal di Kediaman Jenderal Li Jin, ada guru musik yang datang mengajar cara memainkan guzheng ke Chang Ru dan Chang Le.


Chang Ru selalu menggunakan alasan bahwa Chang Le tidak mungkin mengerti cara memainkan senar di guzheng sehingga hanya Chang Ru seorang saja yang belajar dengan giat, sedangkan Chang Le bermain dengan riang bersama Ying Ying sambil menikmati alunan musik guzheng.


Alunan guzheng yang dimainkan Chang Ru sangat merdu sehingga para tamu undangan menyukainya.


Permainan guzheng yang sempurna membuat mereka memuji Chang Ru sebagai calon putri mahkota yang sempurna dan tepat.


Kekuatan pendengaran jarak jauh Ying Ying membuatnya bisa mendengar jelas pembicaraan beberapa gadis muda yang menjelekkan Chang Le dan membandingkannya dengan Chang Ru.


Ying Ying bersikap acuh terhadap omongan orang di sekitarnya. Ying Ying sedang fokus memainkan perannya sebagai anak kecil berumur lima tahun.


Banyak tamu undangan yang hadir di jamuan makan malam istana. Siapa yang akan menjadi teman ataupun menjadi musuh Ying Ying dimasa yang akan datang, Ying Ying masih berusaha mencari tahu. Oleh karena itu, akting Ying Ying harus meyakinkan dan tidak menimbulkan kecurigaan.


Ying Ying mencoba memulai percakapan dengan Wei Bu Yi.


"Pangeran Wei Bu Yi. Terima kasih hanfu dan perhiasan ini. Aku menyukainya," ucap Ying Ying.


"Iya!" jawab Wei Bu Yi singkat.


Ying Ying ingin mengambil salah satu kue kecil di atas meja dengan tangan.


Tan Xiang yang berdiri di belakang Ying Ying, membungkukkan badan dan memanggil Ying Ying dengan suara kecil.


"Nona Chang Le!" 


Ying Ying menghentikan gerakan tangannya, lalu mengambil saputangan dari tangan Tan Xiang. Ying Ying hampir saja melupakan bahwa dirinya berada di dalam istana sehingga harus memperlihatkan perilaku sesuai tata krama dengan baik.


Ying Ying menggunakan saputangan untuk mengambil satu buah kue kecil berbentuk bunga melati, lalu mengunyahnya dengan perlahan.


"Manis! Enak!" gumam Ying Ying.


Rasa kue yang enak membuat Ying Ying menikmatinya dengan lahap sehingga satu potong kue kecil itu habis dalam waktu singkat.


"Haus!" batin Ying Ying.


Ada dua buah teko porselen berbentuk tinggi dan ramping di atas meja sehingga Ying Ying mengambil salah satu teko, tetapi tangan kiri Wei Bu Yi menahan teko itu dengan cepat.


"Aku haus!" kata Ying Ying.


"Ini teko arak!" ucap Wei Bu Yi.


Wei Bu Yi menggeser teko yang satunya lagi ke hadapan Ying Ying.


"Ini teh?" tanya Ying Ying sambil menunjuk teko yang diberikan Wei Bu Yi.


"Iya!" jawab Wei Bu Yi.


Ying Ying membuka tutup teko teh dan mencium aroma yang menguap dari dalam.


"Teh yang sangat harum," ucap Ying Ying.


Ying Ying mengamati saksama teko teh di tangannya dan membandingkan dengan teko arak. Jika diperhatikan saksama, tutup kedua teko itu berbeda. 

__ADS_1


Ada corak lingkaran warna keemasan di bagian tutupan teko arak, sedangkan tutupan teko teh polos tanpa motif.


Ying Ying menuangkan teh ke dalam cangkir dan meneguknya habis. 


"Sangat enak!" 


Cangkir Wei Bu Yi sudah kosong sehingga Ying Ying mengambil teko arak dan mendapatkan tatapan tajam dari Wei Bu Yi.


"Bukan untukku! Aku ingin menuang arak untukmu!" ucap Ying Ying dengan panik.


"Aku tidak pernah minum arak!" lanjut Ying Ying.


Entah mengapa, saat menatap sepasang mata tajam Wei Bu Yi, Ying Ying berbicara jujur secara spontan.


Wei Bu Yi mendorong cangkirnya ke hadapan Ying Ying. Ying Ying tersenyum lebar dan menuangkan arak ke dalam cangkir Wei Bu Yi.


"Terima kasih," ucap Wei Bu Yi dengan suara datar.


Wei Bu Yi meneguk habis arak yang dituangkan oleh Ying Ying. Ying Ying menuangkan arak baru ke dalam cangkir Wei Bu Yi.


Ying Ying menuang arak baru  berulang kali saat cangkir Wei Bu Yi kosong. Wei Bu Yi tetap tenang dengan wajah dingin tanpa ekspresi, sedangkan Kasim Da Duo dan Kasim Xiao Duo menatap Ying Ying dengan ekspresi wajah tidak percaya.


Selama ini Wei Bu Yi tidak pernah menerima makanan ataupun minuman yang diberikan oleh orang lain kecuali dari mereka berdua.


Kasim Da Duo dan Kasim Xiao Duo yang bertugas mempersiapkan makanan dan minuman Wei Bu Yi.


Sama seperti Tan Xiang, kedua kasim kepercayaan itu akan memeriksa makanan dan minuman Wei Bu Yi dengan jarum perak terlebih dahulu untuk menghindari keracunan.


Kudapan kecil yang dihidangkan di meja Wei Bu Yi dan Ying Ying sekarang, sudah diperiksa oleh Kasim Da Duo dan Kasim Xiao Duo sebelum Ying Ying tiba.


Ketika Ying Ying mengangkat teko arak untuk menuangkan ke cangkir Wei Bu Yi untuk kesekian kali, tanpa sengaja bandul lonceng dari gelang menjuntai keluar dari dalam lengan hanfu yang panjang dan terlihat oleh Wei Bu Yi.


"Mengapa Chang Le memakai gelang rusak?" batin Wei Bu Yi.


***


Selamat malam readers. Ceritanya sudah panjang di bab ini. Jangan lupa baca kelanjutan cerita besok 🤗


Mengenai tingkatan selir di Kerajaan Cina, author ambil sedikit referensi dari google ditambah kehaluan. Jika ada readers yang lebih mengetahui dengan tingkatan selir dan berbeda dengan cerita dalam novel, harap maklumi data yang didapat author hanya sedikit 😅🙏


Enjoy aja ya cerita fiksi hasil fantasi dan kehaluan author 😁😁


Mampir juga yuk di novel temanku, Author Libra yang ceritanya pasti menarik. Ada yang sudah tamat dan ada yang masih on going 🤗






TERIMA KASIH


SALAM SAYANG

__ADS_1


AUTHOR : LYTIE


__ADS_2