REVENGE OF FOX CONSORT

REVENGE OF FOX CONSORT
BAB 105. Token pasukan


__ADS_3

Kabar kehamilan Chang Ru tersebar dengan cepat di seluruh kota Kerajaan Wei. Kabar baik itu tidak mendapatkan reaksi suka cita yang berlebihan dari rakyat Kerajaan Wei seperti saat mereka mendengarkan kabar gembira mengenai Wei Bu Yi sembuh dari penyakit imp*ten.


Hanya ada satu wanita yang paling gembira mendengar kabar kehamilan Chang Ru. Wanita itu tinggal di kota Shan Du. Wanita itu adalah Bai Lu, ibu kandung Li Chang Ru.


Sejak Bai Lu diusir dari Kediaman Jenderal Li Jin dan dibuang ke Kota Shan Du, Bai Lu selalu sabar menunggu kedatangan Chang Ru untuk menjemputnya.


Semula Bai Lu sudah frustasi dan putus asa karena tidak ada tanda-tanda Chang Ru datang ke Kota Shan Du untuk menjemputnya. Kabar kehamilan Chang Ru membuat Bai Lu yakin posisi putri mahkota Chang Ru sudah mapan sehingga penderitaannya di Kota Shan Du akan berubah menjadi kemakmuran di ibukota nantinya.


"Chang Ru akan menjemputku setelah cucuku lahir. Aku akan menunggu sembilan bulan lagi," batin Bai Lu dengan optimis.


Bai Lu tidak akan pernah menyangka penantiannya berakhir dengan sia-sia. Bai Lu sudah ditakdirkan melewati sisa hidupnya di Kota Shan Du.


Bukan Chang Ru seorang saja yang tidak kepikiran untuk menjemput Bai Lu. Melainkan Li Teng pun sudah menganggap Bai Lu mati sejak Bai Lu diusir oleh Jenderal Li Jin.


***


Ying Ying merasa heran dan terkejut mendengar kabar kehamilan Chang Ru. Dari laporan mata-mata Wei Bu Yi, Ying Ying tahu Wei Wu Xian tidak pernah menyentuh Chang Ri setelah mereka menikah.


Selain itu jebakan Chang Ru terhadap Wei Wu Xian di restoran juga gagal, sedangkan Chang Ru sudah minum obat pencegah kehamilan yang dimasak oleh A Ling atas perintah Bai Lu.


Hanya ada satu kemungkinan yang muncul di pikiran Ying Ying saat ini. Ying Ying menanyakannya ke Wei Bu Yi saat mereka berdua sudah berada di dalam kamar untuk beristirahat.


"Bu Yi! Apakah Chang Ru berselingkuh dengan pria lain?"


Wei Bu Yi tersenyum kecil dan menyentil kepala Ying Ying dengan lembut.


Wei Bu Yi tahu Ying Ying bisa memikirkan kemungkinan itu dikarenakan Ratu Wen berselingkuh dengan Kasim Ma.


"Run Yu menukar sup pencegah hamil yang diminum Chang Ru."


"Berarti Chang Ru mengandung anak dari salah satu pengemis itu?" tanya Ying Ying untuk kepastian.


"Iya!"


"Anak dalam kandungan Chang Ru tidak akan bertahan lama," batin Ying Ying.

__ADS_1


Ying Ying tidak pernah merasa kasihan terhadap Chang Ru karena semua yang dialami Chang Ru sekarang merupakan hasil dari kejahatan yang dilakukan oleh Chang Ru sendiri.


Jika Chang Ru tidak berniat mencelakai Ying Ying untuk berhubungan mesra dengan kedua pengemis, maka Chang Ru tidak akan masuk ke dalam jebakannya sendiri.


Jika Chang Ru tidak tamak memakai semua perhiasan hadiah dari Ratu Wen, maka kemungkinan besar racun ditubuh Chang Ru sudah berhasil dihilangkan oleh pil penawar dari Ratu Wen beberapa waktu yang lalu.


Rasa penasaran Ying Ying terhadap kehamilan Chang Ru hilang seketika setelah mendengar perkataan Wei Bu Yi.


Mereka berdua pun lanjut mengobrol mengenai Ratu Wen. Dugaan Wei Bu Yi dan Ying Ying bahwa Ratu Wen akan melakukan kudeta saat perayaan hari ulang tahun Kaisar Wei mulai terlihat titik terang.


Kartu undangan yang disebar oleh Ratu Wen ke perdana menteri Yang Kun dan beberapa pejabat istana yang mendukung Ratu Wen selama ini, ternyata berisi surat rahasia.


Mata-mata Wei Bu Yi melihat Perdana menteri Yang Kun mendekatkan surat undangan itu di depan cahaya lilin, lalu membaca isinya dengan saksama sebelum membakar surat undangan tersebut.


Selain itu, ada satu laporan dari mata-mata istana yang membuat Ying Ying khawatir.


Isi laporan itu adalah Selir Ming Lan dan Kaisar Wei minum sup mutiara yang dipersiapkan oleh Ratu Wen.


"Ratu Wen sangat jahat dan ambisinya besar. Ratu Wen bukan hanya ingin mengambil ahli takhta Kerajaan Wei, tetapi juga ingin membunuh ayahanda dan Selir Ming Lan!" ucap Ying Ying.


"Benar! Aku akan berjuang bersamamu melawan Ratu Wen dan komplotannya. Kita pasti menang!" kata Ying Ying dengan antusias.


"Setelah semuanya selesai, aku bisa menepati janjiku membawamu keliling setiap kota untuk mencicipi semua kudapan kecil terkenal."


"Iya!" jawab Ying Ying sambil tersenyum lebar dan memeluk erat pinggang Wei Bu Yi.


Wei Bu Yi juga memeluk Ying Ying dengan erat. Selama ada Ying Ying di sisinya, Wei Bu Yi yakin dirinya bisa menghadapi masalah apa pun.


***


Beberapa hari kemudian, Chang Ru pendarahan berat secara tiba-tiba hingga keguguran. Kaisar Wei mengizinkan Ratu Wen pergi ke Istana Timur untuk melihat kondisi Chang Ru dan mengusut penyebab keguguran tersebut.


Ratu Wen tahu selir Yang Zi lah penyebab Chang Ru keguguran karena mengira Chang Ru mengandung anak Wei Wu Xian.


Padahal Ratu Wen tahu anak dalam kandungan Chang Ru adalah anak ha*am. Ratu Wen tidak menyalahkan Selir Yang Zi. Ratu Wen memerintahkan Tabib Huo untuk melaporkan ke Kaisar Wei bahwa keguguran Chang Ru diakibatkan kondisi tubuh Chang Ru yang lemah akibat penyakit yang diderita olehnya selama ini.

__ADS_1


Keguguran Chang Ru membuat Ratu Wen memiliki alasan tepat untuk mengundang Ying Ying ke Istana Timur.


Ketika Ying Ying tiba, dayang Istana Timur membawa Ying Ying menemui Ratu Wen.


"Chang Le! Kondisi tubuh Chang Ru semakin lemah akibat keguguran. Aku masih mempunyai satu butir obat langka. Apakah kamu mau menyelamatkan Chang Ru?"


"Mau! Apa pun keinginan ibunda, pasti aku turuti. Aku harus menyelamatkan Chang Ru!"


Ying Ying berpura-pura akting panik dan gelisah. Ying Ying tahu Ratu Wen sudah menjadikannya sebagai bidak catur.


"Aku akan menukar obat langka dengan token pasukan Wei Bu Yi. Aku tahu Wei Bu Yi menyimpannya di ruang kerja. Kamu harus menyerahkan token pasukan itu hari ini juga!"


Ying Ying tahu kegunaan token pasukan. Orang yang memegang token pasukan, bisa menguasai pasukan tersebut.


Selama ini Wei Bu Yi memang menyimpannya di ruang kerja. Penjagaan yang ketat di kediaman membuat siapa pun tidak bisa mencuri token pasukan, tetapi selama ini Ying Ying bebas keluar masuk ruang kerja Wei Bu Yi.


"Apakah Ratu Wen membawa obat langka untuk Chang Ru?"


"Tentu saja!"


Ratu Wen menjawab dengan santai, lalu mengambil satu kotak kecil dan membukanya di hadapan Ying Ying. Pil penawar di dalam kotak kecil sama persis dengan pil penawar yang pernah Ratu Wen berikan ke Ying Ying sebelumnya.


"Baiklah. Aku pulang sekarang untuk mengambil token pasukan. Ibunda harus menepati janji."


Ratu Wen tersenyum puas melihat Ying Ying berlari kecil meninggalkan Istana Timur.


***


Selamat malam readers tercinta. Apakah Ying Ying akan memberikan token pasukan yang asli? He he. Tentu saja jawabannya tidak.


Jangan lupa baca kelanjutan cerita besok ya.


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG

__ADS_1


AUTHOR : LYTIE


__ADS_2