
***Kamar khusus restoran di Luoyang***
Roh Li Chang Le merasa lega setelah mendengar perkataan Ying Ying. Chang Ru yang tidak tahu malu memang harus diberi pelajaran yang setimpal.
Ying Ying melipat tangan di depan dada sambil menonton pertunjukan yang dipersiapkan oleh Chang Ru. Roh Li Chang Le pun mengikuti sikap tubuh Ying Ying sehingga mereka berdua tertawa kecil bersamaan.
Ying Ying ingin mengamati sejauh mana kegilaan yang akan dilakukan oleh Chang Ru agar bisa memberikan balasan berupa kejutan besar yang berlipat ganda.
Sementara itu, Wei Wu Xian berusaha menjauhi Chang Ru karena gejolak darah mudanya semakin tidak terkendalikan. Akan tetapi, Chang Ru tidak mungkin melepaskan mangsa yang sudah di depan mata.
Chang Ru tahu Wei Wu Xian sudah sepenuhnya berada dalam pengaruh obat khusus sehingga meletakkan sapu tangan miliknya di atas meja.
"Putra mahkota! Chang Ru kepanasan!"
Chang Ru melepaskan jubah luarnya dengan cepat dan melemparkannya ke lantai, lalu merangkul erat lengan Wei Wu Xian.
"Putra mahkota pasti juga kepanasan!"
Chang Ru sengaja menyentuh tubuh Wei Wu Xian agar Wei Wu Xian tidak bisa menahan gejolak darah muda yang membakar seluruh tubuh Wei Wu Xian. Bahkan Chang Ru mulai berani membuka pakaian Wei Wu Xian
"Chang Ru!"
Wei Wu Xian menahan tangan Chang Ru dan secara refleks menoleh ke arah Ying Ying. Tepatnya Ying Ying palsu dari tanah liat yang masih tertidur dengan posisi semula sehingga tidak terlihat jelas wajah Ying Ying.
Walaupun Wei Wu Xian ingin melepaskan gejolak darah mudanya secepat mungkin, tetapi sedikit akal sehatnya masih sadar bahwa Li Chang Le berada di ruangan yang sama.
"Kak Chang Le! Kak Chang Le!"
Chang Ru berteriak memanggil Chang Le dua kali.
Tidak adanya sahutan dari Chang Le membuat Wei Wu Xian melepaskan tangan Chang Ru secara spontan. Tentu saja Chang Ru tidak melepaskan kesempatan emas yang telah muncul.
Chang Ru pun memeluk tubuh Wei Wu Xian dan menciumnya dengan agresif. Wei Wu Xian pun membalas dengan ciuman yang sama.
"Kak Chang Le masih mau menonton disini atau ikut aku membuat kejutan untuk Chang Ru?"
"Tentu saja ikut kamu, Ying Ying!" jawab roh Chang Le dengan pipi merona merah.
Roh Chang Le masuk ke dalam gelang bandul lonceng di pergelangan tangan Ying Ying, sedangkan Ying Ying makan satu butir pil penghilang wujud hasil racikannya.
Ying Ying menggunakan ilmu meringankan tubuh untuk terbang keluar melalui jendela.
***
"Sekarang saatnya!" batin Chang Ru.
Chang Ru melepaskan celana Wei Wu Xian sebelum duduk di atas pangkuan Wei Wu Xian. Tubuh mereka pun bergerak seirama bagaikan menunggangi kuda yang berlomba menuju 'oasis mata air'. Akan tetapi, gerakan seirama mereka berdua hanya berlangsung sejenak saja karena pintu kamar terbuka lebar secara tiba-tiba disertai hentakan langkah kaki yang kuat dan cepat.
"Putra mahkota! Putra mahkota!" Kelima pengawal pribadi Wei Wu Xian menerobos masuk ke dalam ruangan.
__ADS_1
Mereka berlima terkejut melihat Chang Ru duduk dipangkuan Wei Wu Xian dengan posisi saling berhadapan. Sebagai pria normal, kelima pengawal itu tahu apa yang sedang terjadi diantara Wei Wu Xian dan Chang Ru.
Mata mereka berlima membulat besar saat melihat Li Chang Le tertidur dengan posisi kepala telungkup di atas meja.
Wajah Chang Ru memucat seketika. Chang Ru tidak menyangka hubungan mesranya akan terlihat oleh orang lain.
Padahal rencana awalnya adalah hubungan mesra mereka berjalan lancar dan hanya diketahui oleh mereka berdua. Akan tetapi, kemunculan kelima pengawal secara tiba-tiba membuat rencana Chang Ru kacau karena Wei Wu Xian masih belum mencapai 'oasis mata air'.
Kelima pengawal segera membalikkan tubuh mereka untuk membelakangi Wei Wu Xian. Di dalam pikiran mereka berlima muncul pertanyaan yang sama. Itukah calon putri mahkota Kerajaan Wei? Mengapa sangat tidak tahu malu?
Sementara Ying Ying dan roh Li Chang Le juga masuk ke dalam kamar. Obat penghilang wujud Ying Ying masih aktif sehingga semua orang yang berada di dalam ruangan tidak menyadari kedatangan Ying Ying.
Ying Ying pun bertukar posisi kembali dengan Ying Ying palsu dari tanah liat dengan mudah dan lancar.
***
Kemunculan kelima pengawal itu membuat kesadaran Wei Wu Xian pulih sebagian. Harga diri, martabat, dan reputasi baik sebagai putra mahkota harus dipertahankan.
Gejolak darah muda yang menggebu-gebu tadi berubah menjadi kemarahan. Wei Wu Xian ingin menghukum kelima pengawal yang menerobos masuk sesuka hati, tetapi Wei Wu Xian yakin pasti ada sesuatu hal penting yang terjadi di luar sehingga Wei Wu Xian ingin menanyakannya ke kelima pengawal yang masih berdiri membelakanginya.
Wei Wu Xian mendorong tubuh Chang Ru secara spontan. Dorongan itu tidak terlalu kuat, hanya saja Chang Ru tidak menduga akan didorong sehingga kehilangan keseimbangan dan jatuh terduduk di lantai.
Wei Wu Xian berdiri dan merapikan pakaian di tubuhnya yang berantakan.
"Putra mahkota!"
Chang Ru memanggil dan menatap Wei Wu Xian dengan sepasang mata yang berkaca-kaca. Chang Ru memang paling pintar berakting sebagai wanita lemah dan menyedihkan.
Wei Wu Xian mengambil jubah luar Chang Ru dari lantai dan menutupi tubuh Chang Ru yang terbuka dengan jubah luar itu. Senyum lebar menghias di sudut bibir Chang Ru karena tujuannya sudah tercapai.
Meskipun hubungan mesra mereka berdua belum mencapai 'oasis mata air', tetapi dirinya tidak perlu khawatir mengenai pembuktian kesucian di malam pertama nantinya.
Wei Wu Xian mengernyitkan alis secara tiba-tiba saat melihat jejak gigitan cinta di tubuh dan leher Chang Ru. Jejak dengan warna merah pucat, tetapi Wei Wu Xian yakin dirinya tidak meninggalkan gigitan cinta di tubuh Chang Ru.
"Sialan! Chang Ru menjebakku!"
Chang Ru terkejut melihat tatapan dingin dan menyeramkan dari Wei Wu Xian sehingga tubuhnya gemetaran ketakutan.
Bersamaan dengan itu, Tan Xiang berlari masuk ke dalam ruangan. A Ling pun menyusul di belakang Tan Xiang.
"Nona Chang Le! Nona Chang Le!"
Tan Xiang menghampiri dan menepuk-nepuk lengan Ying Ying beberapa kali, tetapi tidak mendapatkan reaksi apapun.
Wei Wu Xian berjalan sempoyongan ke tempat Ying Ying dan memeriksa keadaannya.
"Kenapa Chang Le bisa tertidur begitu lama?" batin Wei Wu Xian.
Wei Wu Xian mengambil cangkir arak kosong milik Ying Ying dan mencoba mencium apakah ada kandungan obat tertentu yang masih tersisa di sana. Kemudian menatap Chang Ru penuh curiga.
__ADS_1
"Apakah putra mahkota mencurigaiku? Tidak! Tidak ada bukti! Aku tidak boleh mengaku!" batin Chang Ru.
"A Ling! Bantu Tan Xiang membangunkan Kak Chang Le!"
A Ling menghampiri Tan Xiang dengan wajah kebingungan, tetapi perintah Chang Ru harus dilaksanakan olehnya.
"Nona Chang Le! Nona Chang Le!"
"Putra mahkota! Hamba mohon putra mahkota memanggil tabib untuk memeriksa keadaan Nona Chang Le!" pinta Tan Xiang.
Sewaktu Ying Ying berada di luar dengan obat penghilang wujud, Ying Ying sudah berbisik di telinga Tan Xiang untuk meminta Wei Wu Xian memanggil tabib.
Ying Ying ingin membuat kejadian memalukan hari ini tersebar luas hingga ke telinga Ratu Wen. Ratu Wen yang pintar dan licik pasti menyadari dengan cepat bahwa Wei Wu Xian dijebak oleh Chang Ru.
"Pengawal! "
Kelima pengawal pribadi membalikkan tubuh dan menghada Wei Wu Xian.
"Iya, Putra mahkota!"
"Panggil Tabib Huo dan selidiki semua makanan-minuman di atas meja!" perintah Wei Wu Xian.
"Baik, Putra mahkota!"
Dua pengawal keluar dari ruangan untuk membawa Tabib Huo, sedangkan tiga pengawal lainnya menggunakan jarum perak memeriksa makanan dan minuman di atas meja makan.
Chang Ru mengamati saksama pemeriksaan yang dilakukan oleh pengawal terhadap makanan dan minuman. Chang Ru yakin mereka tidak menemukan apapun disana.
Chang Ru tahu Wei Wu Xian mulai mencurigainya sehingga khawatir Tabib Huo bisa menemukan bukti kejahatan nya.
"Lapor putra mahkota! Tidak ada racun di dalam makanan dan minuman!"
"Apa yang terjadi di luar tadi?" tanya Wei Wu Xian.
"Terjadi kebakaran di kamar sebelah secara tiba-tiba. Api sudah berhasil dipadamkan. Kami khawatir dengan keselamatan putra mahkota sehingga menerobos masuk. Kami bersedia menerima hukuman!"
Ketiga pengawal pribadi itu berlutut di hadapan Wei Wu Xian sambil menundukkan kepala. Mereka tidak menyangka akan mengganggu waktu bersenang-senang Wei Wu Xian dengan Chang Ru, tetapi perintah Wei Wu Xian tadi membuktikan hubungan mesra itu terjadi bukan atas kehendak Wei Wu Xian.
Mereka semua lebih tidak akan menyangka bahwa Ying Ying lah dalang dibalik kebakaran kecil itu. Ying Ying sengaja membuat kehebohan agar kesenangan Wei Wu Xian dan Chang Ru terganggu.
***
Selamat malam readers tercinta. Kasihan Wei Wu Xian baru sadar dijebak oleh Chang Ru 😂😂
Jangan lupa baca kelanjutan cerita besok ya. Babang Bu Yi akan pulang nih 🥰🥰
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
__ADS_1
AUTHOR : LYTIE