
***Istana Kaisar Wei***
Ratu Wen, Wei Wu Xian, dan Selir Yang Zi tiba di istana Kaisar Wei setelah dijemput oleh Kasim Cao, kasim pribadi Kaisar Wei.
Wajah mereka bertiga menjadi pucat seketika saat melihat Li Chang Le alias Ying Ying, Wei Bu Yi, dan Jenderal Liu Bei sudah berada di dalam aula istana.
Berbagai pertanyaan yang sama muncul di dalam pikiran Ratu Wen, Wei Wu Xian, dan Selir Yang Zi.
Bukankah Wei Bu Yi masih di Kota Chang An? Sejak kapan dia pulang? Kenapa dia bersama Li Chang Le menemui Kaisar Wei? Apakah Li Chang Le melaporkan kejadian di Istana Timur ke Kaisar Wei?
Raut wajah Kaisar Wei semakin dingin sejak rombongan Ratu Wen tiba. Hal itu membuat tangan Ratu Wen berkeringat dingin. Firasat buruk menghantui pikirannya, tetapi Ratu Wen berusaha bersikap tenang dan memberi hormat ke Kaisar Wei, diikuti oleh Wei Wu Xian dan Selir Yang Zi.
"Ratu Wen! Kamu sebagai ratu Kerajaan Wei seharusnya bisa membimbing Wu Xian dengan baik. Mengapa bisa terjadi hal memalukan di Istana Timur saat kamu menginap di sana?" tanya Kaisar Wei dengan suara tegas.
Ratu Wen terdiam dan berusaha tenang. Ratu Wen tidak berani menanyakan hal memalukan apa yang dimaksud oleh Kaisar Wei.
Ratu Wen melirik sekilas ekspresi wajah Wei Bu Yi dan Ying Ying. Raut wajah mereka berdua sangat tenang dan tidak memancarkan emosi yang berlebihan, baik itu senang ataupun marah.
Di dalam pikiran Ratu Wen muncul beberapa pertanyaan mengenai apa yang sedang terjadi sekarang.
Apakah Chang Le tidak memedulikan kesembuhan Chang Ru sehingga melaporkan semuanya ke Kaisar Wei? Tetapi Chang Le terlihat tulus dan peduli dengan kesehatan Chang Ru sebelum Chang Le pergi. Apakah terjadi sesuatu saat Chang Le pergi?
Sementara kaki Wei Wu Xian terasa lemas sehingga tubuhnya hampir jatuh ke lantai saat mendengar pertanyaan Kaisar Wei. Yang Zi dengan sigap menarik Wei Wu Xian, tetapi tubuh Yang Zi sendiri juga gemetaran tanpa henti.
Reaksi yang aneh dan berlebihan dari Wei Wu Xian membuat Kaisar Wei menatapnya dengan tajam.
"Ada apa denganmu Wu Xian?"
Wei Wu Xian spontan berlutut di hadapan Kaisar Wei.
"Maafkan Wu Xian, ayahanda! Kemarin Wu Xian minum terlalu banyak arak di perayaan ulang tahun Selir Yang Zi sehingga masih terasa pusing dan tidak bertenaga,"jawab Wei Wu Xian dengan suara yang lemah.
Kaisar Wei menatap Wei Wu Xian dari atas kepala hingga ujung kaki. Wajah Wei Wu Xian memang terlihat lebih pucat dibandingkan hari biasa.
Selain itu Kaisar Wei merasa Wei Wu Xian sangat rapuh dan tidak mencerminkan sikap wibawa yang seharusnya dimiliki oleh seorang putra mahkota.
"Wu Xian masih belum mampu mengemban tanggung jawab sebagai putra mahkota. Didikan Ratu Wen membuat Wu Xian menjadi anak manja. Bagaimana aku bisa lega memberikan takhta untuknya nanti?" batin Kaisar Wei.
Kaisar Wei mengalihkan perhatian dari Wei Wu Xian ke Wei Bu Yi. Semua kejayaan Kerajaan Wei di masa depan yang semula tidak terlihat di Wei Wu Xian, semuanya terlihat jelas di Wei Bu Yi sehingga membuat Kaisar Wei menghela napas panjang.
Isi hati Kaisar Wei terbaca jelas oleh Ratu Wen. Kebencian di dalam hati Ratu Wen terhadap Wei Bu Yi semakin meningkat, tetapi bukan hanya Wei Bu Yi seorang saja yang dibenci oleh Ratu Wen. Kaisar Wei juga termasuk orang yang dibencinya saat ini.
__ADS_1
Ratu Wen menganggap Kaisar Wei bersikap tidak adil terhadap Wei Wu Xian dan lebih menyukai Wei Bu Yi. Padahal Wei Wu Xian lah yang akan menjadi penerus takhta Kerajaan Wei.
"Wu Xian! Sebagai putra mahkota, kamu harus menjadi panutan yang baik. Walaupun suasana hatimu sangat gembira, kamu tidak seharusnya minum arak yang banyak dan mabuk-mabukkan!" tegur Kaisar Wei.
"Baik, ayahanda! Wu Xian berjanji tidak akan mengulanginya lagi!"
"Kaisar Wei! Aku akan membimbing Wu Xian dengan ketat agar menjadi putra mahkota yang baik!" ucap Ratu Wen.
"Semua didikan dan bimbingan yang kamu berikan ke Wu Xian selama ini tidak berguna. Jika di hari besar perayaan ulang tahunku Wu Xian masih belum berubah, maka Wu Xian akan dilengserkan dari posisi putra mahkota menjadi pangeran biasa!"
Keputusan Kaisar Wei membuat semua orang yang berada di aula istana sangat terkejut. Hal yang paling ditakuti oleh Ratu Wen dan Wei Wu Xian, akhirnya terjadi juga. Perayaan ulang tahun Kaisar Wei hanya tersisa waktu satu bulan lebih.
"Waktunya terlalu singkat. Bisakah Kaisar Wei memberikan tambahan waktu?" tanya Ratu Wen dengan hati-hati.
"Waktu yang aku berikan sudah lebih dari cukup. Wu Xian sudah menjadi putra mahkota dan tinggal di Istana Timur selama tujuh tahun, tetapi Wu Xian tidak kompeten mengatur para bawahannya. Chang Le dengan mudahnya diculik oleh Pangeran Tang Jin saat Chang Le menginap di Istana Timur. Untung saja Bu Yi berhasil menyelamatkan Chang Le, tetapi Feng Xi mati terbunuh!"
Sejak awal Ying Ying dan Wei Bu Yi sudah berunding terlebih dahulu mengenai apa saja yang akan mereka laporkan ke Kaisar Wei dan juga beberapa hal yang disembunyikan dari Kaisar Wei.
Ekstrak teratai hitam masih berada di tangan Ratu Wen sehingga kejadian jebakan di Istana Timur tidak diceritakan oleh Ying Ying agar Ratu Wen tidak curiga dan rencana Wei Bu Yi bisa dilanjutkan.
Sementaraa Ratu Wen, Wei Wu Xian, dan Yang Zi sangat erkejut mendengar perkataan Kaisar Wei. Kejahatan Putri Tang Yan dan Pangeran Tang Jin membuat Wei Wu Xian menjadi kambing hitam.
Jika saja Chang Le berhasil diculik, maka bisa dipastikan kemarahan Kaisar Wei puluhan kali lipat dibandingkan sekarang. Selain itu Wei Bu Yi pasti menyalahkan Wei Wu Xian dan meminta keadilan ke Kaisar Wei.
"Kaisar Wei! Hamba meminta izin untuk menggeledah Istana Timur. Hamba khawatir ada mata-mata Kerajaan Tang Selatan di Istana Timur," ucap Jenderal Li Jin.
Kaisar Wei menganggukkan kepala pertanda setuju.
"Wu Xian! Bantu Jenderal Li Jin melakukan penyelidikan di Istana Timur!" perintah Kaisar Wei.
"Baik, ayahanda!"
Wei Wu Xian bersama Jenderal Liu Bei keluar dari aula istana, sedangkan Ratu Wen dan Yang Zi masih berada di sana.
Padahal Tabib Huo berpesan ke Wei Wu Xian untuk beristirahat di atas tempat tidur selama beberapa hari. Akan tetapi, perintah Kaisar Wei tidak bisa ditolak dan harus dilaksanakan segera.
Kaisar Wei menatap Ratu Wen, setelah Pangeran Tang Jin dan Jenderal Liu Bei pergi.
"Ratu Wen! Pangeran Tang Jin sudah dikurung di penjara ibukota. Mengenai Putri Tang Yan, aku ingin kamu mengawasinya dengan baik. Jika ada kesalahan yang diperbuat oleh Putri Tang Yan, kamu harus bertanggung jawab!" ujar Kaisar Wei.
"Baik, Kaisar Wei!"
__ADS_1
"Selir Yang Zi! Chang Le bilang kesehatan Li Chang Ru semakin memburuk. Sebagai selir Wu Xian, kamu harus telaten merawat putri mahkota. Saat Tabib Chen pulang dari Kota Chang An, aku akan mengirimnya ke istana Timur untuk mengobati Li Chang Ru."
"Yang Zi mengerti," jawab Yang Zi dengan patuh.
Ratu Wen merasa lega karena mengira rencananya memanfaatkan Chang Ru untuk mendapatkan rasa iba dari Chang Le berhasil.
"Ayahanda! Bu Yi memiliki satu permintaan. Bu Yi harap ayahanda bersedia mengabulkan permintaan itu!"
"Apa permintaanmu, Bu Yi?" tanya Kaisar Wei.
"Peperangan dengan Kerajaan Wu Barat masih berlanjut sehingga Bu Yi harus kembali ke Kota Chang An. Bu Yi tidak tenang meninggalkan Chang Le sendirian di ibukota. Bu Yi ingin membawa Chang Le ke Kota Chang An," jawab Wei Bu Yi panjang lebar.
Walaupun Ying Ying sangat cerdik dan memiliki kekuatan sihir yang hebat, tetapi lawan yang dihadapi Ying Ying sangat jahat dan licik.
Wei Bu Yi tidak mau hubungannya dengan Ying Ying berakhir seperti Chang Le dan Feng Xi, yang baru bisa bersama setelah kedua meninggal. Wei Bu Yi ingin berada di sisi Ying Ying dan bersama-sama menghadapi musuh ataupun cobaan yang menghadang.
Lagipula peperangan dengan Kerajaan Wu Barat akan selesai dalam beberapa hari lagi sehingga rencana Wei Bu Yi untuk memancing Ratu Wen mengeluarkan ekstrak teratai hitam bisa dilanjutkan saat dirinya dan Ying Ying pulang ke ibukota.
"Permintaanmu akan kukabulkan, Bu Yi! Sekarang kalian berdua pulang dan beristirahat. Besok pagi kalian berangkat bersama ke Kota Chang An!"
"Terima kasih ayahanda!" jawab Wei Bu Yi dan Ying Ying bersamaan.
Ratu Wen juga berpamitan ke Kaisar Wei setelah Ying Ying dan Wei Bu Yi pergi. Ratu Wen bergegas menuju Istana Timur untuk mengetahui bagaimana hasil penyelidikan di sana.
Kedua pria yang menyamar sebagai Kasim itu sudah dibunuh oleh Kasim Ma, sedangkan Putri Tang Yan dikurung di dalam salah satu kamar.
Sementara kelima nona muda yang tidur dalam keadaan tubuh polos di kamar yang sama dengan Wei Wu Xian, sudah pulang ke kediaman masing-masing setelah mendapatkan janji dari Ratu Wen untuk menjadikan mereka berlima selir Wei Wu Xian.
Kelima nona muda itu akan tinggal di Istana Timur dua hari mendatang. Sebagai Ratu Kerajaan Wei, Ratu Wen memiliki hak untuk memilih selir bagi Wei Wu Xian dan tidak memerlukan persetujuan dari Kaisar Wei.
***
Selamat malam readers tercinta. Terima kasih semua dukungan readers yang selalu sabar menanti kelanjutan cerita ini setiap malam. Love sekebon deh 🥰
Author juga berusaha keras meluangkan waktu untuk mengetik lanjutan cerita ini, walaupun kadang mata sudah terkantuk-kantuk 🤣
Bantu doa nya semoga semua lancar hingga bab ending 🙏
Satu persatu antagonis akan mendapatkan karmanya, ditunggu ya🙏
SALAM SAYANG
__ADS_1
AUTHOR : LYTIE