REVENGE OF FOX CONSORT

REVENGE OF FOX CONSORT
BAB 57. Penyesalan


__ADS_3

***Istana Ratu Wen***


Chang Ru dan Ying Ying menikmati kudapan kecil yang disajikan diatas meja bersama Ratu Wen. Sepanjang waktu, Chang Ru berusaha mempererat hubungannya dengan Ratu Wen sehingga membicarakan hal-hal yang sepele dan tidak penting.


Ratu Wen sudah pengalaman menghadapi penjil*t tidak berguna seperti Chang Ru. Dalam hati Ratu Wen, Chang Ru bagaikan peribahasa Tong Kosong Nyaring Bunyinya.


Ratu Wen merasa kasihan terhadap Wei Wu Xian, yang mendapatkan permaisuri bodoh seperti Chang Ru.


Jika bukan dikarenakan Chang Ru juga merupakan putri dari Jenderal Li Jin, Ratu Wen sudah mengusirnya dari awal.


Di dalam pikiran Ratu Wen sekarang sudah tersirat beberapa nama gadis muda yang akan dijadikan selir Wei Wu Xian. Gadis muda yang bisa membantu memperkuat dan mendukung posisi Wei Wu Xian agar naik takhta dengan lancar di kemudian hari.


Ratu Wen tidak mempermasalahkan untuk membantu Wei Wu Xian menyingkirkan Chang Ru jika Chang Ru menjadi beban Wei Wu Xian nantinya.


Sementara Chang Ru masih saja berceloteh panjang lebar tanpa menyadari kebodohannya sudah membuat posisinya sebagai putri mahkota terancam, sedangkan Ying Ying duduk tenang dan diam seribu bahasa sambil menikmati kudapan kecil.


Tiga puluh menit kemudian, Ratu Wen membubarkan acara minum teh bersama dengan alasan ingin beristirahat.


"Besok pagi kalian berdua ikut menjemput kedatangan rombongan aliansi perwakilan dari Kerajaan Tang Selatan di Luoyang!"


"Baik, Ratu Wen!" jawab Ying Ying dan Chang Ru bersamaan.


Senyum kecil menghias di sudut bibir Ying Ying dan roh Li Chang Le secara bersamaan. Ying Ying merasa senang karena akan bertemu Wei Bu Yi besok, sedangkan roh Li Chang Le senang bisa bertemu dengan rombongan Jenderal Li Jin.


Luoyang merupakan ibukota Kerajaan Wei. Kaisar Wei memutuskan menyambut secara langsung kedatangan rombongan Jenderal Li Jin dan rombongan perwakilan aliansi dari Kerajaan Tang Selatan untuk membuktikan ketulusan hatinya terhadap perjanjian perdamaian yang telah disepakati bersama.


Peperangan selama dua tahun ini telah membuat banyak rakyat di kedua belah pihak menderita sehingga Kaisar Wei tidak menolak saat Kerajaan Tang Selatan mengajukan gencatan senjata dan aliansi perdamaian.


Para perwakilan aliansi dari Kerajaan Tang Selatan akan membahas persyaratan-persyaratan lebih rinci dengan Kaisar Wei sebelum kedua belah pihak menandatangani Dekrit Perdamaian.


***


"Nona Chang Le!"


"Nona Chang Ru!"


Tan Xiang dan A Ling menyambut kedua nona muda mereka, yang berjalan keluar dari taman istana.


Tan Xiang menatap intens Ying Ying dari atas kepala hingga ujung kaki, lalu menarik napas lega karena keadaan Ying Ying baik-baik saja.


"Ayo kita pulang, Tan Xiang! Kotak perhiasan hadiah dari Ratu Wen ini di simpan di meja riasku!" ucap Ying Ying sambil memberikan kotak ke Tan Xiang.


"Baik, Nona Chang Le!"

__ADS_1


Sementara Chang Ru memegang erat kotak perhiasan miliknya dan tidak membiarkan A Ling memegang kotak itu.


"Putra mahkota tiba!"


Suara Kasim Gao, kasim kepercayaan Wei Wu Xian terdengar jelas sehingga Chang Ru dan Ying Ying menoleh ke sumber suara.


Wei Wu Xian berpenampilan sangat rapi karena baru saja selesai menghadiri pertemuan pagi di istana bersama Kaisar Wei dan pejabat istana lainnya.


Wei Wu Xian selalu menemui Ratu Wen untuk memberi salam setelah selesai pertemuan pagi. Wei Wu Xian tidak menyangka akan bertemu dengan Chang Ru dan Chang Le.


Sepasang mata Chang Ru berbinar-binar menatap Wei Wu Xian yang sedang berjalan menuju ke arahnya. Chang Ru yakin dirinya bisa menjebak Wei Wu Xian dengan obat khusus pemberian Bai Lu.


"Chang Ru memberi hormat ke putra mahkota!"


"Chang Le memberi hormat ke putra mahkota!"


"Berdirilah Chang Le!" kata Wei Wu Xian dengan ramah dan tangannya terulur untuk menarik tangan Ying Ying agar tidak perlu membungkuk terlalu lama di hadapannya.


Ying Ying menghindar dan posisi tubuhnya sudah berdiri tegak dengan cepat sehingga Wei Wu Xian menarik kembali tangannya yang terulur.


"Chang Le! Kamu sudah sembuh dari penyakitmu?"


"Iya, putra mahkota! Tenggelam dua kali di kolam membuatku demam tinggi dan akhirnya sembuh seperti semula."


Wei Wu Xian tidak bisa mengalihkan perhatiannya dari wajah Ying Ying. Sejak dirinya mengetahui kabar kesembuhan Li Chang Le, Wei Wu Xian menyesal terlanjur membatalkan pertunangan dengan cepat.


Jika saja dirinya sabar hingga kepulangan rombongan Jenderal Li Jin,maka saat itu Li Chang Le sudah sembuh sehingga dirinya tidak perlu memutuskan pertunangan.


Li Chang Le akan menjadi wanita miliknya dan bukannya menjadi permaisuri Wei Bu Yi.


Sementara Chang Ru berusaha menahan rasa cemburu yang membakar lubuk hatinya saat ini.


"Dasar ja*ang! Berani sekali menggoda putra mahkota di hadapanku!"


Chang Ru berjalan maju dan sengaja berdiri tepat di depan Ying Ying sehingga menghalangi pandangan Wei Wu Xian.


"Putra mahkota! Bersediakah menemani Chang Ru jalan-jalan di Luoyang? Chang Ru tahu ada satu restoran terkenal yang baru dibuka."


"Aku masih ada tugas dari ayahanda!" tolak Wei Wu Xian dengan cepat.


"Hanya satu jam saja! Chang Ru ingin jalan-jalan bersama putra mahkota!" rengek Chang Ru dengan suara manja. Bahkan tangannya sudah merangkul lengan Wei Wu Xian dengan agresif.


Ying Ying tahu Chang Ru ingin menjebak Wei Wu Xian dengan obat khusus pemberian Bai Lu sehingga tidak mau ikut campur urusan sepasang sejoli tidak tahu malu di dekatnya itu.

__ADS_1


"Putra mahkota! Chang Le pamit pulang!"


Chang Ru melihat jelas wajah kecewa Wei Wu Xian karena kepergian Ying Ying. Bahkan sepasang mata Wei Wu Xian masih menatap punggung Ying Ying tanpa berkedip.


"Sialan! Aku tidak boleh gagal mengajak Wei Wu Xian keluar!" batin Chang Ru.


Senyum sinis menghias di sudut bibir Chang Ru dengan cepat karena sebuah ide cemerlang terbesit di pikirannya.


Chang Ru melepaskan tangannya dari lengan Wei Wu Xian, lalu berlari kecil mengejar Ying Ying.


"Kak Chang Le!"


Ying Ying menghentikan langkah kakinya dan menoleh ke belakang. "Ada apa?"


Chang Ru tidak menjawab pertanyaan Ying Ying, melainkan merangkul lengan Ying Ying dan membawanya kembali ke tempat Wei Wu Xian.


Tan Xiang dan roh Li Chang Le mengikuti Ying Ying dari belakang.


Wei Wu Xian yang merasa lega terbebas dari rengekan Chang Ru, merasa heran dengan kemunculan Chang Ru dan Chang Le.


"Mengapa Chang Ru membawa Chang Le menemuiku?" batin Wei Wu Xian.


"Putra mahkota! Sebenarnya aku ingin membawa Kak Chang Le jalan-jalan di Luoyang. Kak Chang Le baru sembuh dan belum pernah keluar dari rumah, tetapi aku takut bahaya mengancam di luar jika berpergian berdua saja dengan Kak Chang Le. Maukah putra mahkota berbaik hati menemani kami berdua? Aku yakin tidak ada orang jahat yang berani mendekat jika ada putra mahkota."


Sepasang mata Wei Wu Xian berbinar-binar mendengar penjelasan panjang lebar dari Chang Ru.


"Benarkah Chang Le?" tanya Wei Wu Xian.


Roh Li Chang Le melambaikan kedua tangannya sebagai isyarat agar Ying Ying menolak. Tan Xiang yang berdiri di belakang Ying Ying juga menarik lengan hanfu Ying Ying, dengan maksud hati yang sama seperti roh Li Chang Le.


Tentu saja Ying Ying tahu mereka berdua mengisyaratkan adanya rencana busuk dari Chang Ru di balik ajakan ini, tetapi Ying Ying tidak akan menolak kesempatan emas untuk menonton pertunjukan spektakuler apa yang dipersiapkan oleh Chang Ru untuknya.


"Benar! Adik Chang Ru ingin membawaku jalan-jalan!" jawab Ying Ying.


***


Selamat malam readers.Bab ini up pukul 22.30 wita. Semoga lancar 🤗


Apa rencana si ulet keket Chang Ru terhadap Ying Ying? Sampai jumpa di bab besok 🤗


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG

__ADS_1


AUTHOR : LYTIE


__ADS_2