REVENGE OF FOX CONSORT

REVENGE OF FOX CONSORT
BAB 28. Tabib Chen


__ADS_3

Rombongan Kaisar Wei menatap punggung Wei Bu Yi, yang sudah berjalan jauh meninggalkan mereka.


"Pengawal! Geledah seluruh isi istana! Temukan pembunuh itu secepat mungkin!" perintah Kaisar Wei.


"Siap laksanakan, Kaisar Wei!"


Para pengawal berpencar untuk menemukan pria yang berusaha membunuh Li Chang Le dan melukai Tan Xiang.


"Kaisar Wei! Dayang istana yang mengantar nona Li Chang Le juga harus ditemukan," ucap Selir Ming Lan.


Kaisar Wei menganggukkan kepala sambil menatap Selir Ming Lan.


"Usul Selir Ming Lan sangat bagus. Dayang istana itu pasti menjalankan perintah dari seseorang untuk mencelakai Li Chang Le," ujar Kaisar Wei.


"Apakah Ratu Wen tahu siapa yang berniat membunuh Li Chang Le?" tanya Kaisar Wei secara tiba-tiba.


Ratu Wen terkejut mendengar pertanyaan Kaisar Wei sehingga berusaha bersikap tenang agar tidak dicurigai oleh Kaisar Wei.


"Li Chang Le anak yang baik. Aku yakin dia tidak pernah menyinggung orang lain," jawab Ratu Wen.


Kaisar Wei terdiam sejenak setelah mendengar jawaban Ratu Wen. Jawaban yang tidak dipercaya sepenuhnya oleh Kaisar Wei.


Kaisar Wei memang mencurigai Ratu Wen sebagai dalang dibalik upaya pembunuhan terhadap Li Chang Le karena Ratu Wen adalah orang kedua yang memiliki kekuasaan tertinggi di dalam istana. 


Selain itu wajah Ratu Wen pucat seketika saat mendapat tatapan tajam sekilas dari Wei Bu Yi tadi, juga terlihat oleh Kaisar Wei.


Saat ini Kaisar Wei menyimpan kecurigaan di dalam hatinya dan menunggu hasil penyelidikan dari para pengawal istana.


***


"Tunggu sebentar, Pangeran Wei Bu Yi!"


Bai Lu dan Chang Ru berlari kecil mengejar rombongan Wei Bu Yi.


Wei Bu Yi menghentikan langkah kakinya dan menatap tajam ke Bai Lu, sedangkan Kasim Da Duo segera mencegah Bai Lu mendekati Wei Bu Yi.


"Ada apa Nyonya Bai Lu?" tanya Kasim Da Duo.


"Kami akan membawa Chang Le pulang ke Kediaman Jenderal Li Jin," jawab Bai Lu.


Bai Lu yakin orang yang bisa berbuat sesuka hati di dalam istana hanyalah Kaisar Wei dan Ratu Wen sehingga bisa dipastikan Ratu Wen menginginkan kematian Li Chang Le.


Bai Lu tidak mau melewatkan kesempatan emas ini untuk berjasa di hadapan Ratu Wen. Li Chang Le dan Tan Xiang dalam keadaan pingsan sehingga untuk mengambil nyawa mereka berdua sangatlah mudah, bagaikan menginjak seekor semut yang mengganggu.


Bai Lu hanya perlu menyuap tabib untuk melaporkan kematian Li Chang Le dan Tan Xiang diakibatkan luka dalam. Bahkan jasad mereka berdua akan dibakar secepatnya agar tidak meninggalkan bukti di kemudian hari.


Niat jelek Bai Lu terbaca jelas oleh Wei Bu Yi. "Li Chang Le adalah permaisuriku!" ujar Wei Bu Yi.

__ADS_1


Wei Bu Yi mempercepat langkah kakinya dan tidak memedulikan teriakan Bai Lu dan Chang Ru dari belakang.


"Pangeran Wei Bu Yi!"


"Pangeran Wei Bu Yi!"


"Nyonya Bai Lu, Nona Li Chang Ru! Pangeran Wei Bu Yi membawa pergi Nona Li Chang Le didepan Kaisar Wei. Kaisar Wei tidak melarang sama sekali.  Apakah kalian berdua ingin melawan kehendak Kaisar Wei?" tanya Kasim Da Duo.


"Tidak!" jawab Bai Lu dan Chang Ru bersamaan.


"Pangeran Wei Bu Yi akan mengantar Nona Li Chang Le pulang ke Kediaman Jenderal Li Jin saat sudah sembuh," ucap Kasim Xiao Duo.


Kasim Da Duo dan Kasim Xiao Duo menyusul Wei Bu Yi dengan cepat, meninggalkan Bai Lu dan Chang Ru.


Chang Ru menatap punggung rombongan Wei Bu Yi dengan penuh kebencian.


"Aku harap Chang Le tidak terselamatkan!" batin Chang Ru.


***Kediaman Pangeran Wei Bu Yi***


Kereta kuda berhenti tepat di depan Kediaman Wei Bu Yi di ibukota. Wei Bu Yi menggendong Ying Ying turun dari kereta kuda, sedangkan Kasim Xiao Duo menggendong Tan Xiang.


"Panggil Tabib Chen!" perintah Wei Bu Yi, sambil berjalan cepat menuju kamar.


Kasim Da Duo segera menjalankan perintah Wei Bu Yi. Dalam waktu singkat, Kasim Da Duo sudah menemukan Tabib Chen dan menceritakan semua mengenai keadaan Ying Ying dan Tan Xiang. 


Tabib Chen berusia lima puluh tahun dan merupakan tabib senior dari istana Kaisar Wei, tetapi sudah pensiun sejak tujuh tahun.


Semenjak pensiun, Tabib Chen menjadi tabib pribadi Pangeran Wei Bu Yi. Luka parah Wei Bu Yi tujuh tahun yang lalu pun sebagian besar disembuhkan oleh Tabib Chen.


Pangeran Wei Bu Yi menghadiahkan satu rumah ke Tabib Chen. Tabib Chen menjadikan rumah itu sebagai tempat pengobatan bagi rakyat Kerajaan Wei. Bahkan Tabib Chen sering memberikan pengobatan gratis untuk mereka.


Tentu saja obat-obatan dan lainnya yang tersedia berasal dari dana yang diberikan oleh Wei Bu Yi. Oleh karena itu, hubungan Wei Bu Yi dan Tabib Chen sangat dekat.


***


Wei Bu Yi membawa Ying Ying ke dalam kamarnya, lalu membaringkan Ying Ying di atas tempat tidur. Sementara Kasim Xiao Duo membawa Tan Xiang ke kamar tamu.


Ketika berada di dalam kereta kuda, Wei Bu Yi sudah memeriksa keadaan Ying Ying apakah terkena luka pedang atau tidak, sedangkan Kasim Xiao Duo memeriksa luka di pundak Tan Xiang.


Tidak ada luka parah di tubuh Ying Ying membuat Wei Bu Yi lebih tenang, tetapi Ying Ying masih belum siuman sehingga diperlukan tabib untuk memeriksa Ying Ying secepatnya.


Tubuh Ying Ying sangat dingin sehingga Wei Bu Yi menggunakan jubah luarnya untuk membungkus tubuh Ying Ying agar lebih hangat.


Wei Bu Yi duduk di samping tempat tidur sambil mengamati wajah pucat Ying Ying. Pikiran Wei Bu Yi terbayang saat Ying Ying mencengkeram erat pakaiannya dan menyebutkan namanya dengan suara yang lemah sebelum pingsan.


"Kamu mungkin menganggapku sebagai dewa penolong, tetapi kemalangan yang menimpamu saat ini juga dikarenakan aku," batin Wei Bu Yi.

__ADS_1


Wei Bu Yi tidak menyangka Ratu Wen berani mengutus orang untuk membunuh Li Chang Le di dalam istana. 


Wei Bu Yi bisa menebak tujuan Ratu Wen berusaha menyingkirkan Li Chang Le secepatnya karena khawatir Jenderal Li Jin akan berpihak kepadanya sehingga posisi Wei Wu Xian sebagai putra mahkota akan terancam.


Selama tujuh tahun ini, pembunuh bayaran yang diutus Ratu Wen bisa diatasi dengan mudah oleh Wei Bu Yi. Wei Bu yi tidak peduli jika dirinya menjadi sasaran yang diincar oleh Ratu Wen, tetapi kali ini Ratu Wen malahan mengincar Li Chang Le. 


Li Chang Le hanyalah gadis muda yang polos seperti anak kecil berumur lima tahun. Wei Bu Yi merasa bersalah karena sudah membuat Li Chang Le terjebak ke dalam bahaya yang akan mengancam gadis muda itu setiap saat dan kali ini hanyalah permulaan saja.


Suara ketukan pintu kamar dari luar membuat Wei Bu Yi menoleh ke sana.


"Masuklah!" perintah Wei Bu Yi.


Tabib Chen dan Kasim Da Duo berjalan masuk ke dalam kamar. Tabib Chen membungkukkan badan untuk memberi hormat ke Wei Bu Yi.


"Pangeran Wei Bu Yi!" sapa Tabib Chen.


"Tabib Chen, tolong periksa keadaan Li Chang Le," ucap Wei Bu Yi.


"Baik, Pangeran Wei Bu Yi!" jawab Tabib Chen dengan patuh.


Tabib Chen memeriksa nadi di pergelangan tangan Ying Ying, sedangkan Wei Bu Yi menunggu hasil pemeriksaan dengan sabar. 


Kasim Da Duo mendekati Wei Bu Yi dan berbicara dengan suara kecil agar tidak mengganggu konsentrasi Tabib Chen dalam memeriksa Ying Ying.


"Pangeran Wei Bu Yi! Tabib Huo datang atas perintah Kaisar Wei. Sekarang Tabib Huo sedang memeriksa Tan Xiang!" lapor Kasim Da Duo.


Luka pedang di pundak Tan Xiang sudah diberi obat penghenti darah oleh Kasim Da Duo saat di dalam kereta kuda sehingga nyawa Tan Xiang tidak berada dalam bahaya.


Semula Wei Bu Yi berencana meminta Tabib Chen memeriksa keadaan Tan Xiang setelah selesai memeriksa Ying Ying. Sekarang Tabib Chen bisa fokus mengobati Ying Ying seorang saja.


Wei Bu Yi yakin Tabib Huo bisa menyembuhkan Tan Xiang. Selain itu ada Kasim Xiao Duo yang menjaga Tan Xiang di sana. 


Tujuan utama Kasim Xiao Duo adalah menginterogasi Tan Xiang mengenai apa saja yang terjadi di istana hingga Tan Xiang dan Ying Ying jatuh ke dalam kolam istana.


Tan Xiang satu-satunya saksi yang mengetahui wajah maupun postur tubuh orang yang menyerangnya dan Ying Ying, sedangkan Ying Ying berperilaku seperti anak kecil sehingga kemungkinan besar Ying Ying tidak bisa menceritakan secara lengkap kejadian tadi. 


"Da Duo! Panggil Dayang Fu untuk melayani Li Chang Le setelah Tabib Chen selesai memeriksa keadaannya!" perintah Wei Bu Yi.


"Baik, Pangeran Wei Bu Yi!" jawab Kasim Da Duo dan berjalan meninggalkan kamar.


***


Selamat malam readers tercinta. Jangan lupa besok hari senin, ada vote baru. Author tunggu votenya ya 😁😁🙏


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG

__ADS_1


AUTHOR : LYTIE


__ADS_2