
***Istana Timur***
Kedatangan Tabib Huo membuat Ratu Wen keluar dari kamar diikuti oleh Yang Zi dan Ying Ying agar Tabib Huo bisa konsentrasi memeriksa keadaan Wei Wu Xian, Putri Tang Yan, dan juga kelima wanita tersebut.
Tugas utama Ratu Wen adalah memastikan kejadian di dalam kamar tidak tersebar keluar, terutama tidak boleh diketahui oleh Kaisar Wei. Reputasi Wei Wu Xian harus dipertahankan.
Orang yang melihat langsung keadaan di dalam kamar hanyalah Ratu Wen sendiri, Yang Zi, Ying Ying, dan beberapa pengawal.
Yang Zi dan para pengawal itu termasuk bagian dari Istana Timur sehingga mereka tidak mungkin berani menyebarkan aib Wei Wu Xian.
"Chang Le! Nyawa Chang Ru berada di tanganmu! Kamu harus merahasiakan kejadian in!" ujar Ratu Wen dengan tegas.
Ratu Wen masih menganggap Li Chang Le alias Ying Ying hanyalah gadis muda yang lemah. Gadis muda yang bisa dikendalikan olehnya dengan mudah karena nyawa Chang Ru di tangannya.
Apalagi saat ini Jenderal Li Jin dan Wei Bu Yi tidak berada di ibukota sehingga tidak ada ada orang yang bisa melindungi Ying Ying.
"Baik, Ibunda! Kapan ibunda akan memberikan obat langka untuk menyembuhkan putri mahkota?"
Pertanyaan Ying Ying membuat Ratu Wen mengira ancamannya berhasil, tetapi kejadian di dalam kamar membuat semua rencana Ratu Wen selanjutnya harus ditunda terlebih dahulu.
Fokus utama Ratu Wen saat ini adalah menyelidiki alasan Putri Tang Yan dan kedua pria masuk ke dalam kamar tamu yang dipersiapkan untuk Ying Ying.
Padahal Putri Tang Yan sendiri yang memberikan racun pemikat dan racun cinta untuk mendukung rencana Wei Wu Xian mendapatkan Ying Ying.
"Chang Le! Nanti aku akan memanggilmu ke istana membahas mengenai obat langka untuk menyembuhkan Chang Ru. Sekarang kamu boleh pulang!"
"Baik, ibunda!" jawab Ying Ying dengan patuh.
Ying Ying belum mendapatkan ekstrak teratai hitam dari tangan Ratu Wen sehingga Ying Ying berpura-pura patuh dan menuruti semua perkataan Ratu Wen.
Satu detik pun Ying Ying tidak mau menetap lebih lama di Istana Timur sehingga meninggalkan Istana Timur dengan suka cita.
__ADS_1
Kekacauan yang dibuat olehnya sudah cukup membuat pusing Ratu Wen dan Yang Zi malam ini. Ying Ying ingin secepatnya tiba di rumah dan mengirim surat merpati ke Wei Bu Yi untuk memberitahukan semua kejadian malam ini.
***
Suasana di luar masih belum terlalu terang disertai angin yang dingin.
Ada enam kereta kuda yang berhenti di luar Istana Timur. Lima kereta kuda milik kelima wanita yang diculik oleh Ying Ying ke kamar tempat Wei Bu Yi berada.
Ying Ying tertawa kecil membayangkan wajah Wei Wu Xian, Yang Zi, dan Chang Ru saat kelima wanita jelek itu menjadi selir Wei Wu Xian dan tinggal di dalam Istana Timur.
Ying Ying melangkahkan kakinya menuju salah satu kereta kuda. Kereta kuda itu merupakan kereta kuda milik Istana Timur dan juga kereta kuda yang menjemput Ying Ying dari Kediaman Pangeran Wei Bu Yi.
Kusir kuda berlari kecil menghampiri Ying Ying dan menyapanya.
"Bu Yi Wang Fei!"
Ying Ying menyadari gerak-gerik kusir kuda sangat aneh. Walaupun mulutnya menyapa Ying Ying, tetapi sepasang matanya terlihat menatap ke arah belakang Ying Ying, seperti sedang menunggu kemunculan orang lain di sana.
"Pria ini bukan kusir kuda yang menjemputku tadi siang. Kemungkinan besar dia berhubungan dengan Putri Tang Yan," batin Ying Ying.
"Antar aku pulang ke Kediaman Pangeran Wei Bu Yi!"
"Baik, Bu Yi Wang Fei!"
Ying Ying naik ke atas kereta kuda. Senyuman samar mengembang di sudut bibirnya saat mencium aroma asap bius di dalam kereta. Pil penawar langsung dikunyah oleh Ying Ying tanpa sepengetahuan kusir kuda.
Kereta kuda melaju kencang meninggalkan Istana Timur setelah kusir kuda memastikan Ying Ying sudah pingsan di dalam kereta kuda.
Ying Ying sengaja berpura-pura pingsan untuk mencari tahu kusir kuda akan membawanya ke mana dan juga apakah ada komplotan dari Putri Tang Yan.
Sekitar tiga puluh menit kemudian, kereta kuda masih melaju kencang. Ying Ying yakin kereta kuda sudah berada di jarak yang sangat jauh dari ibukota Luoyang.
__ADS_1
Tiba-tiba kekuatan sihir pendengaran jarak jauh Ying Ying mendengar suara derapan kuda yang mendekat. Suara derapan kuda itu sangat cepat, tetapi tidak riuh seperti suara rombongan pasukan yang pernah didengar oleh Ying Ying.
Ketika suara derapan kuda itu berhenti tepat di depan kereta kuda, kusir kuda pun menarik tali kekang di leher kuda sehingga laju kereta kuda ikut berhenti.
"Apakah komplotan Putri Tang Yan sudah datang dan akan memindahkan aku dari kereta kuda ke kuda lain?" batin Ying Ying.
Beberapa saat kemudian, Ying Ying menyadari dugaannya meleset. Suara pertarungan di luar kereta kuda membuat Ying Ying penasaran siapa yang datang menolongnya.
"Argh!" Kusir kuda berteriak kesakitan saat pedang menembus tubuhnya.
Seorang pria naik ke atas kereta kuda dan memeriksa keadaan Ying Ying.
"Chang Le! Chang Le!"
Ying Ying membuka matanya sehingga wajah Feng Xi terlihat jelas di hadapannya. Roh Li Chang Le juga berdiri di samping Feng Xi.
"Kak Feng Xi! Kenapa Kak Feng Xi bisa di sini?"
"Di sini sangat bahaya. Kita harus pergi sekarang!"
Feng Xi tidak menjawab pertanyaan Ying Ying, melainkan menarik tangan Ying Ying dan membawanya turun dari kereta kuda.
Ying Ying tidak menolak permintaan Feng Xi karena Ying Ying tahu Feng Xi menganggapnya sebagai Li Chang Le sehingga tidak mungkin membahayakan nyawanya.
***
Selamat malam readers. Author minta maaf karena kemunculan babang Bu Yi dipending hingga besok ya 🙏. Hari sudah larut malam, author tidak bisa lanjut ketik karena besok pagi mau antar anak ke sekolah dan masak bekal 😅😅🙏
Jangan lupa hari senin waktunya vote.
TERIMA KASIH PENGERTIANNYA
__ADS_1
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE