
***Kamar Li Chang Le***
Roh Li Chang Le memutuskan tetap berada di luar dan disisi Ying Ying untuk memastikan rencana jahat Chang Ru tidak berhasil.
Walaupun roh Li Chang Le yakin Ying Ying memiliki kemampuan untuk melindungi diri sendiri dan membalas perbuatan Chang Ru, roh Li Chang Le tidak merasa tenang untuk beristirahat di dalam bandul lonceng milik Ying Ying.
Sekitar tiga puluh menit kemudian, Tan Xiang yang sebelumnya pergi untuk membeli benda yang diinginkan oleh Ying Ying pulang sambil membawa satu bungkusan kain berukuran sedang.
Tan Xiang membelinya dengan uang saku milik roh Li Chang Le. Pada akhirnya Ying Ying menggunakan uang tersebut. Sebelumnya mereka tidak jadi berangkat untuk membeli tanaman herbal karena Pangeran Wei Bu Yi sudah mengirimkan tanaman herbal yang cukup banyak.
Tan Xiang meletakkan bungkusan kain di atas meja dan membukanya. Sekitar sepuluh buah patung tanah liat berukuran kecil dan cantik.
"Nona Chang Le! Semua ini merupakan patung tanah liat tercantik dan bagus!"
Ying Ying mengambil salah satu patung tanah liat wanita muda dan mengamatinya saksama.
"Iya. Semuanya cantik dan tahan lama!" jawab Ying Ying.
Ying Ying menyimpan sepuluh patung tanah itu ke dalam dimensi saku cincin ajaib miliknya, lalu menoleh ke arah Tan Xiang.
Tatapan penuh penasaran dari Tan Xiang dan juga roh Li Chang Le membuat Ying Ying tertawa kecil.
"Patung tanah liat ini sangat berguna untuk menghadapi Bai Lu nanti."
Tan Xiang tidak sabar menunggu kepulangan Bai Lu agar bisa melihat kegunaan patung tanah liat tersebut.
"Tan Xiang! Kita harus makan terlebih dahulu sebelum Chen Chen datang."
"Baik, Nona Chang Le!"
***
Sesuai perkiraan Ying Ying, Chen Chen datang menemuinya. Tentu saja Tan Xiang memperbolehkan Chen Chen menemui Ying Ying karena sudah mengetahui rencana jahat Chang Ru.
Chen Chen menyampaikan pesan bahwa Chang Ru mengundang Chang Le alias Ying Ying ke ruangan musik, dengan alasan Chang Ru ingin mengajarinya bermain guzheng agar Ying Ying bisa mempertunjukkannya di jamuan makan malam istana saat rombongan Jenderal Li Jin dan perwakilan aliansi Kerajaan Han Utara tiba.
Ying Ying tidak menolak undangan itu dan bersama Tan Xiang mengikuti Chen Chen menuju ruangan musik.
Ketika tiba di ruangan musik, Chen Chen meninggalkan mereka berdua di dalam ruangan dengan alasan akan menjemput Chang Ru.
Padahal Chen Chen meniup asap bius melalui lubang jendela ketika berada di luar. Tentu saja Ying Ying sudah menyadarinya sejak awal.
Ying Ying mengeluarkan pil penawar racun racikannya dan memberikannya ke Tan Xiang.
"Cepat makan, Tan Xiang!" bisik Ying Ying.
Walaupun Tan Xiang merasa pusing, tetapi masih bisa mendengar jelas perkataan Ying Ying sehingga menerima pil itu dan memakannya.
Sama seperti pil racikan Tabib Chen, pil racikan Ying Ying juga langsung mencair di dalam mulut dan bereaksi dengan cepat.
"Tan Xiang! Kepalaku sakit sekali!"
"Iya, Nona Chang Le! Kepala Tan Xiang juga terasa berat dan pusing!"
__ADS_1
Roh Li Chang Le tertawa kecil melihat akting Ying Ying dan Tan Xiang yang berjalan sempoyongan sambil memegang kepala.
Beberapa saat kemudian, mereka berdua pun pura-pura pingsan.
"Ying Ying! Mereka datang!" ujar roh Li Chang Le saat melihat dua sosok masuk ke dalam kamar.
Chen Chen menutup hidungnya dengan saputangan dan berlari kecil untuk membuka jendela agar asap bius yang masih tersisa di dalam kamar menghilang dengan cepat.
Sementara Chang Ru mendekati tubuh Ying Ying yang berbaring di atas lantai.
"Li Chang Le! Wajah cantik mu ini akan rusak sebentar lagi!" ucap Chang Ru sambil tersenyum sinis.
"Chen Chen! Panggil mereka masuk!"
"Baik, Nona Chang Ru!"
Chen Chen keluar dari ruangan musik, lalu kembali ke dalam ruangan dengan membawa dua orang pria berpakaian pelayan Kediaman Jenderal Li Jin.
Jika diperhatikan dengan saksama, wajah kedua pria itu sangat jelek dan berpenampilan dekil. Bahkan aroma tubuh mereka sangatlah bau sehingga Chang Ru yang mengenakan cadar pun berjalan mundur beberapa langkah kaki untuk menjaga jarak dengan mereka.
"Kalian berdua bersenang-senanglah bersamanya hingga pagi hari. Setelah itu, kalian boleh melukai wajahnya dengan pisau!" perintah Chang Ru sambil menunjuk Ying Ying.
"Siap laksanakan, Nona muda!"
Kedua pria itu mengira Chang Ru memakai cadar untuk menyembunyikan identitas asli agar tidak ketahuan sebagai dalang dari kejahatan, tetapi dari suara Chang Ru, kedua pria itu bisa menebak Chang Ru merupakan gadis muda dan kaya.
Mereka berdua tertawa senang dan mengulurkan tangannya ke arah Chang Ru untuk meminta bayaran sesuai kesepakatan awal.
Chen Chen memberikan dua kantong kecil ke tangan mereka. Kedua pria itu membuka dengan cepat dan melihat isinya.
"Bayaran tinggi dan bisa bersenang-senang dengan gadis cantik. Ha ha ha! Sejak menjadi pengemis, aku sudah bertahun-tahun tidak menyentuh wanita!" ujar pria yang lain.
Chen Chen memilih kedua pria itu dari kerumunan pengemis yang selalu berkumpul di sekitar pasar. Sesuai permintaan Chang Ru, Chen Chen memilih yang paling jelek, dekil, dan bau dari kerumunan pengemis.
Chen Chen membawa mereka masuk ke dalam Kediaman Jenderal Li Jin melalui pintu belakang setelah mereka berdua setuju menerima pekerjaan dari Chang Ru.
Chen Chen juga menyiapkan dua setel pakaian pelayan pria Kediaman Jenderal Li Jin sehingga para pelayan yang lain tidak mencurigai identitas asli kedua pengemis itu.
"Chen Chen! Ayo kita keluar!"
"Baik, Nona Chang Ru!"
Chen Chen menghampiri Tan Xiang dan berniat memapahnya keluar dari kamar karena kedua pengemis itu dibayar Chang Ru untuk merusak kehormatan Chang Le. Akan tetapi, Chen Chen mengurungkan niatnya saat melihat gelang perak di pergelangan tangan Tan Xiang.
Chen Chen menoleh ke arah kedua pengemis.
"Pelayan ini bonus untuk kalian!" ujar Chen Chen.
"Ha ha ha! Terima kasih Nona! Kita dapat rezeki beruntun!"
Chen Chen tidak menyadari Tan Xiang mengepalkan erat kedua tangannya saat mendengar perkataan Chen Chen, tetapi Tan Xiang tetap pura-pura pingsan agar rencana Ying Ying berhasil.
"Tunggu apalagi? Kalian bisa bergantian bersenang-senang dengan mereka berdua!" ujar Chang Ru.
__ADS_1
Chang Ru merasa geram karena kedua pengemis sangat lamban dan belum menyentuh Chang Le. Mereka berdua masih menghitung uang di dalam kantong.
"Iya, Nona besar!"
Kedua pengemis berpencar mendekati Ying Ying dan Tan Xiang bersamaan. Chang Ru tersenyum sinis, membalikkan tubuh dan berjalan menuju pintu diikuti oleh Chen Chen.
Tiba-tiba mereka berdua merasa sangat pusing dan berjalan sempoyongan.
"Bukankah asap bius sudah hilang dari ruangan ini?" batin Chang Ru.
Chang Ru tidak bisa berpikir panjang lagi karena tubuh dan matanya terasa berat. Begitupun juga dengan Chen Chen. Mereka berdua pun pingsan dan terjatuh di atas lantai.
Sementara kedua pengemis itu berdiri mematung dengan tatapan mata kosong karena terkena sihir dari Ying Ying.
Saat ini Ying Ying dan Tan Xiang sudah bangun dan menepuk-nepuk hanfu yang terkena debu dari lantai.
"Li Chang Ru! Pertunjukkan utama baru dimulai sekarang! Senjata Makan Tuan!" ujar Ying Ying.
"Tan Xiang! Ayo kita keluar!"
"Baik, Nona Chang Le!"
Tan Xiang mengikuti Ying Ying dari belakang, tetapi pandangannya tidak terlepas dari Chen Chen.
Ying Ying mengetahui keraguan Tan Xiang sehingga menghentikan langkah kakinya.
"Tan Xiang! Kamu ingin menyelamatkan Chen Chen?"
"Tidak, Nona Chang Le! Chen Chen sama kejamnya dengan Nona Chang Ru! Sekarang saatnya Chen Chen mendapatkan karma dari perbuatannya!" jawab Tan Xiang dengan suara bergetar.
"Baguslah kalau kamu mengerti! Jika kamu melepaskannya hari ini, kemungkinan besar di kemudian hari dia akan mencelakaimu lagi!" ucap Ying Ying.
"Tan Xiang mengerti!"
Mereka berdua pun meninggalkan ruangan musik bersama roh Li Chang Le. Tidak ada seorang pun pelayan di sekitar ruangan musik karena Chen Chen sudah melarang mereka mendekati ruangan itu hingga esok pagi sehingga rombongan Ying Ying bebas pergi tanpa diketahui orang lain.
Tepat saat pintu ruangan musik tertutup rapat, kedua pengemis yang mematung bisa bergerak lagi.
Mereka menatap Chang Ru dan Chen Chen yang berbaring di atas lantai. Dalam penglihatan kedua pengemis, wajah Chang Ru dan Chen Chen berubah menjadi wajah Ying Ying dan Tan Xiang.
"Gadis cantik! Ayo kita bersenang-senang sekarang!"
"Ha ha ha! Kita bisa bersenang-senang hingga pagi!"
***
Selamat malam readers setia. Bab ini sudah panjang dan kita biarkan saja Chang Ru bersenang-senang bersama kedua pengemis๐ ๐ ๐ .
Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya besok ya.
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
__ADS_1
AUTHOR : LYTIE