REVENGE OF FOX CONSORT

REVENGE OF FOX CONSORT
BAB 52. Obat


__ADS_3

Bai Lu bergegas menuju kamar Li Chang Ru. Hal utama yang harus dilakukan Bai Lu sekarang adalah menenangkan Li Chang Ru.


Bai Lu yakin beberapa pelayan yang mengetahui kejadian di ruangan musik, tidak akan berani menyebarkannya ke orang lain ataupun ke pelayan lain yang tidak mengetahui kejadian itu.


Kematian Chen Chen dan kedua pengemis merupakan jalan yang akan mereka hadapi jika mereka berani menyebarkannya.


Sementara Li Teng masih tertidur pulas di dalam kamarnya sehingga tidak mengetahui kejadian di ruangan musik.


Dari kejauhan, Bai Lu sudah mendengar suara keributan yang berasal dari dalam kamar tidur Chang Ru.


Bai Lu sangat mengenal sifat dan kepribadian Chang Ru sehingga yakin putri kesayangannya itu sedang melemparkan semua benda yang ada di dalam kamar untuk melepaskan emosi dan kemarahan di dalam hatinya.


A Ling dan beberapa pelayan wanita yang mengantar Chang Ru ke kamar, berdiri di luar pintu kamar dengan perasaan hati yang gelisah.


Mereka segera menyapa Bai Lu saat mendengar suara langkah kaki mendekat.


"Nyonya muda!"


"Bagaimana keadaan Chang Ru?"


"Nona Chang Ru sudah membersihkan diri dan mengusir kita keluar dari kamar!" jawab A Ling mewakili pelayan wanita lainnya.


"A Ling! Mulai saat ini kamu menjadi pelayan pribadi Chang Ru! Jangan melakukan kebodohan seperti Chen Chen lagi!"


"Baik, Nyonya muda! Terima kasih Nyonya muda!" ucap A Ling.


"Kalian semua ke dapur dan persiapkan makanan bergizi untuk Chang Ru!"


"Baik, Nyonya muda!" jawab serentak A Ling dan beberapa pelayan wanita.


Bai Lu berjalan masuk ke dalam kamar Chang Ru. Chang Ru hanya melirik sekilas untuk melihat siapa yang datang, lalu melanjutkan melemparkan benda-benda yang berada di kamarnya.


Penampilan Chang Ru sangat berantakan. Walaupun Chang Ru sudah memakai hanfu baru, tetapi rambut panjangnya tergerai dan tidak ada riasan di wajah sehingga Chang Ru terlihat seperti wanita muda gila yang sedang mengamuk tidak karuan.


Bai Lu duduk di samping tempat tidur, satu-satunya bagian ruangan yang tidak berantakan. Bai Lu membiarkan Chang Ru meluapkan emosinya terlebih dahulu.


Lima belas menit berlalu dengan cepat. Chang Ru merasa kelelahan dan duduk di samping Bai Lu.


Bai Lu menatap saksama wajah Chang Ru. Tidak ada lagi air mata yang menetes di sana, melainkan sepasang mata memerah penuh kebencian. Tentu saja kebencian itu ditujukan ke Chang Le.


Bai Lu tahu perkataannya di ruangan musik sudah menyadarkan Chang Ru. Bai Lu lebih memilih melihat Chang Ru menjalani hidup dengan kebencian dan tekad untuk balas dendam terhadap Chang Le, daripada Chang Ru lemah dan menangis setiap hari meratapi nasib buruknya.


Kebencian dan dendam bisa menjadi kekuatan bagi Chang Ru untuk bertahan dan melupakan semua hal yang terjadi di ruangan musik dengan kedua pengemis itu.


"Chen Chen berhubungan mesra dengan dua pria yang menyusup secara diam-diam. Ibu sudah menghukum mati mereka semua! Mayat mereka sudah dibawa ke pejabat pengadilan. Hakim Song akan menutup kasus ini!" ucap Bai Lu.

__ADS_1


Chang Ru tertegun sebentar setelah mendengar perkataan Bai Lu. Chang Ru tahu Chen Chen sudah dijadikan tumbal.


Chen Chen lah yang berada di ruangan musik bersama kedua pengemis, sedangkan dirinya tidak pernah muncul di sana.


"Satu nyawa pelayan hina dan dua pengemis busuk tidak membuatku puas. Aku mau Chang Le mati!" ucap Chang Ru dengan ketus.


"Tenang, Chang Ru! Lusa ayahmu akan pulang dan kamu menjadi putri mahkota dalam waktu dekat. Akan tiba saatnya, Chang Le mati di tanganmu!"


Bai Lu berusaha membujuk Chang Ru agar tidak bertindak gegabah lagi. Kejadian di ruangan musik juga dikarenakan Chang Ru tidak mau mendengarkan perkataannya sehingga Chang Ru masuk ke dalam jebakannya sendiri.


Saat ini Bai Lu menduga Chang Le bisa lolos dari jebakan Chang Ru dikarenakan ada prajurit rahasia Wei Bu Yi yang melindungi Chang Le secara diam-diam.


"Putri mahkota? Bagaimana aku bisa menjadi putri mahkota kalau sudah tidak suci lagi?"


Di dalam tradisi pernikahan rakyat Kerajaan Wei, pihak keluarga pria akan mengetahui apakah wanita yang dinikahi itu masih gadis atau bukan dari keadaan kain alas tempat tidur.


Jika kain alas tempat tidur dalam keadaan bersih dan tidak ada noda darah, bisa dipastikan wanita itu sudah tidak suci lagi.


Apalagi Chang Ru akan menikah dengan putra mahkota Kerajaan Wei, maka peraturan yang harus dilaluinya lebih ketat.


Pada malam pertama akan ada beberapa kasim yang mengawasi dan berjaga di luar kamar. Setelah putra mahkota selesai berhubungan mesra, maka kain alas tempat tidur akan segera di ambil oleh kasim yang bertugas untuk diserahkan ke Ratu Wen.


"Jangan khawatir, Chang Ru! Sebelum pernikahan, kamu bisa menjebak putra mahkota untuk melakukan hubungan denganmu dengan obat khusus. Tabib Huo pun tidak akan bisa melacak keberadaan obat itu ditubuh putra mahkota," jawab Bai Lu dengan yakin.


Chang Ru mengerti obat khusus apa yang dimaksud oleh Bai Lu, tetapi muncul pertanyaan lain di dalam hati Chang Ru.


"Mengapa ibu mempunyai obat khusus itu? Apakah ibu pernah memakainya?" batin Chang Ru.


Mereka berdua tidak menyadari roh Li Chang Le juga berada di dalam kamar dan mendengarkan semuanya. Sepasang mata roh Li Chang Le berkaca-kaca mengingat kejadian masa lalu.


Ketika Ling Qi, ibu kandung Chang Le sakit keras, Bai Lu yang merupakan pelayan pribadi Ling Qi sangat setia menjaga dan merawat Ling Qi dengan baik. Bahkan Chang Le kecil juga sangat disayangi oleh Bai Lu. Akan tetapi, tiba-tiba Jenderal Li Jin memutuskan menjadikan Bai Lu sebagai selirnya.


Roh Li Chang Le yakin Bai Lu juga menggunakan obat khusus yang sama untuk menjebak ayahnya sehingga mengubah kedudukannya dari pelayan menjadi nyonya muda.


Roh Li Chang Le tahu waktunya untuk meninggalkan dunia manusia akan tiba dalam waktu dekat. Rencana awal roh Li Chang Le hanyalah untuk bertemu lagi dengan orang yang dicintai dan disayangi sebelum pergi selamanya.


Saat ini roh Li Chang Le memutuskan menguntit Bai Lu sepanjang waktu untuk mengumpulkan bukti-bukti kejahatan Bai Lu dan menyerahkannya ke Jenderal Li Jin melalui Ying Ying nantinya.


Roh Li Chang Le khawatir Bai Lu yang licik akan membahayakan nyawa ayahnya di masa yang akan datang.


Sementara Bai Lu tersenyum lega karena Chang Ru mendengarkan perkataannya, tetapi wajah Bai Lu menjadi tegang seketika disebabkan teringat akan sesuatu yang penting.


"Chang Ru! Kamu harus segera minum obat pencegah kehamilan!"


Chang Ru pun terkejut mendengar perkataan Bai Lu. Chang Ru merasa menjijikkan jika dirinya mengandung anak dari kedua pengemis jelek dan bau itu.

__ADS_1


"Ayo kita pergi beli obatnya, ibu!" ucap Chang Ru dengan panik.


Suara ketukan pintu kamar membuat Chang Ru dan Bai Lu menoleh ke sana bersamaan.


"Masuklah!" perintah Bai Lu.


A Ling berlari kecil menghampiri Bai Lu.


"Nyonya muda! Kasim Ma datang membawa undangan Ratu Wen untuk Nona Chang Le dan Nona Chang Ru!" lapor A Ling.


"Apa?" teriak Chang Ru dan Bai Lu bersamaan.


"A Niu sedang memanggil Nona Chang Le ke ruang depan menemui Kasim Ma!"


"Si jal*ng itu sudah ke ruang depan? Ibu! Kita harus segera kesana untuk mencegahnya mengatakan hal yang tidak benar ke Kasim Ma!" ujar Chang Ru dengan panik.


Bai Lu tahu kekhawatiran Chang Ru sangat masuk akal, tetapi obat pencegah kehamilan harus segera diminum oleh Chang Ru.


Kedatangan Kasim Ma membuat mereka berdua tidak bisa keluar sehingga Bai Lu memerintahkan A Ling untuk membeli obat pencegah kehamilan dan memasaknya dengan hati-hati. Chang Ru bisa minum obat itu setelah Kasim Ma pergi.


A Ling pun bergegas pergi toko obat, sedangkan Bai Lu membantu Chang Ru merapikan penampilan agar bisa keluar menemui Kasim Ma.


Roh Li Chang Le juga membunyikan bandul lonceng tiga kali agar kembali ke sisi Ying Ying.


Bai Lu dan Chang Ru tidak akan menyangka obat pencegah hamil yang nantinya diminum oleh Chang Ru hanyalah obat racikan biasa karena sudah ditukar oleh Run Yu.


Semalam Run Yu sudah mengirimkan surat merpati ke Pangeran Wei Bu Yi untuk melaporkan rencana jahat Chang Ru yang berhasil digagalkan oleh Ying Ying.


Pangeran Wei Bu Yi membalas cepat melalui surat merpati dan memerintahkan Run Yu untuk memberi pelajaran ke Chang Ru.


Oleh karena itu, Run Yu tidak melewatkan kesempatan emas untuk menukar obat yang sudah selesai dimasak oleh A Ling.


***


Selamat malam readers. Jreng jreng jreng. Kenapa Ratu Wen mengundang Ying Ying dan Chang Ru?


Apakah Chang Ru berhasil menjebak putra mahkota atau hamil?


Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya ya 😁


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE

__ADS_1


__ADS_2