REVENGE OF FOX CONSORT

REVENGE OF FOX CONSORT
BAB 40. Jujur


__ADS_3

Rombongan Wei Bu Yi berhasil keluar dari gua dengan selamat. Saat ini mereka berdiri tepat di hadapan gua spiritual yang sudah hancur lebur menjadi puing-puing yang tidak berguna.


"Nona Chang Le!"


"Pangeran Wei Bu Yi!"


Tan Xiang dan kusir kuda berlari bersamaan menghampiri rombongan Wei Bu Yi karena mendengar suara gemuruh yang besar.


"Tan Xiang!"


Roh Chang Le keluar dari bandul lonceng dan menghampiri Tan Xiang dengan gembira.


Tentu saja hanya Ying Ying seorang saja yang bisa melihat roh Li Chang Le.


"Nona Chang Le tidak apa-apa?" tanya Tan Xiang.


Ying Ying melihat tangan Tan Xiang dan kusir kuda memegang pedang panjang. Pedang itu diminta oleh Tan Xiang dari Kasim Da Duo agar dirinya bisa melindungi Ying Ying selama perjalanan ke Qing Qiu.


"Aku tidak apa-apa, Tan Xiang!" jawab Ying Ying.


Ying Ying menggerakkan jari telunjuk dan jari tengah bersamaan sehingga sebagian puing-puing itu berubah menjadi kantong besar, sedangkan sebagian puing yang lain terbang masuk ke dalam kantong.


Dalam waktu singkat, hanya tertinggal hamparan tanah yang luas seolah-olah di tempat itu tidak pernah ada gua spiritual.


Kantong besar terbang ke arah Ying Ying dan berubah bentuk menjadi cincin ajaib dengan dimensi saku di dalamnya. Ying Ying memakainya di jari kelingking.


Kasim Da Duo dan Kasim Xiao Duo menatap cincin ajaib dengan antusias. Mereka berdua tidak menyangka Ying Ying bisa mendapatkan kekuatan sihir yang hebat dengan waktu yang tidak lebih dari tiga puluh menit.


"Mengapa Wang Fei menyimpan puing-puing gua?" tanya Kasim Da Duo penasaran.


"Puing-puing gua spiritual bisa diubah menjadi benda spiritual yang berguna dan hebat," jawab Ying Ying.


Jawaban Ying Ying membuat Kasim Da Duo dan Kasim Xiao Duo melihat ke arah pedang Yang di tangan Wei Bu Yi.


"Kalian berdua juga menginginkan senjata spiritual? Aku bisa membuatmya untuk kalian."


"Terima kasih Wang Fei!" ucap Kasim Da Duo dan Kasim Xiao Duo bersamaan.


"Nona Chang Le bisa membuat senjata spiritual?" tanya Tan Xiang dengan antusias.


"Iya! Nanti aku akan membuat satu senjata spiritual untukmu juga!" jawab Ying Ying.


Tan Xiang pun menatap pedang Yin-Yang di tangan Ying Ying dan Wei Bu Yi bergantian.

__ADS_1


Walaupun Tan Xiang tidak melihat secara langsung kehebatan pedang Yin-Yang, tetapi kegembiraan Kasim Da Duo dan Kasim Xiao Duo terlihat jelas sehingga Tan Xiang yakin senjata spiritual buatan Ying Ying pasti hebat.


"Pedang Yin-Yang hanya ada satu pasang saja. Aku akan membuat senjata spiritual jenis lain untuk kalian bertiga," ucap Ying Ying.


"Apapun jenis senjata spiritual yang dibuat Nona Chang Le, Tan Xiang pasti suka."


"Kami sependapat dengan Tan Xiang!" jawab Kasim Da Duo dan Kasim Xiao Duo.


"Hari sudah malam. Kita berangkat pulang sekarang!" ujar Wei Bu Yi.


"Baik Pangeran Wei Bu Yi!"


"Baik Bu Yi!"


Wei Bu Yi melihat sekilas Ying Ying menggerakkan bandul lonceng di pergelangan tangannya, lalu satu titik cahaya kecil masuk ke sana.


"Apa itu?" batin Wei Bu Yi.


Wajah tenang dan gembira Ying Ying, menandakan satu titik cahaya kecil itu tidaklah berbahaya sehingga Wei Bu Yi tidak mempermasalahkan apa sebenarnya titik cahaya kecil itu.


Sebenarnya sejak mereka berhasil keluar dari gua spiritual, Wei Bu Yi sudah melihat satu titik kecil cahaya putih itu terbang keluar dari gelang bandul lonceng dan berada di sekitar Tan Xiang.


Penglihatan Wei Bu Yi tidaklah salah karena Ying Ying memang memberi isyarat ke Li Chang Le untuk masuk ke dalam bandul lonceng.


Rombongan Wei Bu Yi pun menuju kereta kuda. Dalam waktu singkat, suara derapan kereta kuda menggema di sepanjang perjalanan.


***


Wei Bu Yi mengembalikan pedang Yang ke Ying Ying. Tentu saja Ying Ying tidak mau menerimanya.


"Bu Yi, pedang ini merupakan hadiah dariku untukmu. Ini senjata spiritual pertama yang aku buat dengan kekuatan sihir. Kamu harus menerimanya!"


"Baiklah! Terima kasih, Ying Ying!"


"Aku yang harus berterima kasih ke Bu Yi. Karena Bu Yi menghadang ular hitam raksasa, aku bisa bermeditasi dan mendapatkan kekuatan sihir."


"Aku senang kamu berhasil mendapatkan kekuatan sihir, tetapi kekuatan sihir itu harus kamu sembunyikan dari orang lain agar tidak berada dalam bahaya."


"Iya! Aku memang berencana menyembunyikannya dari semua orang kecuali Bu Yi," jawab Ying Ying jujur.


"Baguslah!"


"Tidak ada hal yang ingin Bu Yi tanyakan mengenai perkataan ular hitam raksasa?" tanya Ying Ying secara tiba-tiba.

__ADS_1


Ying Ying yakin Wei Bu Yi sudah menebak identitas aslinya, tetapi Wei Bu Yi tidak memaksanya untuk menceritakan semuanya.


Hal itu malahan membuat Ying Ying merasa bersalah. Ying Ying tidak ingin membohongi Wei Bu Yi.


"Ying Ying! Aku percaya apapun yang kamu katakan! Jika ada rahasia yang ingin kamu simpan, aku memakluminya!" ucap Wei Bu Yi.


Wei Bu Yi bisa mengatakannya dengan tenang karena dirinya sendiri juga menyimpan satu rahasia dari semua orang, kecuali beberapa orang terdekatnya saja yang mengetahui rahasia itu.


Ying Ying menarik napas dalam-dalam agar dirinya memiliki keberanian untuk membicarakan semuanya ke Wei Bu Yi.


"Sebenarnya mengenai rubah putih umur seratus tahun yang aku ceritakan, itu memang Ying Ying. Aku adalah Ying Ying!"


"Seratus tahun yang lalu, aku beruntung menemukan patung Dewi Rubah sehingga bisa mengajukan permintaan untuk menjadi manusia dan memiliki kekuatan sihir."


"Ada dua percobaan yang harus aku lalui yaitu meditasi di dalam gua spiritual selama 98 tahun dan tinggal bersama manusia selama dua tahun."


"Tepat di hari terakhir, Chang Ru membunuhku dan melemparku ke dalam kolam. Nona Chang Le melompat ke dalam kolam untuk menyelamatkanku. Saat aku terbangun, Nona Chang Le sudah meninggal, tetapi roh ku berada di dalam tubuh Nona Chang Le."


Wajah sedih Ying Ying membuat Wei Bu Yi menepuk punggung tangan Ying Ying dengan spontan dan lembut.


"Ying Ying! Kamu tidak bersalah atas kematian Li Chang Le. Kamu harus tegar dan kuat untuk balas dendam." ucap Wei Bu Yi.


Tujuh tahun yang lalu, Wei Bu Yi pun dikuasai perasaan bersalah seperti Ying Ying atas keterlambatannya pulang ke ibukota untuk menemui Ratu Xu terakhir kali. Oleh karena itu, Wei Bu Yi sangat mengerti penderitaan batin yang dialami oleh Ying Ying.


"Tadi nona Chang Le juga mengatakan hal yang sama."


"Tadi?"


"Iya, Bu Yi. Aku bisa melihat roh Nona Chang Le. Sekarang roh Nona Chang Le berada di dalam bandul lonceng."


"Ternyata satu titik cahaya putih yang ku lihat adalah roh Chang Le," batin Wei Bu Yi.


***


Selamat malam readers tercinta. Akhirnya semua rahasia Ying Ying diketahui oleh Wei Bu Yi.


Readers pasti sudah bisa menebak apa rahasia Wei Bu Yi 🤭🤭


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE

__ADS_1


__ADS_2