REVENGE OF FOX CONSORT

REVENGE OF FOX CONSORT
BAB 25. Jarum perak


__ADS_3

***Istana Kaisar Wei***


Pangeran Wei Bu Yi menduga gelang bandul lonceng milik Ying Ying pasti rusak karena tidak terdengar suara lonceng yang nyaring sejak Ying Ying duduk di sampingnya.


"Mungkin gelang itu mempunyai makna yang berarti bagi Chang Le sehingga dia tetap memakainya dan menyembunyikannya di bawah lengan hanfu," batin Wei Bu Yi.


"Hidangan makan malam mulqi disajikan!" ucap Kasim Cao dengan suara yang nyaring dan menggema di dalam aula istana.


Puluhan dayang istana berjalan masuk ke dalam aula istana dengan membawa piring-piring yang berisi hidangan makan malam ditangan mereka.


Sekitar sepuluh orang dayang istana berdiri di depan singgasana Kaisar Wei, tepatnya di bawah tangga dan dalam jarak yang tidak terlalu dekat.


Kasim Cao dan beberapa kasim junior mengambil piring dari tangan dayang istana dan menghidangkannya di atas meja yang berada di depan Kaisar Wei, sedangkan dayang pribadi Ratu Wen dan dayang pribadi Selir Ming Lan juga melakukan hal yang sama.


Peraturan di dalam istana Kaisar Wei sangatlah ketat. Siapa pun tidak boleh berada terlalu dekat dengan Kaisar Wei, untuk mencegah terjadinya hal yang membahayakan nyawa Kaisar Wei apabila ada musuh yang menyelinap dan menyamar sebagai dayang istana ataupun kasim istana.


Sebagian besar dayang istana yang lain menyebar ke aula bagian kiri dan kanan untuk menghidangkan piring yang berisi hidangan makan malam diatas meja para tamu undangan.


Kasim Da Duo dan Kasim Xiao Duo memeriksa makanan di piring Wei Bu Yi dan Ying Ying dengan jarum perak.


Kaisar Wei memang memberikan perlakuan khusus untuk Pangeran Wei Bu Yi. Sikap waspada Pangeran Wei Bu Yi dimaklumi oleh Kaisar Wei.


"Ini apa?" tanya Ying Ying sambil menunjuk jarum perak di tangan Kasim Da Duo.


"Nona Li Chang Le, ini jarum perak untuk memeriksa racun di dalam makanan dan minuman," jawab Kasim Da Duo.


"Luar biasa! Aku mau jarum perak. Bolehkah?" tanya Ying Ying sambil menoleh ke arah Wei Bu Yi.


Jika Ying Ying berhasil mendapatkan jarum perak dari Wei Bu Yi, maka Tan Xiang tidak perlu memeriksa makanannya secara diam-diam agar tidak ketahuan Bai Lu dan Chang Ru.


Satu anggukkan kepala yang pasti dari Wei Bu Yi membuat Kasim Da Duo memberikan satu tabung kecil ke Ying Ying.


"Nona Li Chang Le! Ini jarum perak yang baru," ucap Kasim Da Duo.


"Terima kasih Pangeran We Bu Yi!" kata Ying Ying.


Ying Ying membuka tutup tabung kecil dan melihat isinya. Ada lima jarum perak baru dengan ukuran lebih tebal dibandingkan jarum perak pemberian Feng Xi. Ying Ying menutup erat tabung kecil dan memberikannya ke Tan Xiang.


Ying Ying pun makan dengan tenang sambil menikmati pertunjukan di tengah aula istana.


Para putri pejabat yang masih belum menikah bergiliran mempertunjukan keahlian masing-masing dengan maksimal. Mereka tidak akan menyia-nyiakan kesempatan emas.


Seorang pangeran hanya boleh memiliki satu istri resmi, tetapi mereka bisa memiliki banyak selir seperti Kaisar Wei sehingga tujuan utama para putri pejabat itu adalah menarik perhatian Wei Wu Xian ataupun pangeran lain yang sudah cukup umur untuk menikah.


Walaupun sebagian besar gadis muda itu juga mengagumi Wei Bu Yi, tetapi mereka tidak mau menjadi tumbal dan mati sia-sia.

__ADS_1


Dari semua pertunjukkan musik dan tarian, Ying Ying akui pertunjukan tarian yang dilakukan oleh Yang Zi sangat indah dan menarik.


Yang Zi menggerakkan tubuhnya dengan gemulai sehingga sebagian besar pria muda yang masih lajang menonton tarian itu dengan tatapan terpesona, termasuk Wei Wu Xian.


Ying Ying melihat jelas Yang Zi menatap ke arah Wei Wu Xian beberapa kali sehingga wajah Chang Ru menjadi muram.


Ying Ying yakin Yang Zi berusaha menggoda Wei Wu Xian. "Chang Ru! Aku tidak sabar melihat kamu bermusuhan dengan Yang Zi memperebutkan Wei Wu Xian," batin Ying Ying.


***


Waktu berlalu dengan cepat. Acara jamuan makan malam istana berjalan sangat lancar. Hanya Ying Ying seorang saja yang tidak mempertunjukkan keahliannya.


Makanan utama di piring Ying Ying memang sangat lezat, tetapi Ying Ying tidak menghabiskannya. Ying Ying lebih menyukai kudapan kecil yang belum pernah dicicipi oleh Ying Ying.


Walaupun Wei Bu Yi duduk tenang mencicipi makanannya, tetapi gerak gerik Ying Ying dipantau oleh Wei Bu Yi secara diam-diam.


Wei Bu Yi menyadari Ying Ying sangat menyukai kudapan kecil sehingga memberi isyarat mata ke Kasim Da Duo.


Kasim Da Duo mengerti keinginan Wei Bu Yi dan meminta dayang istana mengambilkan lebih banyak lagi kudapan kecil untuk Ying Ying.


Salah satu dayang istana yang mengantarkan kue, secara tidak sengaja menyenggol botol arak sehingga tumpah dan mengenai pakaian Ying Ying.


"Nona Chang Le!" Tan Xiang maju ke depan dan mengelap hanfu Ying Ying dengan saputangan.


Dayang istana ketakutan dan gemetaran karena mendapatkan tatapan tajam dari Pangeran Wei Bu Yi.


Sementara Chang Ru yang duduk di seberang tersenyum sinis. Chang Ru sangat senang hanfu baru Ying Ying kotor.


"Ada apa di sana?" tanya Ratu Wen sambil menunjuk ke arah Ying Ying.


"Ratu Wen! Dayang istana ini tidak sengaja menumpahkan arak ke hanfu Nona Li Chang Le!" Tan Xiang mewakili Ying Ying menjawab pertanyaan Ratu Wen.


"Kenapa tidak hati-hati? Cepat antar Li Chang Le ke kamar ganti untuk mengganti pakaian baru!" perintah Ratu Wen.


"Baik, Ratu Wen!" jawab dayang istana.


Ying Ying dan Tan Xiang mengikuti dayang istana dari belakang, sedangkan Wei Bu Yi mengawasi punggung Ying Ying dari kejauhan.


Wei Bu Yi berfirasat Ratu Wen merencanakan sesuatu terhadap Ying Ying sehingga memberi isyarat mata ke Kasim Xiao Duo untuk mengikuti Ying Ying secara diam-diam.


***


Dayang istana membawa Ying Ying dan Tan Xiang ke tempat yang jauh. Istana Kaisar Wei sangat besar dan luas. Jalanan yang dilalui menyerupai labirin sehingga bisa membuat orang tersesat dengan mudah jika tidak pernah melewatinya.


"Nona Li Chang Le. Pakaian ganti ada di dalam kamar. Pakaian yang kotor akan hamba cuci bersih. Hamba akan menunggu di sini!" ucap dayang istana sambil membuka pintu kamar.

__ADS_1


Ying Ying menggunakan kekuatan pendengaran jarak jauh untuk memeriksa apakah ada suara seseorang di dalam kamar, sebelum berjalan masuk ke dalam bersama Tan Xiang.


Tidak ada sesuatu yang mencurigakan di dalam kamar sehingga Tan Xiang membantu Ying Ying mengganti pakaian dengan cepat, tetapi dayang istana yang mengantar mereka sudah menghilang saat Tan Xiang membuka pintu kamar.


"Nona Chang Le! Dayang istana yang mengantar kita hilang," ucap Tan Xiang.


Tan Xiang berjalan cepat maju sekitar dua puluh langkah dan masih saja tidak menemukan dayang istana itu. Tan Xiang berlari kecil menghampiri Ying Ying.


"Maaf Nona Chang Le! Tan Xiang tidak menghafal jalan untuk kembali ke tempat jamuan makan malam," ucap Tan Xiang panik.


"Tidak apa-apa, Tan Xiang. Aku sudah membuat tanda di sepanjang jalan," kata Ying Ying.


Tan Xiang melihat sepanjang jalan ada kelopak bunga ataupun daun yang berceceran tidak beraturan. Jika tidak diamati dengan saksama, maka hanya terlihat seperti kelopak bunga dan daun yang berguguran disebabkan oleh tiupan angin.


Tan Xiang mengingat jelas Ying Ying bertanya panjang lebar ke dayang istana mengenai setiap jenis bunga dan daun yang mereka lewati.


Ternyata Ying Ying sengaja membuat dayang istana kebingungan dan tidak menyadari Ying Ying meninggalkan jejak dengan kelopak bunga dan helaian daun.


"Nona Chang Le sangat pintar!" puji Tan Xiang.


Ying Ying tersenyum kecil dan berjalan masuk ke dalam kamar ganti lagi. Tan Xiang mengikutinya dengan perasaan heran.


Ying Ying mengambil hanfu hadiah dari Wei Bu Yi dan memberikannya ke Tan Xiang.


Ying Ying tidak mau hanfu miliknya dijadikan salah satu alat untuk menjebaknya nanti.


Hilangnya dayang istana secara tiba-tiba membuat Ying Ying curiga Ratu Wen dalangnya. Entah ada halangan apalagi yang mencegatnya untuk kembali ke aula istana.


"Tan Xiang! Berikan tabung jarum perak tadi," kata Ying Ying.


Ying Ying ingin menggunakan jarum perak sebagai senjata untuk melindungi diri apabila ada ancaman yang muncul secara tiba-tiba.


Tan Xiang memberikan tabung jarum perak dari Kasim Da Duo, lalu mereka berdua pun mengikuti jejak kelopak bunga dan helaian daun untuk kembali ke tempat jamuan makan malam.


Kasim Xiao Duo melihat jelas semua kejadian sehingga menggunakan ilmu meringankan tubuh untuk mempercepat langkah kakinya memberikan laporan ke Pangeran Wei Bu Yi.


***


Selamat malam readers. Jangan lewatkan bab besok ya. Babang Bu Yi beraksi 😁.


Author mau promo novel author Rozh, genre fantasi. Mampir yuk. Novelnya sudah tamat dan ada audiobook juga 🥰🥰



TERIMA KASIH

__ADS_1


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE


__ADS_2