REVENGE OF FOX CONSORT

REVENGE OF FOX CONSORT
BAB 38. Ying Ying &Chang Le


__ADS_3

***Qing Qiu***


Rasa sakit di tubuhnya membuat ular hitam raksasa menyerang Wei Bu Yi dengan gerakan cepat, tetapi semua serangan ular hitam raksasa bisa ditangkis oleh Wei Bu Yi.


Ular hitam raksasa semakin geram dan juga tidak tenang karena melihat Ying Ying sedang meditasi dengan konsentrasi penuh.


Ular hitam raksasa mencoba menyerang Ying Ying dengan ekornya lagi, tetapi kekuatan yang digunakan tidaklah maksimal agar tidak terpental.


Ular hitam raksasa masih mengingat jelas beberapa tulang belakang ekornya yang patah. Ular hitam raksasa hanya ingin memastikan apakah benar dinding pembatas transparan itu berasal dari batu besar.


BRAK!


Suara tabrakan kecil membuat sepasang mata ular hitam raksasa semakin memerah.


"ARGH! SIALAN! Kenapa batu besar itu tidak berfungsi saat aku menggunakannya?" geram ular hitam raksasa.


"Karena gua ini adalah rumah Ying Ying. Kamu hanyalah penyusup yang tidak tahu malu!" ujar Wei Bu Yi.


"HA HA HA! Kekuatan sihir dan tenaga dalammu sangat banyak. Aku akan memakanmu utuh!" gertak ular hitam raksasa.


Wei Bu Yi tidak takut dengan ancaman ular hitam raksasa. Gerakan pedang yang cepat menyerang setiap bagian tubuh ular hitam raksasa.


Wei Bu Yi sengaja mendesak ular hitam raksasa menjauh dari tempat Ying Ying meditasi. Wei Bu Yi tidak ingin konsentrasi Ying Ying pecah sehingga meditasinya kacau.


Meditasi yang kacau bisa membuat Ying Ying mengalami serangan balik dan luka dalam.


"Pangeran Wei Bu Yi!" seru Kasim Da Duo dan Kasim Xiao Duo bersamaan.


Sihir penghalang sudah hancur total sehingga mereka berdua menyusul ke dalam gua. Mereka juga memegang mutiara malam di tangan masing-masing.


Kasim Da Duo dan Kasim Xiao menghunuskan pedang dan bergabung bersama Wei Bu Yi untuk melawan ular hitam raksasa.


***


Kedatangan Kasim Da Duo dam Kasim Xiao Duo, serta pertarungan sengit di luar tidak diketahui oleh Ying Ying.


Tubuh Ying Ying masih duduk bermeditasi di atas batu besar pipih, tetapi roh Ying Ying berada di suatu tempat.


Tempat yang pernah didatangi oleh Ying Ying. Tepatnya tempat yang muncul di dalam mimpi Ying Ying 100 tahun yang lalu saat dirinya bertemu dengan Dewi Rubah.


"Ying Ying!"


Ying Ying tersenyum lebar dan segera membalikkan badan menghadap ke belakang saat mendengar namanya di panggil.


"Dewi Ru….Nona Chang Le!"


Ying Ying berlari kecil menghampiri Li Chang Le dan memeluknya erat.


"Nona Chang Le! Ini benar-benar Nona Chang Le? Ying Ying senang Nona Chang Le masih hidup!"


Li Chang Le menepuk punggung Ying Ying dengan lembut. Mereka berdua saling berpelukan dalam waktu yang lama.

__ADS_1


Ying Ying melepaskan pelukan secara perlahan dan mengelap air mata di pipinya, lalu menatap intens Li Chang Le dari atas kepala hingga ujung kaki. Kemudian menunduk untuk melihat dirinya sendiri.


Mereka berdua bagaikan sepasang gadis kembar. Ying Ying tidak tahu apakah Wei Bu Yi bisa membedakan dirinya dengan Li Chang Le asli.


Li Chang Le menggenggam kedua tangan Ying Ying. Saat ini Ying Ying menyadari tidak ada gelang bandul lonceng di pergelangan tangan Li Chang Le.


"Kenapa tangan Nona Chang Le sangat dingin?"


"Ying Ying! Aku sudah mati!" jawab Li Chang Le.


"Mati? Tetapi…"


"Yang kamu lihat sekarang hanyalah roh ku saja!"


"Apakah karena aku mengambil tubuh Nona Chang Le sehingga roh nona tidak bisa kembali? Aku bisa mengembalikan tubuh ini ke Nona Chang Le!" ucap Ying Ying dengan pasti.


"Itu tubuh mu, Ying Ying! Bukan tubuh ku! Kamu sudah menjadi manusia seutuhnya karena berhasil melewati percobaan yang diberikan oleh Dewi Rubah selama 100 tahun."


"Aku akan menggunakan kekuatan sihir yang kudapatkan untuk menghidupkan Nona Chang Le!"


"Jangan keras kepala, Ying Ying. Kamu tahu pasti tidak ada kekuatan sihir yang bisa menghidupkan orang mati."


Air mata bercucuran di pipi Ying Ying lagi. Perkataan Li Chang Le sangat benar sehingga membuat Ying Ying merasa dirinya sangat tidak berguna karena tidak bisa menolong Li Chang Le.


"Jangan sedih, Ying Ying. Kematianku tidak ada sangkut pautnya denganmu. Ajalku memang sudah tiba!" ucap Li Chang Le dengan tenang.


"Apa maksud Nona Chang Le?" tanya Ying Ying.


"Iya!"


Ying Ying masih mengingat jelas kilas balik beberapa kejadian yang berhubungan dengan Li Chang Le saat kelereng transparan miliknya masuk ke dalam kalung bandul lonceng pertama kali.


"Sebenarnya saat itu Dewi Rubah juga muncul di dalam mimpiku!" ucap Li Chang Le.


Ying Ying terkejut mendengar perkataan Li Chang Le karena dalam kilas balik yang dilihat olehnya, tidak ada kemunculan Dewi Rubah.


"Dewi Rubah memberitahuku bahwa umurku tersisa dua tahun saja. Meskipun waktu itu aku tidak pergi ke Qing Qiu untuk menemukanmu, aku juga akan mati."


Ying Ying mempercayai semua perkataan Li Chang Le, tetapi Ying Ying masih tidak mau menyerah.


"Mungkin kelereng milikku bisa menyelamatkan Nona Chang Le!" ujar Ying Ying.


Ying Ying berkonsentrasi penuh untuk mengeluarkan kelereng miliknya dari dalam bandul lonceng. Secara ajaib, kelereng itu masuk ke dalam tubuh Ying Ying dengan cepat.


Ying Ying berusaha mengeluarkan kelereng itu dari tubuhnya, tetapi hasilnya nihil.


"Ying Ying! Kelereng itu sudah menyatu ke dalam tubuhmu dan tidak bisa dikeluarkan lagi."


Wajah sendu dan kecewa Ying Ying membuat Li Chang Le tidak tega melihatnya.


"Jangan merasa bersalah. Kelerengmu memang tidak bisa menghidupkanku lagi, tetapi bisa mempertahankan roh ku. Selama ini aku berada didalam kalung bandul lonceng."

__ADS_1


Ying Ying jadi mengerti mengapa kelereng miliknya masuk ke dalam bandul lonceng saat Tan Xiang memberikan kalung itu. Ternyata untuk melindungi roh Li Chang Le.


"Suara lonceng dan cahaya putih yang dilihat Bu Yi adalah perbuatan Nona Chang Le?" tanya Ying Ying dengan yakin.


"Iya! Aku yakin Wei Bu Yi satu-satunya orang yang akan menyelamatkan dan melindungimu sehingga memberinya sinyal," jawab Li Chang Le sambil tersenyum menggoda.


"Aku senang Nona Chang Le bisa berada di sisiku."


Ying Ying yakin dirinya bisa melihat wujud roh Li Chang Le di alam nyata setelah mendapatkan kekuatan sihir.


"Waktuku di alam manusia tidak lama."


Ucapan Li Chang Le membuat Ying Ying merasa sedih lagi.


"Berapa lama? Lebih tepatnya masih tinggal berapa hari lagi?" tanya Ying Ying dengan antusias.


"Roh ku akan menghilang setelah 49 hari kematianku!"


"49 hari? Sekarang sudah hari ke-7. Masih ada 42 hari lagi!" batin Ying Ying.


"Nona Chang Le, aku berjanji pasti berhasil membalaskan dendam mu sebelum roh mu menghilang!"


"Aku yakin Ying Ying pasti berhasil membalaskan dendam untukku. Harapanku hanya ingin bertemu terakhir kali dengan orang terdekat yang aku sayangi," ucap Li Chang Le.


"Jangan khawatir! Tuan besar akan tiba di ibukota dalam waktu dekaf!"


Li Chang Le hanya tersenyum kecil mendengar perkataan Ying Ying.


"Ying Ying! Masuklah ke dalam kolam spiritual itu! Setelah berendam selama dua jam, kekuatan sihir akan menyerap dalam tubuhmu!"


"Dua jam?"


Ying Ying merasa khawatir dengan keadaan Wei Bu Yi. Dua jam bukanlah waktu yang singkat. Entah bagaimana hasil pertarungan antara Wei Bu Yi melawan ular hitam raksasa.


Padahal tujuan semula Ying Ying untuk segera mendapatkan kekuatan sihir dan membantu Wei Bu Yi.


"Jangan khawatir, Ying Ying. Dua jam di dalam kolam spiritual sama dengan sepuluh menit di alam nyata!" ucap Li Chang Le.


"Baiklah. Aku akan berendam sekarang!"


"Sewaktu keluar dari kolam spiritual, kamu akan tahu mengapa ular hitam raksasa bisa muncul di dalam gua," kata Li Chang Le.


***


Selamat malam readers. Terima kasih kesabaran dan kesetiaannya menunggu up tiap malam ya 🤗🙏


SEE YOU ALL TOMORROW


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE

__ADS_1


__ADS_2