
***Istana Ratu Wen***
Ekspresi wajah lega Ratu Wen dan Kasim Ma membuat Ying Ying semakin yakin Ratu Wen berkomplot dengan orang-orang Kerajaan Wu Barat untuk membunuh Wei Bu Yi.
Tiba-tiba muncul pertanyaan penting dalam pikiran Ying Ying. Apakah Ratu Wen mulai menjalin kerjasama di tahun ini atau sejak tujuh tahun yang lalu?
Jika dipikirkan secara saksama, dugaan Ying Ying sangatlah sesuai dengan logika dan fakta.
Tujuh tahun yang lalu Ratu Xu yang berkuasa di istana belakang dan Wei Bu Yi merupakan putra mahkota, pengganti Kaisar Wai di masa yang akan datang.
Ratu Xu sakit keras secara tiba-tiba dan meninggal di istana sehingga menyebabkan Wei Bu Yi yang sedang berperang dengan Kerajaan Wu Barat lengah dan terluka parah. Bahkan Wei Bu Yi dilengserkan dari posisi putra mahkota dikarenakan tidak bisa memberikan keturunan akibat luka tersebut.
Ratu Wen lah yang mendapatkan keberuntungan dari kemalangan yang menimpa Wei Bu Yi. Ratu Wen menggantikan posisi Ratu Xu, sedangkan Wei Wu Xian menjadi putra mahkota baru.
"Selama ini Ratu Wen menganggap Bu Yi sebagai ancaman besar bagi Wei Wu Xian sehingga pastinya berusaha menyingkirkan Bu Yi. Mungkin saja ke-6 permaisuri sebelumnya juga utusan Ratu Wen sehingga Bu Yi membunuh mereka. Aku akan menanyakannya ke Bu Yi nanti," batin Ying Ying.
Walaupun Ying Ying hanya mengenal Wei Bu Yi dalam waktu singkat, tetapi Ying Ying percaya sepenuhnya terhadap Wei Bu Yi.
Wei Bu Yi bukanlah pembunuh berdarah dingin sebagaimana perkiraan semua orang selama ini. Wei Bu Yi hanya membunuh orang yang pantas mati maupun musuh yang menginginkan kematiannya.
"Jika dugaanku tepat, Ratu Wen pasti menggunakan kesempatan ini menjadikanku mata-mata untuk mengawasi Bu Yi!"
Dayang istana menyajikan piring-piring berisi kudapan kecil di atas meja, sedangkan Kasim Ma menuangkan teh ke cangkir Ratu Wen, Chang Ru, dan Ying Ying.
"Chang Le! Wajahmu sangat pucat! Ayo minum dulu teh nya untuk menenangkan diri!" kata Ratu Wen dengan ramah.
"Terima kasih Ratu Wen!"
"Kak Chang Le pasti masih trauma dengan kejadian malam itu. Untung saja Kak Chang Le selamat dan tidak terluka sedikit pun!" ucap Chang Ru.
Chang Ru berusaha menyimpan kekesalan hatinya atas perhatian Ratu Wen terhadap Ying Ying sehingga berpura-pura khawatir dengan keadaan Ying Ying agar meninggalkan kesan sebagai gadis yang baik di hati Ratu Wen.
Ying Ying meneguk habis teh di dalam cangkir setelah memastikan teh itu tidak beracun.
Ratu Wen tersenyum puas dengan sikap Ying Ying.
"Chang Le! Kamu pasti pernah mendengar gosip mengenai kematian ke-6 permaisuri Bu Yi. Walaupun tidak ada bukti nyata, tetapi Bu Yi bertanggung jawab atas kematian mereka."
Ratu Wen menatap intens ekspresi wajah Ying Ying, tetapi tidak ada reaksi ketakutan seperti yang dibayangkan oleh Ratu Wen. Ying Ying bersikap sangat tenang.
"Kamu tidak takut dibunuh Bu Yi?" tanya Ratu Wen penasaran.
Padahal saat Ying Ying menceritakan tentang pembunuh bayaran, terlihat jelas Ying Ying sangat takut akan kematian sehingga sikap tenang Ying Ying membuat Ratu Wen gelisah.
"Ketika aku jatuh ke kolam istana, Pangeran Wei Bu Yi yang menyelamatkanku. Aku yakin Pangeran Wei Bu Yi tidak akan membunuhku!"
"Sialan! Chang Le terlalu polos dan menganggap Bu Yi sebagai dewa penolongnya. Aku harus menggunakan cara lain!" batin Ratu Wen.
"Bu Yi memang anak yang baik, tetapi kepribadiannya sangatlah sulit ditebak sehingga kadang bisa berubah menjadi seseorang yang menakutkan."
__ADS_1
Chang Ru yang mendengarkan saksama perkataan Ratu Wen juga menganggukkan kepala secara spontan.
"Lihatlah! Chang Ru juga sependapat denganku!"
"Benar kata Ratu Wen! Pangeran Wei Bu Yi sangat menakutkan!" ucap Chang Ru.
Chang Ru mengingat jelas pesan Ratu Wen untuk mengiyakan semua perkataan Ratu Wen, agar Ratu Wen menganggapnya sebagai calon menantu yang baik.
"Kalau begitu, apa yang harus aku lakukan?" tanya Ying Ying dengan wajah kebingungan.
"Aku bisa membujuk Bu Yi agar menerimamu sebagai permaisuri dan tidak membunuhmu, tetapi kamu harus mendengarkan dan menjalankan semua perintahku dengan baik!" jawab Ratu Wen sambil tersenyum lebar.
"Wanita tua licik ini sudah yakin Bu Yi tidak mungkin membunuhku, tetapi menggunakan hal itu untuk membohongiku agar setia menjadi mata-mata," batin Ying Ying.
"Aku hanyalah gadis yang lemah. Saat aku menjadi permaisuri Pangeran Wei Bu Yi, tentu saja aku harus patuh dan setia ke Wei Bu Yi agar nyawaku tidak terancam."
Penolakan secara terang-terangan dari Ying Ying membuat Ratu Wen gusar dan menatap tajam Ying Ying, sedangkan Chang Ru berteriak kegirangan di dalam hatinya.
"Chang Le memang bodoh! Berani menyinggung Ratu Wen!"
Ratu Wen ingin sekali menampar wajah Ying Ying karena berani menolak perintahnya, sedangkan Ying Ying menampilkan wajah tanpa dosa seolah-olah tidak sadar dirinya sudah menyinggung Ratu Wen.
"Ratu Wen! Bukankah Ratu Wen berpesan kepada hamba untuk mempersiapkan hadiah bagi Nona Chang Ru dan Nona Chang Le?"
Suara lembut Kasim Ma menyadarkan Ratu Wen dari amarah yang hampir meluap. Hampir saja Ratu Wen melupakan rencana lainnya untuk mengendalikan Li Chang Le.
Li Chang Le merupakan pion berharga yang bisa ditempatkan di sisi Wei Bu Yi. Selain itu, Jenderal Li Jin bisa dikendalikan oleh Ratu Wen jika Li Chang Le jatuh ke tangannya.
Kasim Ma memberikan dua buah kotak berukuran yang sama ke Chang Ru dan Ying Ying.
"Terima kasih Ratu Wen!" ucap Ying Ying dan Chang Ru bersamaan.
Ying Ying meletakkan kotak perhiasan miliknya di atas meja, tepatnya di dekat Chang Ru. Ying Ying tahu Chang Ru yang berpikiran sempit pasti penasaran apakah memang benar perhiasan yang diberikan Ratu Wen untuk mereka berdua sama dan adil.
Sementara wajah Ratu Wen semakin memerah menahan amarah karena Ying Ying tidak menghargai pemberian darinya.
"Kalian berdua harus memakai perhiasan itu di hari pernikahan!" perintah Ratu Wen.
"Baik Ratu Wen!"
"Pasti ada yang mencurigakan dari perhiasan itu!" batin Ying Ying.
"Perhiasan dari Ratu Wen pasti sangat cantik dan berharga! Aku tidak sabar untuk melihatnya!" ucap Chang Ru sambil membuka kotak perhiasan miliknya.
Sepasang mata Chang Ru berbinar-binar menatap isi kotak itu. Chang Ru sudah membayangkan dirinya menjadi pusat perhatian di hari pernikahan.
"Kak Chang Le tidak melihat isi perhiasan kakak?"
"Ratu Wen sangat adil dan bijaksana. Aku yakin perhiasan kita berdua pasti sama!" jawab Ying Ying dengan santai.
__ADS_1
Pujian Ying Ying membuat kemarahan Ratu Wen mereda sedikit. Sikap tenang Ying Ying membuat Ratu Wen membandingkannya lagi dengan Chang Ru yang bodoh, serakah serta tidak tahu sopan santun untuk menahan diri melihat isi perhiasan.
BRUK!
Chang Ru sengaja menyenggol kotak perhiasan milik Ying Ying sehingga jatuh dan terbuka lebar. Semua isi perhiasan di dalamnya berceceran di lantai.
"Maaf Kak Chang Le! Aku tidak sengaja!"
Walaupun mulut Chang Ru meminta maaf, tetapi sepasang matanya menatap intens semua perhiasan yang berceceran di lantai tanpa bermaksud membantu memungutnya.
Kasim Ma membungkukkan badan dengan cepat dan memungut semua perhiasan di lantai. Ying Ying melihat jelas Kasim Ma menggunakan saputangan saat menyentuh gelang emas berukiran burung phoenix.
"Gelang itu pasti beracun!" batin Ying Ying.
"Nona Chang Le! Ini kotak perhiasannya!"
Kasim Ma menyerahkan kotak perhiasan yang sudah terisi penuh seperti semula.
"Terima kasih Kasim Ma!"
Chang Ru menarik napas lega melihat isi kotak perhiasan Ying Ying sama dengan isi kotak perhiasan miliknya, tetapi wajah Chang Ru menjadi cemberut karena menganggap dirinya lah yang pantas mendapatkan semua perhiasan milik Ratu Wen dikarenakan Wei Wu Xian adalah putra kandung Ratu Wen.
Chang Ru merasa tidak adil bahwa Chang Le memiliki keberuntungan yang sama dengannya.
Sementara Ying Ying juga menatap perhiasan di dalam kotak milik Chang Ru, tetapi alasan Ying Ying melakukannya tidaklah sama dengan isi pikiran dan hati Chang Ru.
Ying Ying yakin kedua kotak dan isi perhiasan miliknya dan Chang Ru sama persis. Jika memang dugaannya benar bahwa gelang emas berukiran phoenix itu beracun, berarti kemungkinan besar gelang yang sama di kotak milik Chang Ru juga beracun.
"Ratu Wen memang wanita tua yang licik dan kejam. Dia tidak peduli jika Chang Ru juga terkena racun yang sama. Asalkan tujuannya tercapai yaitu mengendalikanku untuk mencelakai Bu Yi!" batin Ying Ying.
Dugaan Ying Ying sangatlah tepat. Kedua gelang emas berukiran phoenix itu beracun dan sangat mematikan.
Racun itu akan meracuni orang yang memakainya secara perlahan, dengan cara meresap ke dalam tubuh melalui permukaan kulit.
Ratu Wen memiliki obat penawar sehingga bisa memaksa Ying Ying melakukan perintahnya sebagai pertukaran dengan obat penawar itu.
Mengenai Chang Ru yang juga terkena racun itu, Ratu Wen tidak peduli. Selama Chang Ru menjadi putri mahkota yang patuh, maka Ratu Wen akan memberikan obat penawar.
Ratu Wen tidak akan menyangka Ying Ying bisa membuat obat penawar racun sehingga tidak masalah bagi Ying Ying untuk memakai gelang itu di hari pernikahan dengan Wei Bu Yi.
***
Selamat malam readers. Bab ini sudah panjang 1500 an, hampir satu setengah bab 😁
Jangan lupa baca kelanjutan cerita besok ya. Wei Wu Xian pasti muncul nih 😂😂
TERIMA KASIH SEMUA DUKUNGANNYA VOTE, HADIAH, TIPS IKLAN, LIKE, DAN KOMENTAR POSITIF.
LOVE YOU ALL
__ADS_1
AUTHOR : LYTIE