REVENGE OF FOX CONSORT

REVENGE OF FOX CONSORT
BAB 26. Suara lonceng


__ADS_3

***Aula Istana Kaisar Wei***


Kasim Xiao Duo berbisik di telinga Wei Bu Yi dan memberikan laporan bahwa dayang istana mengantar Ying Ying ke tempat yang jauh untuk mengganti pakaian. Padahal Kasim Xiao Duo tahu ada kamar ganti yang dekat dengan tempat jamuan istana.


Wei Bu Yi mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Dayang istana yang mengantar Ying Ying dan Tan Xiang ke ruang ganti belum kembali ke aula istana sehingga tidak ada yang mencurigai dan mempertanyakan dimana Ying Ying.


Padahal kepergian Ying Ying sudah lebih dari tiga puluh menit. Buah-buahan sebagai menu penutup jamuan makan malam juga sudah dihidangkan di meja setiap tamu undangan.


Wei Bu Yi melirik sekilas ke arah Chang Ru. Chang Ru sedang mengupas kulit buah anggur dengan teliti, lalu meletakkan daging anggur di mangkuk bersih dan memberikannya ke Wei Wu Xian.


Permainan guzheng tadi membuat amarah di hati Wei Wu Xian sudah mereda sedikit sehingga Wei Wu Xian tidak menolak buah yang diberikan oleh Chang Ru.


Chang Ru tersenyum lebar dan membantu menuangkan arak ke cangkir Wei Wu Xian. Wei Wu Xian merasa puas dengan pelayanan dan sikap patuh yang diberikan oleh Chang Ru terhadapnya.


Tentu saja Chang Ru berusaha lebih giat lagi untuk mendapatkan perhatian dan kasih sayang Wei Wu Xian karena sebagian besar gadis muda yang melakukan pertunjukan bakat tadi bisa merebut sebagian besar kasih sayang Wei Wu Xian nantinya.


Chang Ru hanya perlu mempertahankan posisinya sebagai putri mahkota dan segera memberikan seorang pangeran kecil sebagai keturunan untuk menjamin posisinya tersebut.


Wei Bu Yi melihat jelas fokus utama Chang Ru adalah Wei Wu Xian, sedangkan Bai Lu juga tidak memedulikan Ying Ying dan bermaksud mempermalukan Ying Ying tadi sehingga bisa dipastikan mereka tidak akan keluar dari aula untuk mencari Ying Ying.


"Chang Le dalam bahaya!" batin Pangeran Wei Bu Yi.


Pangeran Wei Bu Yi berdiri dari tempat duduknya secara tiba-tiba sehingga menjadi pusat perhatian para tamu undangan.


"Ada apa Bu Yi?" tanya Kaisar Wei.


"Ayahanda! Bunga teratai sudah bermekaran di kolam istana. Bu Yi ingin mengajak ayahanda melihatnya," jawab Wei Bu Yi.


Kaisar Wei terkejut dengan ajakan Wei Bu Yi karena sejak kematian Ratu Xu tujuh tahun yang lalu, Wei Bu Yi menjadi pendiam dan jarang berbicara pribadi dengan Kaisar Wei, kecuali mengenai masalah keamanan dan stabilitas Kerajaan Wei serta peperangan dengan kerajaan lain.


Kaisar Wei sangat senang dengan perubahan sikap Wei Bu Yi dan menerima ajakan Wei Bu Yi dengan antusias.


"Iya! Ayo kita semua pergi untuk menikmati bunga teratai yang indah di kolam istana!" ujar Kaisar Wei.


"Baik, Kaisar Wei!"


Rombongan Kaisar Wei menuju kolam istana. Ratu Wen dan Selir Ming Lan berdiri di sisi kiri dan kanan Kaisar Wei. Ratu Wen menatap tajam punggung Pangeran Wei Bu Yi, yang berada di barisan paling depan dan berjalan dengan cepat.


"Semua sudah terlambat, Wei Bu Yi! Kamu hanya akan menemukan mayat Li Chang Le!" batin Ratu Wen.

__ADS_1


Sementara Wei Wu Xian, Chang Ru, dan Bai Lu yang berada di barisan paling belakang terhanyut dalam pikiran masing-masing.


Wei Wu Xian merasa iri dan terancam kedudukannya karena Kaisar Wei sangat gembira menerima ajakan Pangeran Wei Bu Yi, sedangkan Bai Lu dan Chang Ru berfirasat Pangeran Wei Bu Yi ingin mencari Chang Le yang belum kembali ke tempat jamuan makan malam.


***


Firasat Pangeran Wei Bu Yi sangat tepat. Dalam perjalanan menuju aula istana, Ying Ying dan Tan Xiang di serang oleh seorang pria berpakaian serba hitam dengan kain hitam yang menutup rapat wajah pria itu sehingga hanya terlihat sepasang mata saja.


Tan Xiang melindungi Ying Ying di belakang punggungnya dan bertarung mati-matian melawan pria itu.


Pedang pria itu berhasil melukai pundak kanan Tan Xiang, tetapi pukulan dari tangan kiri Tan Xiang membuat pedang itu jatuh ke atas tanah.


Pria itu tidak memedulikan pedangnya yang terjatuh dan Tan Xiang. Tujuannya adalah membunuh Ying Ying secepatnya, tetapi kematian Ying Ying harus direkayasa dan tidak boleh terlihat seperti pembunuhan.


Pria itu menarik tangan kanan Ying Ying dan mendorongnya ke kolam istana. Pria itu tahu bahwa Li Chang Le tidak bisa berenang dan hampir mati tenggelam beberapa waktu yang lalu.


Sebelum Ying Ying jatuh ke dalam kolam, lima jarum perak yang dipegang dengan tangan kiri, menikam tepat di punggung tangan pria itu dengan cepat.


"Ah! Sakit!" teriak pria itu sambil menatap punggung tangannya yang berdarah.


"Nona Chang Le!" teriak Tan Xiang.


Byur!


"Sialan!" pekik pria itu dan ikut melompat ke dalam kolam.


Semula pria itu akan membunuh Tan Xiang dan menyembunyikan mayat Tan Xiang. Pria itu tidak mengira Tan Xiang melompat ke dalam kolam dengan cepat saat dirinya mengeluh kesakitan.


***


Ying Ying sedang berenang ke atas permukaan kolam saat melihat kemunculan Tan Xiang. Ying Ying memberi isyarat jari tangan menuju ke atas dan Tan Xiang menjawab dengan anggukan kepala.


Ying Ying dan Tan Xiang berenang lebih cepat saat melihat pria berpakaian serba hitam berenang mendekati mereka.


Pria itu terkejut melihat Ying Ying bisa berenang sehingga tugasnya untuk membunuh Ying Ying masih gagal. Pria itu segera menarik kaki kanan Ying Ying agar Ying Ying tenggelam. Ying Ying meronta-ronta dan berusaha melepaskan diri, sedangkan Tan Xiang berenang ke bawah dan berusaha melepaskan tangan pria itu dari kaki Ying Ying.


Bantuan Tan Xiang membuat kaki Ying Ying bebas, tetapi pria itu tidak menyerah.


Pria itu sengaja memukul pundak Tan Xiang yang terluka dengan keras sehingga darah Tan Xiang mengalir lebih banyak. Wajah Tan Xiang pucat seketika dan kesadarannya hampir hilang.

__ADS_1


Pria itu tersenyum sinis saat melihat Ying Ying tidak berenang ke atas untuk menyelamatkan diri sendiri, melainkan berusaha menolong Tan Xiang.


"Dasar idiot!" batin pria itu.


Pria itu yakin selama Tan Xiang berada di tangannya, maka Ying Ying akan kehabisan napas karena terlalu lama di dalam kolam. Sementara dirinya sendiri memiliki kemampuan untuk menahan napas dalam waktu lama karena pelatihan sejak kecil sehingga tidak khawatir dengan keselamatan nyawanya sendiri.


"Tan Xiang! Tan Xiang!" batin Ying Ying.


Kejadian Chang Le tenggelam dan berusaha menolong Ying Ying di kolam air Kediaman Jenderal Li Jin muncul di dalam pikiran Ying Ying saat ini.


Air mata mengalir deras di pipi Ying Ying karena dirinya takut gagal menyelamatkan Tan Xiang, seperti Chang Le waktu itu. Ying Ying yang kehabisan napas, berusaha menggapai tangan Tan Xiang.


***


Sementara itu, rombongan Kaisar Wei sudah tiba di dekat kolam teratai. Wei Bu Yi mengedarkan pandangannya ke sekeliling untuk mencari sosok Ying Ying.


"Bau darah!" batin Wei Bu Yi.


Pengalaman bertarung di medan perang membuat indra penciuman Pangeran Wei Bu Yi lebih sensitif dibandingkan orang lain.


Bau darah yang menguap di udara membuat Pangeran Wei Bu Yi mencari sumbernya dan menemukan beberapa tetesan darah di dekat kolam istana. Selain itu ada sebuah pedang berada tidak jauh dari beberapa tetesan darah tersebut. Bahkan penglihatan Wei Bu Yi yang tajam melihat hanfu hadiah darinya untuk Li Chang Le juga berada diatas tanah.


"Dimana Li Chang Le?"batin Wei Bu Yi sambil mengedarkan pandangan ke sekeliling.


Cring! Cring!


Tiba-tiba Wei Bu Yi mendengar suara lonceng yang keras dan juga suara air. Pikiran Wei Bu Yi terbayang gelang bandul lonceng di pergelangan tangan Ying Ying.


"Chang Le!" batin Wei Bu Yi.


Wei Bu Yi melompat ke dalam kolam teratai dengan cepat. Kasim Xiao Duo dan Kasim Da Duo ikut melompat ke dalam kolam.


***


Selamat malam readers. Good news nih. Hari ini author up 2 bab ya. Bab yang satunya lagi masih proses pengetikan. Semoga lancar keduanya ya.


Jangan lupa memberi like di setiap bab.


TERIMA KASIH

__ADS_1


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE


__ADS_2