REVENGE OF FOX CONSORT

REVENGE OF FOX CONSORT
BAB 107. Rencana Wei Bu Yi


__ADS_3

Dua hari menjelang perayaan ulang tahun Kaisar Wei, Wei Bu Yi dan Ying Ying mendapat undangan dari Selir Ming Lan untuk turut serta dalam persiapan perayaan ulang tahun Kaisar Wei.


Wei Bu Yi dan Ying Ying menginap di Istana, diikuti oleh Kasim Xiao Duo dan Tan Xiang. Mereka berdua hanya membawa satu pelayan saja.


Wei Wu Xian dan Selir Yang Zi juga mendapatkan undangan yang sama. Setiap pagi Wei Wu Xian dan Wei Bu Yi berkumpul dengan para pangeran yang lain untuk latihan pertunjukan apa yang akan mereka tampilkan di hari besar tersebut. Ada yang memainkan pedang, ada yang memainkan alat musik, dan ada juga yang membacakan sajak.


Sementara Ying Ying dan Yang Zi bergabung dengan putri dan Selir Kaisar Wei untuk berlatih tarian.


Tentu saja semua itu merupakan alasan dari Ratu Wen agar Wei Bu Yi dan Ying Ying berada dalam pengawasannya di istana. Selain itu, komplotan Ratu Wen bisa leluasa memakai token pasukan Wei Bu Yi di luar sana.


Di hari pertama, Wei Bu Yi dan Ying Ying mengikuti semua kegiatan yang sudah diatur dengan tenang sehingga Ratu Wen semakin yakin rencananya berjalan dengan mulus dan sempurna.


Ratu Wen tidak akan menyangka Wei Bu Yi meninggalkan istana di malam hari secara diam-diam. Ying Ying menggunakan kekuatan sihirnya untuk mengubah salah satu patung tanah liat menjadi wujud Wei Bu Yi.


Wei Bu Yi palsu itu ditemani Kasim Xiao Duo pergi mengikuti latihan di hari kedua. Selama ini Wei Bu Yi selalu bersikap dingin terhadap siapa pun sehingga tidak ada yang berani mendekatinya.


Oleh karena itu, penyamaran Wei Bu Yi dari patung tanah liat itu berjalan lancar. Sementara Ying Ying juga menggunakan patung tanah liat untuk menggantikan dirinya.


Ying Ying palsu ditemani oleh Tan Xiang, sedangkan Ying Ying asli mengawasi gerak-gerik Ratu Wen dari dekat setelah menggunakan sihir penghilang wujud.


***


Di malam hari, Wei Bu Yi masuk ke dalam kamar melalui jendela. Pandangan mata Wei Bu Yi fokus menatap Ying Ying, yang sedang duduk sambil menopang dagu di depan meja.


Wei Bu Yi melangkahkan kakinya mendekati meja. Sebenarnya Ying Ying palsu dari tanah liat lah yang sedang duduk disana, sedangkan Ying Ying asli masih dalam wujud transparan karena sihir penghilang wujud.


Ying Ying berdiri tidak jauh dari Ying Ying palsu. Ying Ying sengaja ingin mengerjai Wei Bu Yi. Senyuman lebar sudah menghias di sudut bibir Ying Ying karena Wei Bu Yi mendekati Ying Ying palsu tanpa ragu.


"Ah!"


Ying Ying berteriak terkejut dan segera mengalungkan kedua tangannya di leher Wei Bu Yi dengan refleks. Wujud transparan Ying Ying berubah menjadi nyata secara perlahan.


"Kucing nakal!" ucap Wei Bu Yi. Wei Bu Yi mencubit gemas pipi Ying Ying. Suara tawa kecil Ying Ying membuat senyuman tipis mengembang di sudut bibir Wei Bu Yi.


Wei Bu Yi duduk di kursi yang kosong sehingga Ying Ying berada di atas pangkuannya.


"Kenapa kamu bisa tahu?" tanya Ying Ying penasaran.

__ADS_1


Tadi Wei Bu Yi bisa menggendong Ying Ying dengan mudah dan tepat. Padahal Ying Ying masih dalam wujud transparan.


Jika ada orang lain di kamar ini, maka orang itu pasti terheran-heran melihat Wei Bu Yi menggendong angin.


Wei Bu Yi mendekatkan hidungnya ke leher Ying Ying sehingga Ying Ying tertawa kegelian karena terkena hembusan napas hangat dari hidung Wei Bu Yi.


"Tentu saja karena aroma wangi dari Wang Fei ku," jawab Wei Bu Yi.


Wei Bu Yi mencium leher jenjang Ying Ying sehingga aliran listrik tegangan kecil mengalir di dalam tubuh Ying Ying dengan cepat.


Ciuman dari leher berpindah ke bibir stroberi Ying Ying. Ciuman yang dalam dan panjang itu berlangsung lama, hingga akhirnya mereka berdua melepaskan ciuman itu dengan enggan.


Ying Ying menyandarkan kepalanya di dada Wei Bu Yi, sedangkan tangan Wei Bu Yi membelai punggung Ying Ying dengan lembut.


Ying Ying tahu Wei Bu Yi harus pergi lagi sehingga mereka berdua menikmati kebersamaan ini untuk melepaskan kerinduan yang memuncak di dalam hati.


Beberapa saat kemudian, Ying Ying mengangkat kepalanya hingga saling bertatapan dengan Wei Bu Yi.


"Bagaimana hasilnya?" tanya Ying Ying.


"Sesuai dugaan kita semula, Yang Jian menggunakan token pasukan untuk menyebar pasukan ku ke beberapa kota."


Sejak awal beberapa Letnan Jenderal kepercayaan sudah diperintahkan oleh Wei Bu Yi untuk tidak membantah perintah komplotan Ratu Wen yang membawa token pasukan.


Semua Letnan Jenderal itu akan berpura-pura pergi ke tempat yang diperintahkan, tetapi malam harinya mereka akan berangkat pulang ke ibukota lagi.


Kasim Da Duo yang bertugas mengumpulkan kembali semua pasukan Wei Bu Yi di markas rahasia mereka. Wei Bu Yi memang sengaja hanya membawa Kasim Xiao Duo seorang saja ke istana.


Wei Bu Yi akan menyusul dan bergabung dengan semua pasukannya setelah melepas rindu dengan Ying Ying.


"Bagaimana dengan hasil penyelidikanmu?" tanya Wei Bu Yi sambil membantu melepaskan hiasan rambut Ying Ying satu persatu.


Wei Bu Yi ingin Ying Ying segera beristirahat setelah kepergiannya nanti. Wei Bu Yi yakin Ying Ying sudah kecapekan karena seharian mengawasi Ratu Wen.


"Besok pagi aku akan mengintai Ratu Wen lagi. Aku yakin Ratu Wen akan membawa ekstrak kelopak teratai hitam ke jamuan perayaan ulang tahun ayahanda."


"Baiklah! Kita akan bertemu di aula istana besok!"

__ADS_1


"Iya!"


Wei Bu Yi menggendong Ying Ying menuju tempat tidur, lalu meletakkan tubuh Ying Ying di atas tempat tidur dengan perlahan.


Selimut tebal di tarik dan menutupi tubuh Ying Ying hingga batas leher.


"Selamat tidur, Wang Fei ku!" ucap Wei Bu Yi sambil mengecup kening Ying Ying dengan lembut.


"Iya!"


Beberapa saat kemudian, Ying Ying sudah tertidur pulas. Ying Ying tahu Wei Bu Yi akan pergi setelah memastikan


Wei Bu Yi belum beranjak pergi, melainkan duduk di samping tempat tidur. Sepasang matanya menatap lembut Ying Ying, yang sudah mulai tertidur pulas.


Setiap kali Ying Ying berada di sisi Wei Bu Yi, Ying Ying selalu merasa nyaman dan tenang. Oleh karena itu, Ying Ying bisa tertidur nyenyak dengan mudah asalkan ada Wei Bu Yi di sisinya. Hal itu membuat senyuman tipis mengembang di sudut bibir Wei Bu Yi.


Besok adalah hari penentuan dan akhir bagi Ratu Wen. Wei Bu Yi sudah menyusun rencana sempurna untuk membalas kudeta yang dilakukan oleh Ratu Wen.


Wei Bu Yi yakin rencananya akan berjalan lancar karena mendapatkan dukungan sepenuhnya dari Ying Ying.


"Ying Ying! Setelah semuanya selesai, kita bisa berpetualangan bebas, sesuai dengan keinginanmu selama ini," janji Wei Bu Yi di dalam hatinya.


Wei Bu Yi keluar dari kamar melalui jendela. Gerakannya yang gesit dan cepat tidak terlihat oleh para pengawal yang berpatroli.


Wei Bu Yi pergi menemui dua orang yang berada di dalam istana dan dua tempat yang berbeda terlebih dahulu, sebelum pergi bergabung dengan pasukannya di markas rahasia.


Kedua orang yang ditemui oleh Wei Bu Yi adalah Xu Feng dan Kasim Cao. Mereka berdua bersedia mengikuti rencana Wei Bu Yi.


***


Selamat malam readers tercinta. Terima kasih vote, hadiah, tips iklan, like, dan komentar positifnya 🥰🥰


Bab ini unyu-unyu Bu Yi dan Ying Ying sebelum final ya 😊.


Jangan lupa baca kelanjutan cerita besok untuk mengetahui akhir dari Ratu Wen.


TERIMA KASIH

__ADS_1


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE


__ADS_2