REVENGE OF FOX CONSORT

REVENGE OF FOX CONSORT
BAB 12. Iri


__ADS_3

***Ruang depan Kediaman Jenderal Li Jin***


Isi dekrit Kaisar Wei yang pertama sudah membuat semua pelayan yang berada di ruang depan Kediaman Jenderal Li Jin terkejut dan merasa kasihan kepada Li Chang Le.


Walaupun di dalam hati kecil mereka sudah menduga gosip yang merusak nama baik Li Chang Le itu pasti akan menyebabkan pertunangannya dengan Wei Wu Xian dibatalkan.


Sementara gadis muda yang paling cocok untuk menjadi pengganti Li Chang Le adalah Li Chang Ru, karena mereka berdua merupakan putri dari Jenderal Li Jin.


Oleh karena itu, keputusan Kaisar Wei sangatlah tepat mengenai isi dekrit Kaisar yang pertama. Akan tetapi, isi dekrit Kaisar yang kedua lebih mengejutkan semua orang di sana, terutama Ying Ying, Bai Lu, dan Chang Ru.


Ying Ying tidak menyangka rencananya untuk mendekati Wei Bu Yi agar bisa menjadi sekutu melawan Wei Wu Xian bisa dilaksanakan dalam waktu dekat.


Setidaknya menjadi permaisuri Pangeran Wei Bu Yi lebih baik dibandingkan dijadikan selir dari putra pejabat lainnya.


"Mengapa idiot ini bisa menjadi tunangan Pangeran Wei Bu Yi?" batin Chang Ru dengan kesal.


Walaupun semua orang tahu Wei Bu Yi tidak bisa memiliki keturunan sehingga tidak mungkin menjadi Kaisar Wei yang akan datang, tetapi wibawa dan kehebatannya bertarung membuat banyak orang yang mengaguminya.


Apalagi wajah Wei Bu Yi sangat tampan dan sikapnya yang dingin membuatnya menjadi idaman gadis muda di Kerajaan Wei. Chang Ru termasuk salah satu gadis muda itu.


"Pangeran Wei Bu Yi memegang kendali sepuluh ribu prajurit Kerajaan Wei dan merupakan ancaman bagi putra mahkota," batin Bai Lu.


"Nyonya Bai Lu! Silakan terima kedua dekrit Kaisar Wei!" ujar Kasim Cao.


Suara nyaring Kasim Cao membuat Bai Lu tersadar dari lamunannya dan berdiri menghampiri Kasim Cao untuk menerima kedua dekrit Kaisar Wei, dengan kedua tangannya.


Bai Lu mengangkat tinggi kedua dekrit Kaisar Wei. " Terima kasih atas kemurahan hati Kaisar Wei!" seru Bai Lu.


"Terima kasih atas kemurahan hati Kaisar Wei!"


Ying Ying, Chang Ru, dan para pelayan Kediaman Li Jin mengulang perkataan Bai Lu dengan suara keras.


Kasim Cao tersenyum puas dan berjalan meninggalkan Kediaman Jenderal Li Jin bersama para kasim kecil, bawahannya.

__ADS_1


***


"Selamat Nona Chang Ru menjadi putri mahkota!" ucap Chen Chen dengan antusias.


"Selamat Nona Chang Ru!"


"Nona Chang Ru sangat cantik! Sepadan dengan Putra Mahkota!"


"Selamat Nona Chang Ru!"


Para pelayan mengelilingi Chang Ru dan memberikan ucapan selamat. Mereka saling bersaing memberikan pujian menyenangkan hati Chang Ru saat ini agar bisa terpilih menjadi pelayan yang mendampingi Chang Ru tinggal di istana nantinya.


Wajah Chang Ru berseri-seri dan melirik sekilas ke arah Ying Ying. Ying Ying sudah duduk di tempat semula dan menikmati kue kecil di piringnya.


"Dasar idiot! Tidak sadar posisi putri mahkota sudah jatuh ke tanganku!" batin Chang Ru.


Suasana hati Chang Ru yang berbunga-bunga menjadi muram seketika saat mengingat isi dekrit Kaisar Wei yang kedua sehingga menatap Ying Ying dengan penuh kebencian.


Ying Ying pura-pura tidak melihatnya. "Tan Xiang! Kenyang! Kamar!" ucap Ying Ying.


"Nyonya muda. Tan Xiang antar Nona Chang Le ke kamar!"


"Pergilah!" jawab Bai Lu.


Walaupun rencana untuk mempermalukan Chang Le tidak sepenuhnya berhasil, tetapi Bai Lu tidak memiliki alasan lagi untuk menahan Ying Ying lebih lama di ruang depan.


Isi dekrit Kaisar Wei yang kedua membuat Bai Lu tidak mau bertindak gegabah dan memperlihatkan sifat aslinya di depan Ying Ying.


Bai Lu ingin mencari tahu apakah memang pertunangan itu atas kehendak Kaisar Wei atau dikarenakan permintaan Pangeran Wei Bu Yi sendiri. Semua dikarenakan Bai Lu tahu Wei Bu Yi menyelamatkan Chang Le kemarin.


***


Wajah kesal Chang Ru membuat para pelayan bingung dan merasa takut bahwa mereka telah menyinggung Chang Ru sehingga satu persatu meninggalkan ruang depan untuk melanjutkan pekerjaan mereka masing-masing.

__ADS_1


Sekarang di ruang depan hanya ada Bai Lu, Chang Ru, dan Chen Chen. Chen Chen menuangkan teh melati ke dalam cangkir, lalu mengambil satu piring kue kecil kesukaan Chang Ru dan menghidangkannya di depan Chang Ru.


"Aku tidak selera makan!" ujar Chang Ru sambil mendorong piring itu, menjauh dari hadapannya.


"Chen Chen! Pesan juru masak dapur memasak lauk kesukaan Chang Ru untuk makan malam!" perintah Bai Lu.


"Baik, Nyonya muda!" jawab Chen Chen patuh.


Chen Chen tahu Bai Lu ingin berbicara berdua dengan Chang Ru saat ini.


"Ada apa Chang Ru? Keinginanmu sudah tercapai. Kenapa masih muram dan kesal?" tanya Bai Lu dengan lembut, setelah Chen Chen pergi.


"Ibu! Kenapa idiot itu selalu beruntung? Aku tidak suka Chang Le menjadi permaisuri Pangeran Wei Bu Yi! Ibu harus membatalkannya!" pinta Chang Ru.


"Dekrit Kaisar tidak boleh dibantah. Jika menolak, maka kita sekeluarga akan dihukum mati oleh Kaisar Wei!" ucap Bai Lu.


"Apakah Pangeran Wei Bu Yi menyukai idiot itu?" tanya Chang Ru dengan ketus.


"Jangan berpikir sembarangan. Ibu akan menyelidikinya. Lagipula Chang Le bisa saja mati saat menjadi Permaisuri Wei Bu Yi. Hasil akhirnya sesuai dengan keinginanmu, bukan?" tanya Bai Lu sambil tersenyum sinis.


Perkataan Bai Lu membuat Chang Ru teringat akan satu fakta yang terlupakan karena rasa cemburu dan iri menyelimuti hati dan pikirannya tadi.


"Ibu memang paling bijaksana!" ucap Chang Ru.


Bai Lu dan Chang Ru pun tertawa kecil bersamaan, membayangkan nyawa Chang Le yang akan hilang saat menjadi permaisuri Pangeran Wei Bu Yi.


***


Selamat malam readers. Tebak-tebakan yuk, apa maksud perkataan Bai Lu?


Jawabannya di bab berikutnya ya 🥰


TERIMA KASIH DUKUNGANNYA.

__ADS_1


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE


__ADS_2