
Hari berganti hari dengan cepat. Tabib Chen datang ke Kediaman Wei Bu Yi setiap hari untuk berpura-pura melakukan pengobatan spesial dan teknik akupuntur terhadap Wei Bu Yi selama dua jam.
Padahal kenyataannya Tabib Chen menghabiskan sebagian besar waktunya di sana untuk berdiskusi mengenai teknik-teknik pengobatan dengan Ying Ying.
Tabib Chen tidak menyangka Ying Ying sangat ahli meracik ramuan sehingga dengan senang hati memberitahukan Ying Ying mengenai teknik-teknik pengobatan yang dikuasai olehnya.
Ying Ying belajar tata krama dari Dayang Fu selama satu jam setelah Tabib Chen pulang. Kemudian sisa sebagian besar waktu yang ada, Ying Ying melaluinya bersama Wei Bu Yi.
Mereka akan berada di ruang musik untuk belajar memetik guzheng maupun meniup seruling. Terkadang Wei Bu Yi akan menemani Ying Ying mengelilingi taman besar yang ada di kediaman.
Hubungan Wei Bu Yi dan Ying Ying pun semakin dekat dan mesra. Mereka berdua sangat menikmati setiap detik kebersamaan.
Walaupun begitu, mata-mata Wei Bu Yi tetap memantau dan melaporkan apa saja yang terjadi di istana, terutama istana Ratu Wen dan Istana Timur Wei Wu Xian.
Di hari ke-7, Wei Bu Yi dan Ying Ying mendapatkan laporan dari mata-mata di Istana Timur bahwa Chang Ru mendadak sakit keras. Tabib Huo sudah dipanggil untuk memeriksa Chang Ru, tetapi tidak bisa menyembuhkannya. Tabib Huo hanya bisa memberi resep obat pereda nyeri.
Penyakit itu membuat Chang Ru membuat organ dalam Chang Ru kesakitan setiap hari dan hanya bisa berbaring di atas tempat tidur. Sementara Wei Wu Xian sama sekali tidak memedulikan Chang Ru. Wei Bu Yi menghabiskan setiap malam panas bersama Yang Zi.
Chang Ru memerintahkan A Ling dan A Mei memberitahukan penyakitnya ke Jenderal Li Jin. Chang Ru mengira Jenderal Li Jin akan menjenguknya sehingga sikap Wei Wu Xian terhadapnya akan berubah menjadi baik.
Tentu saja Jenderal Li Jin menolak untuk menjenguk Chang Ru, dengan alasan Chang Ru sudah menjadi putri mahkota dan tidak ada hubungan dengannya lagi.
Penolakan itu membuat rasa dendam dan kebencian di hati Chang Ru semakin memuncak. Bahkan Chang Ru menyalahkan Chang Le alias Ying Ying sebagai penyebab dengan kesialan yang dihadapinya saat ini.
Sementara Ying Ying menunggu dengan sabar kapan Ratu Wen memanggilnya untuk menjenguk Chang Ru, yang berarti kebenaran mengenai kematian mendiang Ratu Xu akan terungkap.
Pada akhirnya satu minggu kemudian, bukan Ratu Wen yang mencari Ying Ying melainkan Kaisar Wei mengutus Xu Feng untuk mengundang Wei Bu Yi ke istana.
Ying Ying berfirasat Ratu Wen sedang menjalankan rencana kedua sehingga Wei Bu Yi dipanggil oleh Kaisar Wei. Selama dua minggu ini Wei Bu Yi tidak perlu mengikuti pertemuan pagi di istana atas perintah Kaisar Wei karena Kaisar Wei ingin Wei Bu Yi fokus sepenuhnya dalam Hal pengobatan spesial oleh Tabib Chen.
Panggilan mendadak dari Kaisar Wei terhadap Wei Bu Yi saat ini membuktikan ada kejadian besar di istana. Wei Bu Yi pun pergi ke istana diikuti oleh Kasim Da Duo dan Kasim Xiao Duo.
***Istana Kaisar Wei***
Wei Bu Yi mengedarkan pandangannya ke sekeliling ketika tiba di aula istana. Jenderal Li Jin, Jenderal Liu Bei, Li Ming, Feng Xi, dan beberapa Jenderal besar juga berada di sana. Raut wajah mereka semua sangat tegang.
"Bu Yi! Bagaimana dengan kesehatanmu sekarang?" tanya Kaisar Wei.
"Kata Tabib Chen, pengobatan yang sedang berjalan sangat lancar dan penyakitku berangsur sembuh."
Seketika wajah Kaisar Wei dan Jenderal Li Jin berseri-seri setelah mendengar jawaban Wei Bu Yi. Mereka berdua sangat senang mendengar kemajuan pengobatan yang dijalani Wei Bu Yi.
"Bu Yi! Ada laporan dari pengawal yang berjaga di perbatasan kota Chang An mengenai pasukan Kerajaan Wu Barat sedang menuju ke sana!"
Perkataan Kaisar Wei membuat Wei Bu Yi yakin Ratu Wen sudah berhasil mendesak Kerajaan Wu Barat untuk memulai peperangan lagi dan pastinya tujuan utama Ratu Wen adalah untuk menyingkirkannya.
"Ayahanda! Bu Yi bersedia membawa pasukan ke kota Chang An melawan pasukan Kerajaan Wu Barat!"
Wei Bu Yi sudah pernah bertarung dengan pasukan Kerajaan Wu Barat tujuh tahun yang lalu sehingga dirinya mengetahui pasti siasat perang yang dijalankan pihak musuh.
Oleh karena itu, Wei Bu Yi merupakan pemimpin yang tepat menuju ke kota Chang An. Kaisar Wei mengetahui hal itu dengan jelas.
"Bagaimana dengan pengobatanmu yang sedang berjalan? Masih ada dua minggu lagi!" ucap Kaisar Wei dengan wajah khawatir.
"Tabib Chen akan turut serta ke kota Chang An sehingga pengobatannya bisa dilanjutkan di sana."
"Usulmu sangat bagus, Bu Yi!"
__ADS_1
Rasa kekhawatiran menghilang seketika dari pikiran Kaisar Wei. Para Jenderal besar yang hadir di sana juga menarik napas lega. Mereka sangat percaya dengan kehebatan bertarung Wei Bu Yi. Julukan Dewa Perang dari rakyat Kerajaan Wei terhadap Wei Bu Yi bukan omong kosong belaka.
"Kaisar Wei! Hamba sangat mengetahui seluk beluk Kota Chang An saat bertarung dengan Kerajaan Tang Selatan. Hamba bersedia bergabung dengan Pangeran Wei Bu Yi melawan pasukan Kerajaan Wu Barat!" ucap Jenderal Li Jin.
Jenderal Li Jin baru saja pulang dari Kota Chang An setelah berperang selama dua tahun dengan Kerajaan Tang Selatan sehingga Kaisar Wei tidak mengutusnya dalam peperangan kali ini.
Sementara Jenderal Li Jin sendiri ingin Wei Bu Yi pulang dari peperangan dalam keadaan selamat agar putrinya tidak bersedih hati sehingga mengusulkan diri untuk ikut serta.
Kaisar Wei mengerti maksud hati Jenderal Li Jin. "Baiklah. Aku menyetujuinya! Pasukan Wei Bu Yi dan Jenderal Li Jin akan berangkat ke Kota Chang An besok pagi!"
"Baik, ayahanda!"
"Baik, Kaisar Wei!"
***
Jenderal Li Jin, Li Ming, Feng Xi, dan Wei Bu Yi berkumpul untuk berunding mengenai persiapan pasukan yang akan mereka bawa ke Kota Chang An besok pagi setelah meninggalkan aula istana.
Wei Bu Yi melihat cahaya putih kecil yang berada di sisi Feng Xi menghilang ketika mereka berempat sedang berunding. Wei Bu Yi yakin roh Li Chang Le pergi menemui Ying Ying untuk memberitahukan semuanya.
"Ying Ying pasti sedih berpisah denganku besok!" batin Wei Bu Yi.
Wei Bu Yi sendiri pun merasa berat hati meninggalkan Ying Ying sendirian di ibukota. Apalagi Jenderal Li Jin, Li Ming, dan Frng Xi ikut serta ke Kota Chang An sehingga tidak ada keluarga dekat di sisi Ying Ying.
Wei Bu Yi sudah terbiasa menjalani hari-harinya bersama Ying Ying selama dua minggu ini.
"Aku harus memenangkan peperangan dalam waktu singkat agar bisa cepat pulang!" tekad hati Wei Bu Yi.
***Kamar tidur Ying Ying & Wei Bu Yi***
Suara pintu terbuka dari luar membuat Ying Ying meletakkan buku pengobatan di atas meja dan berlari kecil menyambut kedatangan Wei Bu Yi.
"Kamu sudah pulang!" ucap Ying Ying sambil memeluk tubuh Wei Bu Yi.
"Iya!"
Satu kecupan mendarat di puncak kepala Ying Ying sehingga membuat Tan Xiang dan Wan Wan segera keluar dari kamar.
Wei Bu Yi merangkul pundak Ying Ying dan berjalan menuju tempat duduk di depan meja.
"Ying Ying! Besok pagi aku akan berangkat ke Kota Chang An bersama Jenderal Li Jin, Li Ming, dan Feng Xi!"
"Aku tahu! Kak Chang Le sudah memberitahuku tadi siang!"
"Selama kepergianku, kamu harus berhati-hati terhadap Ratu Wen!" pesan Wei Bu Yi.
"Iya! Aku akan berpura-pura menuruti perkataannya!"
Wei Bu Yi dan Ying Ying yakin Ratu Wen pasti akan mencari Ying Ying saat dirinya pergi ke kota Chang An.
Dugaan mereka berdua sangatlah tepat. Ratu Wen khawatir Wei Bu Yi bisa memenangkan peperangan dan pulang dengan selamat sehingga rencana untuk meracuni Wei Bu Yi tetap harus dijalankan.
Wei Bu Yi memberi isyarat ke Ying Ying dengan menepuk pangkuannya sendiri sehingga Ying Ying berdiri dari tempat duduknya dan duduk di pangkuan Wei Bu Yi.
Wei Bu Yi memeluk erat pinggang Ying Ying, sedangkan matanya menatap intens wajah Ying Ying.
"Jika bisa, aku ingin membawamu ikut ke kota Chang An!"
__ADS_1
Ying Ying tahu Wei Bu Yi merasa berat hati berpisah dengannya. Ying Ying sendiri pun memiliki perasaan yang sama. Akan tetapi, dirinya tidak boleh pergi karena harus menunggu aksi dari Ratu Wen.
Ying Ying menepuk punggung Wei Bu Yi dengan lembut. "Kita bisa berpetualangan ke setiap kota di Kerajaan Wei setelah rencanamu berhasil."
"Pada saat itu, aku akan membawamu makan kudapan kecil yang enak di setiap kota."
"Benarkah?" tanya Ying Ying dengan antusias.
Wei Bu Yi tertawa kecil dan mengecup hidung mancung Ying Ying.
"Benar! Setiap kota memiliki kudapan kecil yang terkenal. Kamu pasti menyukainya."
Ying Ying menganggukkan kepala. Ying Ying sangat bersemangat menunggu hari petualangannya bersama Wei Bu Yi. Tiba-tiba Ying Ying teringat akan sesuatu yang penting.
"Bu Yi! Aku mempersiapkan hadiah untukmu!"
"Hadiah apa?"
Ying Ying mengarahkan jari telunjuknya ke salah satu sudut ruangan. Cahaya putih dari kekuatan sihir membuat setumpuk senjata muncul di sana.
Ying Ying pun turun dari pangkuan Wei Bu Yi dan menarik tangannya menuju tumpukan senjata itu.
Wei Bu Yi memperhatikan dengan saksama setiap jenis senjata di sana. Ada pedang, tombak, dan juga perisai. Ketiga senjata itu digunakan oleh prajurit.
"Hadiah ini untuk pasukanku?"
"Iya! Aku sudah bertanya ke Run Yu. Kata Run Yu, kamu memiliki seratus pasukan rahasia. Aku tahu mereka semua akan ikut ke medan bersamamu. Semua senjata ini terbuat dari puing gua spiritual Qing Qiu dan sangat cocok untuk melawan pasukan Kerajaan Wu Barat yang menggunakan sihir hitam," jelas Ying Ying panjang lebar.
Ketika roh Li Chang Le memberitahukan Ying Ying mengenai akan terjadinya peperangan dengan Kerajaan Wu Barat, muncul kekhawatiran di dalam hati Ying Ying terhadap pasukan Kerajaan Wu Barat yang menggunakan kekuatan sihir hitam.
Ying Ying ingin membuat senjata sihir untuk membantu Wei Bu Yi sehingga memanggil Run Yu dan menanyakan mengenai pasukan rahasia Wei Bu Yi.
Wei Bu Yi berbisik di telinga Ying Ying. "Kebaikan hati Wang Fei ku akan dibalas dengan jiwa dan ragaku."
Aliran listrik kecil menyengat seluruh tubuh Ying Ying lagi dikarenakan Wei Bu Yi berbisik sambil menggigit lembut daun telinganya.
"Ayo kita mandi bersama!"
Wei Bu Yi menggendong Ying Ying dan berjalan cepat menuju tong besar, tempat untuk berendam dan mandi.
Dalam waktu singkat, terdengar suara percikan air yang keras menandakan petualangan fantasi sudah dimulai. Petualangan fantasi itu berlanjut di atas tempat tidur.
Perpisahan yang akan terjadi besok pagi membuat Wei Bu Yi dan Ying Ying meninggalkan banyak jejak kepemilikan di tubuh masing-masing.
Kali ini Ying Ying bisa bertahan lebih lama dibandingkan biasanya. Akan tetapi, entah mengapa stamina Wei Bu Yi semakin lama semakin bertambah sehingga pada akhirnya Ying Ying pun terkulai lemas di pelukan Wei Bu Yi lagi.
***
Selamat malam readers. Bab ini up pukul 22.30 wita. Semoga lancar. ceritanya panjang dan mencapai 2000 kata.
Ratu Wen cs akan muncul di bab besok 😂
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE
__ADS_1