REVENGE OF FOX CONSORT

REVENGE OF FOX CONSORT
BAB 44. Sihir hitam?


__ADS_3

Ying Ying tahu tujuan utama Wei Bu Yi menemui Bai Lu sebagai bentuk ancaman halus agar Bai Lu tahu Li Chang Le berada dalam perlindungan Wei Bu Yi.


Walaupun Wei Bu Yi pergi ke perbatasan ibukota, jika terjadi sesuatu terhadap Li Chang Le alias Ying Ying, Bai Lu harus bertanggung jawab penuh dan menerima konsekuensinya dari Wei Bu Yi.


Tentu saja Bai Lu sendiri tahu Wei Bu Yi sedang mengancam dan memberi peringatan terhadapnya secara halus.


Untuk sementara waktu, Bai Lu memang tidak berani melakukan apapun terhadap Ying Ying karena Jenderal Li Jin akan pulang dalam waktu dekat.


Bai Lu hanya mengharapkan pernikahan Chang Ru segera dilaksanakan agar putri kesayangannya itu resmi menjadi putri mahkota dan calon ratu di masa yang akan datang, sedangkan di dalam pikiran Chang Ru muncul beberapa rencana jahat untuk mencelakai Ying Ying setelah kepergian Wei Bu Yi.


Chang Ru sama sekali tidak takut ancaman halus Wei Bu Yi terhadap Bai Lu. Bagi Chang Ru, dirinya akan menjadi putri mahkota dalam waktu dekat sehingga nyalinya semakin besar.


Wei Bu Yi menganggukkan kepala sebagai jawaban terhadap Ying Ying, lalu meninggalkan Kediaman Jenderal Li Jin dengan menunggangi kuda, tanpa melihat ke arah Bai Lu dan Chang Ru.


"Wang Fei! Kami pergi dulu!" ucap Kasim Da Duo dan Kasim Xiao Duo bersamaan.


Sama seperti Wei Bu Yi, kedua kasim itu tidak berpamitan dengan Bai Lu dan Chang Ru. Bagi mereka berdua, hanya Ying Ying seorang saja yang dihormati sebagai permaisuri Pangeran Wei Bu Yi.


Bai Lu dan Chang Ru bukanlah siapa-siapa di mata Kasim Da Duo dan Kasim Xiao Duo. Apalagi Bai Lu dan Chang Ru hanya berpura-pura bersikap baik terhadap Wang Fei yang mereka muliakan sehingga mereka pun tidak perlu memberi muka terhadap kedua wanita licik itu.


Chang Ru menjadi emosi karena merasa tidak dihormati oleh kedua kasim kepercayaan Wei Bu Yi.


"Hanya anj*ng Pangeran Wei Bu Yi saja, berani sombong di hadapanku. Awas saja saat aku jadi putri mahkota, pasti akan menghukum kedua an*ing itu!" ucap Chang Ru dengan ketus.


"Chang Ru!" tegur Bai Lu.


"Ibu! Aku ini putri mahkota. Aku yakin bisa menghukum mati mereka berdua!"


Chang Ru tidak senang mendapat teguran dari Bai Lu. Seharusnya Bai Lu mendukungnya. Lagipula mereka berada di Kediaman Jenderal Li Jin. Chang Ru yakin para pelayan tidak akan berani menyebarkan keluar perkataannya tadi.


Ying Ying tersenyum kecil mendengar umpatan Chang Ru, sedangkan roh Li Chang Le menggelengkan kepala. Inilah sifat asli Chang Ru yang disembunyikannya selama ini.


"Tan Xiang! Antar aku ke kamar. Aku takut adik Chang Ru menggunakan status putri mahkota untuk menghukumku nanti," ucap Ying Ying sambil tertawa kecil.


"Nona Chang Le akan menjadi Wang Fei. Hamba yakin Pangeran Wei Bu Yi akan melindungi nona," kata Tan Xiang.


"Sialan! Li Chang Le!"


"Hati-hati Ying Ying!" teriak roh Li Chang Le sambil melindungi tubuh Ying Ying secara spontan.


PLAK! PLAK!


"SAKIT!" teriak Chang Ru kesakitan sambil memegang kedua pipinya yang memerah.


"Chang Ru! Kenapa kamu menampar pipi mu sendiri?" tanya Bai Lu.


"Bukan! Aku ingin menam…."


PLAK! PLAK!


"SAKIT!"

__ADS_1


Chang Ru tidak melanjutkan perkataannya melainkan menampar wajahnya sendiri dengan keras. Bahkan sudut bibirnya mengeluarkan darah segar.


Roh Li Chang Le tersenyum lebar melihat pipi Chang Ru yang membengkak. Hampir saja Roh Li Chang Le lupa bahwa Ying Ying sudah memiliki kekuatan sihir yang hebat sehingga bisa melawan Chang Ru dengan mudah.


Roh Li Chang Le terbang masuk ke dalam bandul lonceng, sedangkan Ying Ying sengaja menatap Chang Ru dari atas kepala hingga ujung kaki.


"Kenapa adik Chang Ru menampar wajahnya sendiri?"


"Dasar ja*ang! Pasti kamu yang….."


PLAK! PLAK! PLAK! PLAK! PLAK!


"SAKIT! IBU! TOLONG AKU!" teriak Chang Ru kesakitan karena tangannya tidak bisa berhenti menampar wajahnya sendiri.


Bai Lu berusaha menahan kedua tangan Chang Ru, tetapi tidak berhasil.


"Chang Le! Chang Le! Tolong adikmu!"


Bai Lu sepemikiran dengan Chang Ru bahwa Chang Le lah yang menyebabkan Chang Ru menampar wajahnya sendiri sehingga terpaksa meminta pertolongan dari Chang Le.


"Aku tidak tahu mengapa adik Chang Ru menampar wajahnya sendiri!" jawab Ying Ying dengan wajah polos.


Bai Lu semakin panik mendengar isak tangis Chang Ru dan juga suara tamparan yang keras berulang kali. Jika dibiarkan terus menerus, Bai Lu khawatir wajah Chang Ru akan rusak.


"A Niu! A Lim! Ikat kedua tangan Chang Ru!"


"Baik Nyonya muda!"


"Nyonya muda! Sepertinya Nona Chang Ru terkena sihir hitam!" ucap A Niu.


Ying Ying tersenyum samar saat mendengar perkataan A Niu.


"Iya, benar! Adik Chang Ru pasti terkena sihir hitam! Tan Xiang, cepat ambil gentong yang diberikan Bu Yi!" perintah Ying Ying sambil menunjuk ke arah tempat kuda Wei Bu Yi berhenti tadi.


Ying Ying menggunakan kekuatan sihirnya dengan cepat mengubah tanah menjadi gentong berukuran kecil dengan tutupan.


"Iya, Nona Chang Le!" jawab Tan Xiang patuh dan berlari untuk mengambil gentong kecil, lalu kembali ke sisi Ying Ying.


Walaupun Tan Xiang tidak ikut masuk ke dalam gua di Qing Qiu, Tan Xiang menduga nona mudanya mendapatkan kekuatan sihir yang luar biasa setelah keluar dari gua itu.


"Sihir hitam? Gentong yang diberikan Pangeran Wei Bu Yi? Apa artinya Chang Le?" tanya Bai Lu dengan panik.


Ying Ying tidak menjawab pertanyaan Bai Lu, melainkan mengambil gentong kecil dari tangan Tan Xiang dan berjalan mendekati Chang Ru.


"Adik Chang Ru! Aku akan menolongmu!"


Ying Ying membuka tutupan gentong kecil dan menuangkan cairan di dalamnya di atas kepala Chang Ru.


"Argh! Darah! Darah!" teriak Chang Ru histeris, lalu pingsan seketika.


"Chang Le! Apa yang kamu lakukan terhadap Chang Ru?" bentak Bai Lu.

__ADS_1


"Aku menyelamatkan Chang Ru! Lihatlah! Tangannya tidak bergerak sendiri lagi!"


Bai Lu segera membuka ikatan tali di tangan Chang Ru dan memeriksanya saksama. Sesuai dengan perkataan Ying Ying, kedua tangan Chang Ru tidak lagi menampar wajahnya sendiri.


Bai Lu hanya bisa menahan amarah dengan mengepalkan erat kedua tangannya. Keadaan Chang Ru sangat menyedihkan dengan wajah bengkak dan seluruh tubuh bau amis darah.


"Ini darah apa?"


"Darah an**ng!" jawab Ying Ying.


"Kenapa Pangeran Wei Bu Yi memberimu darah an**ng?" tanya Bai Lu dengan ketus.


"Ketika kita pulang dari Qing Qiu, kita diserang oleh pembunuh bayaran yang menggunakan sihir hitam."


Ying Ying membuka sedikit jubah luar milik Wei Bu Yi sehingga memperlihatkan bercak-bercak darah di hanfu miliknya.


Bai Lu terkejut melihat bercak darah di hanfu Ying Ying dan segera menatap hanfu milik Tan Xiang. Hanfu Tan Xiang juga penuh dengan bercak darah.


Bai Lu merasa heran mengapa tadi dirinya tidak melihat bercak darah di hanfu Tan Xiang. Bukan hanya Bai Lu seorang saja, Chang Ru dan juga para pelayan yang berada di pintu depan juga tidak menyadari bercak darah itu.


Semua dikarenakan Ying Ying menggunakan kekuatan sihir ilusi untuk mengelabui mereka semua, tetapi Chang Ru ingin menamparnya sehingga Ying Ying mendapatkan rencana cemerlang ini dengan cepat.


"A Niu! Dekatkan obor ke arah sana!" perintah Ying Ying sambil menunjuk jalanan tempat kuda Kasim Da Duo berhenti tadi.


"Da…darah!" ucap A Niu terbata-bata karena melihat genangan darah dan juga ceceran darah di sepanjang jalan.


"Kusir kuda Pangeran Wei Bu Yi mati terbunuh. Beruntung aku dan Tan Xiang diselamatkan Bu Yi, tetapi hanfu kita terkena darah dari para pembunuh bayaran. Bu Yi khawatir sihir hitam akan bereaksi lagi sehingga memberikan darah an*ng sebagai penangkal. Tadi aku ingin secepatnya ke kamar untuk membersihkan diri dan membakar hanfu ku, tetapi adik Chang Ru menahanku sehingga terkena sihir hitam!" jelas Ying Ying panjang lebar dan wajah serius.


"Nona Chang Le semakin pintar berbohong!" batin Tan Xiang.


Para pelayan mundur beberapa langkah agar tidak dekat dengan Ying Ying. Mereka tidak mau terkena efek sihir hitam seperti Chang Ru.


"Nyonya muda! Tan Xiang akan mengantar Nona Chang Le ke kamar sekarang!"


"Pergilah!" ujar Bai Lu dengan ketus.


Walaupun perkataan Ying Ying tidak dipercayai oleh Bai Lu seratus persen, tetapi Bai Lu percaya adanya sihir hitam.


***


Selamat malam readers. Bab ini up pukul 20.30 wita. Pasti readers setia tertawa terbahak-bahak membayangkan Chang Ru yang menyedihkan 🤣.


Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya besok ya 🤗


Semoga para readers yang sedang dalam perjalanan mudik, berjalan lancar dan sehat-sehat selalu.


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE

__ADS_1


__ADS_2