REVENGE OF FOX CONSORT

REVENGE OF FOX CONSORT
BAB 6. Pangeran Wei Bu Yi


__ADS_3

***Kediaman Jenderal Li Jin***


Tabib Chang datang mengobati luka di kening Ying Ying dan memberikan obat salep untuk mengobati beberapa luka memar di pergelangan tangan Ying Ying.


Walaupun Tabib Chang merasa heran mengenai luka memar di tubuh Ying Ying, tetapi tidak menanyakan hal apapun karena tugasnya hanyalah mengobati Ying Ying.


Beberapa saat kemudian, Chang Ru meninggalkan kamar Chang Le bersama Tabib Chang dengan terburu-buru.


Ada hal penting yang harus dilakukan oleh Chang Ru sekarang yaitu menyebarkan gosip untuk merusak nama baik Chang Le.


Walaupun Chang Le berhasil melarikan diri dari rumah bordil, tetapi kesuciannya pasti dipertanyakan banyak orang sehingga Wei Wu Xian mempunyai alasan tepat untuk membatalkan pertunangan.


Ying Ying bisa menduga isi pikiran Chang Ru, tetapi Ying Ying membiarkannya. Ying Ying menatap saputangan kecil di tangannya.


Saputangan itu mempunyai sulaman dua huruf mandarin dengan benang berwarna emas.


"Tan Xiang! Apa arti kedua huruf ini?" tanya Ying Ying.


Walaupun Tan Xiang hanyalah pelayan pribadi Chang Le, tetapi Tan Xiang bisa membaca dan menulis dengan lancar.


Feng Xi yang memilih Tan Xiang untuk menjadi pelayan pribadi Chang Le, sejak Chang Le berperilaku seperti anak kecil umur lima tahun.


"Kedua huruf ini memiliki arti Bu Yi. Apakah ini saputangan Pangeran Wei Bu Yi?" tebak Tan Xiang.


"Iya!" jawab Ying Ying.


"Tan Xiang pasti bisa membersihkan noda darah di saputangan ini sebelum nona mengembalikannya ke Pangeran Wei Bu Yi," ucap Tan Xiang.


"Kenapa harus dikembalikan?" tanya Ying Ying bingung.


Ying Ying menduga Wei Bu Yi pastilah bukan orang yang pelit dan perhitungan dengan satu buah saputangan kecil.


"Nona Chang Le adalah tunangan putra mahkota. Nona tidak boleh menyimpan benda dari pria lain," jawab Tan Xiang.


"Benar juga! Status Nona Chang Le saat ini masih tunangan Wei Wu Xian, " batin Ying Ying.

__ADS_1


"Tan Xiang! Siapa Pangeran Wei Bu Yi? Mengapa rambutnya berwarna abu-abu?" tanya Ying Ying.


Sejak pertemuan tadi, Ying Ying penasaran dengan semua hal mengenai Wei Bu Yi. Hanya Tan Xiang seorang saja yang berada di pihak Chang Le sehingga Ying Ying mempertanyakan hal itu ke Tan Xiang.


"Pangeran Wei Bu Yi adalah putra pertama Kaisar Wei dengan mendiang ratu pertama, Ratu Xu," jawab Tan Xiang.


"Putra pertama Kaisar Wei. Mengapa Wei Wu Xian yang menjadi putra mahkota sekarang?" tanya Ying Ying.


Ying Ying tahu putra pertama Kaisar Wei berhak meneruskan tahta dan menjadi putra mahkota. Jika putra mahkota Kerajaan Wei adalah Wei Bu Yi, mungkin saja Chang Le masih hidup saat ini.


"Pangeran Wei Bu Yi terkenal sebagai dewa perang karena sangat ahli bertarung. Tujuh tahun yang lalu Ratu Xu meninggal di istana karena sakit keras. Pada waktu itu Pangeran Wei Bu Yi sedang bertarung dengan Kerajaan Wu Barat dan terluka parah," lanjut Tan Xiang.


Ying Ying tahu ada 4 kerajaan besar di daratan Zhong Yuan yaitu Kerajaan Wei Timur (Dong Wei), Kerajaan Wu Barat (Xi Wu), Kerajaan Han Utara (Bei Han), dan Kerajaan Tang Selatan(Nan Tang).


"Kasihan sekali. Ibunya meninggal dan dia terluka parah," batin Ying Ying.


"Pangeran Wei Bu Yi kalah dalam perang itu?" tanya Ying Ying.


"Pangeran Wei Bu Yi menang dan bersikeras pulang ke Kerajaan Wei untuk menghadiri upacara penguburan Ratu Xu," jawab Tan Xiang.


"Sebenarnya Pangeran Wei Bu Yi merupakan putra mahkota, tetapi dilengserkan dan digantikan oleh Wei Wu Xian," ucap Tan Xiang.


"Mengapa bisa begitu? Ini tidak adil!" kata Ying Ying dengan emosional.


Walaupun Wei Bu Yi terlihat dingin dan jarang bicara, tetapi Ying Ying yakin kepribadian Wei Bu Yi lebih baik ratusan kali dibandingkan Wei Wu Xian.


Kalau saja Wei Bu Yi masih menjadi putra mahkota Kerajaan Wei, maka Chang Le tidak akan meninggal dan dirinya pun tidak mungkin transmigrasi ke tubuh Chang Le.


"Karena….karena……" Tan Xiang terbata-bata untuk menjelaskan alasan Wei Bu Yi dilengserkan.


"Karena apa, Tan Xiang? Aku ingin tahu!" desak Ying Ying.


"Karena luka Pangeran Wei Bu Yi sangat parah dan menyebabkan dia tidak bisa memberikan keturunan penerus Kerajaan Wei," jawab Tan Xiang.


"Apa? Pangeran Wei Bu Yi menjadi kasim?" teriak Ying Ying spontan.

__ADS_1


Tan Xiang menutup mulut Ying Ying dengan cepat. "Nona Chang Le harus berjanji untuk tidak mengatakan hal ini di tempat umum," ucap Tan Xiang.


Ying Ying menatap wajah khawatir Tan Xiang. Ying Ying akui dirinya salah bicara.


Hal tabu mengenai Pangeran Wei Bu Yi tidak boleh diucapkan sembarangan jika tidak ingin nyawa melayang.


"Kasihan sekali. Tampan tetapi impoten," batin Ying Ying.


"Kenapa rambut Pangeran Wei Bu Yi berwarna abu-abu?" Tanya Ying Ying.


"Luka parah dan kesedihan yang mendalam akibat kematian Ratu Xu membuat rambut Pangeran Wei Bu Yi menjadi abu-abu dalam waktu singkat," jawab Tan Xiang.


"Ternyata begitu!" ucap Ying Ying.


Ying Ying terdiam dan termenung memikirkan pertemuannya dengan Pangeran Wei Bu Yi.


Pikiran Ying Ying melayang ke pertemuannya dengan Wei Bu Yi tadi.


"Putra mahkota pertama yang dilengserkan karena tidak bisa memberikan keturunan. Dewa perang! Ahli bertarung! Pangeran Wei Bu Yi bisa menjadi sekutu ku untuk melawan Wei Wu Xian dan Chang Ru!" batin Ying Ying.


"Tan Xiang! Apakah kamu tahu Kediaman Pangeran Wei Bu Yi?" tanya Ying Ying.


"Pangeran Wei Bu Yi lebih sering menginap di perkemahan prajurit, tetapi ada rumah besar hadiah dari Kaisar Wei untuk tempat tinggal Pangeran Wei Bu Yi di ibukota," jawab Tan Xiang.


"Bagus! Aku harus memikirkan rencana untuk mendekati Pangeran Wei Bu Yi!" batin Ying Ying.


***


Selamat malam readers. Tan Xiang penasaran gak ya nona muda nya bersikap normal dan bukan seperti anak kecil lagi?


Nantikan jawabannya di bab berikutnya. Jangan lupa hari senin, hari vote ya 🥰🥰🥰


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG

__ADS_1


AUTHOR : LYTIE


__ADS_2