REVENGE OF FOX CONSORT

REVENGE OF FOX CONSORT
BAB 71. Bu Yi keracunan


__ADS_3

***Kamar tamu tempat Ying Ying menginap***


Ying Ying menggunakan kekuatan sihir untuk mengaktifkan sihir penghalang suara di dalam kamar untuk menghindari percakapannya dengan Wei Bu Yi terdengar oleh orang lain.


Tadi Ying Ying membawa Wei Bu Yi ke kamarnya karena ingin memberitahukan Wei Bu Yi mengenai kecurigaannya akan hubungan Ratu Wen dengan Kerajaan Wu Barat.


Wei Bu Yi duduk di samping tempat tidur sambil menatap Ying Ying palsu, yang berbaring di atas tempat tidur.


Ying Ying berlari kecil menghampiri Wei Bu Yi, lalu mengubah Ying Ying palsu menjadi patung tanah liat.


"Bu Yi! Kekuatan sihirku semakin meningkat! Kamu pasti hampir terkecoh dengan patung tanah liat ini kan?" tanya Ying Ying sambil memainkan patung tanah liat di tangannya.


"Aku tahu itu palsu!"


Suara Wei Bu Yi terdengar berbeda dari biasanya sehingga Ying Ying menatap intens Wei Bu Yi.


Wajah Wei Bu Yi pucat dan keningnya berkeringat. Bahkan beberapa tetes keringat mengalir turun dari pelipis Wei Bu Yi.


"Bu Yi! Kamu sakit?"


Ying Ying ingin meletakkan telapak tangan di kening Wei Bu Yi untuk memeriksa suhu tubuh, tetapi Wei Bu Yi menepis tangan Ying Ying dengan keras.


"Keluar dari kamar ini!" perintah Wei Bu Yi dengan suara tidak bertenaga.


"Ada apa Bu Yi? Kamu sakit? Atau terluka?"


Sikap aneh Wei Bu Yi membuat Ying Ying khawatir sehingga menarik pergelangan tangan Wei Bu Yi untuk memeriksa denyut nadi.


"Kenapa denyut nadi Bu Yi sangat kacau?" gumam Ying Ying.


Tiba-tiba Wei Bu Yi menarik tangan Ying Ying dengan kuat sehingga Ying Ying kehilangan keseimbangan dan jatuh terduduk di pangkuan Wei Bu Yi.


Ying Ying membulatkan matanya saat Wei Bu Yi mencium bibirnya. Ciuman itu mengakibatkan sengatan listrik kecil mengalir di sekujur tubuh Ying Ying.


Wajah Ying Ying merona merah dan pipinya terasa panas. Kedua tangan Wei Bu Yi memeluk erat pinggang Ying Ying, sedangkan bibirnya masih menikmati rasa manis dari bibir Ying Ying.


Lama kelamaan Ying Ying pun membalas ciuman itu secara spontan dan gerakan yang agak kaku karena ini pertama kalinya Ying Ying berciuman.


Ying Ying meniru cara Wei Bu Yi menciumnya. Ying Ying merangkulkan kedua tangannya di leher Wei Bu Yi.

__ADS_1


Wajah Ying Ying semakin memerah seperti kepiting rebus karena merasakan perubahan di salah satu bagian tubuh Wei Bu Yi. Perubahan yang terjadi diakibatkan gejolak darah muda yang bergelora.


Wei Bu Yi sendiri pun menyadarinya sehingga segera menghentikan ciuman itu dan memegang kedua pundak Ying Ying agar tubuh mereka tidak saling menempel satu sama lain.


"Keluar! Aku keracunan!" ucap Wei Bu Yi dengan susah payah.


Dalam waktu singkat, Ying Ying mengerti apa maksud perkataan Wei Bu Yi. Wei Bu Yi terkena racun pemikat dari Putri Tang Yan.


"Racun pemikat pasti menyerap masuk melalui telapak tangan Bu Yi saat dia memukul punggung Putri Tang Yan!" batin Ying Ying.


Dugaan Ying Ying sangat tepat. Semula Wei Bu Yi tidak menyadari dirinya terkena racun pemikat. Pada saat menunggu Ying Ying, Wei Bu Yi merasakan seluruh tubuhnya sangat panas seperti terbakar.


Wei Bu Yi sudah mencoba menggunakan kekuatan dalam untuk memaksa keluar racun tersebut, tetapi tidak berhasil. Wei Bu Yi juga tidak bisa meninggalkan kamar karena tidak ingin wanita lain menjadi korban.


Tentu saja Wei Bu Yi tidak mau mengorbankan Ying Ying sebagai penawar racun di dalam tubuhnya sehingga selama di dalam kamar, Wei Bu Yi hanya menatap Ying Ying palsu jelmaan dari patung tanah liat.


Pertahanan Wei Bu Yi menjadi goyah saat bertemu secara langsung dengan Ying Ying asli, wanita yang dirindukannya selama ini. Sentuhan tangan Ying Ying saat memeriksa denyut nadi membuat tubuh Wei Bu Yi semakin panas.


Wei Bu Yi mengira ciuman dengan Ying Ying bisa meredakan efek panas di tubuhnya. Akan tetapi, pikiran dan tubuhnya semakin menginginkan sesuatu yang lebih.


Wei Bu Yi tahu kesadarannya sudah mulai menepis sehingga berusaha mengumpulkan kekuatannya untuk berbicara agar Ying Ying pergi dari kamar sebelum semuanya terlambat.


"Aku bisa menyelamatkanmu, Bu Yi!"


Berbagai macam tanaman herbal dan obat racikan Ying Ying dimasukkan ke dalam tong besar tersebut.


"Bu Yi! Berendamlah di dalam ramuan untuk mengeluarkan racun dari tubuhmu!"


Wei Bu Yi menganggukkan kepala, lalu berjalan sempoyongan menuju tong besar. Ying Ying segera menghampiri Wei Bu Yi dan memapahnya.


Ying Ying tahu Wei Bu Yi sudah kehabisan tenaga dalam dengan jumlah yang besar karena berusaha menekan racun pemikat, tetapi aroma tubuh Ying Ying dari jarak dekat membuat Wei Bu Yi menciumnya lagi.


Ciuman kali ini sangat agresif dan membara. Ying Ying membalasnya sambil berusaha menuntun Wei Bu Yi mencapai tong besar.


Ketika punggung Ying Ying menabrak tong besar dibelakangnya, Ying Ying ingin menghentikan ciuman itu, tetapi tidak berhasil sehingga akhirnya Ying Ying menggunakan semua kekuatannya untuk menarik tubuh Wei Bu Yi.


Byur!


Ying Ying dan Wei Bu Yi jatuh ke dalam tong besar bersamaan. Pelukan dan ciuman dari Wei Bu Yi pun terlepas.

__ADS_1


Ramuan Ying Ying bekerja dengan cepat dan meresap ke dalam tubuh Wei Bu Yi sehingga membuat Wei Bu Yi menjadi tenang.


Ying Ying menarik napas lega saat melihat wajah pucat Wei Bu Yi berangsur menghilang. Mereka berdua bersandar di sisi yang berhadapan di dalam tong besar.


Beberapa saat kemudian, Ying Ying memeriksa denyut nadi di pergelangan tangan Wei Bu Yi.


"Denyut nadi sudah normal!" ucap Ying Ying dengan gembira.


"Terima kasih Ying Ying!"


Wei Bu Yi dan Ying Ying tersenyum satu sama lain. Seketika di pikiran mereka berdua terbayang kejadian yang baru saja mereka berdua alami.


"Bu Yi lanjut berendam dua puluh menit. Aku keluar dulu!"


Ying Ying merasa sangat malu sehingga berusaha keluar dari tong besar, tetapi Wei Bu Yi menarik tangannya.


"Ada apa Bu Yi?"


Wei Bu Yi tidak menjawab, melainkan menggendong tubuh Ying Ying dan melompat keluar dari tong besar dengan mudah.


Wei Bu Yi membawa Ying Ying ke atas tempat tidur, lalu mengambil selimut untuk membungkus tubuh Ying Ying dengan cepat.


"Aku menyukaimu, Ying Ying! Apakah kamu menyukaiku?" tanya Wei Bu Yi secara tiba-tiba.


"Iya!"


Wei Bu Yi mendekatkan wajahnya sehingga Ying Ying memejamkan rapat kedua matanya secara spontan.


Sebuah kecupan hangat dan singkat mendarat di kening Ying Ying.


"Aku lanjut berendam dulu!" ucap Wei Bu Yi sambil membelai kepala Ying Ying dengan lembut sebelum masuk ke dalam tong besar.


Wei Bu Yi tahu banyak pertanyaan yang ingin diajukan oleh Ying Ying terhadapnya sehingga dirinya harus memastikan semua racun pemikat sudah hilang sepenuhnya dari tubuhnya terlebih dahulu.


***


Selamat malam readers. Bab ini up pukul 22.50 wita. Semoga lancar.


TERIMA KASIH

__ADS_1


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE


__ADS_2