REVENGE OF FOX CONSORT

REVENGE OF FOX CONSORT
BAB 74. Perhiasan mendiang Ratu Xu


__ADS_3

***Ruang depan Kediaman Jenderal Li Jin***


Ying Ying tahu Chang Ru sedang berakting untuk mendapatkan belas kasihan dari Jenderal Li Jin. Semua yang dilakukan oleh Chang Ru kemarin memang benar dikarenakan perintah dari Ratu Wen, tetapi Ying Ying yakin Chang Ru senang hati menjadi kaki tangan Ratu Wen untuk membuatnya menderita.


Chang Ru sudah pernah mencoba membunuhnya sehingga bisa dipastikan Chang Ru akan mengulanginya tanpa ragu di kemudian hari.


Sementara roh Li Chang Le di alam manusia hanya tinggal sedikit waktu yang tersisa. Ying Ying masih mengingat jelas janjinya kepada roh Li Chang Le untuk membalaskan dendam terhadap semua orang yang mencelakainya.


Setidaknya sebelum Ying Ying menikah dan pindah untuk tinggal bersama Wei Bu Yi, Ying Ying akan mengungkap sisi keburukan Bai Lu dan Chang Ru di depan Jenderal Li Jin.


Ying Ying tidak menjawab permintaan maaf yang tidak tulus dari Chang Ru, melainkan menatap Jenderal Li Jin.


"Ayah! Aku akan memaafkan adik Chang Ru karena ini adalah pertama kali dia mencelakaiku. Jika adik Chang Ru sudah mencelakai aku berulang kali, aku tidak akan memaafkannya!"


"Chang Le! Kamu anak yang baik hati! Ayah akan memberi hukuman berat jika memang Chang Ru pernah mencelakaimu berulang kali!" janji Jenderal Li Jin.


"Terima kasih ayah!"


Komitmen dari Jenderal Li Jin saat ini sangat mendukung rencana Ying Ying dalam waktu dekat.


Sementara wajah Bai Lu dan Chang Ru menjadi pucat karena perbincangan antara Ying Ying dan Jenderal Li Jin. Mereka berdua berfirasat bahwa Ying Ying mengetahui Chang Ru berniat membunuhnya pada malam festival kue bulan beberapa waktu yang lalu.


Bai Lu memanggil pelayan untuk mengambil obat air embun dari kamar Chang Ru agar bisa mengobati bekas tamparan Jenderal Li Jin.

__ADS_1


A Niu berlari kecil menghampiri Jenderal Li Jin. "Tuan besar! Kasim Da Duo datang untuk menemui Nona Chang Le!"


"Kasim Da Duo pasti mengantarkan hadiah dari Bu Yi!" ucap Ying Ying dengan riang.


Jenderal Li Jin tersenyum kecil melihat kegembiraan putri kesayangannya. Walaupun di dalam hati kecil Jenderal Li Jin kecewa dengan penyakit import*n Wei Bu Yi, tetapi setidaknya Wei Bu Yi menepati janji untuk menjaga, melindungi, dan menyayangi Li Chang Le selamanya.


Kasim Da Duo berjalan masuk ke ruang depan sambil membawa sebuah kotak perhiasan yang berukuran lebih besar dibandingkan kotak perhiasan hadiah dari Ratu Wen.


"Jenderal Li Jin! Wang Fei!"


Kasim Da Duo hanya memberi dalam ke Jenderal Li Jin sebagai kepala keluarga dan Ying Ying sebagai permaisuri Wei Bu Yi dalam waktu dekat.


Wajah Bai Lu memerah menahan amarah karena merasa tidak dihormati oleh Kasim Da Duo, sedangkan Chang Ru menatap penuh iri kotak perhiasan di tangan Kasim Da Duo.


"Wang Fei! Semua perhiasan di dalam kotak ini adalah milik mendiang Ratu Xu. Pangeran Wei Bu Yi sudah mendapatkan restu dari Kaisar Wei agar Wang Fei bisa memakai semua perhiasan ini di hari pernikahan!"


Ying Ying memegang kotak perhiasan itu dengan hati-hati. Senyuman lebar menghias di sudut bibir Ying Ying.


Kasim Da Duo berpamitan pulang setelah menjalankan tugasnya dengan baik. Ying Ying pun bermaksud ke kamarnya untuk beristirahat.


"Kak Chang Le!"


Chang Ru memanggil Ying Ying secara tiba-tiba sehingga Ying Ying dan roh Li Chang Le menatap Chang Ru dengan penuh kecurigaan.

__ADS_1


"Ada apa Chang Ru?"


Jenderal Li Jin, Li Ming, dan Feng Xi juga menatap ke arah Chang Ru. Mereka bertiga ingin tahu apa maksud Chang Ru memanggil Ying Ying.


"Kak Chang Le akan memakai perhiasan dari mendiang Ratu Xu di hari pernikahan sehingga hadiah dari Ratu Wen tidak terpakai. Aku ingin memilikinya!"


"Chang Ru!" Jenderal Li Jin memanggil nama Chang Ru dengan keras. Pria paruh baya itu sangat terkejut dengan sikap tamak Chang Ru yang ingin mengambil benda milik Chang Le.


"Baiklah! Aku akan meminta Tan Xiang mengantar kotak perhiasan itu ke kamarmu!"


"Chang Le! Kamu tidak perlu…"


"Tidak apa-apa, ayah! Ratu Wen tidak akan tersinggung karena adik Chang Ru memakai semua perhiasan hadiah darinya!" ucap Ying Ying.


"Sifatmu sama seperti Ling Qi. Baik hati dan tidak perhitungan!" kata Jenderal Li Jin sambil mengusap lembut kepala Ying Ying.


Hati Bai Lu terasa sakit karena Jenderal Li Jin tidak melupakan Ling Qi yang sudah meninggal puluhan tahun. Padahal dirinya sudah berusaha keras menjadi istri yang baik, tetapi masih tidak bisa menggantikan posisi Ling Qi di hati Jenderal Li Jin.


***


Selamat malam readers. Hari ini up 2 bab ya. Ditunggu bab satunya lagi, masih dalam proses pengetikan.


TERIMA KASIH

__ADS_1


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE


__ADS_2