
***Kediaman Jenderal Li Jin***
Ying Ying tersenyum samar karena kekuatan pendengaran jarak jauh miliknya mendengar sesuatu yang sangat menarik, tepatnya kedatangan beberapa orang yang sedang menuju ruang depan.
Beberapa saat kemudian, A Niu berlari masuk ke ruang depan dan menghampiri Bai Lu.
"Nyonya muda! Kasim Da Duo dan Kasim Xiao Duo datang!" lapor A Niu.
"Kenapa kasim kepercayaan Pangeran Wei Bu Yi datang?" tanya Bai Lu dengan nada suara kesal.
Bai Lu berfirasat buruk saat mendengar nama kedua kasim itu. Semua orang tahu Kasim Da Duo dan Kasim Xiao Duo mewakili kedatangan Pangeran Wei Bu Yi sehingga Bai Lu tidak mungkin bisa menolak kedatangan mereka.
"Mereka mengantar hadiah untuk Nona Chang Le!" jawab A Niu.
"Apa?" teriak Chang Ru secara spontan.
Belum sempat Chang Ru menanyakan hadiah apa yang dibawa, Kasim Da Duo, Kasim Xiao Duo, dan beberapa prajurit Pangeran Wei Bu Yi sudah tiba di ruang depan.
"Selamat siang Nyonya Bai Lu!"
Kasim Da Duo dan Kasim Xiao Duo menyapa Bai Lu dengan sikap normal. Mereka berdua tidak peduli Bai Lu tidak membalas sapaan.
Kedua kasim itu membungkukkan badan menghadap ke Ying Ying, diikuti oleh para prajurit Pangeran Wei Bu Yi. Mereka membuat dua barisan yang rapi, dengan Kasim Da Duo dan Kasim Xiao Duo berdiri di barisan paling depan.
"Hamba memberi hormat ke Nona Li Chang Le!"
Semua orang yang berada di ruang depan terkejut dengan sikap penghormatan para bawahan Pangeran Wei Bu Yi terhadap Ying Ying.
Dalam hati kecil mereka yakin Pangeran Wei Bu Yi sudah menerima Li Chang Le sebagai permaisuri sehingga para bawahannya bersikap hormat terhadap Li Chang Le.
"Kasim Da Duo! Kasim Xiao Duo!" panggil Ying Ying.
__ADS_1
"Nona Li Chang Le! Kami mengantarkan hadiah dari Pangeran Wei Bu Yi!" lapor Kasim Da Duo.
Kasim Da Duo bertepuk tangan satu kali sehingga para prajurit yang berbaris di belakang dirinya dan Kasim Xiao, berjalan maju ke depan bersamaan.
Ying Ying menyadari semua prajurit yang berbaris rapi membawa kotak dengan ukuran yang berbeda-beda. Dua prajurit membuka kotak di tangan mereka saat berdiri di hadapan Ying Ying.
Dua hanfu baru cantik dengan warna merah muda dan biru muda membuat Chang Ru menatapnya dengan mata berbinar-binar dan perasaan iri.
"Karena waktu yang terbatas, hanya dua set hanfu baru yang selesai dijahit. Nona Chang Le bisa memilih salah satu yang paling disukai untuk dikenakan di jamuan makan malam istana," kata Kasim Xiao Duo.
Ketika Kasim Da Duo mendapatkan tugas untuk membawa Dayang Fu ke Kediaman Jenderal Li Jin, Kasim Xiao Duo pun mendapatkan tugas untuk mempersiapkan hanfu baru Li Chang Le.
Kasim Xiao Duo memuji kehebatan Pangeran Wei Bu Yi dalam memprediksi kejadian di masa yang akan datang sehingga persiapan hanfu baru ini bisa digunakan saat jamuan makan malam istana.
"Nona Chang Le! Kedua hanfu ini sangat cantik dan cocok dengan ukuran tubuh nona," ucap Tan Xiang.
Tan Xiang sangat bersemangat untuk melihat hadiah lain yang masih tersimpan di dalam kotak.
Kasim Da Duo tersenyum mendengar perkataan Tan Xiang sehingga memberi isyarat tangan ke prajurit.
"Buka! Buka!" ucap Ying Ying sambil bertepuk tangan dengan semangat.
Ying Ying berusaha berakting sempurna seperti anak kecil berusia lima tahun karena rombongan bawahan Pangeran Wei Bu Yi di depannya bukanlah orang bodoh yang mudah dibohongi.
Ketika ke-4 kotak terbuka, terlihat gulungan kain dari bahan sutra dan berwarna cerah. Jika diperhatikan saksama, hanfu baru warna biru muda dan merah muda tadi juga terbuat dari bahan sutra.
"Kain sutra dari Kerajaan Han Utara!" ucap Chang Ru.
"Tebakan Nona Li Chang Ru sangat tepat. Semua kain sutra ini adalah upeti dari Kerajaan Han Utara setiap tahun. Bulan depan akan ada penyerahan upeti baru. Saat itu Nona Li Chang Le sudah menjadi permaisuri Pangeran Wei Bu Yi sehingga hamba tidak perlu mengantarnya ke Kediaman Jenderal Li Jin," jelas Kasim Xiao Duo.
Wajah Chang Ru dan Bai Lu menjadi muram seketika. Bahkan Chang Ru menggigit bibir bawahnya tanpa sadar karena rasa kesal dan amarah yang memuncak.
__ADS_1
Reaksi yang berlebihan dari Chang Ru dan Bai Lu membuat Ying Ying penasaran apa kelebihan kain sutra dari Kerajaan Han Utara.
"Kerajaan Han Utara? Upeti?" tanya Ying Ying sambil menunjuk kain sutra di dalam kotak.
Walaupun Kasim Da Duo tidak yakin Ying Ying mengerti penjelasannya atau tidak, tetapi pertanyaan Ying Ying harus dijawab dengan jujur sebagai penghormatan terhadap calon permaisuri Pangeran Wei Bu Yi.
"Nona Li Chang Le! Setiap tahun Kerajaan Han Utara akan mengirimkan upeti untuk Kerajaan Wei. Salah satunya adalah kain sutra, tetapi karena harganya mahal dan jumlahnya terbatas, maka Kerajaan Han Utara hanya mempersembahkan tiga gulungan kain sutra setiap tahun!" jelas Kasim Da Duo.
"Tiga gulungan kain sutra," ucap Ying Ying sambil mengacungkan tiga jari tangannya.
"Iya.Benar sekali Nona Li Chang Le. Kaisar Wei memberikan ketiga gulungan kain sutra itu untuk tiga orang. Ratu Wen, Selir Ming Lan, dan Pangeran Wei Bu Yi!" kata Kasim Da Duo.
"Pantas saja Chang Ru sangat marah dan kesal. Kain sutra ini sangat langka. Bahkan Wei Wu Xian pun tidak mendapatkannya," batin Ying Ying.
"Chang Ru! Aku sudah mendapatkan banyak hadiah. Hanfu dan sepasang anting-anting yang dibeli tadi untukmu saja," ucap Ying Ying dengan nada suara anak kecil yang polos.
Tan Xiang mengerti maksud perkataan Ying Ying sehingga mengambil hanfu dan sepasang anting-anting tadi, lalu memberikannya ke Chen Chen.
"Nona Chang Le sudah menjadi kakak yang baik, sesuai keinginan Nyonya muda," ucap Tan Xiang.
Wajah Bai Lu dan Chang Ru pucat seketika karena mendapatkan tatapan tajam dari rombongan Kasim Da Duo.
Mata mereka menatap hanfu baru dan perhiasan yang dipersiapkan Bai Lu untuk Li Chang Le dan membandingkan dengan hanfu serta perhiasan milik Li Chang Ru, yang diletakkan Li Chang Ru di atas meja.
***
Selamat malam readers tercinta. Jangan lupa baca kelanjutan cerita besok ya. Masih ada kejutan lagi dari Wei Bu Yi 🥰.
Selamat berbuka puasa bagi readers muslim 🤗
TERIMA KASIH
__ADS_1
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE