REVENGE OF FOX CONSORT

REVENGE OF FOX CONSORT
Bab 30. Pil obat


__ADS_3

***Kediaman Wei Bu Yi***


Dayang Fu dan ke-4 dayang muda itu melepaskan jubah luar Wei Bu Yi terlebih dahulu, sebelum membuka pakaian basah di tubuh Ying Ying dengan lembut dan cekatan.


Para dayang itu sudah terlatih untuk melakukan pekerjaannya dengan sempurna. Mereka semua tahu Li Chang Le merupakan calon permaisuri Wei Bu Yi sehingga tidak berani melakukan kesalahan saat melayani Li Chang Le.


Dayang Fu terkejut melihat luka memar di pergelangan tangan dan kaki Ying Ying. Kasim Da Duo sudah memberitahukan ke Dayang Fu mengenai Ying Ying diincar oleh pembunuh dan hampir tenggelam di kolam istana.


Dayang Fu yakin semua luka memar itu belum diketahui oleh Wei Bu Yi sehingga memutuskan akan melaporkannya nanti setelah selesai melayani Ying Ying.


"Nona Li Chang Le sangat cantik, tetapi sangat disayangkan karena tidak normal," ucap Wan Wan, salah satu dari ke-4 dayang ke temannya.


Ketiga dayang muda yang lain menganggukkan kepala pertanda setuju dengan perkataan Wan Wan.


Satu kali deham keras dan tatapan tajam dari Dayang Fu membuat ke-4 dayang muda itu terkejut dan menyadari kesalahan mereka.


"Maaf Dayang Fu! Kami tidak akan mengulanginya lagi!"


"Satu kata tidak pantas yang terucap dari bibir kalian bisa membuat malu Pangeran Wei Bu Yi. Hati-hati kehilangan nyawa!" ujar Dayang Fu.


"Kami mengerti, Dayang Fu!" jawab serentak Wan Wan dan ketiga temannya.


***


Dayang Fu dan ke-4 dayang muda keluar dari dalam kamar. Dayang Fu seorang saja yang berjalan menghampiri Wei Bu Yi, sedangkan keempat dayang muda pergi sambil membawa pakaian basah.


"Pangeran Wei Bu Yi! Nona Li Chang Le masih belum siuman," lapor Dayang Fu.


Wei Bu Yi menjawab dengan anggukkan kepala.


"Apakah ada luka lain di tubuhnya?" tanya Wei Bu Yi.


"Ada luka memar di pergelangan tangan dan kaki Nona Li Chang Le," jawab Dayang Fu.


Dayang Fu tidak mengira Wei Bu Yi akan berinisiatif menanyakan luka di tubuh Li Chang Le. Perhatian kecil yang diberikan Wei Bu Yi membuat Dayang Fu merasa senang.


"Luka memar?" batin Wei Bu Yi.


Wei Bu Yi berjalan masuk ke dalam kamar, meninggalkan Dayang Fu di luar.


"Ratu Xu! Semoga Nona Li Chang Le bisa menghangatkan hati dingin Pangeran Wei Bu Yi agar kembali seperti semula," batin Dayang Fu.


Dayang Fu menjadi dayang pribadi Ratu Xu selama puluhan tahun dan ikut menjaga Wei Bu Yi kecil sehingga sangat mengetahui kepribadian Wei Bu Yi.

__ADS_1


Kematian Ratu Xu, luka parah tujuh tahun yang lalu, dan dilengserkan dari posisi putra mahkota membuat Wei Bu Yi berubah menjadi pribadi yang dingin dan tidak mempercayai siapapun dengan mudah.


Apalagi kematian ke-6 permaisuri Wei Bu Yi sebelumnya membuat Dayang Fu khawatir Wei Bu Yi tidak akan mempunyai pasangan hidup selamanya.


Walaupun Wei Bu Yi tidak bisa memberikan keturunan, tetapi setidaknya ada seorang wanita yang menemani dan menjadi pendamping hidup Wei Bu Yi hingga akhir hayat.


Dayang Fu berfirasat Li Chang Le yang akan menjadi wanita pendamping hidup Wei Bu Yi nantinya.


***


Wei Bu Yi duduk di samping tempat tidur dan menatap intens wajah Ying Ying.


Ying Ying berbaring di atas tempat tidur dengan tenang. Rambut panjangnya tergerai lepas. Perhiasan tusuk rambut sudah dilepaskan oleh Dayang Fu dan diletakkan di atas meja.


Wei Bu Yi meletakkan telapak tangannya di atas kening Ying Ying.


"Panas sekali!" gumam Wei Bu Yi.


Suara ketukan pintu dari luar membuat Wei Bu Yi mengangkat telapak tangannya dari kening Ying Ying.


"Masuklah!" perintah Wei Bu Yi.


Kasim Da Duo berjalan masuk ke dalam kamar sambil membawa sebuah mangkuk kecil.


Wei Bu Yi sangat percaya dengan kemampuan pengobatan Tabib Chen. Ying Ying masih dalam keadaan tidak sadarkan diri sehingga pil obat akan lebih mudah dimakan oleh Ying Ying dibandingkan dengan sup obat.


Pil obat racikan Tabib Chen akan mencair dalam waktu singkat saat berada di dalam mulut.


Ketika Wei Bu Yi terluka parah tujuh tahun yang lalu dan tidak bisa menelan obat, Tabib Chen juga meracik obatnya dalam bentuk pil.


Wei Bu Yi mengambil pil obat dari mangkuk kecil, lalu membuka sedikit mulut Ying Ying agar pil obat bisa masuk ke dalamnya.


Kasim Da Duo membawa mangkuk kecil yang sudah kosong keluar dari dalam kamar.


Sementara Wei Bu Yi melipat kedua tangan di depan dada dan duduk di samping tempat tidur sambil mengawasi Ying Ying.


Wei Bu Yi ingin memastikan obat racikan Tabib Chen sudah mulai bekerja mengobati Ying Ying.


Lima belas menit kemudian, Wei Bu Yi memeriksa suhu tubuh Ying Ying dengan cara yang sama yaitu meletakkan telapak tangan di atas kening Ying Ying.


"Demamnya sudah turun!" batin Wei Bu Yi.


Wei Bu Yi teringat akan perkataan Dayang Fu sehingga memeriksa pergelangan tangan Ying Ying. Memar di tangan putih Ying Ying terlihat jelas.

__ADS_1


Wei Bu Yi memutuskan akan meminta Dayang Fu untuk membantu mengoleskan salep obat di luka memar Ying Ying besok pagi.


Mata Wei Bu Yi menatap intens gelang bandul lonceng di pergelangan tangan Ying Ying. Secara perlahan, Wei Bu Yi melepaskan gelang bandul lonceng dari tangan Ying Ying.


Wei Bu Yi mengayunkan tangannya beberapa kali sehingga bandul lonceng bergoyang dengan cepat.


"Aku yakin suara lonceng yang kudengar berasal dari gelang ini," ucap Wei Bu Yi dengan suara kecil.


Wei Bu Yi memeriksa lebih teliti gelang bandul lonceng, bahkan menekan-nekan bandul lonceng dengan harapan akan terlihat cahaya putih seperti sewaktu di dalam kolam.


"Darimana cahaya putih itu berasal?"


Wei Bu Yi mengingat jelas, saat dirinya menemukan Ying Ying, cahaya putih itu menghilang tanpa jejak.


"Mungkin Chang Le bisa memberitahuku apa rahasia dari gelang ini," ucap Wei Bu Yi sambil menatap Ying Ying.


Wei Bu Yi memakaikan gelang bandul lonceng ke pergelangan tangan Ying Ying lagi. Secara tiba-tiba kedua tangan Ying Ying bergerak dan menggenggam erat tangan kanan Wei Bu Yi.


"Jangan! Jangan lepaskan tanganmu! Tan Xiang! Nona Chang Le!"


Wei Bu Yi terkejut dengan jeritan histeris Ying Ying sehingga menatap wajah gadis muda itu.


Sepasang mata Ying Ying masih terpejam rapat, tetapi terlihat air mata mengalir di sudut mata Ying Ying. Wei Bu Yi merasakan genggaman tangan Ying Ying semakin erat.


"Trauma di dalam kolam membuatnya mengigau," batin Wei Bu Yi.


Wei Bu Yi berusaha melepaskan tangannya, tetapi genggaman tangan Ying Ying sangat kuat. Bahkan isak tangis Ying Ying semakin kuat disertai igauan yang sama berulang kali.


Pada akhirnya Wei Bu Yi menyerah dan membiarkan Ying Ying menggenggam tangannya. Lambat laun isak tangis Ying Ying pun berhenti. Suasana kamar menjadi tenang seperti semula.


Wei Bu Yi naik ke atas tempat tidur dan duduk bersandar di samping Ying Ying. Jari tangannya menyentuh bekas air mata di pipi Ying Ying.


"Jangan takut! Aku akan melindungimu!" janji Wei Bu Yi.


***


Selamat malam readers tercinta. Bagaimana reaksi Ying Ying saat bangun nanti?


Jawabannya di bab besok 😊


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG

__ADS_1


AUTHOR : LYTIE


__ADS_2