REVENGE OF FOX CONSORT

REVENGE OF FOX CONSORT
BAB 104. Hamil


__ADS_3

Dua minggu lagi perayaan ulang tahun Kaisar Wei akan tiba. Semua persiapan yang dilakukan oleh Ratu Wen dan Selir Ming Lan berjalan lancar dan sempurna.


Para pejabat istana dan jenderal-jenderal Kerajaan Wei sudah menerima surat undangan untuk menghadiri perayaan besar tersebut.


Wei Bu Yi dan Ying Ying juga menerima surat undangan di waktu yang sama. Wei Bu Yi membawa Ying Ying ke tempat penjual kain di ibukota. Mereka berdua memilih bahan kain yang akan dijadikan pakaian untuk menghadiri perayaan ulang tahun Kaisar Wei nantinya.


Tentu saja warna pakaian yang dipilih sama. Wei Bu Yi juga memerintahkan Kasim Xiao Duo untuk memesan satu set perhiasan berukiran huruf Yi, yang sepadan dengan pakaian baru Ying Ying nantinya.


Sementara di Istana Timur, Selir Yang Zi yang bertugas mempersiapkan pakaian baru yang akan dikenakan oleh Wei Wu Xian, Chang Ru, dan dirinya sendiri. Mereka bertiga mewakili Istana Timur menghadiri perayaan ulang tahun Kaisar Wei.


Sebenarnya tugas itu merupakan tanggung jawab Chang Ru sebagai putri mahkota. Yang Zi dengan senang hati mengambil alih tugas tersebut.


Yang Zi membawa A Sien, tukang jahit yang terkenal di ibukota menemui Chang Ru di kamar yang berada di halaman paling belakang. Kedatangan A Hua untuk mengukur tubuh Chang Ru.


Meskipun A Sien sudah mengetahui kabar mengenai Chang Ru mengidap penyakit parah, tetapi A Sien sangat terkejut melihat penampilan Chang Ru yang menyedihkan.


A Sien berusaha bersikap tenang dan mengukur tubuh Chang Ru dengan hati-hati, sedangkan Yang Zi tertawa senang di dalam hati kecilnya.


"Chang Ru akan mati dalam waktu dekat. Aku akan menjadi putri mahkota!" batin Yang Zi.


Tiba-tiba wajah Chang Ru semakin pucat. Chang Ru berusaha memanggil A Ling dengan suara yang lemah dan kecil.


"A Li…"


A Ling mengerti maksud Chang Ru dan bergegas mengambil baskom dari atas meja, sedangkan A Mei memapah Chang Ru untuk duduk bersandar di tempat tidur.


Racun mematikan dari Ratu Wen membuat berat badan Chang Ru turun drastis sehingga A Mei bisa memapahnya dengan mudah.


Suara muntahan Chang Ru membuat Yang Zi merasa jijik. Yang Zi melangkahkan kakinya mundur ke belakang agar tidak terlalu dekat dengan tempat tidur.


A Sien merupakan tukang penjahit terkenal di ibukota sehingga pastinya banyak istri pejabat istana yang menjadi pelanggan A Mei.


Oleh karena itu, Yang Zi berpura-pura perhatian terhadap Chang Ru. Yang Zi tidak mau beredar kabar buruk diluar sana bahwa dirinya tidak memedulikan Chang Ru yang sedang sakit parah.


"A Ling. Apakah putri mahkota sering muntah setiap hari?" tanya Yang Zi dengan suara lembut.


"Selir Yang Zi! Biasanya putri mahkota muntah setelah selesai makan. Terkadang muntah di tengah malam. Tetapi sejak kemarin putri mahkota muntah terus menerus," jawab A Ling.


"Mungkinkah Putri mahkota hamil?" tanya A Sien secara tiba-tiba.


Pertanyaan A Sien bagaikan lelucon besar bagi Yang Zi. Yang Zi tahu pasti Wei Wu Xian tidak pernah menginap di kamar Chang Ru sejak hari pertama pernikahan.


"Benar juga! Jadwal menstruasi Putri mahkota sudah telat beberapa hari," jawab A Mei.


Sebagai pelayan pribadi Chang Ru, A Ling dan A Mei tahu pasti semua hal mengenai Chang Ru. Termasuk jadwal menstruasi.


"Ta…ta…bib.. Hu…o."

__ADS_1


Chang Ru bersusah payah mengucapkan keinginannya. Meskipun tubuhnya sangat lemah, tetapi Chang Ru masih bisa mendengar jelas semuanya


"Aku akan memanggil Tabib Huo!" ucap A Ling dengan semangat.


A Ling berlari kecil keluar dari kamar. A Sien pun berpamitan pulang setelah mendapatkan ukuran tubuh Chang Ru.


Jadwal pekerjaan A Sien sangat padat. Jika bukan dikarenakan Chang Ru adalah putri mahkota, A Sien tidak akan meninggalkan pekerjaannya yang bertumpuk untuk pergi ke Istana Timur.


***


Yang Zi berjalan mondar-mandir di depan kamar sambil menunggu hasil pemeriksaan Tabib Huo.


Rasa percaya diri Yang Zi hilang seketika karena Chang Ru memanggil Tabib Huo untuk datang memeriksa apakah benar Chang Ru hamil atau tidak.


"Chang Ru memang wanita ja*ang! Dia berani berhubungan mesra dengan putra mahkota sebelum mereka menikah. Chang Ru sangat menjijikkan!" batin Yang Zi.


Beberapa saat kemudian, Tabib Huo keluar dari kamar diikuti oleh A Ling. Senyuman lebar di wajah A Ling membuat Yang Zi semakin gelisah.


Yang Zi segera menghampiri Tabib Huo.


"Selir Yang Zi!" sapa Tabib Huo sambil memberi hormat.


"Tabib Huo! Bagaimana keadaan putri mahkota?"


" Putri mahkota hamil!" jawab Tabib Huo.


"Tabib Huo! Apakah sup penguat kandungan ini tidak akan mempengaruhi penyakit putri mahkota?" tanya A Ling sambil menggenggam erat selembar kertas yang berisi resep sup penguat kandungan.


Selama ini Chang Ru hanya bisa makan bubur polos sehingga A Ling khawatir sup penguat kandungan akan memberikan efek samping bagi penyakit Chang Ru.


"Penyakit putri mahkota sangat sulit disembuhkan. Jika Putri mahkota tidak minum sup penguat kandungan, maka akan kegugu*an," jawab Tabib Huo.


Tabib Huo tahu Chang Ru terkena racun dari Ratu Wen sehingga pengobatannya terhadap Chang Ru selama ini tidak pernah berhasil.


Mengenai kehamilan Chang Ru, Tabib Huo tidak bisa menebak apakah Ratu Wen menginginkan bayi di dalam kandungan Chang Ru dipertahankan atau tidak. Oleh karena itu, Tabib Huo hanya memberikan resep sup penguat kandungan dan menunggu perintah selanjutnya dari Ratu Wen.


"Selir Yang Zi! Hamba akan melaporkan kabar gembira ini ke Kaisar Wei!" ucap Tabib Huo.


A Ling mengantar Tabib Huo pergi, lalu menuju dapur untuk memasak sup penguat kandungan.


Sementara Yang Zi mencari Wei Wu Xian untuk mengabarkan kehamilan Chang Ru.


***


"Putra mahkota! Putra mahkota!"


Suara panggilan lembut dari Yang Zi membuat Wei Wu Xian membuka matanya secara perlahan.

__ADS_1


Wei Wu Xian duduk bersandar di tempat tidur. Tangan kanannya memegang kepala yang terasa pusing.


"Ada apa?"


"Putra mahkota minum dulu sup penghilang mabuk ini."


Wei Wu Xian mengambil mangkuk dari tangan Yang Zi dan meneguk sup penghilang mabuk hingga habis.


Belakangan ini Wei Wu Xian sering mabuk-mabukan setiap malam. Selain itu Wei Bu Yi tidur di kamar kosong yang lain dan tidak pernah menginap di kamar Yang Zi lagi.


Yang Zi mengambil mangkuk kosong dari tangan Wei Wu Xian, lalu menatap intens wajah Wei Wu Xian.


Yang Zi tidak mau melewatkan ekspresi wajah Wei Wu Xian saat mendengar kabar kehamilan Chang Ru.


"Kata Tabib Huo, Putri mahkota hamil."


"Ha ha ha! Chang Ru hamil!"


Wei Wu Xian tertawa terbahak-bahak. Suara tertawa itu berlangsung dalam waktu yang lama sehingga membuat wajah Yang Zi menjadi pucat.


"Sialan! Putra mahkota sangat gembira dengan kehamilan Chang Ru!" batin Yang Zi.


Yang Zi sama sekali tidak akan menduga penyebab utama Wei Wu Xian tertawa tanpa henti.


Wei Wu Xian menertawakan kesialan beruntun yang dialami olehnya belakangan ini. Penyakit impo*en, kemungkinan dilengserkan dari posisi putra mahkota dan sekarang Chang Ru hamil anak ha*am.


"Anak ha*am itu harus mati! Wanita ja*ang itu juga harus mati!" batin Wei Wu Xian.


Wei Wu Xian menghentikan tawanya dan menyadari wajah pucat Yang Zi. Kilatan kebencian di mata Yang Zi terlihat jelas oleh Wei Wu Xian.


"Yang Zi sangat iri dengan kehamilan Chang Ru. Aku bisa memanfaatkannya untuk menyingkirkan anak ha*am itu," batin Wei Wu Xian.


"Yang Zi! Kamu harus menjaga dan merawat Chang Ru selama masa kehamilannya dengan baik. Mulai malam ini kamu pindah ke kamar sebelah Chang Ru agar bisa menjaga Chang Ru sepanjang waktu," ucap Wei Wu Xian.


"Aku akan menjaga putri mahkota dengan baik."


Jawaban patuh dari Yang Zi membuat Wei Wu Xian tersenyum samar. Wei Wu Xian yakin kebencian Yang Zi terhadap Chang Ru semakin memuncak dan itu merupakan hal baik bagi Wei Wu Xian.


***


Selamat malam readers. Bab ini up pukul 22.30 wita. Semoga lancar ya. Maaf up kemalaman karena sibuk urus anak😅. Anak sudah libur sekolah, jadinya all time di monopoli sama anak 🤣.


TERIMA KASIH PENGERTIANNYA


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE

__ADS_1


__ADS_2