REVENGE OF FOX CONSORT

REVENGE OF FOX CONSORT
BAB 100. Rencana sempurna


__ADS_3

Pagi hari saat Kaisar Wei bersiap untuk menghadiri pertemuan pagi dengan para pejabat di aula istana, Kasim Cao memberitahukan kedatangan Ratu Wen.


Ratu Wen datang ketika hari belum terang. Tentu saja Kasim Cao tidak mungkin membangunkan Kaisar Wei untuk menemui Ratu Wen.


Kasim Cao meminta Ratu Wen pulang ke istananya, tetapi Ratu Wen menolak dan mengatakan ada hal penting yang harus disampaikannya ke Kaisar Wei.


Ratu Wen sendiri berinisiatif menunggu di luar kamar selama beberapa jam, tanpa memedulikan cuaca yang dingin.


Kaisar Wei mengiyakan untuk menemui Ratu Wen karena penasaran apa hal penting yang ingin disampaikan oleh Ratu Wen.


Kaisar Wei terkejut melihat wajah pucat dan lesu Ratu Wen. Selain itu langkah kaki Ratu Wen terlihat lemah dan tidak bertenaga akibat menunggu di luar terlalu lama.


Ratu Wen memberi hormat dan menyapa Kaisar Wei. "Selamat pagi, Kaisar Wei!"


"Ada hal penting apa yang ingin kamu sampaikan?" tanya Kaisar Wei tanpa basa-basi.


"Maaf, Kaisar Wei! Semalam terjadi kebakaran di kamar Putri Tang Yan. Prajurit istana berhasil memadamkan kobaran api, tetapi Putri Tang Yan sudah meninggal," jawab Ratu Wen.


"Mengapa Putri Tang Yan tidak bisa melarikan diri dari kamarnya saat kebakaran?"


"Aku tidak tahu apa yang terjadi di dalam kamar. Selain mayat Putri Tang Yan, juga ditemukan mayat pria lain di kamar itu. Pria itu bukan pengawal dari Istanaku."


Kaisar Wen segera memerintahkan Xu Feng, kepala pengawal istana untuk melakukan penyelidikan di Istana Ratu Wen secara menyeluruh. Bahkan Tabib Huo juga dipanggil untuk memeriksa kedua mayat.


Pertemuan pagi istana hari ini dibatalkan oleh Kaisar Wei. Kaisar Wei dan Ratu Wen menunggu laporan dari Xu Feng di aula istana.


Satu jam kemudian, Xu Feng masuk ke dalam aula istana diikuti oleh Tabib Huo. Di belakang mereka berdua ada prajurit yang mengangkat dua buah tandu berisi mayat Putri Tang Yan dan mayat Kasim Ma palsu. Kedua mayat itu dalam keadaan tertutup rapat oleh kain putih.


Kedua mayat itu sudah diangkat keluar dari kamar oleh para prajurit istana Ratu Wen ketika Xu Feng tiba di sana. Xu Feng langsung melakukan penyelidikan menyeluruh di kamar, sedangkan Tabib Huo memeriksa kedua mayat.

__ADS_1


Kedua mayat dalam keadaan menyedihkan dan mengerikan sehingga tidak terlihat jelas identitas asli dari kedua mayat.


Walaupun begitu,Tabib Huo memastikan kedua mayat itu adalah pria dan wanita. Tabib Huo memberitahukan hasil pemeriksaannya ke Xu Feng sehingga Xu Feng memeriksa identitas setiap pengawal yang berada di istana Ratu Wen.


Selama ini Tabib Huo sama sekali tidak tahu identitas asli Kasim Ma adalah pria normal sehingga pemeriksaan yang dilakukan oleh Xu Feng dan para pengawal mengesampingkan para kasim.


"Kaisar Wei! Hamba menemukan dua giok ini di dalam kamar yang terbakar. Kedua giok ini membuktikan identitas asli kedua mayat!" ucap Xu Feng sambil mengulurkan kedua giok yang berada di tangannya.


Kasim Cao menghampiri Xu Feng dan mengambil kedua giok itu, lalu menyerahkannya ke Kaisar Wei.


Kaisar Wei mengamati saksama kedua giok yang sudah terbakar sebagian.


"Siapa pemilik kedua giok ini?" tanya Kaisar Wei.


"Hamba mengunjungi Pangeran Tang Jin di penjara ibukota. Pangeran Tang Jin memiliki giok yang sama dengan salah satu giok itu. Hamba juga menginterogasi kedua pelayan pribadi Putri Tang Yan, yang dikurung oleh Jenderal Liu Bei di sel penjara yang lain. Mereka mengaku giok yang satunya lagi milik prajurit Kerajaan Tang Selatan," jawab Xu Feng panjang lebar.


Pangeran Tang Jin sudah buta sehingga Xu Feng tidak bisa menunjukkan giok itu. Xu Feng memeriksa pakaian Pangeran Tang Jin dan menemukan giok yang sama di sana. Giok itu sebagai identitas keturunan dari Kaisar Tang.


Kasim Ma mengambil giok itu dari tubuh salah satu pengawal pribadi Pangeran Tang Jin yang menyamar sebagai kasim dan berakhir dengan dibunuh olehnya akibat perbuatan tidak terpuji dengan Wei Wu Xian dan Putri Tang Yan.


***


Kaisar Wei termenung sebentar setelah mendengar laporan Xu Feng. Ada dua kemungkinan yang muncul dalam pikirannya saat ini.


Kemungkinan pertama adalah kedua mayat itu memang benar Putri Tang Yan dan prajurit Kerajaan Tang Selatan, sedangkan kemungkinan kedua adalah kedua mayat itu hanyalah kambing hitam yang dipersiapkan Putri Tang Yan untuk melarikan diri dari Kerajaan Wei.


Putri Tang Yan ingin melarikan diri disebabkan tidak mau bernasib sama seperti Pangeran Tang Jin, yang berakhir di penjara seumur hidup.


"Aku akan mengirim surat ke Kaisar Tang mengenai kematian Putri Tang Yan. Jika dalam dua hari tidak ada perwakilan dari Kerajaan Tang Selatan yang datang untuk membawa pulang mayat Putri Tang Yan, kamu urus saja mayatnya dengan baik seperti cara kamu mengurus mayat yang satunya lagi!" perintah Kaisar Wei ke Xu Feng.

__ADS_1


"Baik, Kaisar Wei! Hamba mengerti!"


Jika memang benar mayat wanita itu adalah Putri Tang Yan, Kaisar Wei sudah berbaik hati memberikan Kaisar Tang kesempatan untuk membawa pulang mayat Putri Tang Yan dan menguburkannya dengan layak.


"Ratu Wen! Pulanglah beristirahat sekarang. Aku tidak akan menghukummu mengenai kematian Putri Tang Yan!"


"Terima kasih kemurahan hati Kaisar Wei!" ucap Ratu Wen dengan suara yang bergetar dan sepasang mata yang berkaca-kaca.


Perasaan iba dan tidak tega muncul dalam diri Kaisar Wei terhadap Ratu Wen, tetapi Kaisar Wei berusaha bersikap tenang.


Ratu Wen sengaja melangkahkan kaki dengan lemah dan tidak bertenaga saat berjalan keluar dari kamar Kaisar Wei. Senyum samar menghias di sudut bibirnya saat Ratu Wen sudah pergi jauh meninggalkan istana Kaisar Wei.


Memang benar kakinya terasa sakit karena berdiri selama beberapa jam di luar untuk menunggu Kaisar Wei, tetapi itu semua merupakan bagian dari rencana sempurna Ratu Wen.


Hasil dari rencana sempurna Ratu Wen adalah kematian Putri Tang Yan tidak akan disangkutpautkan dengannya, sedangkan Kasim Ma mati tanpa meninggalkan jejak apa pun.


Kekalahan berturut-turut pasukan Kerajaan Wu Barat di Kota Chang An membuat Ratu Wen tidak ingin melanjutkan kerjasama dengan mereka lagi.


Kasim Ma satu-satunya penghubung di antara Ratu Wen dengan Kerajaan Tang Selatan sudah mati sehingga tidak akan ada bukti mengenai kerjasama mereka dan ini sangat menguntungkan bagi Ratu Wen.


***


Selamat malam readers tercinta. Terima kasih semua dukungannya πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ˜˜


Besok Ying Ying dan Bu Yi akan muncul dalam cerita lagiβ™₯️


Karma Ratu Wen sudah otw nih, setelah itu cerita akan tamat. Enjoy sisa bab bab terakhir ya. 😁😁


SALAM SAYANG

__ADS_1


AUTHOR : LYTIE


__ADS_2