
***Kamar tidur Li Chang Le***
Tan Xiang masih berada di dalam kamar Li Chang Le setelah menceritakan semua gosip yang beredar di ibukota mengenai Pangeran Wei Bu Yi membunuh ke-6 permaisurinya.
Sikap tenang Ying Ying membuat Tan Xiang semakin khawatir akan keputusan yang diambil oleh Ying Ying nantinya.
Apalagi jawaban Ying Ying bahwa tidak akan menjadi permaisuri ke-7 yang mati membuat Tan Xiang menjadi gelisah.
"Nona Chang Le tidak merasa takut terhadap Pangeran Wei Bu Yi?" tanya Tan Xiang.
"Pangeran Wei Bu Yi menyelamatkanku kemarin. Pasti ada fakta lain mengenai kematian ke-6 permaisurinya," jawab Ying Ying.
"Nona Chang Le sangat polos sehingga tidak tahu betapa berbahayanya Pangeran Wei Bu Yi," batin Tan Xiang.
"Hari pernikahan akan ditetapkan setelah Tuan besar pulang. Nona Chang Le masih memiliki waktu untuk mempertimbangkannya dengan baik," kata Tan Xiang.
"Baiklah!" jawab Ying Ying.
Ying Ying mengerti kekhawatiran yang dirasakan oleh Tan Xiang dan pastinya Li Jin pun tidak menyetujui pertunangan ini dikarenakan gosip yang beredar itu.
Ying Ying tahu hukuman mati akan diterima oleh Keluarga besar Jenderal Li Jin jika menolak Dekrit Kaisar. Ying Ying tidak mau hal itu terjadi.
"Wei Bu Yi, sekutu yang paling tepat untuk melawan Wei Wu Xian. Jika memang benar Wei Bu Yi seorang pembunuh kejam, aku akan menghadapinya. Rencana keberangkatanku ke Qing Qiu tidak boleh ditunda," batin Ying Ying.
Kebenaran mengenai gosip Wei Bu Yi membunuh ke-6 permaisurinya tidak ada bukti yang nyata, tetapi Ying Ying tetap harus bersikap hati-hati dan melindungi dirinya sendiri agar tidak mati kedua kalinya sebelum sempat membalaskan dendam terhadap Wei Wu Xian dan Li Chang Ru.
"Ada yang datang!"" batin Ying Ying.
Ying Ying merasa asing dengan suara langkah kaki yang semakin mendekat. Suara langkah kaki yang lebih berat dan bisa dipastikan merupakan langkah kaki seorang pria.
"Nona Chang Le! Nona Tan Xiang!"
Ketukan pintu yang keras dari luar disertai suara pria membuat Tan Xiang segera membuka pintu kamar.
Tan Xiang berdiri tepat di depan pintu masuk sehingga berhadapan langsung dengan pria yang mengetuk pintu kamar. Tan Xiang mengenali pria itu adalah A Niu, pengawal yang bertugas berjaga di depan pintu utama Kediaman Jenderal Li Jin.
"Ada apa A Niu?" tanya Tan Xiang.
"Ka…kasim Da Duo datang dan menunggu Nona Chang Le di ruang depan," jawab A Niu.
"Kasim Da Duo adalah kasim Pangeran Wei Bu Yi. Kenapa dia mencariku?" batin Ying Ying, yang mendengar jelas perkataan A Niu.
"Baiklah. Aku akan mengantar nona Chang Le ke sana," jawab Tan Xiang sebelum menutup pintu kamar dan berlari menghampiri Ying Ying.
"Nona Chang Le mau menemui Kasim Da Duo?" tanya Tan Xiang.
"Iya. Aku ingin tahu apa yang diinginkan Pangeran Wei Bu Yi," jawab Ying Ying dengan yakin.
Kasim Da Duo tidak mungkin berani datang sendirian ke Kediaman Jenderal Li Jin jika tidak mendapatkan perintah dari tuannya, Pangeran Wei Bu Yi.
Ying Ying ingin mencari tahu apa reaksi Pangeran Wei Bu Yi terhadap dekrit Kaisar mengenai pertunangan mereka berdua sehingga bisa merencanakan langkah selanjutnya yang akan diambil olehnya.
__ADS_1
***Ruang depan Kediaman Jenderal Li Jin***
Bai Lu dan Chang Le menemui Kasim Da Duo setelah mendapatkan laporan dari Chen Chen.
Bai Lu terkejut melihat Kasim Da Duo datang bersama beberapa dayang istana. Bai Lu tahu mereka adalah dayang istana yang bekerja di Kediaman Pangeran Wei Bu Yi.
"Kasim Da Duo! Dayang Fu!" sapa Bai Lu.
Kedua orang yang disapa secara langsung oleh Bai Lu merupakan orang yang memiliki kedudukan tinggi di Kediaman Pangeran Wei Bu Yi.
"Nyonya Bai Lu!"
"Ada keperluan apa Dayang Fu dengan Chang Le?" tanya Bai Lu dengan ramah.
Dayang Fu merupakan dayang senior dan juga dayang kepercayaan mendiang Ratu Xu, ibu kandung Wei Bu Yi.
Dayang Fu hanya memberikan senyuman kecil dan menatap ke arah Kasim Da Duo.
"Kami diutus oleh Pangeran Wei Bu Yi untuk menemui Nona Li Chang Le," jawab Kasim Da Duo.
Perkataan Kasim Da Duo menyinggung Bai Lu, tetapi Bai Lu tidak bisa melakukan apa pun karena takut dengan kekuasaan Wei Bu Yi.
"Dasar kasim sombong! Berani sekali tidak menjawab pertanyaan ibu. Awas saja nanti saat aku menjadi putri mahkota. Aku akan memberi hukuman yang berat," batin Chang Ru sambil menatap tajam Kasim Da Duo.
Kasim Da Duo mengabaikan tatapan tajam Chang Ru. Niat buruk Chang Ru terbaca jelas dari wajah gadis muda itu, tetapi Kasim Da Duo tidak takut sama sekali karena yang berhak menghukumnya hanyalah Pangeran Wei Bu Yi.
"Da Duo memberi hormat ke Nona Li Chang Le!" ucap Kasim Da Duo.
Ying Ying bisa mendengar jelas suara remasan saputangan milik Chang Ru.
"Kasim Da Duo! Kasim Da Duo!"
Kasim Da Duo tersenyum kecil mendengar namanya dipanggil berulang kali oleh Ying Ying.
"Nona Chang Le sangat cantik, polos, dan baik hati. Sangat disayangkan penyakitnya belum sembuh," batin Kasim Da Duo.
Dayang Fu pun memiliki pemikiran yang sama dengan Kasim Da Duo, tetapi tugasnya hari ini harus tetap dijalankan.
"Nona Chang Le! Hamba Dayang Fu, diutus oleh Pangeran Wei Bu Yi untuk memeriksa tubuh nona," ucap Dayang Fu.
Semua orang yang berada di ruang depan terkejut mendengar perkataan Dayang Fu. Bahkan Tan Xiang maju ke depan dan melindungi tubuh Ying Ying dibelakang punggungnya.
"Apa maksud Dayang Fu?" tanya Tan Xiang.
"Hamba akan memeriksa tubuh Nona Chang Le untuk memastikan apakah nona Chang Le masih suci atau tidak!" jawab Dayang Fu.
"Hamba akan menunggu di sini. Dayang Fu bisa menjalankan tugasnya di kamar Nona Li Chang Le!" ujar Kasim Da Duo.
Dayang Fu memberi isyarat mata ke beberapa dayang yang ikut dengannya. Mereka menggiring Ying Ying dan Tan Xiang menuju kamar.
"Aku ikut ke kamar!" seru Bai Lu.
__ADS_1
"Nyonya Bai Lu tidak percaya dengan keahlian Dayang Fu?" tanya Kasim Da Duo.
"Tentu saja aku percaya dengan keahlian Dayang Fu!" jawab Bai Lu.
"Nyonya Bai Lu bisa menunggu hasilnya di sini bersama hamba!" ujar Kasim Da Duo.
Bai Lu dan Chang Ru duduk di ruang depan dengan enggan. Mereka tidak menyangka Wei Bu Yi akan mengutus Dayang Fu untuk memeriksa tubuh Chang Le.
"Sialan! Semua yang kulakukan menjadi sia-sia!" batin Chang Ru.
***Kamar tidur Li Chang Le***
Ying Ying berlarian di dalam kamar untuk menghindari pemeriksaan tubuh oleh Dayang Fu. Suasana menjadi kacau karena para dayang lainnya mengejar Ying Ying.
Sepuluh menit berlalu dengan cepat, tetapi mereka belum berhasil menghentikan Ying Ying. Gadis muda itu lari dengan lincah dan cepat.
"Jangan takut Nona Chang Le. Semuanya demi kebaikan nona dan membersihkan nama baik nona yang rusak karena pernah berada di rumah bordil," jelas Dayang Fu.
"Tan Xiang! Tan Xiang!" Ying Ying berlari menghampiri Tan Xiang dan bersembunyi di belakang punggung Tan Xiang.
"Nona Chang Le masih ketakutan! Aku akan berada di sisi Nona Chang Le saat pemeriksaaan," ucap Tan Xiang ke Dayang Fu.
"Baiklah!" jawab Dayang Fu.
Ying Ying terpaksa menuruti permintaan Dayang Fu untuk berbaring di atas tempat tidur. Suasana hati Ying Ying sangat tidak nyaman karena harus melakukan pemeriksaan tubuh di hadapan banyak orang, tetapi perkataan Dayang Fu tadi membuat Ying Ying menyadari itikad baik Wei Bu Yi mengirim Dayang Fu.
Dayang Fu tersenyum lebar setelah selesai melakukan pemeriksaan.
"Nona Chang Le masih suci!" ucap Dayang Fu.
Tan Xiang membantu Ying Ying merapikan pakaian hanfu dan hiasan rambut yang berantakan.
"Nona Chang Le! Ayo kita sampaikan kabar baik ini ke nyonya muda dan Nona Chang Ru!" ajak Tan Xiang sambil mengedipkan mata.
"Kabar baik! Kabar baik!" ucap Ying Ying.
"Kasim Da Duo juga menunggu hasil pemeriksaan di sana," ucap Dayang Fu.
Ying Ying, Tan Xiang, dan rombongan Dayang Fu pun menuju ruang depan untuk menyampaikan hasil pemeriksaan.
***
Halo readers. Author LYTIE mau mengucapkan SELAMAT HARI RAYA NYEPI bagi readers yang merayakannya 🥰
Sekilas info! Jika besok internet mati, author ga bisa up ya. Kalau internet nyala, akan up satu bab seperti biasa.
Terima kasih pengertiannya.
SALAM SAYANG
__ADS_1
AUTHOR : LYTIE